Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Melihat rumah baru


__ADS_3

Siang hari nya usai melaksanakan sholat Dzuhur Raja mengajak sang istri untuk melihat rumah baru mereka.


"Neng mau gak lihat rumah kita, siang ini" ucap Raja yang baru saja pulang dari masjid.


"Mau Bang" jawab Keyla antusias.


"Ya sudah siap-siap sana ! Abang tunggu"


Keyla menganggukan kepalanya, ia bersiap untuk pergi. Setelah itu mereka berpamitan kepadan Zahran dan Zenia, tapi ternyata ketiga adek Raja ingin ikut.


"Gak papakan mbak Key kalau kita ikut" ucap Adel.


"Iya gak papa, ayo !" balas Keyla dengan tersenyum.


"Horee" Adel dan Zhalfa bersorak.


Didalam perjalan menuju rumah baru, Keyla kembali merasakan sakit di perutnya, maklum karena datang bulan makanya ia terus merasakan sakit.


"Selalu seperti ini Neng ?" tanya Raja sedikit khawatir.


Keyla mengangguk "Iya Bang"


"Gak ada obatnya ?"


"Ada Bang, nanti mampir di apotek saja"


"Baiklah"


Raja memperhatikan jalanan, matanya terus mengamati sekeliling siapa tau bertemu dengan apotek, namun ternyata apoteknya tidak jauh dari rumah baru mereka.


Segera Raja turun untuk membeli obat pereda sakit istrinya, ia tak akan tega melihat Keyla sakit seperti ini.


"Ini Neng, katanya di minum setelah makan" ucap Raja memberikan obat yang ia dapatkan


"Iya Bang"


Raja kembali menjalankan mobilnya memasuki perumahaan elit, rumah yang sejajar dan sangat mewah dengan dua lantai.


Didepan gerbang bercat merah bata, Raja menghentikan mobilnya. Mata Keyla menatap sekitar.


"Ini rumahnya Bang ?" tanya Keyla.


"Iya Sayang, ini rumah kita" jawab Raja lantas turun untuk membuka gerbang.


Keyla ikut turun karena melihat Adel dan Zhalfa sudah turun. Mereka bertiga mengamati setiap rumah yang berjejer rapih.


"Masya Allah, aku juga mau kak kalau tinggal disini" seloroh Zhalfa karena merasakan kedamaian saat berada di lingkungan itu


Tiba-tiba seorang wanita paruh baya dengan penampilan yang sangat elegan membuka gerbang, kemudian tersenyum ramah kearah Keyla, Adel dan Zhalfa.


"Wah mau ada tetangga lagi nih" ucap Ibu itu.


"Yang punya rumah di depan ya ?" tanya Ibu itu lagi.


"Iya Bu" jawab Keyla sopan.


"Perkenalkan nama ibu Lestari, panggilannya Ibu Sri saja" ucap wanita paruh baya yang memperkenalkan namanya.


"Saya Keyla Bu, dan ini kedua adek saya. Adel dan Zhalfa" balas Keyla yang menerima jabatan tangan bu Sri.

__ADS_1


"Cantik-cantik sekali kalian, Ya sudah Ibu mau kewarung sebentar, semoga betah ya tinggal disini"


Keyla mengangguk "Aamiin" balas Keyla.


Setelah Bu Sri pergi mereka bertiga kembali berkeliling, hingga panggilan dari Arda membuat mereka memutuskan untuk kembali saja.


"Aku mau tinggal disini Bang" seloroh Zhalfa.


"Yang di ajak itu Mbak Key bukan kamu Dek" balas Arda kemudian.


Zhalfa memanyunkan bibirnya membuat Keyla terkekeh lucu.


"Kalau Zhalfa mau menginap disini boleh Kok, lagian pasti banyak kamar" sahut Keyla.


"Tuh kan mbak Key aja ngizinin" kata Zhalfa sambil menatap Arda kesal.


"Udah, ayo masuk" lerai Raja.


Mereka memasuki rumah minimalis yang di desain sangat mewah, rumah dengan dua lantai itu sangat enak di pandang.


"Assalamualaikum" seru Raja saat membuka pintu rumah.


Saat pintu terbuka, nampaklah kemewahan di dalamnya, pintu utama langsung menghubungkan keruang tamu, setelah itu ada ruang televisi dan ruang makan. Namun keadaan rumah masih kosong Raja sengaja belum membeli perlengkapan rumah karena ingin sang istrilah yang memilih perlengkapan rumah tangga mereka.


"Bagaimana Neng, kamu suka dengan rumahnya ?" tanya Raja pada sang istri.


Keyla menganggukan kepalanya cepat "Suka banget Bang"


"Alhamdulillah kalau begitu" balas Raja tersenyum bahagia.


Raja juga membawa istrinya berkeliling, memperlihatkan setiap sudut rumah nya. Ada 4 kamar disana. Dan satu ruang kerja untuk Raja.


"Serius Bang aku sama Zhalfa boleh nginep ?" tanya Adel dengan mata berbinar.


"Iya boleh dong masa iya enggak"


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah melihat rumah baru, mereka langsung pulang kerumah. Karena Keyla sudah tak enak ingin berganti pakaian.


Ternyata Zahran dan Zenia sudah pulang.


"Bagaimana rumah pilihan Abang Nak ? suka ?" tanya Zenia pada menantu nya.


"Suka Bun" jawab Keyla.


"Syukur kalau begitu" Zenia membelai kepala Keyla.


Malam harinya usai makan malam Raja dan Keyla sudah berbaring di atas ranjang tempat tidur.


"Masih sakit Neng ?" tanya Raja.


"Dikit Bang"


"Kira-kira berapa hari sakitnya akan hilang ?"


"2 sampai 3 hari Bang"


"Ya Allah lama sekali"

__ADS_1


Raja membantu memijiti pinggang istrinya karena Keyla terus mengeluh kalau pinggangnya sakit, Pijitan Raja yang lembut membuat rasa sakit itu sedikit hilang, bahkan Keyla sangat nyaman di buatnya.


"Baru juga semalam ya Neng" ucap Raja.


"Apanya Bang ?" tanya Keyla tak mengerti.


"Itu Neng, malam sejuta umat. Eh mala sekarang ada tamu tak di undang datang"


Keyla tampak berpikir lalu sesaat langsung tergelak mendengar ucapan suaminya. Ia menghentikan pijitan sang suami dan ikut duduk sehingga berhadapan dengan Raja.


Mata Keyla memandang wajah tampan suaminya, begitupun dengan Raja yang juga memandang wajah sang istri.


"Kalau ini boleh gak ?" Raja menyentuh bibir ranum Keyla.


"Boleh" jawab Keyla yakin, ia juga kasihan pada Raja karena sekarang ia tak bisa memberikan hak Raja, padahal mereka masih pengantin baru. Namun apalah daya karena si M datang tanpa di undang.


Raja mendekatkan wajahnya, hingga bibinya menempel pada bibir sang istri. Mata mereka sama-sama terpejam menikmati sensasi memabukan itu.


"Emm" Gumam Keyla sehingga membuat Raja bertambah bergai rah.


Tak berapa lama Keyla memukul dada sang suami, pasokan oksigennya hampir habis akibat penyatuan mereka.


Nafas keduanya terengah-engah, Raja membelai wajah sang istri, merapihkan anak rambut Keyla yang berantakan lalu menyelipkan nya di belakang telinga.


"Udah ah tidur" ucap Raja kemudian.


"Gak lanjut lagi ?" tanya Keyla.


"Abang gak kuat Neng, nanti kebablasan"


Keyla terkekeh, sementara Raja sudah kembali berbaring dengan mata terpejam. Keyla tahu apa yang di pikirkan suaminya sekarang namun ia tak bisa melakukan apa-apa.


"Maaf ya Bang" bisik Keyla di telinga Raja.


"Kenapa minta maaf ?" tanya Raja yang kembali membuka matanya.


"Karena gak bisa memberikan haknya Abang"


Raja justru tergelak "Ini bukan salah kamu Bang, salahin aja sama Sih M kenapa datang mendadak seperti ini"


"Udah tidur Neng, Abang gak papa kok"


"Baik Bang"


Keyla mulai memejamkan matanya, semenjak menikah dengan Raja ia mempunyai bantal baru yaitu lengan sang suami, entahlah rasanya begitu nyaman tidur beralaskan lengan kekar suaminya, melebihi nyamanya menggunakan bantal asli.


"Huuh, kenapa pikiran ku masih berkelana sih" gerutu Raja saat menyadari sesuatu pada dirinya masih merontah-rontah tak karuan.


-


-


**MAAFKAN TELAT UPDATE YA, ENTAH KENAPA HARI INI MALAS SEKALI NULIS HEHE..


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN.


KASIH HADIAH YANG BANYAK.


VOTE NYA JANGAN LUPA**.

__ADS_1


__ADS_2