
Bunda dan Keyla sedikit berlari memasuki lorong rumah sakit agar segera sampai ke ruang Zhalfa. Air mata Bunda terus menetes di balik cadarnya, pikirannya tak karuan saat mengetahui kalau putri bungsunya mengalami hal ini.
"Bang" panggil Bunda setelah sampai didepan ruang rawat Zhalfa.
Raja menoleh lalu langsung memeluk tubuh Bunda dengan erat "Maafkan Abang Bun ! Maaf Abang gak bisa jagaian Zhalfa dengan baik"
"Ini bukan salah Abang, semua ini terjadi karena takdir Allah Nak"
Raja melepaskan pelukannya, ia menyusut air mata di pipinya. "Tapi tetap saja Bun, Haruanya Abang bisa jagaian Zhalfa"
"Sudah jangan menyalahkan diri kamu lagi, Bunda mau masuk dulu nemuin Zhalfa"
Raja mengangguk, setelah kepergian Bunda. Raja mendekati istrinya.
"Sudah tau siapa dalang dari semua ini Sayang ?" tanya Keyla.
"Entahlah Sayang, Abang juga tidak tau siapa dia. Tapi tadi saat Abang kelokasi dimana Zhalfa di sekap Abang ketemu sama Kaisar"
Dahi Keyla mengernyit "Ngapaian Kaisar ada disana Bang ? apa dia mengenal Zhalfa ?"
"Abang juga tidak tahu, tadi belum sempat nanya-nanya soalnya Abang mau bawa Zhalfa kerumah sakit"
"Pasti Kaisar ada di balik semua ini, Key yakin Bang"
"Jangan suodzon dulu Sayang, siapa tau Kaisar tak sengaja ada disana"
"Enggak mungkin cuman kebetulan Bang, udah nanti biar Daddy yang nyari tau semua ini"
Raja mengangguk mungkin memang tak ada salah nya meminta bantuan Daddy Kenan. Karena menurut cerita bahwa Kakeknya Keyla yakni Kakej Bayu adalah mantan Mafia.
Sementara di ruangan Zhalfa masih belum sadarkan diri, ia masih memejamkan matanya. Bunda duduk disamping ranjang sambil menggenggam tangan Zhalfa dengan erat.
"Dek, bangun Nak ! ini Bunda sayang !"
"Maafin Bunda ya, kalau Bunda gak bisa jagaian Adek dengan baik"
"Bunda sayang banget sama Adek"
Tangis Bunda pecah, ia menelungkupkan wajahnya di atas kasur, bahu nya naik turun seiring dengan deraian air matanya.
Raja dan Keyla masuk kedalam ruangan Zhalfa. Keyla melihat ibu mertuanya kembali berduka. Rasanya tak tega melihat Bunda selalu menangis seperti ini, baru saja ia kehilangan sang suami sekarang kembali tertimpa musiba.
"Bun" panggil Keyla dengan suara lembut.
Bunda mendongak, matanya merah karena air mata "Iya Nak"
__ADS_1
"Bunda yang sabar ya ! Zhalfa akan baik-baik saja" tutur Keyla.
Bunda hanya menjawab dengan anggukan. Ia sudah menguatkan diri untuk setiap musibah yang menimpa dirinya. Namun tetap saja hati Bunda rapuh apalagi ia sudah kehilangan sandaran hidup.
✨✨✨✨✨✨✨
Gadis cantik dengan keadaan tak berdaya itu hanya bisa pasrah, bahkan menangis pun rasanya percuma. Seluruh badannya sakit semua apalagi bagian inti nya sakit sekali tak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.
Disampingnya ada sang Ibu yang terisak dalam tangisnya.
Sementara Herdi entah dibawah kemana lagi oleh Kaisar. Tapi yang jelas Kaisar belum puas menyiksa Herdi, ia ingin Herdi merasakan sakit yang lebih dari yang dirasakan oleh Zhalfa.
"Mau diapakan lagi saya Tuan ?" tanya Herdi dengan suara lemah, bahkan untuk menegakkan kepalanya saja ia sudah tak mampu akibat pukulan demi pukulan yang ia terima.
"Katanya mau di bunuh ? ya ini saatnya" jawab Kaisar enteng, seperti membunuh seseorang adalah menjadi kebiasaannya.
Herdi hanya bisa pasrah, tidak bisa lagi untuk melawan, penyesalan terdalamnya adalah menculik Zhalfa. Ia tak tahu kenapa pikiran itu merasuki otaknya.
✨✨✨✨✨✨✨
2 hari sudah Zhalfa di rawat dan sampai sekarang belum ada kemajuan, mata itu masih saja terpejam entah sampai kapan Zhalfa akan membuka matanya.
Tapi Bunda dan Raja terus menemani Zhalfa, mereka membiarkan Zhalfa tertidur berharap saat bangun nanti Zhalfa tidak akan mengingat apa yang menimpah dirinya.
"Adek mimpi apa sih ? kok betah banget tidurnya" tutur bunda dengan lembut
"Dek, kamu sudah sadar dek ?" ucap Bunda antusias.
Mata Zhalfa terbuka ia menatap sekeliling, "Bunda" panggil Zhalfa dengan suara pelan
"Iya Nak, Bunda disini",
"Adek haus Bun"
"Sebentar !"
Bunda mengambil segelas air yang terletak di atas meja nakas, tidak lupa memasukan sedotan supaya Zhalfa bisa minum tanpa bangun.
"Bunda panggil dokter sama hubungin Abang dulu ya !"
Zhalfa menganggukan kepalanya, ia masih berusaha mengingat setiap kejadian yang menimpa dirinya. Hingga akhirnya bayangan tentang seorang laki-laki yang membuka paksa hijab dan gamisnya melintas di pikirannya.
Air mata Zhalfa menetes dengan deras, kedua tangannya mere mas kepalanya yang tertutup hijab. "Tidaaaak" teriak Zhalfa hingga membuat Bunda kaget.
"Ya Allah Zhalfa. Kamu kenapa sayang ?" tanya Bunda sembari melepaskan kedua tangan Zhalfa di kepalanya, ia peluk putri bungsunya itu dengan erat
__ADS_1
"Zhalfa sudah kotor Bun, Zhalfa tidak suci lagi. Pria jahat itu sudah membuat Zhalfa kotor"
"Sabar Nak, semua ini takdir hidup kamu" tak terasa air mata Bunda kembali menetes.
Tidak berapa lama seorang dokter perempuan memasuki ruaangan Zhalfa.
"Kita periksa dulu ya" ucap dokter itu
Namun Zhalfa tak mau melepaskan diri dari pelukan Bundanya, ia merasa ketakutan saat seseorang mendekati dirinya. Ia seperti melihat laki-laki jahat itu.
"Jangan mendekat ! ku mohon jangan mendekat ! jangan sentuh aku ! hiks-hiks-hiks".
"Nak, itu dokter sayang, dia gak akan ngapa-ngapain Zhalfa. Ada Bunda juga disini"
Tapi Zhalfa tetap menggeleng dengan kuat, ia menolak di periksa. Wajahnya pucat karena rasa takut keringat dingin menetes di kening Zhalfa.
"Ya Allah apa yang terjadi dengan putriku" gumam Bunda lirih.
Suara pintu yang terbuka membuat semua orang menoleh kecuali Zhalfa. Ia masih membenamkam wajahnya di dada Bunda.
"Bang, sini" ajak Bunda
Raja dan Keyla mendekat, "Zhalfa kenapa Bun ?" tanya Keyla.
"Dia takut sama orang baru nak, sepertinya Zhalfa mengalami trauma"
"Astaghfirullah, Zhalfa"
Raja menyentuh punggung Zhalfa membuat Zhalfa mendongak dan menatap Raja dengan seksama. Ia perhatikan wajah Raja.
"Abang"
"Iya Dek, ini Abang !"
"Zhalfa takut Bang, laki-laki itu menodai Zhalfa Bang"
Raja memeluk tubuh adiknya dengan kuat, ia mengelus punggung Zhalfa. Sementara Zhalfa memberi isyarat pada dokter supaya memeriksa Zhalfa nanti saja.
"Baiklah, kalau ada apa-apa segera hubungi saya" ucap dokter itu.
"Emmm dok saya mau nanya ?" ucap Keyla ragu.
"Iya silahkan"
"Apa adik ipar saya benar-benar sudah di nodai ? maksud saya apa dia sudah kehilangan keperawanan nya ?"
__ADS_1
"Kita belum tau pasti, mau bertanya sama pasien tapi kondisinya seperti ini, langkah yang harus kita lakukan adalah pisum. Supaya tau apakah Nona Zhalfa masih perawan atau tidak"
Keyla mengangguk begitupun dengan Bunda.