Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
1 tahun kemudian


__ADS_3

Mendengar ucapan sang istri tentu saja Raja tak bisa menolak, karena walau bagaimanapun ia adalah laki-laki normal.


Raja mulai menguba posisi nya menjadi duduk, sementara Keyla masih saja memijiti kaki nya, walau teramat pelan bahkan tak ada rasa sama sekali namun itu berhasil memberikan rasa nyaman untuk dirinya.


"Udahan Neng.!.. Geli..." Raja memegang pergelengan tangan Keyla dengan lembut


"Kenapa ?" Keyla mengernyit "Gak enak ya pijitan Key ?"


Raja malah tersenyum "Enak kok, tapi Abang takut kamu capek"


"Abang udah maafin Key ?" tanya Keyla dengan gaya bahasa paling menggemaskan.


Raja berpikir sejenak "Belum"


"Kok belum ?" Keyla kembali mengernyit.


"Mau Abang maafin ?" jawab Raja sambil tersenyum


"Mau lah Bang" Keya mengangguk semangat "Eh tapi jangan minta aneh-aneh ya Bang" lanjutnya lagi demi melihat senyum suaminya.


Raja justru tergelak, ia menatap wajah istrinya "Gak aneh kok"


"Apaan Bang ?"


"Tidur di atas tubuh Abang malam ini"


"Hah"


Keyla menganga tak percaya dengan apa yang di ucapkan sang suami, bagaimana bisa ia akan tidur di atas tubuh suaminya.


Pasti rasa pegal akan ia rasakan, Ah membayangkan saja sudah membuat tubuh Keyla sakit dan kaku, apalagi jika benar-benar terjadi.


"Enggak mau Bang" sungut Keyla merengut.


"Ya udah, kalau gitu Abang gak maafin Key" balas Raja kemudian.


"Iiih" Keyla mencubit lengan suaminya "Abang jahat !" seloroh Keyla.


"Jahat apanya Neng ? kan Abang ngasih hukuman ?*


"Mana ada hukuman kek gitu"


"Ada"


"Enggak"


Hingga akhirnya perdebatan kecil terjadi, Keyla tetap dengan pendiriannya untuk tak menuruti apa yang di perintahkan suaminya.


"Yang lain aja Bang ?" Keyla mencoba memberi penawaran.


"Maunya apa ?" Raja balik bertanya.


"Kita ehem-eheman aja yuk ! kan Key udah bersih"


Dan Akhirinya tawa Raja meledak seketika, ia sudah tak kuat menahan nya. Apalagi saat mendengar kata 'Ehem-ehem' yang di ucapkan sang istri.

__ADS_1


Sangat lucu.


Dan menggemaskan !


Melihat suaminya tertawa Keyla justru semakin kesal, ia tak tahu jika Raja menertawakan dirinya sendiri.


"Abang..... iiihhh" Keyla kembali mencubit lengan suaminya.


"Ya Allah, ternyata ini rasanya cubitan istri" seloroh Raja kemudian.


"Makanya udahan ketawanya Bang !"


"Iya sayang, udah nih" Raja menghentikan tawanya walau terkadang masih saja terdengar kekehan.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Malam harinya Raja kembali menjamah tubuh istrinya, menyentuh setiap bagian sensitif tubuh sang istri. Keyla memejamkan matanya, merasakan setiap inci tubuhnya yang di jamah sang suami.


Di bawah selimut tebal kini keduanya sudah tak mengenakan sehelai benangpun, Raja mulai mengarahkan juniornya lalu memasukan kelu bang kenikmatan milik sang istri.


"Emmmm" Keyla bergumam, kepalanya mendongak saat sesuatu menancap dengan sempurna.


"Masih sakit Neng ?" bisik Raja dengan suara sensual.


"Iya Bang, perih" Keyla berkata dengan pelan.


Raja terdiam sejenak lalu kemudian mulai menghentakan pinggangnya, hingga beberapa saat kemudian Raja mulai mempercepat aksinya, membawa sang istri terbang kearwana.


"Bang" rintih Keyla.


"Sakit"


"Sabar Neng, dikit lagi !"


Dan.


Byarrr.


Cairan hangat menyembur membasahi rahim Keyla, berharap akan menjadi seoranh janin dan suatu hari nanti akan ada di tengah-tengah kehidupan mereka.


"Makasih ya Neng !" Raja mencium kening sang istri dengan lembut.


"Sama-sama Sayang" balas Keyla dengan suara lemah, akibat tenaga nya habis karena melayani suaminya.


Raja berbaring di samping tubuh istrinya, memejamkan matanya sejenak dengan nafas terengah-engah. Begitupun dengan Keyla yang nafasnya naik turun.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hari berlalu begitu cepat, tak terasa sudah 1 bulan usia pernikahan Keyla, keduanya masih di kelilingi kebahagiaan yang tiada tara. Namun sampai sekarang Keyla juga belum positif hamil.


Tapi Raja selalu berkata 'Jangan terlalu di pikirkan Neng, usia pernikahan kita baru satu bulan, mungkin Allah ingin kita menghabiskan waktu berdua sebelum ada anak'.


Keyla pun hanya bisa bersabar, menunggu kehadiran buah hati mereka yang akan menjadi pelengkap kebahagiaan keduanya.


Hingga tepat satu tahun pernikahan Keyla belum juga mengandung, itu yang membuat Keyla sedih walau sikap sang suami tak pernah berubah walau belum memiliki keturunan.

__ADS_1


Mereka bukan pengantin baru lagi, karena udah satu tahun pernikahan mereka. Membuat Keyla selalu berpikiran Negatif.


"Bang" panggil Keyla yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan air mata berderai.


Raja mendongak "Iya Sayang" jawab Raja.


"Maaf, bulan ini aku datang bulan lagi" ucap Keyla putus asa.


Namun justru Raja kembali menebar senyum kearahnya, tak pernah menunjukan kemarahan ataupun kesal karena sang istri belum juga mengandung.


"Tidak mengapa Neng, mungkin belum di kasih kepercayaan sama Allah" Raja menarik tangan istrinya supaya duduk di sampingnya "Udah ah jangan nangis lagi entar cantiknya hilang"


Keyla memeluk tubuh suaminya dengan erat "Maafin Key ya Bang !"


"Kenapa minta Maaf Neng, kan gak ada yang salah. Kita juga udah periksa kedokter, dan hasilnya baik-baik saja. Kita hanya perlu bersabar lagi"


"Tapi sampai kapan Bang, bahkan teman Key yang menikah 2 bulan lalu sekarang udah ngisi, sementara Key belum, padahal usia pernikahan kita udah satu tahun" Keyla masih terisak di dada sang suami.


Raja mengelus punggung istrinya "Jika Allah sudah mengizinkan kita akan memiliki anak"


"Hari ini kita jadi ke kota D tempat Ayah" tanya Keyla yang kini sudah melepaskan pelukannya.


"Jadi dong, Abang mau marahin si Rara dulu ngapain dia ngebet minta nikah padahal kuliah belum lulus" Raja menggelengkan kepalanya.


Semalam Ayah Gibran menghubungi Raja dengan mengatakan kalau Rara ingin menikah padahal ia masih kuliah, itulah yang membuat Raja terkejut pasalnya Adel dan Zhalfa yang lebih tua dari Rara saja belum kepikiran untuk menikah.


"Adel wisuda kapan Bang ?" tanya Keyla.


"Katanya 2 bulan lagi, abis itu lanjut spesialis katany jadi belum ada kepikiran nikah"


"Kalau Arda ?"


"Sejak Arda sekolah penerbangan Abang udah jarang teleponnya sama dia, Abang juga sibuk kerjakan Neng mungkin Bunda lebih tau tentang Arda"


Keyla manggut-manggut tanda mengerti, Menikah dengan Raja membuat ia memiki adik yang banyak.


"Ya sudah siap-siap sana ! supaya gak kesiangan berangkatnya" titah Raja.


"Berapa hari disana Bang ?"


"Seminggu, semoga saja Rara berubah pikiran"


Selagi menunggu istrinya bersiap Raja menuju balkon kamarnya, hembusan angin yang membelai wajahnya membuat rasa nyaman menyeruak.


Hingga ingatannya tertuju pada perkataan Bunda tempo hari.


"*Key belum isi juga Bang ?"


"Udah konsul ke dokter belum Bang ? Bunda udah gak tahan pingin gendong Cucu !"


"Bunda tau kalau keturuan itu kehendak Allah, tapi coba lah Abang sama Key ikut program hamil, kan tak ada salahnya !"


"Bunda udah tua Nak ! dan anak Bunda yang sudah menikah baru Abang*"


Serentetan kalimat Sang Bunda membuat Raja menghela nafas panjang, dadanya terasa sesak dan tak tau harus bagaimana.

__ADS_1


"Ya Allah atas izin mu berilah kami keturunan yang sholeh dan sholeha"


__ADS_2