
1 minggu sudah usia pernikahan Raja dan Keyla, keduanya masih di penuhi dengan kebahagiian, semoga saja sampai selamanya.
Raja sudah masuk kerja dari dua hari yang lalu setelah mereka pindah kerumah baru, sementara Keyla baru akan masuk kembali mulai hari ini.
Sejak subuh tadi setelah melaksanakan sholat subuh, Raja sudah mencium wangi masakan sang istri, membuat perut Raja keroncongan minta di isi.
"Masak apa Neng ?" tanya Raja setelah menghampiri istrinya di dapur. Seorang ART yang di pekerjakan Raja langsung tersenyum melihat sang tuan rumah.
"Bi" sapa Raja pada seorang wanita paruh baya yang bernama Bi Lastri.
"Iya Tuan" balas Bi Lastri dengan ramah...
"Jangan panggil Tuan Bi, gak enak dengernya" ucap Raja terkekeh.
"Terus apa Tuan, eh anu" Bi Lastri tampak gugup di buatnya.
"Panggil nama aja Bi"..
"Waduh saya yang gak enak, kalau begitu saya panggil Aden saja Ya"
"Ya sudah terserah Bibi saja"
Keyla hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan sang suami dan Art di rumahnya, Raja memang begitu ia akan selalu berlaku sopan pada orang yang lebih tua darinya.
"Neng" panggil Raja pada istrinya
"Hmmmm" jawab Keyla.
"Masak apa ?"
"Ayam kecap Bang".
"Wah enaknya. Udah gak sabar ingin sarapan"
Keyla menatap suaminya dengan senyuman, ia bersyukur karena Raja selalu menyukai masakan yang ia masak, tak pernah komplin atau merasa kurang..
Habis memasak Keyla langsung mandi dan bersiap untuk berangkat bekerja begitupun dengan Raja yang sudah mengenakan setelah jas nya, Keyla berjalan untuk membantu memakaikan dasi di leher sang suami.
"Abang anter ya !" ucap Raja di balas anggukan dari istrinya.
"Jaga diri baik-baik, kalau ada yang gangguin kasih tau Abang, biar Abang kasih bogem" lanjut Raja lagi.
"Iya Bang, iisss. Fosesif banget sih" balas Keyla.
Raja justru terkekeh sambil menunggu istrinya bersiap, ia duduk sambil memainkan ponselnya. Kaki kanan nya ia silangkan.
Tak berapa lama Keyla sudah siap dengan pakaian kerjanya, setelan rok panjang berwarna navy lengkap dengan hijabnya. Iya saat bekerja Keyla sudah memutuskan untuk mengenakan hijab, ia ingin menjaga dirnya dari pandangan laki-laki lain yang bukan mukhrimnya, hanya Raja yang boleh melihat setiap jengkal lekuk tubuhnya.
"Yuk Bang" ajak Keyla.
Raja mendongak, ia langsung terpanah melihat penampilan istrinya saat ini. Bahkan saking sukanya Raja tak mengedipkan mata sama sekali.
"Bang" kembali Keyla memanggil.
"Iya Neng" Raja tersentak kaget "Masya Allah ini beneran istriku" gumam Raja namun masih bisa di dengar oleh Keyla.
__ADS_1
"Ayo berangkat" ulang Keyla.
"Yuk" balas Raja semangat.
Keyla melingkarkan tangannya di lengan sang suami, menuruni setiap anak tangga dengan langkah yang selaras. Sebelum berangkat keduanya menyempatkan sarapan dulu, menikmati hasil masakan Keyla yang selalu mengguga selera.
Selesai sarapan mereka berdua langsung berangkat, namun sebelum memasuki mobil Raja menghampiri Asep yang di pekerjakan sebagai sopir dan penjaga rumah, ia suami dari Bi Lastri.
"Pak Asep sini dulu" panggil Raja dengan sopan.
"Iya Den" Pak Asep tampak berlari kecil untuk mendekat kearah Raja.
"Ada apa ya Den ?" tanya Pak Asep.
"Nanti tolong jemput istri saya ! soalnya saya pulang soreh" pinta Raja kemudian beralih pada sang istri "Nanti pulang jam berapa Neng ?" tanya Raja pada Keyla.
"Jam 2 Bang" sahut Keyla.
"Bapak dengarkan , Istri saya pulang jam 02 tolong di jemput ya Pak"
"Baik Den"
"Terima kasih sebelumnya. Kalau begitu kita pamit Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
ππππππ
Setelah sampai di kantor tempat Keyla bekerja, Raja menghentikan mobilnya lalu turun untuk membukakan pintu mobil sang istri.
"Apa sih Bang" balas Keyla
"Hati-hati ya, maaf Abang gak bisa jemput"
"Iya Bang, Key ngerti kok"
"Sana masuk" pinta Raja
Sebelum masuk Keyla mencium punggung tangan suaminya, lalu di balas sebuah kecupan lembut dari Raja.
"Assalamualaikum Bang"
"Wa'alaikunsalam Neng cantik"
Keyla melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kantor tempatnya bekerja, setelah tubuh sang istri tak terlihat lagi Raja kembali memasuki mobil lalu menjalankan nya menuju kantor.
Sementara di kantor Keyla semua orang terpana dengan penampilan Keyla sekarang,.
"Gila, lu makin cantik tau gak Key" seloroh Hanum berdecak kagum.
"Biasa aja sih, udah ah yuk kembali bekerja" Balas Keyla yang langsung melangkahkan kakinya menuju meja kerja.
Hanum mengikuti langkah kaki Keyla, membuat Keyla mengernyit bingung.
"Ada apa lagi Num ?" tanya Keyla.
__ADS_1
"Bahas kerjaan" balas Hanum cepat, lantas menarik kursi untuk duduk di depan Keyla.
"Kerjaan yang mana ?"
"Masalah bapak Erik, dia belagu sekarang, banyak maunya"
"Terus" Keyla tak mengerti dengan ucapan Hanum, ia memang tau siapa Erik laki-laki paling menyebalkan yang pernah Keyla kenal.
"Dia gak mau gue yang jadi pengacaranya, dia tetap minta kamu Key, padahal gue udah jelasin kalau Lu gak bisa" jelas Hanum bertubi-tubi, tampak sekali raut kekesalan di wajahnya.
Keyla menghela nafas panjang, ia pikir selama ini kasus Erik sudah selesai namun nyatanya belum sama sekali, entah apa maunya laki-laki itu sampai ngebet minta Keyla yang ingin jadi pengacaranya.
"Gue juga gak mau Num, apalagi suami gue ngelarang" ucap Keyla dengan lirih.
"Terus gimana dong Key, kasus ini gak akan selesai kalau Lu yang gak jadi pengacaranya"
"Ya kalau dia mau kasusnya selesai, kenapa harus pilih-pilih Sih, kan sama aja" gerutu Keyla.
"Entahlah" sahut Hanum.
Setelah berbincang sebentar, Hanum kembali kemeja kerjanya, tiba-tiba seseorang mendekati meja kerja Keyla, tanpa di persilahkan orang itu langsung duduk hingga membuat Keyla tersentak kaget.
"Bapak Erik" ucap Keyla terkejut.
"Halo Nona Keyla, wah biasa aja dong jangan tegang gitu kita kan sudah pernah bertemu" balas Erik tanpa menghiraukan raut ketidak sukaan Keyla.
"Mau apa lagi Bapak kesini ? bukan nya seharusnya yang bapak temui Hanum bukan saya" tanya Keyla, ia masih mempunyai kesabaran sehingag masih bisa bicara dengan lembut pada pria di depannya ini.
"Saya maunya kamu bukan teman kamu"
Untuk sekarang kesabarang Keyla rasanya habis, ia menatap tajam pria didepan nya itu.
"Maaf saya tidak bisa"
"Kenapa ?"
"Gak kenapa-napa tapi saya tetap tidak bisa menjadi pengacara bapak"
"Apa karena suamimu melarang"
"Bisa jadi"
Erik berdecak kesal "aneh sekali ya suami kamu, harusnya mendukung kalau istrinya kerja dan sukses bukannya melarang seperti ini" gumam Erik tapi bukan seperti gumaman karena telinga Keyla mampu mendengar dengan jelas.
"Suami saya punya cara lain untuk mendukung kesuksesan saya" balas Keyla.
"Sehebat apa sih suami kamu" tanya Erik yang sangat penasaran dengan status suami Keyla.
-
-
LIKE DAN KOMEN !
KASIH HADIAH (KOPI / BUNGA )
__ADS_1
KASIH VOTE JUGA.