
Keesokan paginya...
"Awwww" rintih Keyla karena merasakan perutnya sakit.
"Kamu kenapa Neng ? apanya yang sakit" tanya Raja dengan panik.
"Sepertinya aku datang bulan Bang" jawab Keyla.
"Mau Abang bantu kekamar mandi" Raja menawarkan dirinya dan di jawab anggukan dari Keyla.
Dengan sangat hati-hati Raja mengangkat tubuh sang istri, menggendongnya kekamar mandi. Setelah berada di kamar mandi Raja menurunkan istrinya dengan sangat hati-hati.
"Iya Neng, kamu datang bulan" ucap Raja karena melihat celana yang di pakai Keyla berdarah.
Keyla melirik celanan dengan cara memutar celanan nya sedikit. "Abang keluar dulu, Key mau membersihkan diri" pinta Keyla.
"Baik Neng" Raja melangkahkan kakinya keluar, dan menunggu sang istri yang kembali mandi.
"Bang" panggil Keyla sedikit berteriak.
Raja langsung mendekat dan menempelkan daun telinganya di pintu kamar mandi "Iya Sayang" balas Raja.
"Minta tolong ambilin handuk Bang, Key lupa"
"Iya sebentar" Ia berjalan menuju tempat handuk, lalu mengambil handuk berwarna pink untuk istrinya.
Tok-tok-tok "Sayang ini handuknya !" ucap Raja.
Mendengar suara sang suami, Keyla Membuka pelan pintu kamar mandi, lalu sedikit mengeluarkan tangannya untuk menerima handuk yang di berikan suaminya.
"Maju dikit Neng" Ucap Raja bercanda.
"Mana Bang, cepetan ih ! Key gak pakai baju ini"
"Lihat dikit Neng" Raja semakin menggoda istrinya.
"Abang" hardik Keyla membuat Raja terkekeh.
"Cepetan Ah, dingin Bang" lanjut Keyla lagi.
"Iya sayang, nih" Raja meletakkan handuk nya ke atas telapak tangan sang istri.
Dan..
Brakk.
Pintu kamar mandi kembali di tutup dengan kencang.
"Astaghfirullah, untung gak punya penyakit jantung" gumam Raja kaget sambil mengelus dadanya.
Sambil menunggu istrinya selesai Raja berjalan menuju balkon kamar, ia memandang suasana kota Jakrta yang hampir di penuhi dengan gedung pencakar langit.
Angin pagi ini masih sangat sejuk, Raja memejamkan matanya menikmati angin berhembus pelan menerpa wajahnya. Begitu damai dan tentram.
Cukup lama Raja berdiri di balkon, lalu tersentak kaget dengan kedua tangan melingkar di perutnya. Raja membuka matanya lalu tersenyum saat melihat tangan istrinya yang melingkar di perutnya.
"Udah selesai ?" tanya Raja dengan lembut.
__ADS_1
"Iya Bang, kebawah yuk ! sarapan !" balas Keyla masih berada di posisi yang sama, pipinya ia tempelkan di belakang tubuh sang suami.
"Ayok, Abang juga udah lapar hehe"
Keyla melepaskan pelukannya, sehingga Raja membalikan badannya untuk berhadapan dengan sang istri. Rambut panjang Keyla yang panjang tertiup angin.
"Makin cantik aja" puji Raja
"Gombal" balas Keyla kemudian berlalu dari hadapan Raja dengan wajah yang bersemu merah.
Raja kembali terkekeh "Neng tunggu !" ucap Raja.
Keduanya turun kebawah, dan menuju meja makan. Hari ini Rian beserta keluarganya akan pulang keluar negeri lagi, begitupun dengan Raja dan Keyla yang akan menginap di rumah Bunda.
"Malam ini jadi menginap di rumah Mas Zahran ?" tanya Kenan.
"Insya Allah jadi Dad" jawab Keyla
"Pakai hijab Key, gak enak kalau enggak" sahut Alya.
"Tidak apa-apa Mom, Baba sama Bunda juga tak mempermasalahkan" Balas Raja
"Tapi tetap aja Key harus berpakaian sopan, karena walau bagaimanapun Mas Zahran itu Ustadz" Kenan kembali berkata.
"Iya Dad" jawab Keyla.
"Harusnya Kak Key itu pakai Hijab sebelum nikah sama Bang Raja, ini pakai hijab pas acara pengajian sama akad nikah doang" Ucap Nura hingga membuat Maudy langsung memberikan tatapan tajam.
Keyla langsung terdiam mendengar ucapan Nura.
"Jangan di dengarkan Key ! Nura kan masih kecil" ucap Maudy karena tak enak hati melihat raut kekesalan di wajah Keyla.
Raja hanya diam saja, ia ingin menyusul tapi tak enak hati dengan kedua mertuanya.
"Sarapan aja Nak, Maafkan sikap Keylah dia memang suka begitu kalau kesal" ucap Alya.
"Baik Mom"
πππππ
Di dalam kamar Keyla menangis, ia mengeluarkan semua pakaian nya sehingga berhamburan di lantai.
"Astaghfirullah Sayang, ini kenapa di berantakin ?" ucap Raja kaget melihat suasana kamar yang berantakan, atau lebih tepatnya karena baju sang istri yang berserakan dimana-mana.
"Buang aja Bang, Key akan pakai Hijab sekarang" balas Keyla masih menangis.
Raja berjalan mendekati istrinya, lalu menarik Keyla untuk langsung ia peluk, tangis Keyla pecah saat berada di dekapan sang suami.
"Kan Abang udah bilang kalau keduan orang tua Abang gak mempermasalahkan masalah Hijab"
"Neng jangan memaksakan kalau memang belum ada niat"
"Kita jalani semuanya pelan-pelan"
Rentetan kalimat yang Raja ucapkan menjadi penenang untuk Keyla.
"Tapi aku sakit hati sama omongan Nura Bang" ucap Keyla.
__ADS_1
"Anggap angin lalu saja Neng, udah jangan nangis entar cantiknya hilang lagi" balas Raja.
Keyla melepaskan pelukannya, lalu memandang wajah sang suami. Ibu jari Raja menghapus buliran air mata yang menetes membasahi pipi Keyla.
"Jangan nangis lagi ya !" pinta Raja dengan lembut.
"Siap-siap yuk, katanya mau kerumah Bunda, pasti udah di tungguin disana" lanjut Raja lagi.
Keyla mengagguk, jika Keyla bersiap Raja malah memunguti pakaian istirnya untuk kembali di susun rapih didalam lemari.
"Biar bibi aja Bang !" ujar Keyla.
"Engga papa tinggal dikit kok" balas Raja.
Karena tak enak hati Keyla membantu suaminya, ia kembali menyusun pakaiannya kedalam lemari.
"Lain kali jangan gini lagi Neng, capek beresen nya ?" ucap Raja sambil terkekeh.
"Iya Bang" jawab Keyla menurut.
πππ
Setelah berpamitan Raja dan Keyla langsung berangkat kerumah kedua orang tua Raja.
"Papa Gibran masih di Jakarta gak Bang ?" tanya Keyla.
"Udah pulang Neng, katanya Rara ada kegiatan di kampus. Maklum Mahasiswa baru" jawab Raja.
"Oh"
Suasana kembali hening, Keyla menatap keluar jendela, jalanan terlihat sangat padat. Hingga tak berapa lama keduanya sudah sampai di rumah Zahran dan Zenia.
Raja dan Keyla di sambut dengan sangat baik, bahkan kedua adik Raja terlihat sangat bahagia melihat kedatangan Keyla.
"Udah makan Nak ?" tanya Bunda Zenia.
"Udah Bun habis makan langsung kesini" jawab Keyla, ia terpana melihat wajah ibu mertuanya yang tak mengenakan cadar, baru kali ini Keyla melihatnya.
"Bunda cantik banget, panter anak-anaknya ganteng" batin Keyla.
"Baba sama Bunda mau pergi dulu mau melihat restoran, Key istirahat atau ngobrol sama Adel dan Zhalfa ya ! Bunda gak akan lama"
Keyla menganggukan kepalanya "Iya Bun, hati-hati di jalan !"
"Iya Nak, kalau perlu apa-apa jangan sungkan ya ! rumah ini juga rumah Key"
Kembali Keyla menganggukan kepalanya, setelah Zahran dan Zenia pergi. Keyla mengobrol dengan Adel dan Zhalfa.
"Arda mana Dek ?" tanya Raja karena tak melihat keberadaan Arda dirumah.
"Katanya keluar sebentar Bang, gak tau kemana" jawab Zhalfa.
-
-
**LIKE DAN KOMEN.
__ADS_1
JANGAN LUPA KASIH HADIAH (BUNGA / KOPI)
KASIH VOTE JUGA**