Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 17-Rindu 2


__ADS_3

Raja………………………….


Sudah hampir sebulan ia sekolah di tempat yang baru. Namun entah kenapa ia merasa begitu sulit untuk beradaptasi, padahal lingkungan tempat ia sekolah begitu nyaman. Apalagi ada begitu banyak teman yang berniat menjalin persahabatan dengan nya.


Namun ia justru merasa tak tenang, apalagi dengan bahasa yang tentu berbeda saat ia bersekolah di SMA Karya Utama. Pikiran nya gelisah dan satu yang pasti ia malah memikirkan sosok perempuan yang tentunya belum halal untuk ia pikirkan.


Dirinya tau ini dosa, memikirkan seseorang yang jelas bukan lah yang patut ia pikirkan. Tapi ia tak bisa membohongi perasaan nya sendiri bahwa nama Keyla begitu membuat hidupnya tak tenang.


Apalagi dengan kejadian malam itu di hotel ketika ia di siram oleh Daddy Keyla. Ia masih merasakan tangan nya melingkar di perut Keyla.


“Bagaimana kabarmu Key ??” tanyanya pada diri sendiri.


Ia masih terus melamun, duduk di sudut kamarnya dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.


Ketika sebuah ketokan pintu membuyarkan lamunan nya. Ia terperanjat kaget.


“Astaghfirulahal'Adzim” gumam nya sambil mengelus dada.


Lalu kemudian bangkit dan berjalan untuk membuka pintu kamar.Ada Arda yang berdiri di ambang pintu dengan tersenyum kearahnya.


“Bang main yuk !” ajak Arda dengan gaya col nya.


“Kemana ?”


“Kemana aja. Bosan tau gak Bang di rumah terus”


Lama ia berpikir dan pada akhirnya mengiyakan karena selama sebulan berada di negara turki ia tak pernah jalan-jalan selain waktu sama Baba, tapi itu berbeda.


Dengan di antar sopir ia dan Arda menuju pusat pembelanjaan. Itu karena atas dasar permintaan Arda sendiri kata Arda ada yang ingin di beli. Ia pun menurut dan masuk ke dalam Mall barengan dengan Arda.


Disana ia juga ikut memilih beberapa kemeja dan celana dasar untuk pakaian nya. Tak lupa sebuah sarung untuk ia kenakan saat sholat. Hingga matanya tertuju pada sebuah gamis berwarna Dusty Pink lengkap dengan hijabnya.


“Apa dia mau pakai baju seperti ini” Mendadak ia tersenyum demi mengingat satu nama yaitu Keyla.


Tanpa menunggu lama ia langsung membeli gamis tersebut, dan rencananya ia akan mengirim paket ke indonesia menggunakan jasa Pos. Semoga saja bisa.


Setelah merasa cukup ia langsung membayar semua belanjaan nya. Arda mengernyit heran dengan sebuah baju gamis yang di belinya.


“Buat siapa itu Bang ?” ucap Arda sambil menunjuk baju yang barusan di masukkan oleh pegawai kedalam plastik.


“Buat Bunda” jawabnya berbohong. Tak ingin Arda akan mengatakan semua nya kepada Baba dan Bunda tentang ini.


“Oh”

__ADS_1


Arda justru tak banyak bertanya lagi walau dalam hati ia merasa heran. Namun segera menepis semuanya mungkin saja benar kalau baju itu buat Bunda.


-------------------------


Keyla..


2 bulan kemudian...


Sekarang ia sudah biasa dengan hari-harinya. Tak terlalu memikirkan lagi tentang masalah kerinduan nya kepada Raja. Hanya bisa meyakinkan diri jika memang berjodoh maka pasti akan di pertemukan.


Kembali dengan semangat menjalani hai-harinya mengikuti kegiatan selama sekolah, sebentar lagi ia akan lulus dan ingin menikmati masa-masa sekolahnya karena ketika ia sudah kuliahakan sulit untuk kembali seperti ini.


Seperti saat ini ia sedang tertawa dengan Jihan di ruang keluarga sambil menonton televisi menonton acara favorite mereka. Mommy dan Daddy sedang ke Bandung sementara Zio masih berada dirumah teman.


“Non ada paket” ucap Bi Tutik dengan membawa sebuah paket yang berukuran sedang.


Ia mengernyit bingung, menatap sebuah paket yang di bawah Bi Tutik.


“Kamu pesan apa Key ??” tanya Jihan.


“Aku gak pesan apa-apa kok” jawabnya dengan heran.


“Ada nama pengirimnya gak bi ?” ia bertanya dengan Bi Tutik.


“Siapa namanya Bi”


“Raja Alvaro Pradipta dari Turki Non”


Deggggggggggggg.


Ia mendada terdiam demi mendengar nama yang ingin sekali ia lupakan, namun mendadak kembali mu cul dengan sebuah paket yang entah isinya. Dengan heran ia mengambil paket tersebut .


“Buka Key !” ucap Jihan antusias.


“Gak ah. Males” ia menolak dan justru meletakkan paket tersebut di atas sofa. .


“Yaaaa. Padahal aku penasaran” ujar Jihan sambil memperlihatkan wajah memelas.


Ia tak menjawab ucapan Jihan lagi, kembali fokus ke Film yang sejak tadi mereka tonton. Namun justru pikiran nya tak bisa fokus lagi sejak kedatangan paket yang entah apa isinya.


Sesekali ia melirik, sebenarnya ia begitu penasaran namun disisi lain ia enggan untuk membukanya. Takut kalau hatinya akan terluka lagi sudah cukup ia merasa menderita dengan perasaan sebelah pihak ini.


Ia ingin melupakan Raja, ingin membuang jauh nama itu dan mencari kehidupan lain. Ia sadar kalau mencintai Raja seperti Pungguk Mernidukan Bulan. Tak akan pernah dapat.

__ADS_1


Raja adalah seorang yang keimanan nya sangat kental sementara dirinya sholat saja masih bolong-bolong. Jelas perbedaan itulah yang membuatnya tak percaya diri. Kedua orang tua Raja pasti menginginkan anak mereka untuk mendapatkan anak seorang Ustadz juga.


“Buka aja sih Key” Jihan kembali bersuara.


“Buka aja sendiri”


“Emang boleh ?”


Ia mengangguk dengan pelan, dengan semangat Jihan membuka paket tersebut. Sementara dirinya hanya memperhatikan dengan seksama..


“Wah baju Key isinya” Jihan terlihat antusias mengatakan nya.


“Baju ??” tanya nya tak mengerti


“Iya, Nih makanya lihat”


Dengan penasaran akhinya ia melihat. Matanya mendadak membulat ketika melihat sebuah baju lengkap dengsn hijabnya sedang di pegang oleh Jihan.


Bagus sekali bajunya, ia bahkan mendadak takjub dan sesaat kemudian ia berpikir untuk apa Raja mengiriminya sebuah baju ini. Atau Raja ingin dirinya berpakaian seperti itu.


“Ada suratnya Key”


Buru-buru ia mendekat lalu merebut sebuah amplop berwarna putih yang saat ini berada di tangan Jihan.


“Bacanya sama-sama Key” Jihan tampak begitu penasaran.


Namun ia buru-buru menghindar tak ingin membiarkan Jihan ikut membaca sebuah surat dari seseorang yang ia ingin lupakan. Namun semuanya sirna ketika sebuah paket yang berisi baju gamis serta sebuah surat yang saat ini berada di tangannya. Membuat rasa yang dulu sempat sirna sekarang kembali berlabuh.


“Jangan ngintip” ucapnya kearah Jihan yang terlihat memanjangkan kepalanya guna untuk melihat apa isi surat tersebut.


Jihan memanyunkan bibirnya “Kamu mah gitu Key tadi bilang gak mau sekarang malah aku yang gak di suruh ikutan baca”


Ia tak membalas sederetan kalimat kekesalan Jihan. Dengan detak jantung yang berpacu dengan kuat, serta tangan yang bergetar ia membuka amplop tersebut. Cukup hati-hati supaya tak membuat kertas yang di dalamnya sobek.


“Semoga isi surat ini bisa meyakinkan aku bahwa Raja memang jodohku !!” batinnya penuh harap..


-


-


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA APA ??

__ADS_1


PENCET TOMBOL LIKE. TERUS BERI KOMENTAR SESUKA KALIAN. DAN BAGI YANG BANYAK POIN BOLEHLAH SUMBANGKAN BUAT KASIH HADIAH UNTUK AUTHOR. 😀


__ADS_2