Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Percayalah Cinta Abang hanya untuk Neng


__ADS_3

"Istriku kenapa sih ? kok marah-marah ?" tanya Raja dengan lembut.


Sedari tadi Keyla terus merengut kesal, bahkan saat selesai makan bersama Keyla langsung menarik Raja masuk kedalam kamar. Ia tak rela jika sang suami terus di pandangi oleh Nura.


"Kesel Bang, lihat si Nura mandangi Abang terus" balas Keyla.


Raja terkekeh, lalu membelai wajah sang istri, tak ada rasa canggung lagi karena sekarang ia sudah SAH menyentuh Keyla.


"Jangan berpikiran negatif dulu Neng, siapa tau Nura gak begitu"


"Gak begitu bagaimana ? coba Abang ingat tadi sikap Nura bagaimana di meja makan. Nyari perhatin tu sama Abang padahal kan Key ada disana"


"Udah Ah" Raja meletakkan jari telunjuknya di bibir sang istri "Nanti cantik nya hilang kalau marah-marah terus"


Mendadak Keyla langsung tersenyum mendengar pujian dari suaminya.


"Kalau nanti Abang bertemu dengan wanita lain yang lebih cantik dari Key apa Abang akan berpaling ?" tanya Keyla dengan serius.


Raja menggenggam kedua tangan istrinya, memandang wajah Keyla dengan seksama.


"Percayalah cinta Abang hanya untuk Neng, nama Neng selalu ada di hati Abang" jawab Raja dengan yakin.


"Beneran ?"


"He.em"


"Makasih Bang" Keyla memeluk Raja, merebahkan kepalanya didada sang suami. Sangat nyaman bahkan rasanya Keyla enggan untuk beranjak.


Begitupun dengan Raja yang mencium kepala sang istri, wangi rambut Keyla membuat perasaan Raja menghangat dan sangat damai.


"Malam ini kita nginap disini, besok malam baru nginap di rumah Bunda" ucap Raja.


"Iya Bang, oh iya" tiba-tiba Keyla ingat sesuatu "Kita nanti mau tinggal dimana Bang ? di rumah Bunda ?"


"Enggak Neng, Abang udah beli rumah kok dekat kantor Abang" jawab Raja.


"Oh"


"Neng gak nanya kenapa Abang beli rumah dekat kantor ?"


"Enggak, Key udah tau biar Abang dekat sama kerjaan kan ?"


"Salah !"


Keyla mengernyit bingung. Lalu menarik kepalanya didada sang suami.


"Emang apa alasan Abang nyari rumah dekat kantor ?" tanya Keyla.


"Supaya kalau Abang kangen sama kamu, bisa langsung pulang"


Keyla terkekeh.


Oh ternyata suaminya pintar menggombal juga.


"Udah berapa cewek yang Abang gombalin seperti itu ?"


"Satu, cuman kamu"

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di lantai bawah Zio langsung menarik tangan Nura menuju halaman belakang. Ia kesal dengan tatapan Nura pada Raja tadi, karena bukan hanya Keyla yang melihat tapi juga Zio.


"Apa sih Kak, sakit tau gak ?" ucap Nura. Ia memegangi pergelangan tangan nya yang berwarna merah akibat cengkraman tangan Zio yang begitu kuat.


"Kamu tu yang kenapa ? bisa-bisa mandangin suami Kak Key seperti itu. Gak baik tau gak"


"Apa salahnya sih Nura mandang Bang Raja, diluar negeri gak ada cowok kek gitu"


"Tapi itu suami Kak Key, Awas Lo kalau macem-macem gue gak akan segan-segan ngasih perhitungan sama Lo" tunjuk Zio, setelah itu Zio pergi dari hadapan Nura.


Nura kesal, ia mendongak dan menatap balkon kamar Keyla.


"Apa salahnya sih kalau aku dekat sama Bang Raja ?" batin Nura.


Setelah itu Nura kembali kedalam rumah, ikut bergabung bersama yang lain di ruang keluarga, ternyata disana sudah ada Raja dan Keyla.


"Dari mana nak ?" tanya Maudy kepada putrinya.


"Dari samping Ma, kenapa nih kok kumpul-kumpul"


"Ya enggak kenapa-napa, cuman mau kenalan sama suami Keyla" sahut Rian.


"Oh iya besok kita harus pulang" Ucap Maudy.


"Kok cepat sekali Ma ?"


"Kamu harus kuliah Nura, nanti kalau ada waktu kita kesini lagi, lagian Papa juga mau kerumah sakit" balas Rian.


"Kak Key sama Bang Raja gak bulan madu" tanya Nura dengan tatapan kesal.


"Kalau saya mah terserah sama Neng aja" jawab Raja sopan.


"Kita bulan madunya di hotel bintang lima aja ya Bang, lagian sama aja" jawab Keyla ambigu.


"Hehe, sama apanya Neng" Raja menarik gemas hidung istrinya.


Melihat keromantisan Raja dan Keyla, membuat Kenan dan Alya tersenyum penuh kebahagiaan. Mereka bersyukur karena putri kesayangan mereka di jaga oleh pria baik-baik.


β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ


Suara Adzan Dzuhur berkumandang, Raja sudah siap dengan pakaian muslimnya. Ia akan mengerjakan sholat Dzuhur berdua dengan Keyla. Bukan yang pertama karena saat di hotel tadi mereka juga menjalankan sholat berjamaah juga.


"Udah siap Neng ?" tanya Raja.


"Iya Bang" jawab Keyla.


Suara Raja sangat merdu membacakan ayat demi ayat Al-Quran. Bahkan saking merdunya Keyla rasanya tidak ingin selesai mengerjakan sholat.


Sehabis sholat Keyla mencium punggung tangan sang suami karena ini akan menjadi kewajiban dan kebiasaan nya nantinya.


"Mau makan siang Bang ?" tanya Keyla setelah mereka selesai sholat Dzuhur.


"Nanti saja Neng, Abang masih kenyang. Abang mau istirahat dulu, ngantuk sekali" jawab Raja.


"Ya sudah Abang tidur siang dulu, Key mau kebawa sebentar"

__ADS_1


Raja menganggukan kepalanya, setelah Raja berbaring di atas tempat tidur, Keyla turun kebawa. Ia melihat sang Mommy sedang membuat kue.


"Lagi bikin apa Mom ?"tanya Keyla.


"Bikin bolu Nak, Loh Raja mana ? kok gak diajakin turun, gak makan siang ?" tanya Alya bertubi-tubi.


"Masih kenyang katanta Mom, Abang mau tidur siang katanya"


"Oh" Alya mengangguk paham.


Dengan cekatan Keyla membantu sang Mommy membuat kue, memang dari kecil Keyla sudah di ajarkan memasak oleh Alya. Jadi walaupun keturunan ningrat Keyla pintar memasak.


"Coba dulu Mom, manis gak ?" ucap Keyla, sambil menyerahkan satu potong kue kepada Alya untuk di coba.


"Kurang Key, tambahin setengah gelas lagi" balas Alya.


"Nanti Key tambah Mom"


Saat Keyla ingin meletakkan kue itu kedalam lemari, cekalan tangan seseorang berhasil membuat kegiatan Keyla terhenti. Ia menoleh dan mendapati sang suami sudah berdiri sambil menatap wajahnya.


"Abang" ucap Keyla kaget.


"Kue nya mau di letakkan dimana ?" tanya Raja.


"Kelemari Bang, ini kurang manis, biar Key bikin lagi"


"Gak usah" larang Raja "Abang mau nyicip"


"Tapi kan kurang manis Bang, hambar rasanya"


"Makannya salah itu" ucap Raja.


"Salah gimana ?" Keyla mengenyit bingung


"Sini Abang ajarin cara makan kue yang benar"


Raja menuntun istrinya kemeja makan dimana mertuanya ada disana. Keyla hanya menurut tak lupa dengan kue yang ia bawa.


Pertama Raja memotong kue menjadi potongan kecil, lalu duduk di atas kursi.


"Coba Neng duduk di depan Abang" pinta Raja


Keyla hanya menurut, sementara Alya hanya mengu lum senyum melihat kelakuan menantu dan anaknya.


"Makannya gini, kue nya dimakan sambil menatap wajah Neng, emm Ya Allah manis sekali" ucap Raja sambil tersenyum.


"Ah Abang, bikin Key malu aja"


--


AYO LIKE SAMA KOMENNYA MANA.


KASIH HADIA JUGA.


VOTE JUGA JANGAN LUPA


MAAFKAN AUTHOR BANYAK PERMINTAAN YA GUYS

__ADS_1


__ADS_2