Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 06-Salah Paham


__ADS_3

Keyla masih menatap sekelilingnya, bingung dan juga heran kenapa Ia bisa berada di dalam kamar hotel ini. Dan yang paling membuatnya kaget ada Raja yang berada di sebelahnya.


Apa yang sebenarnya telah terjadi, karena seingat nya, Tadi pas di acara ulang tahun Ia sedang bercanda dengan Jihan dan minum jus jeruk yang dia ambil. Hingga tak berapa lama Keyla mendadak pusing dan pamit untuk ke kamar mandi, setelah itu Ia lupa apa yang terjadi selanjutnya.


Telinganya begitu jelas mendengar Daddy yang menelpon seseorang entah siapa.


“Jadi ini kerjaan kamu karena gak pulang ??” tanya Kenan dengan sorot mata tajam. Setelah selesai menelpon


“Dan kamu” tunjuk Daddy ke arah Raja.


Keyla melirik dimana Raja sudah duduk di kursi dengan kepala menunduk.


“Ngapain kamu bawa anak saya kedalam kamar ini ??” Hardik Kenan semakin membuatnya takut.


“Saya gak tau apa-apa Om, kami pasti di jebak” jawab Raja dengan sopan.


Matanya mendadak berkaca-kaca, apalagi melihat Alya yang terus menangis. Ia tak tau harus melakukan apa.


“Sebentar lagi orang tua kamu akan kesini” seru Kenan kepada Raja.


🍀🍀🍀🍀🍀


Ini pasti ada yang jahat dengan nya, tidak mungkin Ia bisa sekamar berdua dengan Keyla. Tapi siapa yang menjebak mereka ??


Pikiran Raja mendadak keruh. Mata nya mulai berkaca-kaca. Saat Kenan berkata.


Sebentar lagi orang tua kamu akan kesini !!!


Bagaimana ini ?? Bunda pasti akan sangat marah dengan nya dan Baba pasti akan kecewa. Apalagi jika sampai Ayah Gibran tau.


“Kenapa menangis ??” tanya seseorang perempuan dengan suara tersendat.


Raja mendongak dan menghapus buliran air mata yang mengucur deras di pipinya.


“Kamu takut ??” tanya Mommy Keyla.


Ia mengangguk, memang benar saat ini Raja begitu ketakutan.


“Takut sama siapa ??” Alya kembali bertanya.


“Sama Bunda”


Entahlah dari kecil Raja begitu takut dengan Zenia, bukan karena Zenia mendidiknya dengan keras hanya saja Raja takut membuat Zenia sedih apalagi menangis.

__ADS_1


“Assalamualaikum”


Tiba-tiba Rana mendengar suara dua orang yang begitu Ia hapal, tidak salah lagi itu suara Zahran dan Zenia.


“Astaghfirrulah Abang. Ngapain Abang disini ??”


Benar dugaan Raja, Zenia pasti menangis, sekarang di hadapan nya Bunda dan Baba tengah menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


“Tadi Abang pamit sama Bunda mau keacara ulang tahun kenapa Mala berduaan di kamar sama Perempuan Nak ??” tanya Zahran dengan menatap nya intens.


“Abang di jebak Ba”


🍀🍀🍀🍀🍀☘️


Kini Keyla,Mommy, Daddy dan Zio sudah di rumah. Ruang tamu di nyalahkan dengan terang. Keyla masih duduk dengan kepala menunduk tak berani untuk menatap wajah kedua orang tuanya yang di penuhi dengan amarah.


Tapi dirinya tak bersalah, ini pasti ada yang menjebaknya dengan Raja, tidak mungkin mereka berdua bisa sekamar seperti yang dilihat. Tapi siapa ??


“Udah gak mau sekolah lagi ??” tanya Kenan dengan nada sangat dingin.


Sementara Alya hanya menangis dan itu membuat nya sakit.


“Masih mau sekolah Dad. Key mau jadi pengacara yang handal” jawab Keyla dengan terisak.


“Tidak Dad, Kami tidak pacaran, Key yakin kalau kami di jebak. Raja orang yang baik dia gak mungkin melakukan ini semua sama Key”


Alya pindah duduk dan mengelus punggung nya yang sudah terisak. Entah siapa yang harus di tenangkan Keyla atau Mommy karena tangis mereka sama-sama kencang.


“Bawa dia ke kamar Mom !! dan ingat besok sebelum Daddy yang meminta nya untuk keluar pintu kamar jangan di buka”


Alya hanya menurut apa yang di perintahkan oleh Kenan. Walau dengan ketakutan melingkup Keyla tak mampu untuk menolak.Tapi dalam hati Ia berjanji akan mencari pelaku nya sampai dapat.


Gua gak akan maafin siapa aja yang udah ngelakuin ini sama gue dan Raja.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Malam semakin sunyi, tak ada lagi suara yang di timbulkan di dalam rumah ketika Raja. Zenia, dan Zahran sampai.


Sejak di perjalanan tadi Zahran dan Zenia tak ada yang bicara, jika selama ini Zahran akan selalu memberinya pertanyaan atau mengajak nya bercanda cukup berbeda sekali dengan malam ini.


Raja tau betul kalau Zahran begitu kecewa dengan nya. Tapi apa tidak ada kesempatan untuk dirinya menceritakan semuanya.


“Duduk Bang !!” titah Zahran ketika mereka sudah berada di ruang keluarga.

__ADS_1


“Abang tau kesalahan Abang ??” tanya Zahran lagi.


Untuk pertanyaan kali ini jelas Raja bingung, antara salah apa tidak. Karena Ia benar-benar tidak tau apa-apa.


“Jujur Baba kecewa sama Abang, kenapa bisa Abang berduaan dengan wanita yang bukan Mahram Abang ??”Zahran mengusap wajahnya dengan gusar.


“Astaghfirullah Bang ini dosa Ya Allah”


Seketika air mata Raja menetes dengan deras. Bukan karena dimarahi oleh Zahran tapi karena begitu takut berbuat dosa kepada Allah sang pemilik kehidupan.


“Maafin Abang Ba, Maaf” ucap Raja sungguh-sungguh.


Sementara Zenia hanya diam dengan tangisnya, itu yang membuat Raja semakin sakit. Wanita yang begitu Raja sayangi sedang meneteskan air mata karena ulah nya.


Raja bangkit dan langsung sujud di kaki Bunda. Tangisnya semakin pecah ketika mencium kaki Bunda.


“Tolong hukum Abang dengan cara apapun Bun !! tapi jangan menangis lagi !! Abang mohon !!” Raja masih bersimpuh di kaki Bunda.


“Abang rela di hukum apa aja, asal Bunda berhenti menangis. Maafin Abang Bun”


Wanita paruh baya yang selalu Raja panggil Bunda. langsung mengelus punggungnya. Menariknya kedalam pelukan.


“Abang udah lakuin apa aja sama dia nak ?? Abang udah nodain dia ??” tanya Zenia dengan suara bergetar.


“Abang gak ingat apa-apa Bun, tapi demi Allah Abang gak melakukan apa-apa”


Hiks--Hiks---Hiks.


“Kalau memang Abang sudah melakukan apa-apa sama dia. Abang harus bertanggung jawab”


Suaranya mendadak tercekat, lidah nya keluh dan bibirnya terkunci. Bertanggung jawab ?? batin Raja bingung.


Bertanggung jawab apa ?? Raja bahkan tak merasa telah melakukan apa-apa dengan Keyla. Bahkan matanya sempat melihat Keyla tidak merasa kesakitan kalau memang Ia sudah melakukan itu.


“Tadi saat bangun pakaian Abang masih lengkap gak ??” kali ini Zahran yang bertanya.


“Ia Ba, bahkan pakaian Keyla juga masih lengkap” jawabnya jujur.


“Semoga kalian berdua belum melakukan apa-apa”ucap Zahran lagi.


“Abang masuk kamar dan istirahat !! besok kita bicara lagi. Karena Baba yakin Maslaah ini akan panjang apalagi jika ada teman Abang yang melihat Abang masuk kedalam kamar hotel bersama Perempuan itu” titah Zahran


Raja mengangguk, namun sebelum berdiri dan masuk kedalam kamar Ia kembali memeluk Bunda.

__ADS_1


“Jangan menangis lagi Bun !!”


__ADS_2