Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Kebahagiaan sesudah kesedihan


__ADS_3

Keesokan harinya Raja langsung menemani sang istri untuk periksa kerumah sakit, dengan di temani sang Bunda mereka mengantri bersama ibu-ibu hamil yang lain.


Keyla tersenyum menatap setiap ibu hamil yang duduk di samping, di belakang dan di depannya, karena posisi Keyla duduk di bangku tengah. Ada yang kandungannya sudah besar dan ada juga yang masih kecil seperti dirinya. Bahkan belum kelihatan tonjolan sedikitpun.


Lagi-lagi Keyla mengelus perut ratanya, ia sudah membayangkan suatu hari nanti perut itu akan membesar. Entahlah bagaimana bentuk tubuhnya nanti, pasti akan semakin gendut. Tapi tidak mengapa Keyla akan menikmati semua itu karena menjadi ibu hamil adalah impian terbesarnya saat ia SAH menjadi istri dari Raja.


Satu persatu pasien di panggil, mereka keluar dengan senyum kebahagiaan karena pasti hasil pemeriksaan mereka menyatakan baik. Keyla berharap juga begitu.


"Ibu Keyla silahkan masuk" tiba-tiba seorang suster memanggil namanya, membuat Keyla berdiri begitupun dengan Raja dan Bunda.


"Ayo Bang" ajak Keyla pada suaminya.


Raja mengangguk, ia melangkah terlebih dahulu di susul Raja dan Bunda yang ingin masuk juga untuk melihat calon cucu pertamanya.


Seorang dokter perempuan, yang merupakan spesialis kandungan tersenyum dengan ramah kearah mereka.


"Silahkan duduk" pinta dokter yang bernama Anita.


Keyla dan Raja duduk berhadapan dengan dokter Anita, sementara Bunda memilih berdiri walaupun Raja menyuruhnya untuk duduk saja. Tapi Bunda menolak.


"Kapan terakhir datang bulan ?" tanya Dokter Anita memulai pertanyaan.


"Tanggal 10 bulan kemaren dok" jawab Keyla.


"Dan bulan ini udah telat dan sudah melakukan Tespack ?"


"Sudah dok, kemaren sore saya Tes dan hasilnya positif hamil"


Dokter Anita tersenyum "Silahkan berbaring kita akan melakukan USG"


Keyla menurut dengan di bantu seorang suster ia berbaring di atas ranjang tersebut, sebelum gamis yang Keyla pakai di angkat keatas pertama-tama suster itu menyelimuti kaki Keyla.


Dokter Anita mendekat, lalu memberikan Jell di atas perut Keyla, mengoleskan dengan rata setelah itu menempelkan alat USG dengan sedikit menekan.


Hingga tampaklah di layar monitor, menampilkan warna putih dan hitam seperti titik-titik yang entah apa itu. Keyla terus mengamati layar tersebut sambil merasakan gerakan dokter yang menggeser alat USG kekiri dan kekanan.


"Alhamdullilah sudah terlihat kantung kehamilannya" ucap dokter Anita.


"Inysa Allah semuanya sehat, tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan"


"Tapi Ibu Tetap harus hati-hati walaupun kandungan ibu di nyatakan kuat, karena di tremester pertama ini masih sangat rentan"

__ADS_1


Keyla mengangguk mengerti ia bersyukur karena kandungannya baik-baik saja. Begitpun dengan Raja yang masih menatap layar monitor.


"Berarti istri saya beneran hamil dok ?" tanya Raja.


"Iya Pak, istri Bapak hamil beneran, ini bisa di lihat dengan jelas"


Setelah dokter Anita selesai melakukan USG, Keyla kembali duduk di hadapan dokter Anita begitupun dengan Raja.


"Saya kasih vitamin dan obat penguat kandungan, silahkan di tebus di bagian apotek ya pak, ini di minum setiap hari. Kalau ada keluhan apa-apa segera hubungi saya !" jelas dokter Anita sembari memberikan kertas berwarna putih yang isinya resep obat untuk Keyla.


"Kalau mengalami Mual dan Muntah di pagi hari, jangan panik karena itu semua hal yang wajar, bahkan semua ibu hamil muda mengalami yang namanya morning secness, nanti akan hilang dengan sendirinya"


"Perasaan ibu hamil tak menetu kadang marah, sedih dan tiba-tiba ceria lagi, jadi Suami dan keluarganya lah yang menjaga supaya perasaan ibunya selalu baik"


Raja mendengar kan dengan seksama penjelasan dokter Anita, ternyata begini rasanya yang akan menjadi seorang Ayah, banyak pengerbonan yang harus ia lakukan.


Setelah dari ruangan dokter Anita, Raja langsung menuju apotek untuk menebus obat yang di resepkan oleh dokter, sementara Keyla dan Bunda menunggu di mobil. Tapi tiba-tiba Keyla ingin makan somay yang berjualan tak jauh dari rumah sakit itu.


"Bun, aku mau somay" ucap Keyla.


Mata Bunda menatap gerobak somay yang Keyla katakan "Kita tanya Abang dulu ya Key"


"Kelamaan Bun, aku mau kesana dulu !" Sebelum menunggu jawaban dari Bunda. Keyla sudah melangkah menghampiri gerobak penjual somay.


"Baik Neng"


Keyla duduk di kursi yang ada di depan gerobak itu, sambil menunggu somay nya selesai di buat.


"Bunda mau ?" tanya Keyla saat Bunda sudah berada di dekatnya.


"Tidak Nak, untuk Key saja" jawab Bunda.


Tak berapa lama Somay pesanan Keyla sudah jadi, segera Keyla memakan somay itu dengan lahap, membuat Bunda tersenyum melihat cara makan menantunya.


"Pelan-pelan Nak !" ujar Bunda


"Ini enak banget Bun" balas Keyla dengan mulut penuh.


Tiba-tiba Raja mendekat, ia langsung memincingkan matanya melihat makanan yang di santap sang istri.


"Neng" panggil Raja.

__ADS_1


"Eh Abang. Mau gak Bang ? somay nya enak banget"


Namun bukan itu yang Raja dengarkan melainkan tempat makan istrinya yang jauh dari kata mewah dan bersih, bukan karena jijik hanya saja Raja takut terjadi sesuatu dengan istri dan calon anaknya.


"Alhamdulillah" ucap Keyla setelah menghabiskan seporsi somay.


"Minum dulu Nak !" titah Bunda.


"Udah ya Neng kita pulang, sana tunggu di mobil saja biar Abang yang bayar" sahur Raja.


"Siap Bang"


Keyla dan Bunda pergi kearah mobil, sementara Raja mendekati penjual somay.


"Berapa pak somay yang di pesan istri saya ?"


"5 ribu Mas"


Raja mengeluarkan uang seratus ribu lalu memberikan nya kepada Bapak itu.


"Saya belum punya kembalian nya Mas, tadi istri Mas yang pertama beli. Di simpan aja dulu Kalau ketemu nanti Mas bisa bayar" ujar bapak.


Tapi Raja tetap memberikan uang itu "Ambil saja Pak, sisahnya buat bapak saja, anggap ini rezeki untuk bapak"


"Tapi Mas"


"Sudah Pak terima saja, saya ikhlas"


"Ya Allah terima kasih Mas, semoga sehat selalu dan rezekinya selalu lancar"


"Aamiin"


Setelah itu Raja berlalu dan menyusul istri nya di mobil, Raja duduk di bangku kemudi.


"Sayang lain kali jangan makan sembarangan ya ! kamu kan lagi hamil harus benar-benar jaga pola makannya" ucap Raja dengan lembut pada Keyla.


"Abang gak ngelarang kamu mau makan apa, asal itu sehat dan bergizi untuk calon anak kita. Kamu dengar kan apa yang di katakan dokter tadi" lanjut Raja lagi.


"Iya Bang, Maaf"


Dari belakang Bunda tersenyum melihat kefosesifan anaknya, ia kembali ingat dengan perhatian sang suami saat ia mengandung si kembar. Sama seperti Raja sangat Fosesif mungkin takut terjadi sesuatu dengan anaknya.

__ADS_1


"Sekali-kali gak papa Bang, itu namanya Key ngidam. Jangan anggap remeh loh Bang kalau Istri lagi ngidam entar anak nya ileran" sahut Bunda.


__ADS_2