Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Tasya Kembali berulah.


__ADS_3

Matahari pagi mulai menampakan sinarnya, cahayanya yang hangat mampu menghangatkan, sementara itu seorang gadis cantik sedang mengemasi barang-barangnya hari ini ia akan berangkat ke Jakarta untuk memulai pekerjaan.


Tentu saja ia semangat melalukan itu, ada hal yang ia tuju di kota tersebut, sessorang yang menjadi cinta pertamanya sejak kecil. Tidak peduli walau orang itu sudah memiliki istri atau sebentar lagi akan memiliki anak.


"Jika aku tak bisa memiliki mu, maka siapapun tidak boleh memilikimu juga" gumam nya sembari tersenyum licik.


Sebuah ketokan pintu membuatnya berhenti memasukan barang ke koper, lalu berjalan kearah pintu untuk membukanya.


Seorang wanita paruh baya tengah tersenyum kearahnya, wanita yang selalu ia panggil Ibu.


"Sudah siap Nak ?" tanya Ibu Murni.


Tasya menganggukan kepalanya "Iya Bu tinggal berangkat"


Tasya kembali masuk kedalam kamar di ikuti oleh sang ibu.


"Yakin mau kerja disana ?"


"Iyalah Bu, yakin banget"


"Bukan karena ada apa-apanya kan ?" tanya Bu Murni penuh selidik.


Tasya terdiam, lalu menelan salivanya berkali-kali. Jangan sampai Ibu tau tujuan utamanya datang Ke Jakarta, Jangan sampai karena kalau Ibu sampai tau semuanya akan gagal total.


"Ibu ini ngomong apa sih ? Tasya ke Jakarta kan mau kerja, bukan mau yang lain" ujar Tasya sedikit kesal.


Bu Murni menghela nafas panjang "Syukur kalau begitu, ibu cuman tidak ingin kamu berbuat ke jahatan Nak, ibu sayang sekali sama kamu. "


"Iya bu. Tasya janji gak akan macam-macam"


----


Sebuah mobil berwarna hitam sudah siap di depan rumah, mobil yang akan menjadi kendaraannya menuju Jakarta.


"Ayah, ibu Tasya pamit" ucap Tasya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Hati-hati Nduk. Kalau sudah sampai hubungi Ayah !" Ayah mengusap puncak kepala putri kesayangannya itu.


"Jaga diri baik-baik disana ! nanti Ayah sama Ibu mengunjungi kamu di Jakarta" sahut Ibu


Tasya mengangngguk, setelah berpamitan ia langsung pergi menuju mobil untuk ia jalankan dengan baik hingga sampai Jakarta.


Bahkan Tasya masih melihat kedua orang tuanya melambaikan tangan sebagai perpisahan, sama seperti saat dulu ia akan ke Jepang untuk Kuliah.


Sepanjang perjalanan Tasya sibuk menelpon seseorang entah siapa itu.


"Tunggu aku di sana, nanti ku jelaskan cara kerja kalian"


"Baik Bos"


"Ingat ya kalian semua harus bermain cantik, jangan sampai ada yang curiga"

__ADS_1


"Baik Bos"


"Bagus. Saya sedang menyetir nanti saja kita bicara lagi"


Setelah panggilan terputus Tasya kembali fokus kejalanan. Hingga beberapa jam kemudian Tasya sudah sampai di sebuah rumah minimalis yang Ayahnya belikan beberapa hari yang lalu..


Di depan rumah ada satu orang laki-laki bertubuh tinggi dan seorang perempuan yang menunggu kedatangan Tasya. Mereka langsung membungkuk hormat saat melihat Tasya sampai.


"Ayo masuk !" titah Tasya.


Kedua orang itu langsung mengikuti langka kaki Tasya masuk kedalam rumahnya. Di ruang tamu mereka mengobrol untuk membicarakan pekerjaan.


"Apa yang harus kami kerjakan Bos ?" tanya pria bertubuh tinggi yang bernama Johan


"Kalian tau perusahaan Arsalan grup kan ?" tanya Tasya dan di jawab anggukan oleh Johan dan Mita.


"Saya ingin memiliki CEO perusahaan itu, tapi kalau pakai cara halus semuanya tidak akan bisa, maka dari itu saya minta kalian yang melakukannya. Tugas kalian awasi CEO perusahaan itu, jika ada cela aku ingin kalian menabrak dia tapi nanti aku yang akan menyelamatkan dirinya"


Mendengar ucapan Tasya tentu saja Johan dan Mita terkejut, bukankah itu sama saja dengan bunuh diri ? bagaimana kalau Johan terlalu kuat menabrak dan membuat Tasya kenapa-napa ?


"Tapi Bos, kalau terjadi sesuatu sama Bos bagaana ?" tanya Mita.


"Tidak masalah, karena itu yang aku inginkan maka dengan cara itu Raja akan merasa bersalah dan disana aku akan memanfaatkan keadaan dengan cara minta di nikahi" jawab Tasya diiringi dengan tawa menggelegar.


Sekarang Johan dan Mita tau apa yang di rencanakan oleh Tasya. Johan akan memelankan kendaraannya supaya tak terlalu kuat menghantam tubuh Tasya nantinya.


"Kapan kita mulai semuanya Bos ?" tanya Johan.


"Besok ! tapi mulai hari ini kalian ikuti kemanapun Raja pergi !"


...✨✨✨✨✨✨...


"Kapan kita ke Jogja Bang ?" tanya Keyla.


"Minggu depan sayang, kenapa memangnya ?"


"Key pengen jalan-jalan disana"..


Raja mengelus kepala sang istri, hari ini ia ke kantor siang karena tadi pagi istrinya mengalami mual dan munta berlebihan hingga membuat Raja khawatir. Padahal Keyla sudah bilang tidak apa-apa.


Akan tetapi Raja tetap menemani istrinya, menyiapkan makan apapun yang Keyla inginkan.


"Assalamualaikum" suara seseorang membuat Keyla berjalan kearah pintu.


"Mommy" teriak Keyla saat melihat kedatangan sang Mommy.


Mommy Alya tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan putrinya tercinta, ia peluk Keyla dengan erat untuk melepaskan rindu.


"Sama siapa Mom ?"


"Sendiri"

__ADS_1


"Loh Daddi mana ?"


"Daddi ada perjalanan ke Jepang, biasa masalah perusahaan"


"Zio mana ?"


"Ikut Daddi, jadi malam ini Mommy bolehkan nginap disini".


Mendengar hal itu tentu saja Keyla senang, karena Mommy nya jarang sekali menginap dirumahnya "Iya boleh dong Mom"


Tidak berapa lama Raja mendekat, ia langsung menyalami tangan ibu mertuanya.


"Enggak kerja Ja ?" tanya Mommy Alya.


"Kerja Mom, siang tapi"


Mommy Alya mengangguk, Keyla membawa Mommynya keruang tamu sementara Raja pergi kedapur untuk mengambil minuman.


"Jangan repot-repot Nak, Mommy bisa ambil sendiri"


"Tidak apa-apa Mom" balas Raja.


"Abang kalau udah mau berangkat kerja gak apa-apa kan udah ada Mommy yang nemenin Key" sahut Keyla.


"Baik Sayang, Abang berangkat kerja dulu"


"Iya Bang hati-hati"


Mommy Alya tersenyum melihat keromantisan Raja dan Keyla ia menjadi ingat dengan masa mudanya bersama sang suami. Dulu Daddi Kenan sering memanjakan dirinya.


"Oh ya katanya ada Ibra di rumah ? kapan datang ?" tanya Mommy saat mengingat semalam Keyla mengatakan bahwa sekarang Ibra tinggal di rumah.


"Kemaren Mom, sekarang udah ke restoran"


"Oh, iyalah kasian Raja kalau sendirian ngurus semuanya, Mommy udah bujuk Zio untuk bantuin Raja tapi katanya gak bakalan bisa"


Keyla mencebik kesal, itu hanya alasan adiknya saja padahal jika memang Zio mau pasti bisa membantu Raja. Zio terlalu fokus dengan hobinya.


"Alasan dia aja itu Mom"


"Mommy pusing sekarang sama Zio kelakuan makin menjadi. Kemaren minta di beliin lagi sama Daddi kamera buat ngambil foto-foto gak jelas itu"


Sekarang Zio sedikit berubah, ia hobi jalan-jalan sambil mengambil foto alam. Kuliah menjadi terbengkalai padahal harapan Daddi Kenan, Zio akan meneruskan perusahaan.


Mendadak Keyla menjadi kasihan dengan Daddi harusnya saat sudah tua Daddi sudah santai di rumah tanpa harus bolak-balik keluar negeri lagi.


"Makanya Mom jangan cuman punya anak dua, kan kalau dulu Mom sama Dad punya anak lima jadi banyak yang bantuin Daddi" ucap Keyla.


"Ya sudah Mom program hamil lagi, kayanya masih bisa"


"No. !! kalau sekarang gak Key izinin".

__ADS_1


"Lah kenapa ? katanya Mom sama Dad biar punya anak banyak"


"Dulu Mom bukan sekarang"


__ADS_2