
Untuk yang pertama kali Kaisae berhasil melakukan rencana paling keji. Menjebak dua orang manusia yang tidak tau apa-apa.
Kaisar sebenarnya kasihan dan tak tega saat melihat Raja di bawah oleh kedua orang tuanya. Laki-laki itu pasti sangat Syok dengan apa yang terjadi. Namun Kaisar tak punya pilihan lain, karena dendam yang Ia simpan sudah mendarah daging.
Ingatannya kembali saat beberapa tahun yang lalu, ketika itu Kaisar Baru lulus SMP. Ia yang begitu penasaran tentang sosok seorang Ayah yang selama Kaisar di lahirkan tak pernah Ia lihat.
“Papa dimana sih Ma ?? kenapa selama Kai lahir gak pernah ketemu sama Papa”
Diana nampak menghela nafas berat, mungkin pertanyaan yang Ia lontarkan cukup menyakiti hati Mama.
“Kai mau tau dimana Papa ??” begitu kata Diana waktu itu.
“*Papa mu sudah tiada Kai. Maafkan Mama kalau selama ini Mama tidak pernah mau cerita dengan Kaisar”
“Papa di bunuh waktu kamu masih dalam perut Mama”
“Dulu sebelum Mama bertemu dengan Papa mu, Mama pernah menjalin hubungan dengan Tuan Kenan, tapi ternyata Kenan menikah dengan wanita lain, yang sekarang menjadi istrinya”
“Hati Mama sakit, dan perasaan Mama hancur. Tapi Kenan tetap dengan keputusan nya untuk meninggalkan Mama, tidak peduli dengan rasa sakit yang Mama rasakan”
“Hingga pada akhirnya Mama berusaha ikhlas sampai bisa bertemu dengan Papa kamu, tapi Mama tidak menyangka kalau akhirnya Papa kamu di bunuh*”
“Memang siapa yang bunuh Papa Ma ??”
“Tuan Kenan”.
Kaisar kembali menggepalkan tangan nya, jika kembali mengingat percakapan nya dengan Mama, Pantas selama Ia hidup tak pernah mengenal sosok Papa. Ternyata Papanya telah tiada.
Dengan amarah memuncak, Kaisar mencari sendiri siapa itu Kenan, dan juga keluarganya. Hingga Ia berhasil menemukan dan mulai lah Ia merencanakan sesuatu.
Kejadian di Hotel Citra 2 semalam, membuatnya selalu tersenyum. Apalagi dengan beberapa foto yang berhasil Ia ambil saat menjebak Keyla dan juga Raja.
“Saatnya menyebarkan” gumamnya dengan seringai licik.
Tidak peduli dengan konsekuensi yang akan Ia terima kelak, namun yang jelas saat ini Kaisar begitu bahagia karena mungkin dengan cara ini keluarga Abraham akan malu. Dan keinginan terbesar nya Keyla di keluarkan di sekolah.
Tak ada caption yang Ia tulis. Namun sederetan foto dimana Keyla dan Raja sedang berpelukan di atas ranjang. Membuat siapa saja pasti akan menyangka tentang hal-hal negatif.
Triiiinggg.
Dalam sekejap ponsel Kaisar terus berbunyi. Ia membaca setiap komentar yang di lontarkan teman-temannya. Bahkan bukan hanya teman satu SMA dengan nya tapi seluruh teman Instagram nya yang memberikan komentar tentu saja kata-kata yang pedas.
__ADS_1
-*Itu Raja sama Keyla ??
Ya ampun ternyata mereka....???
-Raja diam-diam menghanyutkan nya. Dan gak nyangka juga kalau selama ini mereka berdua udah begituan.
-Hotel mana itu ?? kek kenal .
-Astaga anak jaman sekarang*.
Dan masih banyak lagi komentar pedas yang sempat Ia baca. Namun jam sudah menunjukkan pukul 07 pagi. Ia harus segera berangkat kesekolah karena ingin mendengar keheboan tentang Raja dan Keyla.
“Gue harus gimana ya ?? pura-pura gak tau atau syok”
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sejak kakinya memasuki halaman sekolah SMA Karya Utama. Telingah terus mendengar tentang bisik-bisik teman-teman SMA nya.
Akan tetapi Keyla berusaha untuk tak peduli, terus fokus kejalanan dan segera masuk kedalam kelas.
Namun bukan hanya di luar kelas Suara bisik-bisik. Karena saat Ia masuk kedalam kelas telinga semakin jelas mendengarkan suara ejekan. Yang anehnya semua menatap kearah nya.
“Eh Keyla, masih masuk sekolah ??”tanya Intan dengan nada yang paling tak mengenakan.
“Gimana semalam Key ?? enak ya bisa tidur dengan Raja”
Mendadak aktivitas nya berhenti, Ia langsung menoleh dan mendapati para teman-teman sekelasnya sudah bergerombol sambil memandangnya dengan tatapan hina.
“Lo tu udah gak pantes sekolah Key, mencoreng nama baik tau gak ??” seloroh Intan lagi.
“Maksud kalian apa ??” tanya Keyla dengan suara bergetar.
“Jangan syok tidak tau apa-apa deh. Kita semua udah tau kelakuan busuk Lo”
Keyla menggelengkan kepalanya karena memang tidak tau apa-apa. Namun saat teman-temannya menyebut nama Raja Ia seakan mengerti. Gawat
Ini jelas gawat. Kenapa bisa mereka semua tau tentang kejadian di Hotel semalam.
Tidak berapa lama Keyla mendengar dan melihat teriakan Jihan yang memanggil namanya.
“Key Lo udah baca berita ??” tanya Jihan dengan nafas ngos-ngosan.
__ADS_1
“Berita ?? Berita apa ??”
“Buruan cek ponsel Lo !”
Bergegas Keyla mengambil ponselnya, seketika matanya melotot demi melihat foto yang bersebaran di dunia Maya. Bahkan sudah di bagikan beribu kali.
Matanya memanas, kilatan kejadian semalam kembali terlintas di ingatannya. Ia menggelengkan kepalanya.
“Ini gak bener, kalian semua salah paham” hardiknya dengan air mata akan segera menetes.
“Hahahahaha” tawa teman-temannya menggelegar, mengisi setiap ruangan.
“Lo sekarang bilang salah paham ??, kalau foto ini gak tersebar Lo pasti bilang enak” seloroh Fatih ketua kelasnya.
Ejekan teman-temannya membuat tubuhnya lemas seketika. Tenaga nya seolah habis.
“Stop” teriak Jihan supaya teman-temannya menyudahi acara mengejeknya “Kalian semua gak berhak untuk menuduh Keyla seperti ini. Bisa jadi foto itu editan. Gue yakin Keyla dan Raja gak mungkin melakukan ini” jelas Jihan dengan berapi-api.
Namun teman-temannya malah semakin menghujatnya. Mengabaikan penjelasan Jihan .
Keyla langsung mengambil kembali tasnya dan berlari menerobos kerumunana. Meninggalkan teman-teman nya yang masih terus mengejeknya. Sementara Jihan memanggil namanya akan tetapi tak Ia hiraukan.
Larinya semakin kencang, berusaha mengabaikan tatapan mengejek dari adik kelasnya. Ini sangat menyakitkan.
Hiks---Hiks----Hiks..
Keyla sempat terjatuh dari lapangan karena terlalu cepat berlari. Nafasnya naik turun di tambah rasa sesak yang menyeruak.
Lalu dimana Raja, kenapa Ia tak melihat sosok laki-laki berwajah teduh itu. Apakah Raja sama dengan nya yang sedang di hujat di dalam kelas atau malah sekarang sudah di panggil ke ruang guru.
Di saat seperti ini Ia bahkan masih sempat memikirkan Raja. Benar memang rasa Cinta yang Ia miliki terlalu besar.
“Mau kemana neng ??” tanya sopir taksi yang Ia tumpangi.
Namun Keyla tak menjawab akibat tangisnya yang semakin pecah.
“Neng cantik mau kemana ?? kalau gak ada jawaban bapak bawa muter-muter nanti”kembali sopir taksi bertanya.
“Ke jalan ----” Keyla menyebutkan alamat rumahnya dengan lengkap.
Sopir taksi mengangguk. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Ia ingin segera sampai kerumah dan mengadu kepada Daddy.
__ADS_1
Semoga Daddy belum berangkat kerja.