
Gibran langsung tersenyum bahagia melihat putra kesayangan itu sudah siuman. Dengan cepat Gibran memberi kabar kepada Zenia dan Zahran tentang keadaan Raja saat ini.
“Ayah” panggil Raja dengan suara pelan
”Iya Nak, sebentar jangan banyak bicara dulu, dokter akan memeriksa keadaan Raja” ucap Gibran
Raja masih mengingat apa yang terjadi sebelum nya, hingga ingatan nya tertuju pada sebuah mobil yang menghantam tubuhnya begitu kuat, bahkan ia sendiri dapat merasakan dirinya di buat melayang karena tabrakan yang begitu kuat.
Setelah itu Raja tidak tau apa yang terjadi kedepan nya, hanya itu yang dia ingat.
Dan sekarang setelah Raja membuka mata, ia baru sadar kalau saat ini ia berada di rumah sakit, ada Ayah Gibran juga disana itu berarfi Bunda dan Babanya ada di Turki juga.
“Bunda disini juga Yah ??” tanya Raka untuk menuntaskan keingin Tahuan nya.
“Iya, Bunda dan Baba di sini juga , tapi pulang sebentar mau lihat keadaan Arda” jawab Gibran.
“Bagaimana keadaan Arda Yah ?? Dia baik-baik saja kan ??”
“Arda baik, tapi mungkin dia masih syok saat ini.”
“Astaghfirullah, kasian Arda Yah”
Gibran menggelengkan kepalanya, Sifat Raja begitu mirip dengan Zahran yang selalu mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri. Melihat hal ini Gibran teringat dengan kejadian beberapa tahun yang lalu bagaimana Zahran selalu mengalah kepadanya tentang Raja. Bagaimana Zahran dengan sabar menghadapi sikap ibunya yang waktu itu ingin merebut hak asuh Raja. Dan sekarang terbalik Raja lebih mementingkan Arda dari pada kondisi tubuhnya saat ini.
Tidak berapa lama dokter datang untuk memeriksa keadaan Raja, dokter mengatakan kalau Raja sudah melewati masa kritisnya hanya saja patah di kaki Raja masih terbilang parah.
Mendengar kalau dirinya mengalami patah tulang di bagian Kaki, Raja langsung teringat dengan cita-citanya, jika saat ini dirinya sudah mengalami patah tulang itu berarti ia tak bisa mendaftar tentara.
Air mata Raja menetes dengan cepat, cita-cita yang ia tanam sedari kecil harus musna sudah karena masalah ini.
“Assalamualaikum” seru Zahran dan Zenia di ambang pintu.
“Walaikumsalam” jawab Gibran.
Zenia langsung memeluk Raja dengan erat, tangis Zenia pecah begitupun dengan Raja, tapi dia bukan sedih karena melihat Zenia menangis, ia menangis karena gagal untuk menjadi tentara.
“Apa yang sakit Nak ?? Bilang sama Bunda ??” Tanya Zenia.
Namun Raja hanya diam saja, ia masih mencerna setiap kejadian yang menimpah nya selama ini..
“Abang kenapa Nak ?? Cerita sama Baba !!” tanya Zahran dengan lembut..
Mendengar suara Zahran, Raja langsung memeluk nya dengan erat, seolah ingin menumpahkan kesedihan nya saat ini. Raja menangis di pelukan Zahran begitu menyayat hati.
“Abang gagal jadi tentara Ba, Abang gagal” ucap Raja dengan Isak tangisnya.
__ADS_1
Zahran, Zenia dan Gibran terdiam, mereka semua tau apa yang saat ini Raja rasakan.
“Bolehkah Raja marah sama Allah Ba, apa salah Raja selama ini, Raja begitu taat kepada Allah, sholat tidak pernah Raja tinggalkan, lalu kenapa Allah memberikan cobaan begitu berat untuk Raja. Kenapa Ba” ucap Raja lagi.
“Astaghfirullah, kenapa Raja jadi sombong seperti ini, dengar Nak Allah memberikan cobaan kepada Raja itu berarti Allah yakin kalau Raja mampu melewati nya. Jangan pernah Raja berpikir seperti itu dosa sayang” jawab Zahran kemudian.
“Betul kata Baba nak, semua ini adalah ujian buat Raja. Jika memang Raja gagal jadi tentara masih ada cita-cita lain, seseorang yang sukses bukan hanya jadi tentara sayang” sahut Gibran menenangkan Raja.
Namun Raja tak lagi menjawab, ia masih begitu kecewa karena terlalu banyak cobaan yang menimpah hidupnya. Apalagi sekarang Raja harus menerima kenyataan pahit kalau dia harus merelakan cita-citanya yang dari kecil ia impikan.
*******
Beberapa hari kemudian Keyla sudah pulang ke Indonesia, namun kabar tentang Raja belum juga ia dapatkan. Ingin sekali dirinya datang kerumah Raja untuk memastikan apakah lelaki itu beneran pulang ke Indonesia atau tidak.
Namun Keyla tak punya keberanian sebesar itu. Hingga Jihan menawarkan langsung.
“Biar gak penasaran mending kita kerumah nya aja, siapa tau Raja beneran pulang” usul Jihan.
“Enggak Ah, malu tau gak, lagian kita mau punya alasan apa sama kedua orang tuanya dan Raja” tolak Keyla.
“Terus kalau kamu diem begini apa tau kalau Raja pulang ??”
“Ayolah Key, biar gue yang ngomong dan cari alasan” Jihan tetap memaksa untuk membawa Keyla menemuin Raja.
Saat tiba di depan rumah Raja, Keyla dan Jihan melihat Adel sedang duduk di teras.
“Itu adiknya Raja kan ??” tanya Jihan kepada Keyla.
“Iya” jawab Keyla yang semakin deg deg kan.
Adel yang melihat kedatangan Keyla langsung menemuinya. Ia tahu kalau wanita itu sedang menanyakan keberadaan Abangnya.
“Masuk dulu Mbak Key” ucap Adel dengan sopan.
Keyla dan Jihan menurut, mereka masuk mengikuti langkah Adel..
“Silahkan duduk Mbak” ujar Adel kepada tamunya.
“Terima kasih” jawab Keyla dan Jihan serempak.
“Mau minum apa Mbak ??” tanya Adel lagi.
“Tidak usah Del, kami hanya sebentar kok kesini” jawab Keyla.
“Iya cuman mau tanya tentang Raja" sahut Jihan langsung.
__ADS_1
“Oh, mbak Key belum tau kabar tentang Abang ??” tanya Adel menatap wajah Keyla.
Keyla menggelengkan kepalanya, karena memang ia tak tau apa-apa.
“Memangnya Raja kenapa ??” tanya Keyla
“Abang kecelakaan, dia di tabrak mobil dan kondisinya sempat kritis, makanya Baba sama Bunda pada ke Turki semua” jelas Adel
“Kecelakaan ??” tanya Keyla terbata-bata, hingga tak sadar kalau air mata Keyla sudah mengalir dengan deras.
“Iya Mbak, ini tadi mau nelpon kesana tapi lihat mbak Key kesini makanya aku urungkan”
”Coba telepon Del mbak mau dengar kabar Raja”
Adel menganggukan kepala nya. dengan cepat Adel menghubungi Arda untuk mencari tau keadaan Raja.
“Assalamualaikum, ada apa dek ??” suara Arda di seberang sana. Terdengar begitu serak seperti orang habis menangis
“Kakak dimana ?? Adel cuman mau tanya keadaan Abang saja Kak” jawab Adel.
“Kakak di rumah Dek, keadaan Abang Alhamdulillah sekarang sudah sadar. Namun Kakak belum kesana untuk melihat”
“Syukurlah kalau Abang sudah sadar, ya sudah cuman itu yang ingin Adel tanyakan Kak, Assalamualaikum”
“Wakaikumsalam”
Keyla terlihat begitu megah setelah mendengar kalau Raja sudah sadarkan diri. Yang dapat ia lakukan hanah mendoakan Raja karena untuk melihat keadaan Raja akan sangat sulit.
“Alhamdulillah mbak Key. Abang sudah sadar” ucap Adel.
“Iya Del, tadi mbak dengar sendiri” jawab Keyla.
“Tadi yang kamu telepon siapa Del ??” tanya Jihan ingin tahu.
“Namanya Arda mbak, dia saudara kembarku” Jawab Adel tersenyum.
“Oh”
*.
*
Bersambung..
episode selanjutnya akan Author cepatkan Ya, menjadi beberapa tahun kemudian, dimana Raja dan Keyla sudah sama-sama sukses. Pada penasaran kan bagaimana awal pertemuan mereka ??
__ADS_1