Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 68


__ADS_3

Di sebuah perusahaan Arsalan grup. Raja baru saja tiba di sana. Gedung yang menjulang tinggi menjadi pemandangan di matanya.


Raja memasuki perusahaannya, banyak para karyawan yang menunduk hormat saat sang Presedir tiba di perusahaan. Raja membalas mereka dengan senyuman.


"Siang Tuan" sapa David sambil membuka pintu Lift.


"Siang Vid" balas Raja.


"Bagaimana meeting tadi ? berjalan lancar kan ?" tanya Raja lagi.


"Iya Tuan, semua nya lancar"


Raja mengucap syukur di dalam hatinya karena pekerjaan hari ini lancar tanpa hambatan apapun. Berharap semuanya akan seperti ini.


Tiba di ruangan Raja langsung berkutad dengan pekerjaannya, setumpuk pekerjaan di atas meja serta beberapa email yang di kirimkan David belum ada yang ia periksa. Sepertinya ia akan lembur lagi malam ini.


Tapi Raja tak akan terlalu khawatir kalau memang malam ini ia akan lembur, karena di rumah ada ibu mertuanya yang menemani sang istri.


----


Sementara itu dua orang suruhan Tasya terus mengintai perusahaan Raja. Mata mereka tak pernah berpaling dari gedung pencakar langit itu. Sesuai dengan perintah Tasya kalau mereka harus mengawasi kemanapun Raja pergi.


Satu persatu kendaraan meninggalkan parkiran kantor.


"Sepertinya sudah waktunya pulang" ucap Mita


Johan melirik jam tangannya "Iya, sekarang sudah jam 5"


Tak cukup lama keadaan kantor sudab sangat sepi hanya tertinggal seorang satpam yang sudah berganti Sif. Sementara mobil Raja belum juga ada tanda-tanda akan keluar gedung membuat Mita menghubungi Tasya.


"Ada apa ?" tanya Tasya di seberang sana.


"Sepertinya orang yang bos maksud sedang lembur, karena tinggal 2 mobil di perusahaan itu sementara yang lain sudah pulang" jelas Mita.


"Tetap awasi dia, pastikan kalian tau besok dia akan kemana !"


"Baik Bos"


------


Di ruangan, Raja masih terus berkutat dengan pekerjaan bersama David karena besok ada lagi meeting dengan perusahaan Abraham grup. Ya walaupun itu perusahaan mertuanya tapi tetap saja Raja akan menampilkan yang terbaik.


"Alhamdulillah selesai juga" ucap Raja.


"Iya Tuan, kita bisa pulang" balas David.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul 06 sore sebentar lagi akan masuk sholat maghrib.


"Lebih baik sholat maghrib dulu sebelum pulang, lagian gak akan lama lagi"


David mengangguk setuju "Baik Tuan"


Suara Adzan Maghrib mulai berkumandang, sementara Raja dan David sudah bersiap untuk sholat, mereka akan melaksanakan sholat Maghrib di ruangan Raja karena memang ada ruangan Khusus untuk sholat disana.


Raja menjadi imam, mereka berdua melaksanakan sholat maghrib dengan khusuk.


Selesai sholat barulah keduanya pulang. Mereka berbeda jalan pulang maka dari itu Raja tak pernah mau di jemput oleh David di rumah. Selain jauh Raja juga kasihan


"Saya duluan Tuan !" ucap David


"Baik hati-hati di jalan !" balas Raja.


Mobil David bergerak meninggalkan gedung, sementara Raja baru akan menjalankan mobilnya, saat bertemu dengan dua orang Satpam yang bertugas menjaga perusahaan Raja menghentikan mobilnya.


"Mau pulang Pak ?" sapa satpam tersebut.


"Iya" balas Raja sambil tersenyum kemudian mengeluarkan uang berjumlah 200 ribu "Bagi dua ya buat beli cemilan malam ini" ucap Raja lagi.


"Wah bapak baik sekali, terima kasih ya Pak"


"Wa'alaikumsalam, hati-hati Pak"


Kedua satpam itu bersorak senang karena mendapat uang jajan dari Raja. Memang sering seperti itu jika Raja lembur ia akan memberi satpam uang untuk membeli cemilan.


Raja tau pekerjaan yang di lakukan di malam hari bukanlah hal yang muda. Karena harus melawan rasa kantuk semalaman, disaat semua orang tertidur dengan lelap mereka akan berjaga sampai matahari terbit.


✨✨✨✨✨


Beberapa menit kemudian Raja sudah sampai di rumahnya, Saat melewati ruang tamu ia melihat Mommy Alya sedang menonton televisi sendirian.


"Assalamualaikum Mom" sapa Raja dengan sopan, lalu membungkuk untuk mencium punggung tangan ibu mertuanya.


"Wa'alaikumsalam. Baru pulang Nak ?"


"Iya Mom, tadi ada kerjaan sedikit makanya lembur"


Mommy Alya tersenyum lalu menganggukan kepalanya "Ya sudah sana ganti baju, Keyla ada di kamar"


"Baik Mom kalau begitu Raja pamit dulu" Namun baru 2 langka Raja teringat sesuatu, "Oh ya Mom, malam ini Mommy tidur sama Key aja, Aku akan tidur sama Ibra di kamar bawah. Soalnya kamar disini cuman 3 Mom"


"Iya Nak" balas Mommy Alya

__ADS_1


Raja memasuki kamarnya dan langsung di sambut oleh sang istri. Seperti biasa Keyla akan membantu suaminya melepaskan Jas dan mencarikan baju ganti.


"Malam ini Abang tidur sama Ibra ya !"


Keyla mengangguk "Iya Bang"


"Sepertinya kita harus nyari rumah yang lebih besar Neng, jadi kalau ada keluarga yang menginap gak bingung seperti ini"


"Nanti saja Bang, lagian kan jarang ada yang nginap"


...✨✨✨✨✨...


Sementara itu di rumah utama keluarga Arsalaan. Zhalfa sedang menatap lembaran kegiatan kampusnya. Disana tertulis surat izin orang tua itu berarti harus ada tanda tangan orang tua disana boleh Ayah atau Ibu.


Harusnya Baba Zahran yang menanda tangani semua ini, tapi apalah daya orang yang menjadi cinta pertamanya sudah di panggil oleh yang maha kuasa lebih dulu, disaat dirinya belum berhasil mengejar mimpi.


"Harusnya Baba yang tanda tangan disini. Tapi sekarang bukan" Air mata Zhalfa kembali menetes, rasanya begitu sulit mengikhlaskan kepergian Baba..


"Baba, Adek kangen. Pengen peluk Baba ! pengen di nasehatin lagi sama Baba"


"Adek rindu semuanya Ba, rindu kasih sayang Baba"


Rindu yang ia rasakan hanya dapat ia bawa kemanapun ia pergi, tanpa bisa di sembuhkan.


Di usapnya foto Baba dengan dirinya, disana bagaimana Baba tersenyum manis sambil menggendong Zhalfa yang masih kecil. Di samping kiri dan kanannya ada Arda dan Adel.


Zhalfa ingat kalau foto di ambil karena paksaan Bunda yang ingin ada foto keluarga.


Zhalfa mengambil ponselnya yang terletak di atas meja nakas. Lalu mencari kontak Arda dan Adel untuk ia telepon secara bersamaan melalui panggila video call.


"Assalamualaikum Kak" sapa Zhalfa dengan suara serak hendak menangis. Sementara layar ponselnya menampilkan wajah Arda dan Adel.


"Waalaikumsalam..Adek Kakak yang cantik" balas Arda dan Adel serempak


Tangis Zhalfa langsung pecah "Adek kangen Baba Kak, kangen sekali. Kenapa Baba ninggalin kita semua"


Mendengar suara Zhalfa membuat tangis Arda dan Adel juga pecah. Ketiga saudara itu menangis karena merindukan seorang Ayah.


"Kalian enak masih bisa ketemu sama Baba. Sementara Kakak--" Arda tak bisa melanjutkan ucapan nya.


"Kakak hanya bisa bertemu dengan makam nya, padahal Kakak ingin mencium wajah Baba untuk yang terakhir kali"


"Yang paling berduka yaitu Kakak. Coba kalian ingat Kakak ketemu sama Baba setahun yang lalu dan itu menjadi pertemuan terakhir Kakak."


Zhalfa terus terisak, memang benar Arda lah yang tidak bertemu dengan Baba Zahran untuk yang terakhir kalinya karena jarak yang sangat jauh membuat mereka tak bisa bertemu.

__ADS_1


__ADS_2