
Setelah melaksanakan sholat subuh, Raja membantu sang istri memasak di dapur, hari ini Keyla ingin makan dengan sayur sop, sambel hati ampela. Bahkan dari semalam Keyla ingin memasaknya namun ia tahan karena tidak tega jika membangunkan sang suami.
"Masya Allah wanginya" gumam Raja, ia mengelus perutnya yang dari tadi sudah keroncongan.
"Sabar Bang, bentar lagi mateng"
Bi Lastri tersenyum penuh kebahagiaan, rasanya begitu adem melihat pasangan ini. Setiap hari Bi Lastri selalu di perlakukan dengan baik.
"Bersyukur banget bisa kerja disini. Den Raja sama Neng Keyla baik banget sama saya" batin Bi Lastri.
Tak terasa masakan Keyla sudah matang semua, Raja kembali membantu menyiapkan semua makanan ke atas meja di bantu dengan Bi Lastri.
"Panggil pak Asep Bi ! kita sarapan bersama" titah Keyla.
"Tidak usah Neng, biar Bibi sama bapak makan nya sesudah kalian"
"Jangan nolak Bi, Key kan gak suka yang namanya penolakan"
"Betul Bi, ini juga Istri saya masaknya banyak" sahut Raja kemudian
Karena paksaan dari Raja dan Keyla, akhirnya Bi Lastri menurut, ia memanggil sang suami untuk sarapan bersama..
Di meja makan semua nya berkumpul layaknya keluarga yang harmonis, Keyla makan dengan banyak membuat Raja tersenyum karena istri dan anaknya sehat-sehat saja.
Hari ini adalah jadwal Keyla cek kandungan, makanya Raja sengaja tak kekantor karena ingin menemani sang istri, dan Raja juga ingin tau jenis kelamin anaknya nanti.
Selesai sarapan keduanya langsung bersiap untuk cek kandungan..Raja tampak antusias untuk mengetahui jenis kelamin anaknya nanti.
Sebelumnya Raja sudah membuat janji pada dokter Anita yaitu dokter yang akan menangani istrinya sampai lahiran nanti.
"Bang, Key pantas gak ya makai baju yang ini" ucap Keyla.
Raja menatap sang istri, kemudian tersenyum "Cantik sayang, cantik sekali"
"Abang gak bohong kan ?"
"Iya enggak sayang, istri Abang ini memang cantik sekali"
Keyla tersipu malu, pujian suaminya selalu membuat dirinya seakan di bawa terbang keangkasa.
"Ya sudah yuk berangkat !" ajak Raja.
Keyla mengangguk, mereka berdua berangkat menuju rumah sakit tempat biasa Keyla periksa kandungan. Bahkan untuk proses lahiran nanti sudah Keyla bicarakan semuanya dengan dokter.
Tinggal satu permasalahan nya Keyla tidak di izinkan oleh Daddi Kenan untuk lahiran normal, alasannya karena tidak tega jika putrinya kesakitan. Tapi Keyla tetap ingin lahiran normal.
Setelah sampai di rumah sakit Keyla langsung di suruh masuk keruangan dokter Anita karena memang Raja sudah daftar duluan.
__ADS_1
"Selamat pagi dok" sapa Keyla ramah.
"Pagi Bu Keyla, silahkan duduk !" balas Dokter Anita tak kalah ramah.
Raja dan Keyla duduk berhadapan dengan dokter Anita, sementara seorang suster mempersiapkan untuk USG.
"Apa keluhannya Bu ?"
"Tidak ada dok, Alhamdulillah mual dan muntah sudah agak mendingan enggak separah waktu itu"
"Ya sudah ayo kita USG dulu"
Keyla berdiri dan berjalan untuk naik ke atas brankar yang sudah di siapkan. Seorang suster menyelimuti kaki Keyla dan mengangkat gamis Keyla sampai keatas perut.
"Kita mulai ya pemeriksaannya" dokter Anita meminta izin.
"Silahkan dok" balas Raja.
Dokter Anita mulai menempelkan alat USG, menggesernya kekiri dan kekanan sehingga layar monitor menampilkan warna agak kekuningan yang seperti wajah seseorang.
"Ini wajahnya" ucap dokter Anita.
"Ayo mirip siapa ? Mama atau Papanya" lanjut dokter Anita sambil terkekeh.
Dokter Anita kembali menggeser kemudian kening dokter Anita mengernyit "Ya, jenis kelaminnya di tutupin nih jadinya gak bisa lihat"
"Tidak apa-apa sayang, yang penting anak kita sehat mudah-mudahan bulan depan dedeknya udah gak malu lagi buat di lihat Jenis Kelaminnya"
πππππππ
"Udah berapa kandungan Keyla Mom" tanya Daddi.
"20 minggu Dad" jawab Momy Alya.
"Udah mau masuk 6 bulan ya Mom"
"Betul, memangnya kenapa Dad ?"
"Enggak cuman nanya aja, Daddi ingin mempersiapkan operasi Keyla nanti"
Mendengar ucapan sang suami, tentu saja Momy terkejut, Operasi ? maksud suaminya apa ? apa terjadi sesuatu dengan Keyla sampai harus di operasi.
Memang Daddi Kenan belum membahas masalah ini kepada sang istri.
"Key mau operasi ? memangnya Key kenapa ?" tanya Momy Alya.
"Iya enggak sakit apa-apa sayang, Daddi hanya ingin Key lahiran nanti menggunakan jalan Caesar. Daddi tidak ingin Keyla kesakitan karena melahirkan anaknya nanti. Daddi gak tega.
__ADS_1
Momy langsung menatap tajam suaminya, bisa-bisa nya Daddi Kenan berpikiran seperti itu. Memang sudah menjadi kodrat seorang wanita merasakan sakit saat melahirkan nanti, karena itu adalah perjuangan seorang ibu.
"Kamu apa-apaan sih Dad, kok main mutusin sendiri aja, kamu udah ngomong belum sama Raja ? lagian sudah menjadi kodrat seorang wanita merasakan sakit saat melahirkan" omel Momy. Ia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya. Padahal Daddi Kenan sudah pernah menemani istrinya melahirkan.
"Momy kenapa marah sama Daddi sih ? kan Daddi sayang sama anak, Daddi tidak ingin Key merasakan sakit nanti, kamu gak kasihan sama Key ?"
"Bukan enggak kasihan Dad, tapi kan ---- Ah sudahlah pusing aku berdebat dengan kamu. Pokoknya aku gak setuju dengan keputusan kamu"
"Daddi juga gak butuh persetuan Momy, semua ini Daddi lakukan karena Daddi sayang sama Key"
Setelah mengatakan itu Daddi pergi, Momy mendesah kesal.
"Lebih baik aku telpon Key dulu"
ππππππ
Sehabis USG, Raja mengajak Keyla jalan-jalan ke Mall. Karena Keyla sudah mengeluh jika ada banyak pakaian yang sudah tak muat. Dan juga Keyla ingin membeli daster supaya kalau malam enak.
Ada banyak motif daster yang Keyla pilih, sementara Raja pergi ke toko perhiasan. Hari ini ia akan membelikan istrinya sebuah kalung untuk membuat Keyla bahagia.
"Ini keluaran terbaru pak, dan hanya ada satu di dunia ini" ucap karyawan tokoh.
"Ya sudah bungkus yang rapih mbak, dan ini kartunya"
Karyawan itu menuruti permintaan Raja, ia membungkus kalung itu dengan rapih dan juga menggeser kartu yang Raja berikan.
Setelah membeli kalung, Raja kembali menghampiri istrinya.
"Abang dari mana ?" tanya Keyla.
"Habis dari sana sebentar, sudah milihnya ?"
"Sudah Bang, udah banyak yang Key pilih"
"Ya sudah yuk bayar dulu"
πππππππ
"Momy kenapa sih gak setuju sama ide ku, lagian kan yang aku lakukan untuk Keyla juga" ucap Daddi Kenan kesal.
Dari pada berdebat dengan sang istri, Daddi Kenan memilih pergi saja.
"Lagian Raja juga pasti setuju saja"
"Kenapa istri ku yang marah"
Mungkin karena Daddi sangat menyayangi Keyla makanya ia tidak tega jika harus melihat anaknya kesakitan. Dari kecil Keyla sudah sangat ia manjakan, seekor nyamuk pun tidak akan ia biarkan menggigit Keyla.
__ADS_1