
Pulang dari rumah sakit, Raja dan Keyla pamit karena malam ini mereka akan menginap di rumah Daddi dan Mommy Keyla. Mendengar kabar kehamilan Keyla tentu saja kedua orang tuanya begitu bahagia.
Selama perjalanan ke rumah Daddi dan Mommy. Keyla terus mengusap perut yang masih rata, senyum kebahagiaan terus terpancar di wajah cantiknya.
Begitupun dengan Raja yang juga ikut mengelus perut istrinya, rasanya sudah tidak sabar menunggu anak nya lahir.
"Mau beli apa dulu Sayang ?" tanya Raja.
"Enggak ada Bang, langsung pulang saja Key udah gak sabar ketemu sama Mommy" balas Keyla.
Raja mengusap puncak kepala sang istri "Baik sayang"
Tidak lama kemudian mobil mereka memasuki perumahan elit lalu berhenti tepat didepan pagar besi yang menjulang tinggi. Raja membunyikan klakson mobilnya dan seorang Satpam membuka pagar tersebut.
"Terima kasih Pak" ucap Raja sopan.
"Sama-sama Den"
Didepan teras terlihat sang Mommy sudah menunggu kedatangan keduanya. Tanpa menunggu sang suami Keyla langsung keluar dan sedikit berlari supaya cepat memeluk Mommy Alya.
"Jangan lari-lari Nak ! ingat kamu sedang hamil" oceh Mommy.
Keyla menyengir "Maaf Mom, habis kangen banget sama Mommy"
Mommy Alya geleng-geleng kepala, lalu menerima pelukan hangat dari putrinya.
"Sama Daddi gak kangen ?" sahut seorang pria paruh baya yang baru datang dari belakang.
Keyla melepaskan pelukannya lalu beralih memeluk Daddi Kenan, sangat erat mungkin Keyla begitu merindukan masa-masa bersama kedua orang tuanya.
Raja mendekat lalu menyalami punggung tangan kedua mertuanya dengan sopan.
"Ya sudah ayo masuk, kita ngobrol didalam saja" ajak Mommy.
Di sebuah ruang keluarga yang cukup luas, Ada Daddi, Mommy, Keyla dan Raja yang sedang bercerita tentang kehamilan. Banyak yang Mommy ajarkan kepada Keyla.
"Dengerin Yank" seloroh Raja.
"Iya Bang, iih Key dengerin kok" balas Keyla.
"Kalau dia tetap gak mau dengerin omongan kamu hukum aja, biar jerah" sahut Daddi membuat Keyla kesal.
"Apa sih Dad, Key mana berani ngebantah Abang" balas Keyla sambil tersenyum manis.. Menampilkan wajah lucu dan menggemaskan.
"Nanti Mommy beliin susu ibu hamil untuk Key, sekalian Mommy mau belanja bulanan"
Mendengar ucapan Mommy tiba-tiba Keyla ingin ikut belanja, rasanya pasti sangat menyenangkan keliling minimarket sambil mendorong keranjang bersama sang Mommy, ia juga sudah sangat lama tak belanja bulanan berdua dengan Mommy.
Ah memikirkan hal itu membuat Keyla rindu masa remajanya saat masih sering diminta Mommy untuk menemami Belanja, dulu ia sering menolak dengan beribu alasan karena Keyla pikir itu sangat membosankan tapi ternyata sekarang ia justru merindukan semua itu.
"Aku ikut ya Mom" seru Keyla dengan semangat.
__ADS_1
"Tidak boleh" jawab Mommy cepat.
"Ya kenapa sih Mom, Key kan kangen belanja bareng Mommy"
"Nanti aja ya Key, sekarang kehamilan Keyla masih kecil jadi jangan capek-capek dulu ! nanti Mommy ajakin belanja"
"Benar kata Mommy sayang, kata dokter tadi kan kamu gak boleh capek-capek, apalagi belanja pasti berdiri terus belum lagi harus ngantri pas pembayaran" sahut Raja dengan lembut.
Walaupun begitu ingin akhirnya Keyla mengerti, ia harus memikirkan janin yang ada di kandungannya, apalagi penantiannya untuk menjadi ibu hamil bukan lah waktu yang sebentar. Satu tahun lebih ia menanti.
"Baiklah, tapi lain kali Mommy ajak Key belanja ya !"
"Iya Nak"
...✨✨✨✨✨✨...
Disebuah kampus ternama seorang perempuan cantik dengan balutan busana muslim serta hijab panjangnya sedang menyusuri koridor kampus. Entahlah akhir-akhir ini ia merasa selalu di ikuti seseorang tapi entah siapa. Karena otaknya tak bisa berpikir siapa orang yang selalu mengikutinya kemanapun ia melangkah.
Awalnya Zhalfa merasa kalau itu hanya perasaannya saja namun lama kelamaan itu bukan hanya sekedar perasaan. Karena sering ia melihat saat ia sudah tiba di rumah sebuah mobil selalu melintas dan anehnya mobil itu melintas saat Zhalfa sudah berada di rumahnya.
Dan hari ini Zhalfa ingin membuktikan kalau perasaannya selama ini tidak salah, ia cuman ingin bertanya kenapa ia di ikuti, apa salahnya ?
Setelah keluar kampus Zhalfa langsung berjalan dengan normal, bahkan ia sengaja tak menyuruh sopir untuk menjemputnya. Benar saja perasaan itu semakin jelas Zhalfa berusaha keras supaya tak menoleh kebelakang.
"Ya Allah lindungi hamba !"
"Semoga orang itu tidak berniat jahat pada hamba"
Hingga tepat di ujung jalan ketika kakinya sudah lelah untuk berjalan Zhalfa membalikan tubuhnya, dan begitu pas ketika dua orang pria bertubuh tinggi serta berpakaian serba hitam hendak berbalik tapi terlambat karena Zhalfa sudah melihat mereka duluan.
"Siapa kalian ? kenapa kalian mengikuti aku ?" tanya Zhalfa dengan nada takut..
"Kami tak berniat jahat padamu Nona, kami hanya ingin melindungi mu" jawab pria brewok
Zhalfa memincingkan matanya "Memangnya aku kenapa sampai perlu di lindungi oleh kalian. Aku baik-baik saja, malahan semenjak ada kalian aku merasa tak nyaman" balas Zhalfa.
"Maafkan kami Nona jika membuatmu tak nyaman, kami akan menjagamu dari kejauhan"
"Aku tidak perlu di jaga, aku bukan anak kecil lagi. Jadi pergilah !"
Kedua pria itu saling pandang, sementara di seberang sana seseorang sedang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kami bisa di marahin sama Bos Nona kalau tak menjagamu"
Apa katanya tadi ?
Bos ?
Siapa bos yang mereka maksud ?
Zhalfa kembali berpikir, dengan siapa ia berhubungan sekarang ? perasaan ia tak pernah meminta Abangnya untuk menjaga nya seperti ini, lagian jika memang kedua Abangnya mengirimkan bodyguard pastinya mereka akan memberi tahu Zhalfa dulu.
__ADS_1
"Siapa Bos kalian ?" tanya Zhalfa.
"Kami tidak bisa memberi tahu anda Nona, tapi Bos kami sangat ingin anda baik-baik saja, makanya dia meminta kami berdua untuk mengikuti kemanapun anda pergi"
...✨✨✨✨...
Sementara itu.
Selagi menunggu Mommy belanja bulanan Keyla pergi kekolam belakang, kolam ikan kesayangan kakek. Dulu ia sering menemani sang Kakek untuk memberi makan ikan.
Kolam itu masih sama, sepertinya Daddi menjaganya dengan baik.. Keyla duduk di bangku panjang lalu menatap para ikan yang sedang berenang dengan bebas.
Tak berapa lama sang suami menyusul dengan membawa sepiring puding yang sudah di potong.
"Nih, kata Bibi kamu suka puding" ucap Raja.
Keyla bergeser supaya memberikan ruang untuk suaminya duduk.
"Iya Bang, Key memang suka Puding apalagi buatan Mommy rasanya enak"
"Benarkah ?" tanya Raja antusias.
"Makanya di cicip dulu, Pasti abang ketagihan"
Raja memasukan sepotong puding kedalam mulutnya "Enak, tapi lebih Enak buatan kamu"
"Gombal" balas Keyla.
Raja mencubit hidung istrinya dengan gemas "kok gombal sih, ya enggaklah sayang emang semua makanan buatan kamu enak, buktinya Abang nambah terus kalau makan"
-
-
LIKE DAN KOMEN
ADD FAVORIT.
RATE BINGANG LIMA
KASIH HADIAH (KOPI/BUNGAH)
VOTE NYA JANGAN LUPA.
🍀🍀🍀🍀🍀
Maaf ya updatenya lama, aku lagi banyak masalah. Kalian pernah gak sih ngerasain hidup seperti sendiri padahal ada banyak keluarga. Soalnya gak ada yang ngertiin kita.
Itulah yang aku rasakan hari ini, kek rasanya hidup cuman sendiri padahal tinggal sama orang tua. Tapi mereka gak ada yang ngerti, mau ngadu kemana ? paling cuman nangis sendiri dikamar.
Ada yang sama gak ?..
__ADS_1
Hehe maaf ya udah curhat.