Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 18-Bukan sebuah Kepastian.


__ADS_3

Keyla masih berusaha membuka alat perekat amplop tersebut. Begitu terlihat hati-hati dirinya melakukan semua itu.


Dan ketika ia membuka selembar kertas yang itu matanya langsung melotot demi melihat hanya terdapat dua baris yang ada tulisan tangan Raja.


Maaf kalau bajunya tidak sesuai dengan yang sering kamu pakai. Semoga suatu hari nanti baju ini akan berguna untuk mu.


Hanya itu ?? tidak ada yang lebih. Berulang kali Keyla membolak-balikan kertas tersebut. Namun memang hanya itu yang di tulis oleh Raja. Menyebalkan.


Ah. Memang Raja bisa bersikap romantis ?? tidak pernah. Lalu siapa dirinya yang berharap Raja akan menulis kata-kata romantis.


Bahkan Raja saja tak menanyakan kabarnya.


“Kenapa Key ??” tanya Jihan demi mendapati wajah murung nya.


Keyla hanya mengangkat bahu, masih menatap kertas putih dimana didalamnya hanya dua baris tulisan dari Raja. Ingin marah namun marah karena apa. Tapi yang pasti ia begitu kesal saat ini.


“Sialan !!” Keyla langsung membuang kertas tersebut setelah sebelumnya ia jadikan bola untuk ia lempar kesembarang tempat.


“Kenapa Key ??” tanya Jihan


“Tau” jawabnya kesal.


Jihan tak lagi bertanya, begitupun Keyla yang langsung diam membisu tak ada yang ingin ia ucapkan lagi.


Kesal, marah dan kecewa. Ketika ia berusaha ingin melupakan sosok Raja namun malah Raja datang kembali dengan membawa kekecewaan yang baru. Menyedihkan bukan ??


“Key, coba dulu bajunya. Gue penasaran lihat Lo pakek Hijab” ucap Jihan sambil memberikan baju gamis dan Hijabnya.


Namun Keyla langsung menggeleng. Bukan tak mau untuk menutup aurat namun ia belum sanggup untuk sekarang, bukan kah berhijab itu harus Ikhlas dan tanpa paksaan.


“Pasti Lo cantik banget Key, gak pakek Hijab aja Lo udah cantik apalagi pakek Hijab” seloroh Jihan lagi tanpa melihat kekesalan Keyla.


“Gue belum siap”


“Iya sih Berhijab itu harus ikhlas jangan ada paksaan dari orang lain”


Suasana mendadak hening, suara TV saja sudah sejak tadi Jihan kecilkan. Keyla berkelana dengan pikiran nya sementara Jihan sibuk dengan ponselnya.


“Kamu kenapa ngirim aku baju kek gini Ja, jika memang kamu tidak akan meyakinkan aku kalau kamu akan kembali” batin Keyla lirih.


Soreh hari tiba Jihan sudah pamit pulang sementara dirinya langsung bersiap untuk mandi soreh. Menyegarkan pikiran kalut nya sebentar.


Setelah selesai ia keluar dari dalam kamar mandi. Dan matanya bisa melihat baju yang dikirim Raja ada di atas ranjang tempat tidurnya. Pasti Bi Tutik yang melakukan nya. Karena seingat Keyla baju tersebut masih berada di atas sofa ketika ia masuk kedalam kamar tadi.


Tangan nya terulur untuk mengambil baju itu lalu membawanya ke arah lemari dan melempar nya di tumpukan baju paling atas. Tak ada niat untuk nya menyimpan dengan rapih ataupun menyusun nya di atas tumpukan baju yang menjadi favorit nya. Tidak.

__ADS_1


Lalu kembali menutup pintu lemari dengan kuat. Seolah kalau di dalam lemari itu adalah Raja.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah melaksanakan sholat Magrib Raja langsung mengaji, kemudian berdoa semoga kedua orang tuanya sehat selalu.


Di dalam doanya Raja ingin sekali menyebut satu nama namun Raja begitu malu untuk menyebutnya.


Sehabis mengaji Rajq langsung belajar. Akhir-akhir ini jadwal nya begitu padat . Banyak tugas dari sekolah yang harus ia kerjakan. Karena sebentar lagi ia akan melakukan jadwal ujian semester satu.


“Paketnya apa sudah di terima ya ??” batin Raja


Sesekali Raja tersenyum sambil membayangkan Keyla memakai baju yang ia belikan. Pasti akan sangat cantik.


Rasanya ingin sekali Raja pulang ke Indonesia untuk melihat Keyla memakai baju tersebut, juga mengenakan Hijab panjang.


Ketika Rqjq sedang asik berkelana dengan pikiran nya, Ponselnya tiba-tiba bergetar menandakan kalau ada panggilan masuk. Ia segera melihat layar segi empat tersebut dan ternyata yang menelponya adalah Bunda.


“Halo Assalamualaikum Bun” ucap nya setelah menggeser ICon berwarna hijau di layar ponselnya.


“Walaikumsalam, bagaimana kabarnya Nak ?? sehat-sehat aja kan ??” tanya Zenia di seberang sana.


“Alhamdulillah sehat Bun, Bunda dan yang lain bagaimana kabarnya ??”


“Kami disini sehat juga Nak, Kakak Ar mana sayang ??”


“Tidak usah Bang, nanti biar Bunda telepon ke nomor Arda saja”


“Oh begitu. Iya bun”


“Ya sudah sana Abang belajar lagi, maaf ya kalau Bunda ganggu”


“Hehe tidak Bunda”


“Jaga diri baik-baik ya Bang, Assalamualaikum”


“Walaikumsalam Bun”


Setelah panggilan terputus Raja kembali mengerjakan tugas sekolahnya. Ia yang merupakan siswa cerdas tak terlihat bingung untuk mengerjakan soal seperti ini.


Ketika jam sudah menunjukan pukul 10 malam ia segera membereskan meja belajarnya. Memasukan beberapa buku yang akan menjadi jadwal belajarnya besok.


“Alhamdulillah selesai juga” gumamnya dengan pelan.


Kemudian membersihkan diri ke kamar mandi, sekarang ia tak berwudhu lagi karena tadi setelah melaksanakan sholat Isya ia belum batal dan masih dalam keadaan suci.

__ADS_1


“Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut”


 Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”.


Lalu kemudian membaca Surah Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi begitu yang selalu Baba ajarkan sejak ia masih kecil. Dan hingga sampai sebesar ini ia terus mengingatnya.


Ia mulai memejamkan matanya, untuk segera terbang kealam mimpi.


Keesokan harinya Raja kembali beraktivitas seperti biasa. Berangkat sekolah bersama dengan Arda, dan melewati serangkaian peristiwa yang akan terjadi hari ini.


Raja harus selalu semangat ada kedua orang tuanya yang senantiasa menunggu kesuksesan nya.


“Bang nanti libur semester pulang gak ??” tanya Arda ketika Raja dan Arda sudah berada di dalam mobil menuju sekolah.


“Lihat nanti itupun kalau Bunda dan Baba mengizinkan” jawab Raja kemudian.


Arda mengangguk.


Jujur Raja ingin pulang ke Indo, ingin menemui Keyla dan memohon maaf yang sebesar-besarnya. Namun ia juga tak ingin memaksa jika kedua orang tuanya tak menyetujui ia juga tak akan pulang.


“Emang Kakak mau pulang ??” tanya Raja balik.


Arda menggeleng “Enggak Bang, lagian libur juga gak akan lama”


“Paling ya cuman seminggu atau gak 10 hari”Lanjut Arda lagi


Kali ini Raja mengangguk, memang benar jika libur semester satu waktu liburnya tidak akan lama. Berbeda jika Akan kenaikan kelas.


Namun bukankah sebentar lagi Raja akan mengikuti ujian kelulusan, dan pasti setelah itu ia akan mendapatkan libur yang banyak sebelum masuk kuliah.


Disana Raja akan menggunakan kesempatan untuk pulang ke Indonesia. Tapi kalau terhitung dari sekarang masih ada 6 bulan lagi. Berarti masih lama.


“Abang jadi nanti Daftar tentara ??” tanya Arda lagi.


“Insya Allah Kak”


“Semoga berhasil Bang”


“Aamiin”


Akhirnya mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolah nya. Habis berpamitan Raja dan Arda langsung memasuki sekolah.


_


_

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2