Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Laki-laki pilihan Adel


__ADS_3

Setelah acara wisuda selesai, selanjutnya adalah acara foto bersama, Adel sudah memilih tempat yang bagus untuk ia foto bersama keluarganya.


Sesi pertama Adel berfoto berdua dengan Bunda, selanjutnya foto bersama dengan keluarga yang lain. Tapi saat Adel akan foto sendiri tiba-tiba seorang laki-laki mendekat lalu tersenyum hangat pada Adel. Di tangannya ada buket bunga yang begitu cantik.


"Assalamualaikum Ze" sapa laki-laki itu dengan ramah.


Adel tersenyum malu, langkahnya mendekat. Dari semua orang hanya Dia yang memanggil Adel dengan sebutan Ze "Waalaikumsalam"


"Selamat ya atas wisuda kamu, semoga sukses selalu"


"Terima kasih"


Adel menerima buket bunga tersebut, lalu menghirupnya dalam-dalam. Begitu wangi sampai membuat Adel nyaman.


Dan semua itu tak luput dari pandangan Raja dan Arda. Kedua kakak laki-laki Adel saling pandang.


"Sepertinya kita harus mulai waspada Bang" bisik Arda.


"Iya, jangan sampai Adel jatuh kepelukan laki-laki yang tak bertanggung jawab" balas Raja.


Karena merasa di perhatikan Adel langsung memperkenalkan laki-laki itu pada kedua kakaknya.


"Bang, Kak ini kenalin teman Adel namanya Afdhal" ucap Adel.


Laki-laki yang bernama lengkap Afdhal Gifari itu mengulurkan tangannya dengan sopan, ia menatap kedua kakak Adel secara bergantian.


"Raja, Kakak pertama Adel"


"Arda Saudara kembar Adel"


Afdhal tersenyum "Saya Afdhal Mas"


Raja mengangguk, ia membalas senyuman Afdhal karena walau bagaimanapun ia harus menghargai siapapun yang di kenalkan Adel pada mereka. Siapa tau memang laki-laki ini adalah yang terbaik untuk Adel.


"Mari kita mengobrol di kafe sana saja sekalian makan siang !" ajak Raja.


"Baik Mas, silahkan duluan saya menyusul di belakang" begitu sopan dan lembut cara Afdal berbicara, entah kenapa cara bicara Afdal mengingatkan Raja pada Baba Zahran...


Sebelum menuju restoran Raja mencari istrinya terlebih dahulu. Ia geleng-geleng kepala saat melihat Keyla sudah membeli aneka jajan yang di jual di sekitar tempat wisuda.


"Memang bandel ya istri Abang ini" ucap Raja sambil menarik hidung sang istri dengan gemas.


"Aww. Sakit Bang" rintih Keyla.


"Makan apa itu ?"..

__ADS_1


"Bakso Bang. Enak tau, Abang mau ?"


"Boleh, sini Abang nyicip"


Keyla memberikan mangkok bakso pada suaminya, tapi Raja bukan menyicip malah menghabiskan bakso itu sampai tak tersisah. Entahlah lapar atau memang bakso itu sangat enak.


"Loh kok di abisin Bang ?" gerutu Keyla demi mendapati mangkok baksonya sudah kosong.


"Hehe. Pesan lagi Neng, baksonya enak"


Keyla mengerucurkan bibirnya kemudian tersenyum, ia kembali memesan bakso karena memang Keyla belum puas memakannya...


"Habis ini kita kekafe depan sana ya, Adel mau ngenalin calon suami katanya"


"Uhuk" Keyla tersedak kuah bakso yang barusan ia masukan ke mulut, lalu menatap sang suami dengan kening mengkerut. "Adel beneran udah mau nikah ?"


"Iya kalau jodohnya udah sampai paling begitu" jawab Raja enteng.


"Abang restuin ?"


"Lihat calon nya dulu Neng, kalau dia baik dan bisa berjanji untuk tidak membuat Adel sedih Abang mah setuju saja"


"Dia tampan gak Bang ?" tanya Keyla sambil mengu lum senyumnya.


"Tampan kok, kenapa memangnya ?"


Detik itu juga tatapan mata Raja langsung melotot tajam, ekspresi Raja justru membuat Keyla tergelak karena lucu


"Hahaha" Keyla tertawa kencang "Iya enggak lah Bang di dunia ini ada dua laki-laki yang paling tampan menurut Key ?"


"Dua ?".tanya Raja


"Iya, Daddi sama Abang"


✨✨✨✨✨


Di sebuah kafe yang cukup ramai, Raja dan Keyla baru saja bergabung bersama yang lain. Cuman Ibra dan Cinta yang gak ikut disana karena sudah pamit untuk jalan-jalan di sekitar Yogyakarta.


Didepan duduk Raja ada Afdhal yang dari tadi terus menunduk, mungkin belum bisa beradaptasi dengan keluarga Adel.


"Bang, tadi Adel sudah menyampaikan keinginannya, kalau Bunda setuju saja, tapi keputusan ada di tangan Abang sebagai kakak tertua disini" ucap Bunda membuka pembicaraan.


Raja menatap Adel, yang saat ini sedang memainkan ujung hijabnya. Gugup dan takut kalau niat baiknya akan berbuah kekecewaan.


"Coba Abang mau dengar niat baik kalian !" pinta Raja pada Afdhal dan Adel.

__ADS_1


Adel mengangkat kepalanya, mencoba memberanikan diri untuk menatap Raja. Berulang kali Adel menarik nafas panjang tak lupa mengucapkan Bismillah semoga ucapannya bisa di mengerti oleh Raja.


"Bang, Adel ingin meminta restu pada Abang, Bunda dan yang lain untuk merestui hubungan Adel dan Mas Afdhal. Kami bertemu 1,5 tahun yang lalu, entah kenapa Adel merasa nyaman dengan Mas Afdhal hingga seminggu sebelum Adel wisuda Mas Afdhal menyampaikan niat baiknya untuk meminang Adel" jelas Adel dengan sedikit gugup.


Raja menganggukan kepalanya "Apa kamu sudah menyampaikan kepada kedua orang tua kamu ?" tanya Raja yang kali ini di tujukan pada Afdhal.


"Saya anak yatim piatu Mas, kedua orang tua saya meninggal saat saya berusia 10 tahun. Saya mempunyai Adik perempuan tapi sayang Adik saya tidak bisa berjalan, ia lumpuh permanen karena mengalami kecelakaan saat usia nya 5 tahun" jelas Afdhal.


Begitu terhenyuh Raja dan yang lainnya mendengar ucapan Afdhal, pasti perjuangan Afdhal begitu berat hingga bertahan sampai detik ini. Harus membesarkan adiknya disaat dirinya masih membutuhkan kasih sayang orang tua.


"Berapa usia mu ?" kali ini pertanyaan di lontarkan oleh Arda.


"24 tahun Mas"


"Oh beda dua tahun dari Adel"


"Maaf, bukan mau menyinggung apa pekerjaan mu sekarang ?" tanya Arda lagi.


"Kak" panggil Bunda. ia merasa tak enak hati jika Arda bertanya seperti itu takut kalau Afdhal akan tersinggung.


Afdhal justru tersenyum "Saya mendirikan butik disini Mas, dan Alhamdulillah berkembang dengan baik. Itu modal saya sendiri dari hasil kerja keras saya selama ini. Tapi saya hanya lulusan SMA mas, saya bukan Sarjana seperti Ze"


"Bagi kami pendidikan tidak ada masalah, Bunda juga cuma lulusan SMA, tapi Alhamdulillah anak-anak Bunda hampir lulus Sarjana semua" sahut Bunda.


"Apa kamu mencintai adik saya ?" tanya Raja serius.


"Saya mencintai Zea dengan tulus dan karena Allah. Bukan karena saya tau kalau Zea adalah dokter"


Raja menatap Arda sekejap, kemudian di jawab anggukan oleh Arda. Sepertinya Afdhal adalah laki-laki yang pas untuk menjadi imam adiknya.


"Persiapkan semuanya, Abang ingin pertunangan kalian segera di laksanakan !" ucap Raja membuat Adel tersenyum senang.


"Emm Bang" Adel nampak ragu.


"Iya Del ada apa ? katakan apa yang ingin kamu katakan !"


"Kita gak usah pakai tunangan Bang, langsung akad nikah saja. Soalnya kalau tunangan Adel gak sanggup pasti keingat terus sama Baba"


"Baiklah, Abang akan siapkan semuanya dengan baik"


"Terus bagaimana kuliah spesialis kamu ?" tanya Arda.


"Akan terus Adel lanjutkan Kak, lagian Adel punya tabungan insya Allah cukup sampai Adel lulus spesialis" jawab Adel.


"Untuk biaya kuliah Abang masih akan tanggung Dek tenang saja"

__ADS_1


"Saya juga akan berusaha Mas untuk membiayai kuliah Ze sampai lulus Spesialis" sahut Afdhal.


-


__ADS_2