
Setelah diadakan yang namanya tindakan Visum, semuanya tampak lega karena Zhalfa dinyatakan masih perawan. Itu berarti pria bejat yang menculiknya waktu itu tidak berhasil mengambil mahkota Raja.
Namun tetap saja semua itu tak membuat Zhalfa bahagia, karena bagian atas tubuhnya sudah di buka dan di nikmati. Bahkan Zhalfa selalu memejamkan matanya sambil berterik manakala ingatannya kembali pada siang itu.
Sampai saat ini Zhalfa masih mempertanyakan apa salahnya ? kenapa bisa ia di perlakukan seperti itu.
"Ayo sayang" seru Bunda membuat lamunan Zhalfa menjadi buyar.
Hari ini ia sudah di perbolehkan pulang, setelah hampir seminggu berada dirumah sakit. Zhalfa berusaha tersenyum walau hatinya begitu rapuh untuk saat ini.
Marah !!
Kecewa !!
Sedih !!
Beradu menjadi satu, andai Zhalfa bisa meminta ia ingin meminta cobaan yang lain saja, jangan seperti ini. Ini terlalu menyakitkan untuk hidupnya. Namun apalah daya kalau dirinya hanyalah manusia biasa.
"Yuk, Mbak Key bantu ke kursi roda" ucap Keyla dengan lembut.
"Terima kasih Mbak, tapi Zhalfa jalan aja. Zhalfa kuat kok" tolak Zhalfa dengan halus. Lagian ia tak tega jika membiarkan Keyla mendorong kursi roda apalagi dengan keadaan perut Keyla yang semakin membesar.
"No" sahut Raja dengan cepat "Kamu harus pakai kursi roda dek, kondisi kamu masih lemah" tutur Raja kemudian.
Akhirnya Zhalfa menurut, namun ia tak ingin jika Keyla yang mendorong. Sehingga Raja lah yang mendorong kursi roda Keyla.
ππππππ
Sebelumnya Kaisar sudah mengetahui kalau siang ini Raja ingin menemuinya, memang Kaisar sudah yakin kalau semua ini akan terjadi.
Mungkin memang saatnya ia berterus terang kalau ia mencintai Zhalfa. Apapun keputusan Raja nantinya akan Kaisar terima namun ia tak akan berhenti mencintai Zhalfa.
Entahlah apa yang ia lihat dari wanita itu, tapi Kaisar sudah memantapkan hati untuk mencintai Zhalfa dengan tulus, ia bahkan tak memperdulikan cintanya akan di balas atau tidak.
Perbedaan yang menolok pastinya, ia dan Zhalfa layaknya langit dan Bumi. Sangat jauh untuk bisa bersatu. Zhalfa wanita muslimah yang pandai dengan agama sementara dirinya ?
Ciih.
Bahkan bacaan sholat saja ia tak hapal. Di tanya sholat subuh berapa raka'at saja Kaisar tak tahu jawabannya.
"Mungkin memang sudah saatnya Raja mengetahui kalau aku mencintai adiknya" gumam Kaisar.
"Terserah, apapun tanggapan Raja nantinya yang penting aku sayang dan cinta dengan Zhalfa"
__ADS_1
Selama Zhalfa di rumah sakit Kaisar menyuruh dua anak buahnya untuk menyamar menjadi perawat disana, Kaisar tidak ingin hal buruk terjadi lagi pada Zhalfa. Bahkan saat mendengar kalau Zhalfa trauma Kaisar begitu khawatir. Amarahnya kembali memuncak namun seseorang tempat ia melampiaskan amarahnya sudah tiada.
ππππππ
Setelah sampai di rumah Raja langsung pamit kepada sang istri untuk pergi menemui Kaisar. Semalam ia sudah berunding dengan Keyla bahwa akan menemui Kaisar dan meminta penjelasan kenapa saat itu Kaisar ada di lokasi kejadian.
"Abang hati-hati sama berandal itu ! kalau ada apa-apa langsung hubungin Key !" pesan Keyla, nampak sekali kekhawatiran di wajahnya. Karena bagi Keyla. Kaisar tetaplah Kaisar sih berandal sekolah yang meresahkan.
Raja tersenyum dia menganggukkan kepalanya "Iya sayang, kamu juga di rumah hati-hati. Jangan capek-capek !"
"Iya Bang, jangan lama-lama perginya. Dedeknya pengen dekat Ayahnya terus tuh"
"Dedeknya apa Ibunya ?" Raja mengu lum senyum.
"Dua-duanya hehe"
Muah.
Muah.
Raja mencium pipi kanan dan kiri Keyla, ia semakin gemas dengan istrinya sekarang "Baik sayang, Abang gak akan lama-lama kesana. 5 menit langsung pulang"
"Mana bisa, Jalan kesana aja lebih 5 menit kok" balas Keyla.
"Oh, berarti 5 jam"
"Terus berapa jam dong ?"
"2 jam cukup"
"Dikit amat Neng, tapi ya sudah gak papa insya Allah Abang akan cepat pulang,.namun Abang gak janji ya cuman 2 jam, siapa taukan kejebak macet di jalan" Raja mengusap kepala sang istri dengan lembut.
"Aku ngerti kok Bang, asal berduaan dengan Kaisarnya aja jangan kelamaan. Ingat dia itu berandal Bang dia yang udah ngejebak kita waktu itu"
"Iya Sayangku. Ya sudah abang berangkat ya Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
πππππππ
Di sebuah kafe ternama menjadi tempat pertemuan Raja dan Kaisar, Mereka memesan ruangan VVIP agar bisa bebas mengobrol, ada banyak hal yang ingin Raja pertanyakan pada Kaisar nantinya.
"Dengan bapak Raja ya ?" tanya sala seorang pelayan kafe.
__ADS_1
"Iya betul"
"Silahkan pak, sudah di tunggu oleh Pak Kaisar"
Raja mengangguk, kemudian mengikuti langkah pelayan itu menuju ruangan VVIP dimana Kaisar berada.
"Assalamualaikum" ucap Raja saat memasuki ruangan itu.
Kaisar mendongak "Waalaikumsalam"
"Maaf telat Kai"
"Tidak apa-apa, gue juga baru sampai. Ayo silahkan duduk Ja"
Raja menurut ia duduk berhadapan dengan Kaisar. Tiba-tiba hawa dingin menyelimuti ruangan itu. Suasana tampak mencekam.
"Aku gak akan berbelit-belit Kai, tujuan aku kesini ingin mempertanyakan kenapa kamu ada di lokasi saat adikku di culik ?" tanya Raja to the point.
Sebelum menjawab Kaisar menghela nafas panjang "Apa gak makan siang dulu Ja ? kita bahas nya nyantai aja"
"Aku sudah makan, dan aku udah bilang kalau aku tidak ingin berbelit-belit."
Raja menatap Kaisar dengan tajam. Begitupun dengan Kaisar. Mereka saling menatap seolah berbicara lewat mata.
"Jadi jelaskan semua nya !"
"Baiklah, gue memang mengenal adik Lu, gue kenal sama dia pas acara resepsi pernikahan Lu sama Keyla. Dia gak sengaja nabrak gue waktu itu dan disanalah gue langsung jatuh cinta sama adik Lu".
Dahi Raja mengernyit, ia terkejut kalau Kaisar mengenal adiknya.
"Tapi Lu tenang dulu, adik Lu gak kenal sama gue, mungkin pertemuan waktu itu hanya di anggap angin lalu sama adik Lu. Karena gue cinta sama Zhalfa makanya gue nyuruh anak buah gue buat ngikutin kemanapun Zhalfa pergi. Ya alasannya singkat gue gak mau Zhalfa kenapa-napa"
"Tapi hari itu Zhalfa mengetahui kalau ia di ikuti, ia mengancam kedua anak buah gue supaya jangan ngikutin dia. Dan di hari bersamaan gue memecat seorang anak buah gue karena dia sudah berbuat curang. Dan anak buah gue yang gue pecat marah sehingga berniat balas dendam melalui Zhalfa"
Mendengar itu Raja langsung emosi, jadi penculikan Zhalfa ada hubungan nya dengan Kaisar.
"Jadi yang bikin adik ku trauma itu anak buah kamu Kai ?"
"Iya Ja"
"Keterlaluan kamu Kai, lagian kamu juga ngapain ngikutin Zhalfa. Kalau anak buah kamu gak ada yang mengenal Zhalfa semua ini gak akan terjadi" teriak Raja.
Kaisar terhenyak baru kali ini Raja berbicara tegas padanya, padahal Kaisar mengenal Raja adalah pria yang bertutur kata lembut.
__ADS_1
"Maafin Gue Ja, harusnya memang dari awal gue gak harus ngikutin Zhalfa begini"
"Maaf Kai, aku tak bisa memaafkan kamu. Dan buang semua perasaan mu pada Zhalfa karena sampai kapanpun aku gak akan merestui" balas Raja dengan tegas