Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 08-Tersebar 2


__ADS_3

Suasana di pagi ini terlihat begitu cerah, namun entah kenapa hati Raja tak bisa secerah langit yang terlihat begitu berwara biru. Seakan tak ada lagi awan putih yang menjadi warna yang lain.


Rajq masih duduk terpaku di atas sajadh setelah melaksanakan sholat sunah Dhuha nya. Masi terus mengucapkan Istighfar berkali-kali.


"Bang hari ini di rumah dulu ya ! izin dulu sekolahnya" Begitu kata Zenia setelah Ia melaksanakan sholat subuh.


Entahlah apa alasan Zenia untuk tidak menyuruhnya datang kesekolah, Raja sendiripun enggan untuk bertanya tetap menurut apa yang Bunda perintahkan.


AstaghfirullahalAzim.


Raja terus bergumam sembari ber_Istighfar. Entah sudah puluhan kali Ia melakukan itu namun yang jelas Ia tak akan pernah bosan.


Setelah cukup lama berada di atas Sajadanya barulah Rajq bangkit. Melipat Sajadah dan berganti pakaian.


Sejak tadi ponselnya terus berkedip menampakkan cahaya yang membuatnya penasaran. Memang kebiasaan dirinya untuk selalu memode diam kan setelan ponselnya jika malam hari.


"Notif apa sih sampai berkedip terus" Gumam Raja yang berjalan melangkah untuk menggapai benda persegi empat tersebut.


Matanya langsung melotot sempurna demi melihat Grup sekelasnya yang berada di aplikasi berwarna hijau.


"Ya Allah apalagi ini"


Dengan perasaan cemas, khawatir dan hampir menangis. Raja keluar dari kamar guna memberi tahukan foto dirinya yang tersebar kepada Baba dan Bunda.


Dan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya karena melihat Baba masih berada di ruang keluarga bersama Bunda rupanya mereka belum berangkat bekerja.


"Ba, Bunda" Panggil Raja dengan suara tersedat.


"Iya Bang, ada apa ??" tanya Zahran sambil menatap wajanya.


Rajq tak menjawab namun langsung memberikan ponselnya kepada Zahran.


Dengan tatapan heran Zahran mengambil benda persegi tersebut. Sama seperti dirinya Zahran pun terkejut.


"Astaghfirullah. Ya Allah apa yang Baba takutkan terjadi" Ucap Zahran sambil mengelus dadanya. Sementara Zenia sudah kembali menangis.


"Abang gak melakukan apa-apa Bun, Abang gak tau apa yang terjadi"


Namun kali ini Zenia tak menjawab selorohan nya. Zenia langsung bangkit dan meninggalkan dirinya juga Zahran kedalam kamar, tentu saja sambil menangis.


Zahran mengusap wajahnya dengan gusar, Raja bahkan takut dengan keadaan ini. Namun satu yang menjadi pusat perhatian nya yaitu Keyla.


Bagaimana kabar wanita itu, Keyla pasti akan sangat syok melihat foto mereka yang bersebaran dimana-mana. Raja saja kaget nya minta ampun apalagi Keyla yang setau dia adalah wanita yang cengeng.


"Pinjam ponselnya bentar Ba"


Zahran langsung memberikan ponselnya. Ia segera mencari kontak Keyla dan mencaliing no Keyla.


Satu panggilan tak terjawab.

__ADS_1


Dua panggilan tak juga ada jawaban.


Hingga ke sepuluh panggilan tak juga ada jawaban dari Keyla. Dan itu semua berhasil membuat kekhawatiran Raja semakin membesar.


Dimana Keyla ??


Apa Keyla sudah melihat foto bersebaran itu ??


Atau malah sekarang Keyla sedang bersembunyi karena membaca sederetan ejekan yang mereka terima*.


"Maafin aku Key" Gumam nya dalam hati.


Jelas dalam hal ini Raja tak salah, namun melihat semua foto dirinya dan Keyla bertebaran membuat instingnya mendadak merasa bersalah. Entah bersalah pada siapa Keyla atau kedua orang tuanya.


"Baba nyusul Bunda dulu, Kamu jangan keluar rumah untuk sekarang ya !" Titah Zahran dengan lembut.


Raja tau kalau Baba khawatir dengan dirinya, takut kalau Ia kembali seperti waktu Ia kecil dulu saat Ia melihat dengan jelas penembakan Aunty Zara. Tapi sekarang kasus nya berbeda Ia tak mungkin akan begitu lemah karena masalah ini.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah sampai dirumah Keyla langsung berteriak memanggil Mommy dan Daddynya. berteriak sekencang mungkin dengan air mata berderai.


“Mommy”


“Daddy”


Keyla terus memanggil, hingga terdengar suara langkah kaki yang terlihat tergesa-gesa menuruni anak tangga. Ada Mommy dan Daddy-nya yang datang.


“Ada apa sayang ??” tanya Alya


“Ada yang menyebarkan foto Key waktu di jebak di hotel bersama Raja Mom” jawab nya sambil terisak.


“Astaga !!”


Dengan tangan bergetar Keyla menyerahkan ponselnya dan menyerahkan kepada Kenan, ingin Memberi tahu Kenan tentang apa yang terjadi.


“Sialan !!” hardik Kenan dengan amarahnya “Siapa yang sudah berani bermain dengan keluarga Abraham”


Kenan mengeluarkan ponsel dan terlihat menghubungi seseoang.


“Cari siapa dalang dari semua ini !!” Begitu yang Keyla dengar. Namun ia tak tau Kenan sedang bicara dengan siapa.


“Pastikan orang itu meraskaan yang sama dengan putriku !!”


“Lakukan sekarang juga !!”


“Secepatnya hubungi saya !!”


Keyla masih saja terisak dan memeluk Alya, Ketika Ia mendengar suara lembut nan halus di pintu masuk rumahnya.

__ADS_1


“Assalamualaikum”


Keyla melepaskan pelukannya. Dan menoleh ke arah pintu yang terbuka. Seketika rasa yang sakit dan kecewa sejenak menghangat demi melihat sosok laki-laki berwajah teduh tengah berdiri di rumahnya.


“Walaikumsalam” jawab Alya dan Kenan serempak. Sementara Keyla menjawab dalam hati.


Raja berjalan mendekat. Lalu membungkukkan badan untuk mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


“Key” panggil Raja kemudian.


“Maafin aku !!”


Belum sempat Keyla menjawab Raja lebih dulu meminta maaf. Minta maaf untuk hal yang tak Raja lakukan.


“Ini bukan salah kamu Ja, kita di jebak” jawabnya.


“Kamu masuk sekolah Key ??” tanya Raja sambil melihat penampilan nya yang masih lengkap berseragam SMA.


Keyla mengangguk. Tak lama kemudian Alya dan Keman Pamit untuk pergi meninggalkan dirinya dan juga Raja yang berdiam diri.


“Aku akan cari pelakunya sampai dapat” Keyla mengatakan semua itu dengan tatapan tajam


Namun Raja hanya tersenyum.


“Atas Izin Allah suatu hari nanti Pelakunya akan datang sendiri Key tak perlu bersusah payah mencari” ucap Raja


“Kita hanya perlu mendoakan semoga pelakunya di beri ampunan oleh Allah”


“Serta di beri hidayah”


Keyla mendadak tercekat, memandang wajah teduh yang kini tengah menundukkan kepalanya. Mungkin karena tidak ingin beradu pandang dengan nya karena akan menimbulkan Zina mata.


Ia bahkan tak tau terbuat dari apa hati Raja, di saat seperti ini Raja masih bisa mendoakan pelaku yang berhati Iblis itu. Kalau dirinya tak akan mampu melakukan itu.


“Kamu istirahat Key, aku harus pulang karena tadi aku izin nya cuman bentar sama Baba” ucap Raja.


“Iya Ja, hati-hati di jalan !!” balasnya berusaha tersenyum.


Raja menganggukan kepalanya lalu kemudian Raja melangkahkan kaki menuju pintu rumah nya. Keyla berniat untuk mengantarkan Raja namun langsung di cegah oleh Raja.


“Kamu disini aja gak usah nganterin !! aku masih hapal jalan keluar” seloroh Raja sambil terkekeh. Membuatnya mau tak mau juga ikut tersenyum.


“Jaga diri baik-baik ya Key !!” lanjut Raja lagi


“Masalah ini jangan terlalu di pikirkan ! serahkan semuanya kepada Allah dan yakin lah bahwa Allah tidak akan memberi cobaan di luar Batas kemampuan hambanya”


_


_

__ADS_1


_


BERSAMBUNG......


__ADS_2