
Malam itu-
Terbentang indahnya sinar bintang, terbias samar-samar cahaya di balik awan pekat. Pantulan sinar sang ratu malam semakin memperindah suasana malam. Lampu pijar seolah tak berarti dan tak turut serta didalamnya.
Disebuah kamar Keyla sedang duduk termenung di sudut kamar, setelah melaksanakan sholat Isya ia tak lagi keluar kamar, suaminya belum pulang karena mendadak ada pekerjaan yang tak bisa di tinggal.
Berulang kali Art memanggil untuk makan malam namun Keyla menolak, entahlah ia merasa tak enak makan untuk saat ini. Mungkin karena sang suami tak ada di rumah atau karena ada perempuan yang hadir di tengah-tengah rumah tangganya.
Walaupun sudah berusaha keras untuk membuat Tasya pergi namun hasilnya nihil. Wanita tak tahu malu itu masih berada dirumah ini walau semua orang tak menganggapnya ada.
Bukan semua orang memang !
Karena saat Zahran pulang, Tasya langsung bersikap ramah dan memberi tahukan kalau dirinya adalah anak teman Zahran hingga membuat Zahran membiarkan Tasya menginap dirumah malam ini.
Sebuah ketokan pintu membuat Keyla beranjak, ia berjalan kearah pintu kamar untuk membukanya.
"Kenapa gak makan malam Nak ?" tanya Zenia setelah pintu kamar di buka oleh Keyla.
"Nanti saja Bun, aku masih kenyang"
Zenia tersenyum dengan tulus, saat ini cadar yang biasa melekat di wajahnya sudah terlepas membuat Keyla bisa memandang wajah ibu mertuanya dengan bebas.
"Masuk dulu Bun" ajak Keyla kemudian
Diatas ranjang tempat tidur keduanya duduk, Zenia mengelus rambut panjang Keyla dengan penuh kasih sayang.
"Bunda tau apa yang Key rasakan" ujar Zenia hingga membuat Keyla menoleh.
"Bunda tau Key khawatir dengan keberadaan Tasya disini, tapi ingatlah nak Abang tidak akan mengkhianati kamu, dia sayang banget sama Key ! buktinya selama Abang di Turki ia setia menjaga hatinya untuk Key"
Keyla termenung, benar memang suaminya menjaga hati untuk dirinya ? buktinya ia sama sekali tak mendengar jika Raja mempunyai kekasih selama di Turki.
Padahal di Turki pasti ada wanita cantik, bahkan lebih cantik darinya namun Raja tetap menjaga hati dan setelah pulang Raja langsung melamar Keyla.
"Besok Tasya udah pulang kok" lanjut Zenia lagi "Baba yang nyuruh"
"Jadi malam ini biarkan Tasya tidur disini dulu ya ! karena kasihan kalau di suruh pulang malam-malam begini. Key tenang saja Bunda sama Zhalfa akan selalu ngawasi dia"
Ucapan lembut tapi penuh makna itu berhasil membuat Keyla bahagia, sebenarnya ia tak masalah jika Tasya menginap disini asal tujuan nya baik bukan ingin merebut suaminya.
Didunia ini wanita mana yang nyaman jika dirumahnya ada wanita lain yang dengan terang-terangan mengungkapkan jika ia menyukai sang suami.
Tidak.
__ADS_1
Tidak ada wanita seperti itu.
"Yuk makan dulu !Abang kan lembur biasanya pulangnya malam"
"Baik Bun"
Keyla mengikuti langka kaki mertuanya untuk turun kebawa, tak lupa sebelum keluar Keyla kembali memasang hijabnyam. Di meja makan Zhalfa dan Tasya masih duduk disana.
"Baba mana Bun ?" tanya Keyla karena tak melihat Zahran disana.
"Dikamar Nak, tadi habis dari Restoran tiba-tiba badannya gak enakan. Mungkin kecapekan maklum Baba sudah tua" jelas Zenia.
Keyla menganggukan kepalanya, lalu menarik kursi untuk duduk.
Hingga pandangan mata Keyla tertuju pada Tasya yang saat ia turun kebawah tak pernah berhenti memperhatikannya.
"Kamu sudah makan Sya ?" tanya Keyla basa-basi.
"Sudah" jawab Tasya sinis.
Tiba-tiba suara lembut seseorang membuat mereka serempak menoleh, ada Raja yang baru pulang dari bekerja. Keyla langsung menyambut tangan sang suami untuk ia cium.
"Katanya lembur Bang" tanya Keyla.
"Abang mau makan dulu apa mandi dulu" sahut Keyla.
"Makan dulu Sayang, habis itu mandi hehe" Raja terkekeh sambil menatap wajah istrinya.
"Baba mana Bun ?" tanya Raja saat tak melihat sosok Zahran bergabung disana.
"Agak gak enak badan Nak, tadi habis pul---" belum selesai Zenia melanjutkan ucapan nya Raja sudah berlalu pergi untuk melihat kondisi Zahran.
Begitulah Raja ia akan sangat khawatir jika mendengar Zahran sakit. Dengan pelan Raja membuka pintu kamar hingga matanya menangkap sosok Zahran yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
"Ba" panggil Raja
Zahran menoleh lalu berusaha tersenyum walau wajahnya sangat pucat, membuat Raja bertambah khawatir.
"Baba kenapa ? ya Allah wajah Baba pucat sekali" ujar Raja kemudian..
"Baba tidak apa-apa Bang, mungkin Allah sayang sama Baba makanya Baba diberikan sakit" balas Zahran dengan lembut.
Uhuk--Uhuk.
__ADS_1
Zahran terbatuk, tapi tetap berusaha baik-baik saja di depan keluarganya terutama di depan sang istri, ia tak ingin orang-orang yang ia sayagi khawatir.
"Ba kita kerumah sakit ! Abang gak tega lihat Baba seperti ini" ajak Raja dengan suara serak hendak menangis.
Zahran menggeleng "Kita lihat besok jika Baba masih sakit kita kerumah sakit ya"
Walau begitu khawatir Raja menurut, ia memijit kaki Zahran dengan lembut, terkadang terdengar ringisan dari mulut Zahran membuat Raja terus merasakan kekhawatiran.
Zahran terus beristighfar, menyebut nama Allah sebisa mungkin, lantunan ayat suci yang merdu membuat Raja sedikit nyaman.
Tak berapa lama Zenia, Keyla dan Zhalfa masuk kedalam kamar. Zenia langsung naik dan duduk di samping sang suami. Begitupun dengan Zhalfa sementara Keyla duduk di dekat Raja.
"Ba, minggu depan Adek mau ke Yogyakarta ikut kegiatan kampus. Apa Baba mengizinkan" tanya Zhalfa. Mungkin salah jika membahas masalah ini disaat kondisi Zahran tak stabil tapi Zhalfa hanya ingin membuka obrolan karena hari ini ia seperti jauh dari Zahran. Saat pulang Zahran sudah pucat dan langsung masuk kamar.
Zahran menoleh "Boleh Dek, nanti sekalian lihat kakak Adel ya" ucap Zahran dengan suara lemah.
"Kita kerumah sakit yuk Ba" ajak Zenia pada sang suami.
"Besok aja ya, kalau keadaan Baba tak membaik kita kerumah sakit. Malam ini kalian tidurlah dengan tenang Baba akan baik-baik saja"
Semuanya terdiam, hingga jam berputar dan tak terasa sudah pukul 10 malam, Raja, Keyla dan Zhalfa pamit untuk istirahat.
"Kalau ada apa-apa panggil Abang ya Bun" pesan Raja pada Bundanya.
"Iya Nak, kalian istirahatlah Bunda yang akan jagian Baba"
Setelah ketiga anaknya pergi Zenia kembali merabah kening suamianya masih terasa panas hingga membuatnya kembali mengompres.
Tiba-tiba tanganya di pegang oleh Zahran dengan lembut. "Tidur Sayang ! ini sudah malam" ucap Zahran.
"Tapi badan byby masih panas sekali" balas Zenia. Ternyata panggilan Byby masih membekas, ia akan selalu memanggil Zahran dengan panggilan kesayangannya jika hanya berdua saja.
"Byby tidak apa-apa ayo tidur"
-
LIKE dan komen.
Add favorit
Rate bintang lima
Kasih Hadiah (Kopi/Bunga)
__ADS_1
Votenya jangan lupa