Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 16-Sakit


__ADS_3

KEYLA----------------------------------------


Matahari kembali hadir, , meninggalkan peraduan nya tersenyum ceria menyapa bumi. Meninggi dan semakin meninggi bersamaan dengan lembayung fajar di ufuk timur yang bergegas sirna.


Ia memasuki sekolah beriringan dengan beberapa siswa-siswi lain nya. Derap langkah memenuhi jalan gerbang sekolah yang sejak tiga puluh menit yang lalu sudah terbuka lebar menanti hadirnya para pelajar yang tak patah semangat menimbah ilmu.


Langkah nya begitu pelan saat menyusuri koridor kelas X11 dan berhenti tepat di sebuah kelas X11 IPA . Ransel berwara hitam ia letakkan di atas bangku. Didalam kelas ia mendapati banyak siswi yang berbincang dengan tawa yang sesekali menggelegar memenuhi kelas pemecah keheningan pagi ini.


Semua orang tampak bahagia, tertawa tanpa beban kecuali dirinya yang terpuruk merindukkan seseorang yang jauh disana. Memikirkan seseorang yang ia sendiri tak tau apa orang itu juga memikirkan dirinya. Menyedihkan


.


“Keyla” seru Jihan yang baru saja tiba didalam kelas.


“Hai”balas nya singkat karena belum ingin berbincang terlalu banyak. Hatinya tak bisa tenang pikirannya kalut satu yang ia inginkan saat ini.Sendiri.


Iya hanya satu kata itu yang ingin ia lakukan, menyendiri dan merenungi kemudian membayangkan kejadian masalalu dimana Raja masih sekolah di Indonesia.


“Kamu sakit Key ??” tanya Jihan sambil memperhatikan wajahnya dengan seksama “Pucat amat” lanjut Jihan lagi.


“Enggak kok” Jawabnya langsung lalu kemudian memalingkan wajahnya kesamping karena merasa enggan dengan tatapan Jihan.


“Tapi wajah Lo pucat amat Key. Sumpah gue gak boong” Jihan kembali membalikkan wajahnya.


“Enggak Jihan” Bantahnya lagi.


Namun Jihan tetap memperhatikan wajahnya dengan seksama, hingga suara derap langkah kaki seseorang membuat aktivitas Jihan berhenti dalam mengamati wajahnya.


Setelah mata pelajaran pertama usai ia merasa tubuhnya semakin lemah, penglihatannya semakin pudar. Seperti ada lingkaran yang terus berputar di kepalanya.


“Lo lagi gak baik-baik aja Key” gertak Jihan lagi “Wajah lo makin pucat tau gak”


Ia hanya menggeleng sambil meneggelamkan wajahnya di atas tumpukan tangan. Kepalanya semakin terasa pusing. Namun ia tetap bertahan berharap semua rasa yang saat ini sedang menyerang tubuhnya akan segera hilang, lalu berganti dengan badan yang Fit serta sehat.


Namun lagi-lagi tubuhnya tak bisa di ajak kompromi, ketika jam istirahat dimulai kepalanya semakin pusing. Penglihatan nya semakin pudar, dan lingkaran yang ia lihat semakin jelas. Ia bahkan masih mendengar seruan Jihan yang memanggil namanya lalu di tambah dengan teriakan anak-anak sekelasnya. Setelah itu semuanya gelap, sunyi dan Ia seperti terangkat di udara.

__ADS_1


*************


JIHAN---------


Sejak awal ia sudah dapat menebak kalau saat ini sahabat sekaligus teman sebangkunya sedang tak baik-baik saja. Terbukti saat jam istirahat Keyla jatuh pingsan beruntung ia dengan sigap menahan tubuh Keyla agar tak terbentur meja ataupun lantai.


“Key bangun” Ia berusaha membangunkan Keyla dengan menepuk kedua pipi yang terlihat begitu tirus dn pucat.


Namun sayang Keyla tak kunjung bangun, hingga suara teman-teman sekelasnya begitu ramai demi mendapati kalau Keyla jatuh pingsan.


“Bawa ke UKS aja” ujar Intan yang dulu begitu mengolok Keyla saat foto Keyla dan Raja tersebar.


Ia hanya mengangguk lalu kemudian dengan di bantu oleh siswa laki-laki Keyla dibawah keruangan Uks, beruntung petugas yang menunggu disana sedang ada walau sedang jam istirahat.


“Kenapa itu” tanya kakak petugas yang sering anak-anak KU panggil (Kak Dimas).


“Pingsan Kak” Jawabnya cepat.


Kak Dimas juga ikut membantu mengangkat tubuh Keyla keatas brankar yang berada diruangan UKS. Kak Dimas juga membantu mengoleskan minyak angin ke hidung Keyla. Ia begitu berharap kalau Keyla akan segera sadar. Jujur ia khawatir dan begitu cemas apalagi dengan mendapati wajah Keyla yang semakin pucat.


“Tekanan darahnya kurang makanya wajahnya pucat, bawa ke rumah sakit aja biar di periksa lebih lanjut.Kamu hubungi kedua orang tuanya” Kak Dimas mendekat lalu mengatakan semua itu.


“Saya keruang guru dulu soalnya mau menyiapkan mobil”


Lagi dan lagi ia mengangguk.


Setelah Kak Dimas berlalu dari hadapan nya Ia langsung menghubungi kedua orang tua Keyla.


**************


KEYLA………..


Ia terbangun dari tidur panjang nya. Lalu merasakan kalau kepalanya begitu sakit seperti tertusuk duri. Ia menatap sekeliling dimana ada Mommy dan Daddy tak lupa ada Jihan dan juga teman-teman sekelasnya.


“Mom” ia memanggil nama Mommy yang saat ini sudah di banjiri dengan air mata.

__ADS_1


“Kamu kenapa sih Kak ?? Kenapa bisa sakit seperti ini” Mommy memeluknya dengan erat. “Kakak udah bikin Mommy sama Daddy khawatir tau gak”


“Maaf Mom” hanya kata itu yang dapat ia katakan.


Mommy terus mengelus rambut panjang nya, sementara Jihan dan yang lain sudah pamit pulang. Tinggal ia, Mommy dan Daddy.


“Untuk sementara Key dirawat dulu sampai hasil cek Lab nya keluar” Daddy menghela nafasnya dengan berat.


“Tidak apa-apa kan Nak ??” tanya Daddy kearahnya.


“Iyalah, asal Key bisa sehat” Sahut Mommy.


Ia hanya tersenyum samar membalas setiap kata yang Daddy dan Mommy ucapkan.


Pikiran nya jauh menerawang setiap kejadian dan perasaan yang ia rasakan setelah Raja pindah sekolah. Rasa sakit beradu menjadi rindu jelas membuat tubunya menjadi drop.


Ah. Begitu bodoh dirinya dalam menyikapi semua ini. Menangisi kepergian seseorang yang jelas bukan lah siapa-siapa dirinya. Ia dan Raja hanya sebatas teman. Ia teman dan gak lebih.


Namun ia tak bisa membohongi perasaannya sendiri bahwa rasa cinta nya untuk Raja semakin membesar di tambah dengan kejadian di hotel Citra waktu itu.


“Mau makan Nak ??” tanya Mommy kemudian.


Ia menggeleng kemudian tersenyum “Nanti saja Mom. Key belum lapar” jawabnya sambil menatap wajah Mommy dengan seksama.


Mommy mengangguk tak lagi bertanya ataupun memaksanya untuk makan.


“Dulu saat Mommy masih SMA pernah jatuh cinta” Mommy merebahkan tubuhnya pas di samping nya.


Mendadak ia terdiam tak mengerti dengan pembicaraan Mommy.


“*Mommy begitu tertarik dengan nya. Cowok paling keren yang saag itu Mommy kenal”


“Dia kakak kelas Mommy. Hingga tiba saat nya orang itu lulus dan melanjutkan pendidikan nya. Mommy sedih karena di tinggal. Tapi Mommy sadar bahwa hidup seseorang tak bisa kita yang menentukan”


“Mungkin rasa sakit karena di tinggalkan selalu menjadi beban pikiran. Tapi ya itu kita tak bisa memaksa kehendak. Mungkin memang ini jalan nya.”

__ADS_1


“Dan percaya kalau laki-laki itu jodoh Mommy maka akan ada caranya Mommy di persatukan. Tapi nyatanya Allah berkehendak lain Allah malah mengirimkan Daddy kamu kepada Mommy yang jelas dulu tak Mommy harapkan*”


Mommy tertawa sumbang .. Sementara dirinya masih terus mencernah apa yang sedang Mommy bahas.


__ADS_2