
Didalam kamar, Keyla melepaskan hijabnya lalu menggantungnya di lemari supaya besok saat di pakai tidak kusut.
Sementara Raja sudah menunggu di atas ranjang tempat tidur, menunggu istrinya selesai melepaskan hijab dan mengoleskan cream malam.
"Bang" panggil Keyla.
"Iya Sayang" jawab Raja kemudian.
"Key rasa Tasya itu pingin deketin Abang deh"
Raja berdiri dan mendekati istrinya, kedua telapak tangannya ia letakkan di pundak, lalu menatap wajah sang istri di pantulan cermin. Raja tersenyum.
"Sekeras apapun dia mau mendekati Abang, insya Allah Abang akan selalu menjaga diri, Abang tau batasan sayang ! Abang tidak mungkin mau di dekatin wanita lain selain kamu, Bunda dan adik-adik Abang" jelas Raja dengan lembut.
"Tapi aku takut aja Bang, aku takut kalau dia mau merebut Abang dari Key"
"Jangan kejauhan mikirnya Sayang ! Abang akan selalu menjaga hati Abang untuk Eneng"
Keyla membalas menggenggam tangan sang suami, mencari kekuatan untuk setiap perasaan nya saat ini, harapannya cuman satu semoga Allah selalu menjaga rumah tangganya kelak.
"Ya sudah tidur yuk ! biar besok gak kesiangan" ajak Raja kemudian.
"Baik Bang"
Sepasang suami istri itu merebahkan diri di atas ranjang, tak ada olaraga malam seperti biasanya. Malam ini keduanya tidur dengan pulas dan tak lupa saling berpelukan.
πππ
Suara Adzan subuh berkumandang, bersahutan dari masjid satu dan masjid lainnya untuk membangunkan para umat muslim menunaikan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Raja dan Keyla yang sudah siap untuk menunaikan kewajibannya.
Seperti biasa Raja akan menjadi imam, mereka menjalankan sholat subuh dengan khusuk.
Selesai sholat Keyla berdoa dengan begitu tulus, berharap yang maha kuasa akan segera mengabulkan doanya.
"Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, tiupkanlah seseorang dirahim hamba, baik itu perempuan dan laki-laki akan hamba terima dengan ikhlas. Ya Allah hanya kepadamu hamba mohon pertolongan eratkanlah rumah tangga kami, jauhkanlah rumah tangga kami dari perpisahan. Semoga bulan depan hamba positif hamil Ya Allah"
Tak terasa air mata Keyla menetes membasahi pipinya, ia begitu ingin merasakan menjadi seorang ibu. Merasakan bagaimana rasanya hamil dan melahirkan.
Mendengar isakan tangis sang istri, Raja menoleh. Segera ia memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Kapan Bang ? kapan aku hamil ?" ucap Keyla.
"Sabar Sayang, kita berusaha lagi ! Abang yakin Allah akan mengabulkan doa kita nantinya" balas Raja sambil mengelus pundak yang naik turun itu akibat isak tangis.
__ADS_1
"Key ingin hamil Bang, Key malu selalu di tanya sama semua orang. Hiks-Hiks-Hiks"
Mendengar tangis sang istri membuat Raja tak tega, dadanya ikut terasa sesak. Hingga cairan bening itu juga membasahi pipinya. Sebagai seorang suami Raja juga sangat ingin menjadi seorang Ayah.
πππ
Setelah selesai sarapan Keyla ikut sang suami mengajar, dan mereka juga akan pulang ke Jakarta dari ponpes.
"Lain kali kesini lagi ya !" ucap Ica pada Keyla.
"Iya Ma, nanti Key kesini lagi" balas Keyla kemudian.
Selesai berpamitan Raja dan Keyla langsung pergi menuju ponpes, karena pagi ini Raja ingin mengajar dulu untuk menggantikan Zaidan. Tapi ternyata saat sudah berada di ponpes sudah ada yang menggantikan hingga akhirnya Raja dan Keyla memutuskan untuk langsung pulang saja.
Didalam perjalanan pulang Kejakarta. Raja merasa ada yang mengikuti. Ia melihat kaca spion dan benar saja sebuah mobil berwarna hitam berjalan tepat di belakang mobilnya.
Karena tak ingin salah paham dulu, Raja sengaja melajukan kendaraannya dengan cepat, dan ternyata mobil di belakang juga mengikuti.
Tapi tunggu dulu !!
Raja sepertinya pernah melihat mobil itu tapi dimana ? Lama Raja berpikir hingga akhirnya Raja sadar bahwa mobil itu ia lihat tadi pagi di garasi rumah Gibran. Dan semalam yang menginap adalah Tasya jadi kemungkinan yang mengikuti mereka adalah Tasya.
Lalu untuk apa Tasya mengikuti mereka hingga sejauh ini udah mau dekat Jakarta lagi ? Karena tak ingin penasaran Raja menghentikan mobilnya, lalu turun tanpa membangunkan istrinya yang sudah tertidur dari tadi.
"Aku mau ikut kamu pulang Ja, aku mau ikut kamu KeJakarta" jawab Tasya tanpa tau malu.
"Ngapain Sya ? kamu ini ada-ada aja"
"Aku kangen sama Bunda Zenia kan udah lama gak ketemu, jangan GR dulu lah"
"Huuuh" Raja menghela nafas "Terserah deh"
Tasya tersenyum lalu kembali naik ke mobil setelah Raja meninggalkan nya. Ia mengikuti mobil Raja dengan senyum mengembang.
"Pokoknya aku akan berusaha supaya kamu ingat dengan janji kamu Ja, enak aja aku tereliminasi dengan anak kemaren soreh. Aku lebih dulu kenal sama kamu Ja, dari kita masih SD lagi. Masa jodoh kamu dia yang baru kenal sehari dua hari" gumam Tasya kesal.
Hingga tak berapa lama mobil Raja memasuki rumah Zahran dan Zenia. Di teras rumah ada sang Bunda yang menunggu. Karena tadi saat sudah memasuki Jakarta Raja menghubungi Zenia dulu.
"Assalamualaikum Bun" ucap Keyla.
"Waalaikumsalam. Ya Allah sini Nak ! peluk Bunda" balas Zenia.
Dengan cepat Keyla memeluk tubuh ibu mertuanya, sangat erat. Karena Keyla akan merasakan kenyamanan tak terhingga. Apalagi Zenia mengelus punggung Keyla dengan lembut dan tak lupa mencium kepala Keyla berulang.
__ADS_1
"Sama aku gak kangen nih" seloroh Raja kemudian.
Keyla melepaskan pelukannya, lalu tersenyum kearah sang suami begitupun dengan Zenia yang tersenyum di balik cadarnya terlihat dari matanya yang menyipit.
"Baba sama Zhalfa mana Bun" tanya Raja
"Baba keluar sebentar kalau Zhalfa masih di kampus"
Sebelum masuk kedalam rumah. Zenia di kagetkan dengan sebuah mobil yang masuk kehalaman rumahnya. Ia yakin itu bukan mobil sang suami. Lalu menatap Raja dan Keyla bergantian.
"Mobil siapa Bang ?" tanya Keyla mewakilkan pertanyaan Zenia.
"Mobil --" sebelum Raja sempat menjawab Tasya sudah keluar membuat Keyla kaget melihat keberadaan wanita itu. Sementara Zenia mengernyit bingung.
"Bunda" teriak Tasya kemudian.
Zenia masih menatap Tasya heran "Siapa dia Bang ?" tanya Zenia pada Raja.
Tiba-tiba Tasya memeluk Zenia dengan erat."Bunda masih ingat sama aku kan ?" tanya Tasya antusias.
Zenia tak membalas pelukan Tasya sedikitpun. Ia hanya heran dan kaget dengan keberadaan Tasya apalagi saat Tasya memeluknya dengan erat.
"Maaf Bunda lupa" jawab Zenia membuat Tasya tersenyum masam.
"Kamu kenapa sudah ada disini Tasya ?" tanya Keyla heran.
"Iya gak papa. Aku kangen sama Bunda" jawab Tasya sinis.
"Kamu kenal Nak ?" tanya Zenia pada Keyla.
"Kemaren ketemu di ponpes Bun, dan semalam nginep dirumah Ayah" jelas Keyla.
"Lalu untuk apa kamu kesini ?" tanya Zenia pada Tasya
-
**LIKE DAN KOMEN.
ADD FAVORIT.
RATE BINTANG LIMA
KASIH HADIAH (KOPI/BUNGA)
__ADS_1
VOTENYA JANGAN LUPA**