Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 34-Saling Merindu


__ADS_3

"Aku janji akan menjagamu dengan baik, tak akan aku biarkan kamu menangis" batin Raja dengan mata masih fokus kelayar televisi.


Tidak berapa lama Adel dan Zhalfa ikut bergabung, menonton tayangan televisi yang masih menampilkan tayangan acara pengajian dan Siraman di rumah Keyla.


"Masya Allah Mbak Key cantik sekali" puji Adel dengan mata berbinar.


"Iya, enggak salah Abang memilih mbak Key jadi istri" sahut Zhalfa membuat Raja mengu lum senyum.


"Udah ah, Abang mau kekamar" Raja bangkit dari duduknya untuk kembali kekamar karena tayangan di televisi sudah selesai.


Sementara Adel dan Zhalfa masih menatap layar segiempat itu walau sudah tak menayangkan acara siraman dan pengajian karena sekarang hanya menampilkan kedua MC yang bertugas membawa acara.


"Kak Ar kapan sampainya ?" tanya Zhalfa.


"Kan masih di jemput sama Baba dan Bunda di Bandara" jawab Adel.


Zhalfa menganggukan kepalanya, suara bising dari arah dapur terus terdengar karena sekarang rumah mereka sudah ramai untuk membantu kelangsungan akad nikab Raja dan Keyla.


"Nanti Abang sama mbak Key akan tinggal disini juga ?" Kali ini Adel yang bertanya.


"Kata Bunda enggak, Abang udab beli rumah yang dekat kantor" jawab Zhalfa.


"Ya" Adel mendesah kecewa "Bakalan sepi kalau gak ada Abang" sungutnya sedih


"Aku juga sedih kak kalau Abang pindah rumah, secara Abang itu duplikatnya Baba"


Kedua adik perempuan Raja itu saling berpelukan walaupun Raja hanya pinda rumah karena sudah menikah tapi tetap saja ada kesedihan yang mendalam, karena sedari kecil mereka sudah sering bersama.


Hingga tak berapa lama suara salam dari orang yang paling mereka tunggu, Sosok Arda yang sedang berdiri di ambang pintu dengan senyum menawan.


"Assalamualaikum adik-adik Kakak" seru Arda.


Serempak Adel dan Zhalfa berdiri lalu memeluk tubuh Arda dengan sangat erat, mungkin karena sudah sangat lama tak bertemu karena Arda tetap memutuskan untuk menetap di Turki.


"Aku kangen sama Kakak" seloroh Zhalfa adik Arda paling kecil.


"Sama, Kakak juga sangat merindukan kalian"


Zahran dan Zenia hanya tersenyum setelah sekian lama menunggu momen untuk berkumpul akhirnya terlaksana juga. Mungkin kalau Raja, Adel dan Zhalfa sering berkumpul tapi tidak dengan Arda.


"Kak Ar di suruh istirahat dulu Nak !" titah Zahran.


"Tapi masih kangen Ba" sahut Adel.


"Hey" Arda menarik gemas saudara kembarnya itu "Kakak akan lama pulangnya Dek"


"Benarkah ? berapa lama ?" tanya Zhalfa dengan wajah berbinar.

__ADS_1


"Iya sampai acara Bang Raja selesai" canda Arda membuat kedua adiknya mendelik kesal.


"Udah-udah, Kakak Ar mau istirahat dulu nanti kita ngobrol lagi" Zenia menengahi perdebatan ketiga anaknya.


"Aku mau istirahat di kamar Abang aja Bun, udah lama gak tidur bareng"


"Ya sudah sana ! Abang mu ada di kamar"


Arda melangkahkan kakinya menuju kamar Raja, tak lupa setiap bertemu dengan kerabat yang sedang memasak Arda akan menyapa dengan sopan.


"*Anak-anaknya Ustadz Zahran tampan dan cantik-cantik ya"


"Iya, andai anakku masih ada yang bujanh ataupun gadis aku ingin menjadikan salah satu dari mereka menantu"


"Tapi kan kalau Raja bukan anak kandung Ustadz Zahran kamu udah lupa dulu kisahnya Ibu Zenia sama Pak Gibran*"


Seruan para tetangga langsung berhenti saat melihat Zenia hendak mendekat. Mereka kembali membersihkan ayam yang akan di masak hari ini.


Didalam kamar Raja langsung terkejut karena sosok Arda sudah berdiri di depan nya.


"Kamu kapan sampainya Kak ?" tanya Raja.


"Barusan Bang" jawab Arda dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur di samping Raja "Capek banget Bang"


Raja tersenyum, dan belum mengobrol apa-apa Arda sudah terlelap dalam tidurnya membuat Raja kembali menggelengkan kepala.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Entah kenapa Raja begitu merindukan Keyla, rasanya sudah tidak sabar menunggu hari esok dimana ia akan mengucapkan ikrar suci nya dengan Keyla.


Perasaan Raja di landa kegelisaan, entah apa penyebabnya gelisa bercampur khawatir tentunya. Berulang kali Zahran menasehati Raja supaya tetap berpikiran positif supaya hati tetap tenang.


Dan berulang kali juga Raja beristighfar, memohon ketenangan kepada Allah yang maha Esa, namun tetap saja rasa rindu yang beradu dengan khawatir terus menggebu.


"Ya Allah apa karena hamba begitu merindukan dia sehingga rasa khawatir ini muncul" gumam Raja sambil memegangi dadanya dimana detak jantungnya berdegup kencang.


"Semoga kamu baik-baik saja Key, semoga Allah selalu melindungimu dalam setiap langka mu"


Bukan hanya Raja yang merasakan semua itu, Keyla pun merasakan hal yang sama, merindukan sosok Raja dan suara lembut laki-laki itu.


"Sabar Key, besok pagi juga udah Sah" seloroh Jihan.


Keyla hanya diam saja sambil memandangi tangannya yang sedang di lukis dengan Hena membentuk bunga yang sangat cantik.


"Aku juga mau Kak" ucap Jihan karena takjub dengan tangan Keyla yang begitu cantik.


"Nanti ya dek, kita utamain pengantin nya dulu" jawab perempuan berambut panjang yang bernama Sita.

__ADS_1


"Kalau ada sisanya buat kamu Ji" sahut Keyla yang membuat Jihan mendelik kesal.


"Masa sisahnya sih Key, aku juga ingin ngerasain jadi pengantin" balas Jihan lagi.


"Makanya cari pacar Ji, terus nikah deh"


"Engga ah, aku mau kaya kamu Key engga pacaran tiba-tiba langsung dilamar" Jawab Jihan dengan senyuman.


Keyla menggelengkan kepalanya, ia juga rasanya tak percaya akan di lamar oleh Raja pujaan hatinya saat masih SMA. Dulu saat Raja meninggalkan dirinya, Keyla sudah tak ingin berharap lagi ia menganggap cerita dirinya dan Raja hanya sebatas sahabat tak lebih.


Namun semuanya terjawab saat dirinya pertama sekali bertemu dengan Raja dan disaat itulah Raja berbicara.


"Jadilah istriku Key"


Sebuah ungkapan penuh makna yang berhasil membawa dirinya terbang keangkasa.


"Sudah selesai" ucap Kak Sita yang menjadi pelukis Hena di tangan Keyla.


Keyla mengangkat kedua tangannya lalu berdecak kagum karena keindahan lukisan Hena yang menempel di punggung tangan nya.


"Masya Allah cantik sekali" puji Keyla.


"Sekarang giliran aku Kak" sahut Jihan antusias.


"Suruh istirahat dulu Ji, kasihan Kak Sita" ucap Keyla.


"Tidak apa-apa" jawab Sita kemudian menyiapkan alat pelukis Hena untuk Jihan.


Dengan senyum yang terus mengembang Jihan menjulurkan tangannya agar segera di lukis dan di jadikan sangat cantik seperti Keyla.


"Ponselku mana Ji ?" tanya Keyla.


"Di atas Meja Key" jawab Jihan "Mau buat apa ?" tanya Jihan lagi.


"Buat foto ini" Keyla menunjukan kedua tangannya yang sudah di lukis.


"Buat di kirim.sama Abang " jelas Keyla lagi.


"Aah, kamu bikin aku iri Key, terus nanti aku kirim kesiapa ?"


**


LIKE DAN KOMEN.


ADD FAVORITE.


RATE BINTANG LIMA.

__ADS_1


INI UNDANGAN DARI ABANG RAJA UNTUK KALIAN SEMUA.



__ADS_2