Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 11-Rindu yang terpendam


__ADS_3

Keyla menarik nafas panjang lalu menghembuskan secara perlahan. Terus seperti itu sampai perasaan yang Ia pendam sedikit membaik.


Rasa yang begitu sakit saat harus menahan Rindu kepada seseorang yang entah sedang apa sekarang.


Ingin sekali dirinya menghampiri Raja dan menanyakan kenapa Raja tak juga berangkat sekolah. Tapi keberanian nya tak sampai sejauh itu ada rasa Malu yang bertahta di hatinya.


Lalu apa yang harus Keyla lakukan ??


Apa harus menahan rindu yang entah sampai kapan terus menerus Keyla rasakan.


“Kamu kemana Sih Ja kok belum berangkat sekolah juga ??” gumam Keyla pelan.


Matanya menatap langit yang di hiasi oleh ribuan Bintang. Menatap langit malam dan merasakan dinginnya angin yang berhembus memberikan rasa dingin di tubuhnya.


Ketika suara lembut dan penuh kasih sayang membuat nya menoleh kebelakang. Keyla tersenyum menatap Alya yang berjalan ke arahnya.


“Ngapain di balkon malam-malam begini ??” tanya Alya yang menatap manik mata Keyla.


“Cari udara malam Mom” jawab Keyla sambil menyengir menampakkan deretan gigi putih nan rapih.


“Bukan karena lagi mikirin seseorang ??” Alya kembali bertanya sambil menatap wajah Keyla yang entah kenapa langsung terlihat gugup.


“Apa sih Mom” cibirnya kemudian melangkah masuk kedalam kamar “Memangnya Key mikirin siapa coba” lanjutnya lagi.


“Iya kirain, gadis cantik Mommy sudah mengenal yang namanya Cinta” balas Alya sambil menekankan kata Cinta.


Keyla mendadak terdiam memang selama ini Ia belum pernah bilang kepada kedua orang tuanya kalau Ia sudah mengenal Cinta. Tidak mungkin untuk anak seusia dirinya tak pernah tau namanya Cinta. Bahkan anak SD saja sudah tau apa itu Cinta.


“Mommy harap Key jangan pacaran dulu ya !! biar Key fokos sama sekolah dan karir Key. Nanti kalau Key sudah sukses cowok manapun pasti akan banyak mendekati Key”


Keyla mengangguk entahlah apa Ia bisa untuk tidak mengenal yang namanya pacaran ?? secara sekarang adalah dunian Modern semua manusia sudah mengenal pacaran. Mungkin hanya Raja yang tak ingin seperti itu


Mendadak Keyla kembali teringat sosok laki laki berwajah teduh tersebut. Rasa rindu yang Ia tahan mendadak semakin membesar.


“Ya sudah Mommy mau istirahat dulu, Kamu jangan tidur malam-malam Ya !!” ucap Alya kemudian.


“Iya Mom”


Setelah kepergian Sang Mommy, Keyla langsung menutup pintu balkon kamarnya, dan langsung merebahkan diri di atas kasur yang begitu empuk. Menatap langit-langit kamarnya yang bernuansa putih bersih.


 🍀🍀🍀🍀🍀


Sayup-sayup telinga Raja mendengar suara Adzan subuh . Ia langsung terbangun karena ingin melaksanakan sholat subuh.

__ADS_1


Bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri, lalu mengambil air wudhu. Setelah itu Ia bersiap untuk sholat.


“Mau ke masjid apa sholat di rumah Bang ??” tanya Zahran setelah dirinya keluar kamar dengan berpakaian yang sudah rapih untuk sholat.


“Ke masjid aja Ba, terakhir kan sholat di sini karena nanti siang udah berangkat” jawab Raja dengan nada sedih...


Zahran mengangguk, kemudian Raja dan Zahran berjalan ke luar rumah sementara para wanita sholat di rumah saja.


Benar memang nanti siang Raja dan Zahran akan segera berangkat ke Turki karena urusan pindah sekolahnya sudah selesai. Zahran begitu sempurna mengurus semuanya bahkan Raja saja tidak tau kapan Zahran selesai mengurus surat pindah sekolah.


"Abang tinggal sekolah saja yang benar, untuk urusan ini serahkan semua nya kepada Baba"


Begitu kata Zahran saat Rajaa bertanya tentang masalah pindah sekolah.


Tak terasa Raja dan Zahran sudah sampai di sebuah masjdi terdekat dengan rumahnya, Suatu saat nanti masjid ini akan sangat Raja rindukan.


"Silahkan Ustadz Zahran jadi imam" Ujar pak Rizal kepada Zahran saat mereka sudah sampai di dalam masjid.


"Baik pak" jawab Zahran yakin.


Zahran langsung mengambil tempat untuk Imam, sementara dirinya berbaris rapat dengan jama'ah yang lain.


Setelah melaksanakan sholat subuh berjama'ah Raja dan Zahran langsung pulang kerumah. Selama dalam perjalanan pulang Zahran banyak memberikan nasihat seperti---


"Abang harus pintar jaga diri disana"


Raja hanya mampu menjawab "Iya Ba" Atau mengagguk tanda mengerti. Tentu saja Raja akan selalu ingat pesan Zahran yang selalu mengajarkan nya tentang kebaikan.


"Assalamualaikum" ucapnya dan Zahran secara serempak.


"Walaikumsalam" jawab Zenia yang sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan.


"Abang sudah siapkan barang untuk di bawah ke Turki ?" tanya Zenia sambil memotong bwang putih yang entah mau masak apa. Karena Raja sendiri tidak tau.


"Belum Bun, Ini mau siap-siap"


Zenia menoleh lalu menatap wajahnya, Raja mendadak menelan ludah demi mendapati tatapan sang Bunda yang begitu tajam.


"Terus semalam Abang ngapain ? Kan sudah Bunda bilang untuk beres-beres" omel Zenia.


"Sudah Bun, kamu pagi-pagi udah marah aja, lagian masih ada waktu untuk Abang menyiapkan barangnya" sahut Zahran sembari terkekeh.


Raja kembali menyengir, selalu saja Zahran yang menyelamatkan dirinya dari amarah Zenia.

__ADS_1


"Ya sudah sana masuk kamar, lalu beres-beres" Ucap Zenia lagi "nanti bunda nyusul untuk membantu"


Dengan pelan Rajaa menganggukan kepalanya, lalu masuk kedalam kamar untuk menyiapkan pakaian yang akan Ia bawa ke Turki.


Tak ada barang yang istimewah yang akan Raja bawah, karena pakaian sekolah nya tidak akan terpakai di sana, sudah pasti Pakaian yang akan ia kenakan saat sekolah akan sangat berbeda.


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya ia menatap selembar kertas yang masih tergeletak di atas meja belajarnya, surat yang Raja tulis untuk perempuan yang akhir-akhir ini selalu menjadi beban pikiran nya.


Sejak kejadian dimana ia dan Keyla di jebak untuk tidur di kamar hotel berdua, sebuah perasaan yang tak bisa ia jelaskan membuatnya tak tenang, Rasa bersala, kasian, dan juga ingin bertanggung jawab menyeruak di dalam hatinya.


Mungkin jika Raja sudah sukses minimal sudah bisa mencari uang sendiri ia akan langsung menikahi Keyla, namun untuk sekarang dimana kondisinya yang masih minta uang jajan sama Baba dan Bunda belum bisa untuk melakukan itu semua.


Raja bahkan sadar kalau dirinya sudah pengecut karena sudah tidur dan menyentuh wanita yang belum halal baginya. Namun tak Ia nikahi. Padahal setau dirinya Bunda dan Baba menikah karena Bunda memeluk Bunda. Cerita itu ia dapatkan dari nenek saat masih hidup.


"Maafkan aku Key kalau aku harus ninggalin kamu, membiarkan mu untuk menghadapi masalah ini sendiri, aku berharap Allah akan membuat kita bersatu suatu hari nanti" Batinnya sambil melipat kertas di tangan nya menjadi lipatan kecil.


Rencanannya Raja akan menyuruh Adel untuk memberikan nya kepada Keyla. Karena jarak dari sekolah Adel tak terlalu jauh dengan sekolah Keyla.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG....


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...

__ADS_1


...RATE BINTANG LIMA...


...KASIH BUNGA ATAU KOPI SUPAYA AUTHORNYA MAKIN SEMANGAT...


__ADS_2