Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 31-Nasehat Baba Zahran


__ADS_3

"Assalamualaikum" terdengar suara di ambang pintu.


"Waalaikumsalam" jawab Alya.


"Loh kok gak ngabarin dulu kalau udah mau kesini ?" Tanya Alya kaget melihat kedatangan Rian dan Maudy.


"Enggak papa Kak, kita sengaja datang lebih awal soalnya Maudy mau membantu acara pernikahan Key dan calon suaminya" jawab Rian.


"Oh begitu, masih 2 bulanan lagi tapi udah sibuk banget"


Maudy mendekat, lalu memeluk Alya. Tanda kerinduan karena sudah jarang ketemu. Semenjak anak perempuan mereka memutuskan kuliah di luar negeri Maudy dan Rian ikut.


"Om, Tante" Tiba-tiba Keyla datang dan langsung memeluk Rian dengan erat.


"Ciee, yang udah mau nikah" goda Rian.


Keyla mengerucurkan bibirnya membuat Rian dan Maudy terkekeh. "Yakin udah mau nikah, orang manja nya masih kelihatan gini" seloroh Maudy masih menggoda keponakan nya.


"Yakin dong Tan" jawab Keyla mantap.


"Siapa nama calon suamimu, maaf Om lupa" Tanya Rian.


"Faktor umur ya Om" Keyla terkekeh


"Hahaha, iya paling" Jawab Rian tergelak.


"Namanya Raja Alvaro Pradipta Putra Arsalan, anaknya baik rajin sholat, pokoknya ok lah" Keyla membanggakan calon suaminya.


Alya hanya geleng-geleng kepala mendengar anaknya begitu antusias memperkenalkan Raja kepada keluarganya.


"Loh dek Alwi sama dek Nura mana ?" tanya Keyla heran soalnya belum mendapatkan kehadiran dua adik dari Omnya itu.


"Kalau Alwi masih di tempat Bundanya, si Nura katanya nanti menyusul soalnya masih ada kegiatan di kampus. Paling seminggu lagi juga menyusul" jelas Rian


"Oh" Keyla menganggukan kepalanya.


-


-


Setelah berbincang dengan Om dan Tantenya Keyla kembali kekamar, mengerjakan pekerjaannya sebagai pengacara karena sebentar lagi ia akan mengambil cuti. Keyla ingin fokus ke pernikahan nya dengan Raja.


Triiing.


Ponsel Keyla berbunyi ia segera mengeceknya, berharap itu adalah Raja tapi nyatanya nihil. Yang mengirim pesan adalah Erik.


"Bisakah kita bertemu hari ini ?"


Keyla mendesah frustasi, padahal ia sudah menolak untuk tidak ingin membantu Erik. Dan menyuruh Hanum saja yang menjadi pengacaranya. Namun Erik terus menghubunginya dengan alasan masih ingin Keyla yang menjadi pengacaranya.


"Teman mu kurang Ok, saya kurang memahami cara teman anda menjadi pengacara"


Atau


"Kerjaan temanmu lambat, bisa-bisa saya kala dalam persidangan ini"

__ADS_1


Itulah yang menjadi alasan Erik, padahal saat Keyla bertanya dengan Hanum semuanya baik-baik saja.


Entahlah kenapa Erik selalu minta ketemuan dengan dirinya.


"Maaf saya tidak bisa" Keyla langsung mengirimkan pesan kepada Erik.


Rasanya begitu kesal dengan sifat Erik, padahal Keyla padahal Keyla sudah memperlihatkan cincin pertunangannya dengan Raja. Namun Erik dengan enteng berkata.


"Baru tunangan bukan ? yang sudah mau akad nikah saja bisa di batalkan apalagi baru tunangan"


Menyebalkan !!


Sungguh menyebalkan !!


Mimpi apa dirinya sampai harus bertemu dengan orang seperti Erik.


Hingga ponsel milik Keyla berbunyi membuat Keya ingin marah, tanpa melihat siapa yang menelpon Keyla langsung mengangkat nya.


"Ada apa lagi Bapak Erik ? saya kan udah bilang tidak bisa ketemuan" cerocos Keyla tanpa henti.


"Assalamualaikum Neng" suara orang di seberang sana


Tunggu !


Keyla langsung terdiam, mendengar panggilan Neng dari si penelpon. Tidak mungkin ini Erik kan.


Keyla mengangkat ponselnya di telinga, lalu melihat siapa yang menelpon. Tertera nama 'Abang' disana membuat Keyla menelan luda berkali-kali.


"Waalaikumsalam Ab-ang" jawab Keyla terbata-bata.


"Siapa Erik Neng ? kenapa begitu marah dengan nya ?"


"Wah minta di hajar itu orang" seloroh Raja di seberang sana.


"Jangan Bang ! jangan bekelahi ! aku gak suka tau gak"


"Siapa yang mau berkelahi sih Neng, Abang cuman mau ngasih peringatan supaya dia tidak mengganggu Calon istri Abang lagi"


"Gak usah lah Bang, kalau Key tidak pernah mau menemui nya mungkin dia akan capek sendiri lalu berhenti ganggu aku"


"Makanya jadi orang jangan cantik-cantik Neng, kan Abang banyak saingan"


Blas


Wajah Keyla langsung bersemu merah, pujian dari Raja selalu berhasil membuat dirinya terbang ke atas awan.


"Abang ngapain nelepon aku ?" tanya Keyla lagi.


"Kangen Hehe"


Lagi dan lagi Keyla menjadi tersipu. Aaaa. Rasanya sudah tidak sabar menunggu dirinya sah menjadi istri Raja.


"Hanya itu ?"


"He. em.. Ya udah dulu ya Neng cantik. Abang mau nyari duit dulu hihi. Assalamualaikum calon makmum ku"

__ADS_1


"Waalaikumsalam calon imam".


Setelah panggilan terputus Keyla menggigit sarung bantalnya saking senangnya karena Raja menelpon. Rasanya masih rindu dengan suara lembut itu. Namun ia masih malu untuk bilang ke Raja bahwa ia ingin berbicara lebih lama.


-


-


Malam harinya setelah melaksanakan sholat isya di Masjid terdekat, Raja dan Zahran berada di ruang kerja. Mengecek beberapa email dan berkas perusahaan. Walaupun sekarang perusahaan itu sudah resmi milik Raja tapi tetap saja Zahran akan turut adil membantu.


"Bagaimana persiapan pernikahan Bang ?" tanya Zahran.


"Sampai sini Alhamdulillah lancar Ba" jawab Raja.


"Tinggal dua bulan lagi Bang, jadi persiapkan semuanya dengan matang, mengenai Mahar bagaimana ?" tanya Zahran lagi.


"Mahar juga insya Allah siap Ba"


"Apa mahar nya ?"


"Nanti Baba akan tau"


Suasana kembali hening, di susul Zahran yang menutup map nya lalu mengembalikan Map itu keatas meja.


"Abang, menjadi seorang suami itu bukan muda" Zahran memulai pembicaraan.


Raja yang mendengar Zahran hendak berbicara serius langsung menghentikan pekerjaan nya.


"Menikah itu gampang tinggal ijab kabul dan Sah. Tapi menjalaninya yang susah. Apalagi kita sebagai kepala keluarga harus benar-benar adil dalam segala hal. Adil membagi waktu dan adil menyayangi istri dan keluarga"


"Setelah kata Sah terucap oleh Saksi disana lah tugas ayahnya Keyla selesai untuk bertanggung jawab dengan Keyla dan akan berpinda ketangan Abang"


"Dan di situ tanggung jawab Abang bertambah besar, jika istri Abang berbuat dosa Abang pun akan menanggungnya. Jadi Abang harus benar-benar menjadi imam yang baik supaya istri Abang nanti dapat mencontoh"


Raja menganggukan kepalanya.


"Abang mau tanya Ba, apa Baba pernah cemburu pada Bunda ?" tanya Raja.


Kening Zahran mengkerut "Tentu Nak, cemburu itu manusiawi. Baba pernah cemburu bahkan saking cemburu nya Baba sampai menangis tapi Baba tidak perna bilang sama Bunda tentang perasaan Baba, waktu cukup Baba dan Allah saja yang tau"


"Memangnya Abang saat ini sedang cemburu ?" Zahran bertanya.


"Iya Ba" jawab Raja.


"Sama siapa ?" tanya Zahran..


"Namanya Erik Ba, di klien Keyla dia ingin Keyla menjadi pengacaranya, awalnya Keyla bersedia tapi aku larang makanya Key berhenti. Tapi laki-laki itu tetap menghubungi Key. Apa yang harus Abang lakukan Ba ? apa Abang harus menemui laki-laki itu"


Zahran tersenyum "Tidak perlu Bang, serahkan semuanya kepada Allah. Minta kepada Allah supaya hati Keyla tidak berpaling"



VISUAL ABANG RAJA.


__ADS_1


**VISUAL BABA ZAHRAN..


AYO LIKE DAN KOMENNYA. KASIH HADIA YANG BANYAK SUPAYA AUTHOR SEMANGAT LAGI**..


__ADS_2