
Keyla....
Senja di ufuk Barat begitu mempesona, membuatnya terbuai hingga ia lupa akan segalanya. Ya, segala masalah yang membuatnya gundah, resah dan gelisah.
ia benci ketika seorang diri. Karena, kenangan-kenangan itu akan muncul lagi dalam memori ingatannya. Dan luka itu akan menganga kembali. Perih. Dan pada akhirnya sesak, seakan paru-paruku terhimpit. Menunggu datangnya senja membuat pikirannya berjalan jauh menapaki lorong masa lalu. Namun, senja pulalah yang melegakan hati ini. Hingga sesak itu sejenak pergi.
“Assalamualaikum” serunya ketika sudah sampai di rumah.
“Walaikumsalam” jawab Mommy dan Daddy serempak.
“Dari mana Key ??” tanya Mommy yang menatapnya heran.
Wajar jika Mommy bertanya karena ia saat pulang sekolah tidak langsung kerumah. Tadi ia beralasan untuk ke toko buku dulu namun nyatanya ia malah berdiam diri di sudut taman.
“Ketoko buku kok sampai soreh banget sih Key” ucap Mommy lagi.
“Iya Mom tadi nyari bukunya susah” ia terpaksa berbohong.
Mommy kemudian mengangguk kan kepalanya. Setelah itu ia pamit untuk ke kamar.
Ia duduk di atas ranjang sambil menerawang kejadian saat berada di sekolah tadi. Dimana ia dengan berani melabrak Kaisar sang berandal sekolah.
Flasback On.....
“Alasan apa yang mesti gue katakan”
“He yang punya gelang kek gini banyak bukan cuman gue aja” seloroh Kaisar dengan membentak.
“Bisa jadi itu punya orang hotel, jadi itu semua bukan dinamakan bukti”
Namun ia jelas-jelas merasa kalau Kaisar lah pelakunya. Hatinya mengatakan dengan jelas kalau gelang yang saat ini sudah berpindahnya ketanga nya lagi itu adalah milik Kaisar sih berandal itu.
“Gue emang gak ada bukti tapi Gue akan cari terus sampai dapat, Dan Lo harus ingat --” ia menunjuk wajah Kaisar dengan tatapan tajam “Kalau terbukti itu berhasil gue pastiin Lo akan mendekam di penjara”.
“Lo jangan lupa kalau Daddy gue adalah orang yang paling berkuasa di negara ini”
“Lo akan di cincang habis oleh Daddy kalau tau Lo pelakunya”
“Dan Lo jangan lupa juga kalau Raja itu juga anak orang terpandang”.
Mendadak Kaisar tertawa sumbang demi menjawab sederetan kalimat yang ia ucapkan.
“Raja itu anak tiri tuan Zahran. Kalau Ayah kandung Raja itu hanya lah karyawan biasa” ucap Kaisar semakin membuatnya jengkel.
“Setidaknya Raja punya Ayah” jawabnya cepat.
Dan jawaban itu berhasil membungkam mulut Kaisar karena untuk beberapa saat Kaisar mendadak terdiam. Namun tatapan mata Kaisar penuh dengan kemarahan.
__ADS_1
Flasback Off.
Niatnya ingin supaya Kaisar memberinya alasan malah Kaisar marah-marah dengan nya.
Air matanya kembali menetes. Terasa percuma perjuangan nya untuk mencari pelaku sampai dapat karena semua itu tak akan membuat Raja kembali lagi.
Ia baru tahu kalau Raja pindah ke Turki. Karena tadi ia dengan berani bertanya ke kepala sekolah.
“Raja pindah ke SMA negeri internasional di Turki. Dan alasan nya bapak tidak tahu karena Orang tua Raja hanya minta di buatkan surat pindah saja” begitu kata pak Kepsek tadi siang.
Nafasnya mulai tak teratur. Bayangan tentang Raja terus membayangi dirinya.
Entah sampai kapan ia dan Raja akan terpisah jauh seperti ini, dirinya juga takut jika suatu hari nanti Raja sudah kembali tapi malah sudah ada wanita lain dalam hidup Raja.
Jelas ia tak memiliki kepastian. Raja bahkan tak mengatakan untuk menyuruhnya menunggu.
---------------------
Daddy Keyla.....
Mencari pelaku penyebaran tentang foto putri yang amat ia sayangi bukan lah hal yang sulit. Terbukti sekarang ia berhasil mendapat kan nya. Berkat bantuan dari sang Asisten yang setia menemani dirinya pelaku tersebut akhirnya di temukan.
Dengan menelpon para anak buah nya ia sudah menyekap pelaku di rumah kayu yang ia miliki. Rumah yang ia dirikan hanya untuk menghukum para penjahat yang sudah membuat keluarganya terluka.
“Sayang aku keluar sebentar ya” ucap nya pada sang istri.
“Mau kemana ??” tanya Alya.
“Ada perlu sebentar” ucap nya lagi sembari membelai pipi sang istri dengan penuh kasih sayang.
“Janji gak akan lama. Jam 10 nanti pulang”
“10 malam ??” tanya Alya dengan mata melotot, membuatnya meringis ketakutan.
“I--ya Sayang” jawabnya dengan pelan.
“Huuuuu. Ya udah deh tapi pulangnya beliin aku mangga” ucap Alya lagi. Membuatnya mengernyit.
“Ngapain minta mangga ?? kamu hamil lagi Yang ??”
“Lah gak ada yang salah kalau aku mau mangga, emang mangga khusus untuk wanita hamil” Jawab Alya langsung.
Ia mengangguk, kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar meninggalkan sang istri yang masih mengoleska cream malam di wajahnya. Pantas jika seusia sekarang Alya masih memiliki wajah yang awet mudah karena Alya pintar merawat diri.
“Ya kalaupun memang hamil lagi aku mah ok ok aja” batin nya sambil menuruni setiap anak tangga.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit ia sudah sampai di depan rumah kayu. Para pengawal sudah ada di depan rumah. Termasuk Pras.
__ADS_1
“Mana dia Pras ??” tanya nya kepada sang Asisten.
“Didalam tuan” Pras menjawab sambil mengikuti langkah kakinya “Ternyata dia teman sekolah Nona Keyla sendiri” ucap Pras lagi.
Ia berhenti sejenak lalu kemudian menyeringai menakutkan. Cih ternyata masih anak kemaren soreh. Batinnya gemas.
Dan sekarang di depan matanya sudah menempakkan seorang laki-laki yang sedang terikat dengan mata tertutup. Laki-laki itu tak berontak sama sekali.
“Buka tutup matanya Pras" ucap nya dengan suara berat.
Setelah tutup mata laki-laki itu terbuka. Ia dapat melihat wajah tampan laki-laki yang berstatus pelajar SMA tersebut.
“Ternyata masih bocil ( Bocah kecil ) yang menjadi musuh keluarga Abraham” selorohnya dengan tatapan tajam.
“Berani sekali kau melakukan itu kepada putri ku”
Namun yang paling tak di sangkah lelaki itu malah tetap diam. Tetap tenang walau ia sudah berusaha menakuti. Sekarang ia sadar bahwa laki-laki yang ia sebut Bocil itu bukan lah laki-laki biasa. Bisa jadi orang tersebut punya senjata yang mematikan.
“Siapa namamu ??” tanya nya dengan tak sabaran
“Kaisar” jawab lelaki itu.
“Masih sekolah ??”
“Iya”
“Apa alasan mu melukai putriku dan mempermalukan putriku ??”
Kaisar tak menjawab namun malah menatapnya dengan tajam. *Cuiiih.
Berani sekali !!
Siapa dia* ???.
“Tundukan kepalamu, dan jangan tatap saya seperti itu !!”
Namun lagi-lagi Kaisar menatap nya dengan tajam. Hingga membuat emosi yang ia taham akhirnya memuncak.
*Buuuuggghhhhh.
Buuuuggghhhhh*.
“Ini balasan kalau kamu berani dengan keluarga Abraham” ucapnya dengan emosi.
“Siapa yang menyuruhmu melakukan ini ?? Katakan siapa ??” bentak nya dengan rahang mengeras.
“Lakukan apa yang ingin anda lakukan Tuan Kenan !! Karena saya tak akan takut dengan anda” ucap Kaisar seolah menantangnya.
__ADS_1