Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 65


__ADS_3

Suasana siang hari di kota Jakarta benarlah terik, sinar matahari begitu menyengat seakan membakar kulit.


Sementara itu Jihan baru saja keluar dari Restoran sehabis makan siang, ponsel mewah yang masih bertengger di telingahnya membuat Jihan tak fokus kejalanan, sehingga dengan tak sengaja ia menambrak seseorang yang mengakibatkan dirinya hampir terjatuh, beruntung pria yang ia tabrak langsung menariknya hingga akhirnya Jihan jatuh di dada bidang pria itu.


"Awww" rintih Jihan sambil memegangi keningnya yang terkena benturan dada pria itu.


Begitupun pria itu karena dadanya terkena kepala Jihan membuatnya meringis namun tertahan, ia memejamkan matanya.


Menyadari posisi mereka yang sangat intim pria itu langsung melepaskan tubuh Jihan, dan sedikit menjauh.


"Apa anda tidak apa-apa Nona ?" Tanya pria itu sambil memperhatikan wajah Jihan.


"Tidak" balas Jihan


"Syukurlah, kalau begitu saya pamit hendak kedalam" pria itu akan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam restoran namun dengan cepat Jihan menahannya.


"Tunggu dulu !" Cegah Jihan


Pria itu mengernyit "ada apa lagi Nona ? Bukannya anda bilang tidak apa-apa ?"


"Enak aja ini keningku sakit tau, kau harus ganti rugi"


Ucapan Jihan tentu saja membuat pria di hadapannya semakin bingung, pasalnya bukan hanya kening Jihan yang sakit, dada pria itu juga sakit.


"Lalu dengan cara apa saya harus ganti rugi ?" Tanya pria itu, ya lebih baik begitu supaya masalahnya cepat selesai.


"Siapa namamu ?" Ucap Jihan to the point.


"Ibra" jawab pria itu tegas.


"Aku Jihan" balasnya walau pria yang bernama Ibra itu tak bertanya, namun Jihan dengan pede memperkenalkan namanya.


Ibra semakin heran dengan wanita di depannnya itu, cantik memang tapi cara nya yang membuat Ibra tak suka.


"Sudah tidak ada lagi Nona ? Kalau begitu saya hendak masuk untuk makan siang" ucap Ibra yang sudah tak sabaran


"Minta nomor ponsel nya ! Siapa tau kening ku benjol jadi aku bisa menelponmu"


Dengan menarik nafas panjang Ibra mengeluarkan ponselnya, lalu memberikan pada Jihan "catat nomor mu disini, nanti aki miscall" pinta Ibra.


Jihan langsung mengetik nomor pribadinya disana, dan langsung menekan panggilan walaupun Ibra mengatakan kalau dirinya yang akan menelpon Jihan.


"Nih" Jihan kembali memberikan ponsel Ibra "makasih ya" setelah itu Jihan langsung pergi melenggang dengan pose cantiknya.


Ibra hanya geleng-geleng kepala, lalu matanya membulat saat membaca nama kontak baru yang ada di ponselnya.


'My Love'


Begitulah nama nomor ponsel Jihan, bukan Ibra yang membuat melainkan Jihan sendiri,, segera Ibra mengganti nomor Jihan mengenakan nama aslinya kebetulan ia masih ingat dengan nama perempuan tadi.


***** makanya menjadi hilang, tapi Ibra tetap memutuskan untuk masuk kerestoran selain untuk makan, ia juga ada pertemuan dengan Raja.


Sambil menunggu kedatangan Raja, Ibra memesan minuman dan makanan, hingga tak berapa lama Raja sampai dan langsung duduk di hadapan Ibra.


"Assalamualaikum Ib" seru Raja.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Bang" balas Ibra.


"Kenapa gak langsung kerumah ? "


"Nanti saja Bang, mau jalan-jalan dulu di Jakarta"


Raja terkekeh.


Seorang pelayan datang dan menghidangkan makanan membuat obrolan keduanya terhenti untuk sesaat.


"Abang gak pesan makan ?" Tanya Ibra.


"Tidak, Abang sudah makan tadi"


Ibra menganggukan kepalanya "aku makan siang dulu ya Bang"


"Silahkan, Abang kekamar mandi sebentar"


Ibra mengangguk, lalu mulai menyantap makan siang nya dengan pelan, tapi bayangan pertemuan nya dengan Jihan kembali terlintas apalagi nama yang Jihan sematkan di layar ponselnya.


Untuk pertama kalinya jantung Ibra berdegup kencang, padahal selama ini ia terlihat biasa saja walau banyak wanita yang mendekatinya.


Ibra tite pria yang dingin tapi berhati lembut sama seperti Raja, tapi untuk sikap dingin dan kakunya entah menurun dari siapa karena Abi Fahri merupakan pria yang banyak bicara dan juga ramah.


Tak berapa lama Raja kembali dan Ibra juga selesai menyantap makan siangnya.


"Sudah makannya ?" Tanya Raja


"Sudah Bang"


"Insya Allah siap Bang"


Betul Memang semenjak Baba Zahran meninggal, Ibra di utus oleh Abi Fahri untuk membantu Raja di Jakarta, karena begitu banyak pekerjaan Raja yang pertama mengurus perusahaan dan kedua mengurus restoran keluarga.


Makanya Abi Fahri menyuruh Ibra membantu dan kebetulan Ibra juga mau.


"Nanti mau tinggal dimana ? Dirumah Bunda apa di rumah Abang ? Itu terserah kamu mana nyamannya aja"


"Kalau di rumah Abang boleh gak ?"


"Boleh, dirumah juga kadang ada Zio atau Alwi yang menginap nanti bisa sekalian kenalan biar banyak teman"


Ibra mengangguk, bukan ia tak mau serumah dengan Bunda Zenia hanya saja Ibra tak enak karena di rumah Bunda cewek semua. Nanti ia akan sering berkunjung atau menginap sekali-kali.


✨✨✨✨✨


"Keyla" teriak Jihan sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Keyla.


"Gue kangen banget sama Lu Key" ucap Jihan lagi.


"Sama, gue juga kangen" balas Keyla, "ya sudah ayo masuk !"


Mendengar kabar kehamilan Keyla. Dengan antusias Jihan langsung berkunjung, rasanya tidak ingin melewatkan momen ini.


"Bagaimana rasa nya jadi bumil ?" Tanya Jihan setelah mereka duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


"Enak gak enak lah Ji, apalagi pas mual bikin habis tenaga, tapi semuanya akan aku jalani dengan baik karena kehamilan ini yang paling kami tunggu"


Jihan mengelus perut Keyla yang masih rata, ia membayangkan bagaimana nanti kalau sudah hamil, pasti akan sangat menyenangkan apalagi laki-laki yang menanam benih seperti Ibra.


Oh. Ibra lagi Ibra lagi.


Pertemuan pertama mereka membuat Jihan langsung jatuh cinta. Ia yakin kalau jodoh pasti akan bertemu lagi.


"Lu kenapa senyum-senyum begitu ? Jangan ngebayangin yang aneh-aneh deh !" Seloroh Keyla melihat Jihan terus tersenyum sambil mengelus peru nya.


"Tau gak Key"


"Gak tau"


"Iihh Keyla, gue kan belum cerita"


"Hehe, ya udah apa !"..


"Tadi gue ketemu cowok ganteng banget Key" ucap Jihan menggebu-gebu.


"Lebih ganteng mana sama Alvi ?" Tanya Keyla, karena dulu yang paling ganteng menurut Jihan hanyalah Alvi cowok yang ia taksir dari SMA tapi sayangnya Alvi tak pernah melirik Jihan, entah apa sebabnya padahal Jihan juga cantik kulitnya putih, tapi kalau di bandingkan dengan Keyla memang masih cantikan Keyla.


"Untuk kali ini gue berpaling Key, lebih ganteng cowok tadi dari pada Alvi" jawab Jihan.


Keyla terkekeh "masak yuk Ji, gue pingin ikan goreng pakai sambel mangga enak kek nya"


"Kebiasaan deh, omongan Lu bikin gue ngiler"


Keduanya menuju dapur untuk memasak, Jihan membantu memotong mangga muda sementara Keyla mencuci ikan.


Setelah di cuci Keyla melumuri ikan Nila itu dengan bumbu setelah pakai jeruk nipis. Lalu menggorengnya kedalam wajan yang berisi minyak goreng yang sudah memanas.


"Wanginya bikin perutku keroncongan Key" ucap Jihan


Keyla hanya tersenyum sambil membalik ikannya yang sudah kering bagian bawah. Karena bagian atas belum.


Tak berapa lama ikan Nila goreng dengan sambal mangga di atasnya sudah matang, aroma yang menyegarkan berhasil membuat Keyla makan dengan lahap. Bahkan Jihan sampai melongo melihat cara makan Keyla sekarang.


"Assalamualaikum" tiba-tiba seseorang mengucapkan salam membuat Keyla dan Jihan berdiri untuk melihat siapa yang datang. Kalau Keyla sudah yakin itu suaminya.


"Waalaikumsalam, udah pulang Bang" balas Keyla.


Saat Jihan menoleh matanya langsung menatap sosok laki-laki yang ia temui tadi siang. Seketika senyum Jihan langsung mengembang.


"Dan gue beneran yakin kalau dia jodoh gue" gumam Jihan tapi masih didengar jelas oleh Raja, Keyla maupun Ibra.


-


LIKE DAN KOMEN.


ADD FAVORIT.


RATE BINTANG LIMA.


KASIH HADIAH (KOPI / BUNGAH )

__ADS_1


VOTE NYA JANGAN LUPA.


__ADS_2