
Hari sudah berganti ternyata keadaan Baba Zahran belum juga sembuh. Laki-laki paruh baya itu masih berada di atas ranjang dengan tubuh yang lemah bahkan bisa di bilang teramat lemah.
Sholat saja Zahran sudah di atas ranjang, tubuhnya tak bisa di ajak untuk kompromi, keadaan Zahran yang seperti ini tentu saja membuat para keluarga panik karena tak biasanya Zahran sampai sakit parah sepertti ini. Biasanya kalau sudah minum obat esok paginya sudah kembali baik.
Sholat subuh tadi terasa sangat asing biasanya ada Zahran yang memanggil istri dan anaknya untuk bersiap namun pagi tadi tidak ada.
"Kita kerumah sakit Ba, Abang mohon jangan menolak lagi" ucap Raja yang sudah terlampau panik.
Zahran mengerjapkan matanya pelan, ia masih berusaha untuk menebar senyum "Iya Bang, Baba mau" jawabnya dengan lemah.
Segera Raja berlari keluar untuk menyiapkan mobil, sementara Zenia bersiap. Begitupun dengan Keyla Zhalfa. Bahkan hari ini Zhalfa sengaja tak berangkat kekampus supaya bisa mengantarkan Babanya kerumah sakit.
Sementara wanita tak tahu malu itu masih berada di rumah, ia heran melihat semua orang panik, apalagi Raja yang berlari kesana-kemari entah mengambil apa.
"Ja ada apa ?" tanya Tasya. Namun sayang pertanyaannya tak di gubris oleh Raja karena saat ini laki-laki itu sudah kembali keluar rumah
Tasya meringis menahan malu, ia akhirnya memutuskan untuk pergi saja, niatnya untuk berpamitan gagal sudah karena melihat Zahran sedang di papa oleh Zenia dan Zhalfa sementara Keyla membawa barang-barang.
"Kamu belum pulang Sya ?" tanya Zenia .
Tasya menggeleng dan masih berusaha tersenyum "Bentar lagi Bun"
"Pulanglah, nanti kedua orang tuamu khawatir" ujar Zenia lagi
Keyla menatap tajam kearah Tasya, lalu berjalan mendekat "Kamu itu benar-benar tak tahu malu ya ! udah di usir masih aja disini" sergah Keyla kesal.
"Diam ih, berisik bener jadi cewek" balas Tasya
"Udah sana pulang" Keyla mendorong tubuh Tasya sedikit "Jangan ganggu keluarga gue lagi, kalau Lu masih ganggu lihat apa yang akan terjadi sama keluarga Lu" ancam Keyla.
"Emang kamu siapa sampai berani ngancam gue ?" Tasya menantang Keyla.
Keyla tersenyum sinis "Lu bakal jantungan kalau tau gue siapa" Ucap Keyla setelah itu berlalu pergi dari hadapan Tasya.
Setelah kepergian semua orang, Tinggal Tasya sendiri di rumah mewah ini, memang ada beberapa Art yang bekerja tapi tak satupun yang dirinya kenal.
Mungkin pulang kerumah adalah jalan terbaik, tapi bukan berarti ia akan melepaskan Raja begitu saja. Bukan ! karena suatu hari nanti ia akan kembali untuk mengambil Raja.
......ππππ......
Raja memarkirkan mobilnya di sebuah rumah sakit terbesar di kota itu, boleh dikatakan rumah sakit keluarga Abraham, kakinya sedikit berlari untuk memanggil perawat atau siapalah yang bisa membantunya membawa Baba masuk kedalam.
__ADS_1
Ia benar-benar panik, kesehatan Baba itu sangat penting untuk anggota keluarga.
"Ba ayo" ajak Raja, karena di luar mobil sudah berdiri dua orang perawat laki-laki yang ia panggil tadi.
"Hati-hati Bang" sahut Keyla.
Zahran benar-benar lemah, bahkan untuk pindah ke atas kursi roda saja tubuhnya tak bisa berdiri.
Kursi roda itu di dorong dengan pelan, memasuki ruangan IGD yang pintunya sudah terbuka untuk menyambut kedatangan Zahran. Juga seorang dokter yang siap memeriksa.
Selagi Zahran di periksa semuanya menunggu di luar. Keyla menggenggam tangan sang suami untuk memberi kekuatan. Ia tahu suaminya sangat ketakutan dan juga khawatir
Sementara Bunda sudah menangis sambil memeluk tubuh Zhalfa..
Tak berapa lama Dokter yang memeriksa Zahran keluar. Raja dengan sigap berdiri dan mendekati sang dokter.
"Bagaimana keadaan Baba saya dok ?" tanya Raja.
"Beliau tidak apa-apa, demam tinggi yang beliau alami karena kelelahan, tapi tetap saja Ayah anda di rawat untuk sementara supaya kami bisa memantau demamnya, jika tidak tinggi lagi Ayah anda bisa di bawa pulang" jelas Dokter membuat Raja dan yang lainnya sedikit legah.
"Saya setuju dok kalau Baba saya di rawat, berikan perawatan terbaik" perintah Raja kemudian.
...β¨β¨β¨β¨β¨...
Ada Zahran yang masih terbaring dengan kondisi lemah, wajahnya masih pucat bahkan belum ada perubahan sama sekali, walau dokter sudah memberikan obat.
Zenia dengan setia menemani suaminya, perasaan khawatir terus melanda hatinya. Hari sudah menjelang siang suara Adzan Dzuhur berkumandang membuat Keyla mendekati ibu mertuanya.
"Bun sholat dulu yuk !" ajak Keyla kemudian.
"Gantian saja Key, kamu duluan setelah kamu biar Bunda supaya ada yang jagain Baba" balas Zenia.
Keyla menganggukan kepalanya, ia beranjak meninggalkan ruangan sementara Raja dan Zhalfa sedang pulang sebentar.
Didalam masjid terdekat setelah mengambil wudhu Keyla memakai mukenanya, melaksanakan sholat Dzuhur dengan khusuk.
Setelah itu ia kembali keruangan Zahran, bergantian menjaga Zahran dengan Zenia. Ternyata suaminya telah kembali.
"Bang" Keyla mencium punggung tangan suaminya.
Raja mengelus kepala istrinya, lalu tersenyum dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Abang sudah sholat ?" tanya Keyla.
"Sudah sayang"
Raja dan Keyla duduk di sofa ruangan itu, sementara Zenia sudah pamit kemasjid sebentar, tiba-tiba Zahran bangun dan memanggil nama Raja.
"Bang" panggil Zahran dengan suara pelan.
Raja mendekat, lalu berdiri di dekat ranjang Zahran "Iya Ba"
Zahran mengenggam telapak tangan Raja" jika nanti Baba pergi tolong jaga Bunda dan adik-adik ya ! Baba percayakan semuanya sama Abang. Saat Adel dan Zhalfa menikah jadilah walinya, dan Baba mohon jangan buat Bunda sedih ! dia adalah wanita nya Baba, bidadari syurga nya Baba"
Mendadak perasaan Raja menjadi tak enak, air matanya sudah menetes dengan deras membasahi pipinya.
"Jangan bicara seperti itu Ba ! Baba pasti sembuh, Kata dokter Baba cuman demam biasa" ujar Raja
Tapi Zahran mala tersenyum menatap Raja kemudian kembali berkata "Tolong bantu Baba kekamar mandi, Baba mau berwudhu" titah Zahran
"Apa Baba yakin ?"
"Insya Allah Nak, tolong bantu !"
Walau ragu, Raja tetap membantu Raja sementara Keyla membantu memegangi cairan infus supaya tetap menggantung.
"Hati-hati Ba !" ucap Raja.
Zahran mengangguk, saat kedua tangannya merasakan air wudhu itu ada rasa yang berbeda, ada rasa nyaman dan segar.
Habis berwudhu Zahran kembali keruangan, ia akan melaksanakan sholat Dzuhur seperti biasanya tidak seperti kemaren yang di atas tempat tidur.
Setiap gerakan sholat Zahran tak pernah lepas dari pandangan Raja maupun Keyla. Hingga pada sujud kedua Zahran tak kunjung bangun, awalnya Raja berpikir kalau Zahran memang sedang sujud tapi lama-kelamaan tubuh tua itu tak kembali berdiri membuat Raja memanggil.
"Ba" Raja menggoyangkan tubuh Zahran namun tubuh Zahran malah terlentang di atas sajadah dengan mata terpejam.
Deggg.
"Baba kenapa Bang ?" tanya Zenia di ambang pintu.
Dengan degup jantung yang berdetak kencang Raja mendudukan dirinya lalu mengecek denyut nadi Zahran.
"Ini gak mungkin, Baba kenapa ninggalin Abang secepat ini ? Ini gak mungkin ya Allah" batin Raja.
__ADS_1
"Bang Baba kenapa ?" sergah Zenia karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Raja.