Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Tingkah Menggemaskan Bumil


__ADS_3

Raja masih mengitari jalanan yang sudah mulai sepi, mungkin karena sudah larut malam. Hawa yang dingin membuat sebagian orang enggan untuk beraktivitas.


Entah sudah berapa kali Raja membujuk istrinya untuk pulang saja, karena sudah hampir 1 jam mereka berkeliling tapi yang jualan Mie Tek-Tek semuanya tidak ada atau Habis.


Sialan memang !!.


Disaat dirinya begitu menginginkan mie tersebut untuk meneritui keinginan istrinya atau bisa di artikan dalam istilah mengidam.


"Bang itu ada lagi yang jualan ! coba dulu yuk Bang !" Keyla menunjuk warung yang jualan Mie Tek-Tek.


"Semoga kali ini masih ada ya Neng" gumam Raja. Rasanya ia sudah tak sabar, Raja ingin tidur lagi apalagi sekarang matanya sudah sering kali terpejam saat menyetir.


Raja menghentikan mobilnya, kembali membuka kaca mobil dan memanjangkan kepalanya. "Maaf pak apa Mie Tek-Teknya masih ?" tanya Raja dengan sopan.


Bapak itu mendekat dan sedikit tersenyum "Masih Mas, mau berapa porsi ?"


Alhamdulillah.


Begitu yang ada di hati Raja, mendengar bahwa Mie Tek-Tek yang di inginkan istrinya masih ada yang jual. Ia melirik Keyla dimana istrinya itu sedang tersenyum penuh kegembiraan.


"Pesan satu aja Pak" ucap Raja lagi.


"Mau yang rebus apa yang goreng Mas ?" bapak itu kembali bertanya.


Sebelum menjawab Raja bertanya terlebih dahulu pada istrinya "Mau yang mana Sayang ?"


"Rebus aja Bang"


Raja mengangguk kemudian mengatakan pesanan istrinya pada bapak tadi. Sambil menunggu pesanan mereka jadi Raja menyandarkan kepalanya, matanya kembali terpejam mungkin karena rasa kantuk kembali menyerangnya.


"Bang"


"Hmmmm"


"Jangan tidur !"


"Enggak Sayang"


"Itu kenapa matanya nutup kalau enggak tidur ? melek Bang !"


"Cuman tutup mata saja Neng, gak tidur kok beneran !"


Keyla mendengus kesal, hingga hidungnya menghirup aroma Mei Tek-Tek yang begitu menyengat. Tapi bukannya menggugga selera Keyla justru mual di buatnya, dengan cepat Keyla membuka pintu mobil dan berlari kepinggir jalan untuk menumpahkan isi dalam perutnya.


Uweeeek--Uweeeek.

__ADS_1


Mendengar suara orang muntah-muntah Raja langsung membuka matanya dengan cepat, ia melirik kursi samping dan sudah kosong, itu berarti yang muntah barusan adalah istrinya, secepat kilat Raja menyusul sambil membawa sebotol aqua yang memang selalu tersedia di dalam mobilnya.


"Ya Allah sayang, kok gak bangunin Abang kalau mau muntah ?" Raja berjongkok lalu membantu memijit tengkuk istrinya.


"Minum Uweeek-Uweeek ! minum Bang" pinta Keyla.


"Ini Sayang ! pelan-pelan makanya" Raja memberikan botol minuman pada istrinya.


Setelah agak mendingan Raja kembali membawa istrinya kedalam mobil, kebetulan Mie Tek-Tek pesananya sudah jadi.


"Makasih Mas" ucap Bapak itu ketika Raja sudah membayar pesanannya.


"Sama-sama Pak kalau begitu saya pamit"


Bapak itu mengangguk.


Raja masuk kedalam mobil, lalu menyerahkan Mie Tek-Tek yang sudah di bungkus oleh Bapak tadi kepada istrinya, namun Keyla kembali ingin memuntahkan isi perutnya saat bau menyengat dari aroma Mie Tek-Tek itu kembali masuk kedalam indera penciumannya.


"Jauhkan itu Bang, Key gak suka baunya !" titah Keyla membuat Raja melongo.


"Lah katanya mau Mie Tek-Tek Neng, kok mala gak suka sama baunya ?"


"Pokoknya Key gak suka Abang !"


"Terus ini siapa yang mau makan ?"


"Astaghfirullah" gumam Raja sambil mengelus dadanya. Ternyata begini rasanya menjadi seorang suami yang akan berperan sebagai Ayah.


"Abang marah sama Key ?" tanya Keyla, kini kedua mata bening itu sudah membendung anak sungai yang sebentar lagi akan mengucur dengan deras.


"Tidak Sayang, Abang gak marah sama kamu"..


"Tapi tadi saat Abang bilang Astaghfirullah nadanya gitu amat"


"Ya Allah apa lagi ini" batin Raja.


Raja membelai wajah istrinya lalu memasang senyum yang paling manis "Abang gak marah kok sama kamu, beneran !" ucap Raja sambil membentuk hurup V pada jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Beneran kan Abang gak marah ?" tanya Keyla kembali.


"Beneran Sayang, lagian mana bisa sih Abang marah sama kamu" balas Raja sambil menarik hidung Keyla.


"Awwww. Abang sakit ah !" Keyla menepuk lengan sang suami namun begitu pelan.


Keduanya tertawa di tengah malam begini.

__ADS_1


...✨✨✨✨✨✨✨...


Ternyata tingka aneh Keyla bukan hanya semalam saja, bahkan pagi ini Raja baru saja pulang dari Masjid Keyla sudah meminta sang suami untuk mencarikan nya Rujak mangga muda.


Otomatis Raja langsung mengelus dada, karena bagaimana bisa ada yang jualan rujak di pagi buta seperti ini.


"Please Abang, cariin ya ! ya !" ucap Keyla dengan memasang wajah seimut mungkin.


Raja melirik Bunda, Adel Zhalfa bergantian, ia sepertinya ingin meminta pertolongan.


"Nak, agak siangan dikit ya ! kalau sepagi ini belum ada yang jualan Rujak. Lagiankan gak baik makan rujak pagi-pagi begini" ucap Bunda menasehati.


"Iya Mbak Key, nanti sakit perut Loh" sahut Zhalfa.


"Agak siangan dikit ya Mbak, nanti Adel temenin nyarinya" Adel pun ikut menimpali.


Keyla menunduk, seperti biasanya ia akan meneteskan air mata, bagi Keyla saat ini keinginannya harus segera di turuti karena kalau enggak ia seperti terkena masalah yang sangat besar.


Raja meraih kedua tangan istrinya "Iya Sayang, betul kata Bunda dan Adik-adik, ini masih pagi amat buat makan Rujak. Nanti ya kalau sudah siang Abang cariin"


Benar saja saat Raja mengangkat wajah Keyla, cairan bening itu sudah mengucur dengan deras membasahi kedua pipinya. Raja benar-benar tidak tega jika melihat istrinya sudah meneteskan air mata seperti ini. Tapi harus bagaimana lagi ia juga khawatir dengan perut Keyla jika memakan rujak sepagi ini.


"Ya sudah deh kalau gitu" ucap Keyla membuat yang lain langsung tersenyum penuh kelegaan.


"Tapi nanti siang beneran ya cariin rujak nya !" pinta Keyla.


"Iya Sayang, akan Abang cariin"


Keyla sudah mulai tersenyum, membuat Bunda mengelus kepala Keyla yang tertutup hijab.


"Key jangan sedih lagi, Bunda juga dulu seperti itu jika ngidamnya tak baik Baba juga akan melarang, itu semua buat kesehatan juga. Sama seperti Abang dia gak mau nurutin keinginan Key karena Abang takut Key akan sakit perut" ucap Bunda dengan lembut.


"Iya Bun, maafin Key ya sudah bersikap kekanak-kanakan"


"Ngidam itu bukan kekanak-kanakan nak, itu semua di alami oleh ibu Hamil. Bahkan ada yang lebih parah kok ngidam nya dari pada Key"


Keyla tersenyum, tak berapa lama Arda juga menyusul pulang, hari ini Arda akan kembali ke Turki ia pulang untuk menyaksikan akad nikah Afdhal dan Adel kemaren.


Melihat semua orang berkumpul Arda dan Afdhal mendekat, Adel langsung mencium punggung tangan suaminya.


"Kenapa kok ngumpul disini ?" tanya Arda.


"Ini Mbak Key ngidam, dia minta rujak mangga muda pagi-pagi begini. Dimana coba yang jualan" sahut Adel


"Lah kan di belakang ada batang mangga Bang, buahnya juga lebat itu kenapa gak di ambilin aja !"

__ADS_1


Mendengar ucapan Arda semua orang langsung menatap Arda dengan tajam, tak terkecuali Keyla yang langsung memasang wajah paling manis.


"Arda----" ucap Bunda dan Raja serempak.


__ADS_2