
Gibran masih terus mengelus kepala Raja, sedangkan Zenia dan Zahran membacakan ayat suci Al-Qur'an untuk mendoakan supaya Raja cepat sadar.
Seorang dokter memberi tahukan kalau Gibran harus segera bersiap untuk mendonorkan darahnya. Gibran mengangguk dan menjawab kalau dirinya sudah siap sejak tadi.
“Semoga anak Ayah cepat sadar ya setelah Ayah mendonorkan darahnya” ucap Gibran dengan suara serak.
“Aamiin” sahut Zenia yang baru selesai membaca Al-Quran.
“Sudah makan Gib ?? kalau belum makan dulu supaya nanti badan kamu tidak terlalu lemah” ujar Zahran.
“Sudah Mas, Insya Allah Gibran kuat. Apapun akan Gibran lakukan supaya Raja segera sembuh”
Zahran menepuk bahu Gibran dengan lembut.
“Raja pasti akan sembuh” kata Zahran meyakinkan.
“Aamiin” ucap Gibran dan Zenia serempak.
Gibran sudah bersiap untuk menjadi pendonor darah, sementara Zahran dan Zenia menunggu di luar ruangan. Dalam hati Zenia terus berdoa semoga putra pertamanya itu segera sadar.
“Makan dulu ya Sayang, kamu juga butuh tenaga untuk menjaga Raja” ucap Zahran dengan begitu lembut.
“Nia belum laper By”
Zahran menghela nafas panjang, ia sangat tau apa yang saat ini istrinya rasakan. Namun Zahran juga takut kalau Zenia sakit karena tidak makan.
**********
Sementara itu di Indonesia Adel dan Zhalfa tidak bisa ikut ke Turki karena memang hari libur yang tinggal beberapa hari lagi. Zahran pun melarang mereka ikut. Padahal Adel dan Zhalfa begitu ingin ikut kesana.
“Bagaiman keadaan Abang ya Kak, semoga Abang tidak apa-apa” ucap Zhalfa sedih.
“Kata Baba, kita harus mendoakan Abang di setiap sholat kita, semoga Abang bisa segera sembuh”
“Aamiin. semoga saja Kak”
**********
Setelah ketahuan kalau Kaisar yang menjebak Raja dan Keyla. ia langsung mendapatkan ganjaran nya. Kaisar di keluarkan di sekolah padahal sebentar lagi ia akan lulus.
Namun Kaisar tidak berani bilang sama Diana kalau dirinya sudah tidak sekolah lagi. Selama hampir 4 bulanan ia pura-pura datang kesekolah untuk membohongi Mamanya.
“Kai, sebentar lagi udah mau lulus Kan ?? kamu mau lanjut kemana Nak ??” tanya Diana. Ia melirik kearah anaknya yang sedang makan.
“Belum kepikiran Ma” jawab Kaisar.
“Loh kok belum kepikiran, harusnya kan udah sayang. Mama ingin kamu jadi anak yang berguna supaya bisa mengangkat derajat Mama kelak”
__ADS_1
Kaisar memandang wajah Diana dengan seksama, entah apa yang akan Diana lakukan jika mengetahui kalau dirinya sudah tidak sekolah lagi.
“Ini semua salah Tuan Kenan sialan itu. Karena dirinya aku sampai di keluarkan di sekolah” batin Kaisar geram
Diana memperhatikan wajah anaknya yang terlihat Marah. Apalagi makanan Kaisar tak di habiskan.
“Kaisar” panggil Diana pelan.
“Iya Ma” jawab Kaisar tanpa ekspresi.
“Kamu kenapa ?? kok diam ??”
“Tidak apa-apa Ma. Ya sudah Kaisar pamit dulu ya Ma”
“Mau kemana kamu ??” tanya Diana lagi.
“Cari angin Ma”jawab Kaisar yang sudah berlalu dari hadapan Diana.
Dengan kesal Kaisar menaiki motornya dan menjalankan dengan kecepatan tinggi, tidak peduli apa yang akan terjadi kedepan nya yang jelas saat ini dia marah entah marah pada siapa.
“Tuan Kenan sialan, kalau saja ia tak meminta pihak sekolah mengeluarkan aku, semua ini tidak akan terjadi”
Kaisar masih begitu ingat saat Kenan memberinya pilihan. “Kamu tinggal pilih saya keluarkan di Sekolah atau Saya masukan kedalam penjara ??” Dan sialnya ia memilih di keluarkan di sekolah. Pikiran nya saat itu jika ia memilih masuk penjara otomatis Mama nya akan sangat sedih dengan hal ini.
********
“Key betah kok Mom, hanya saja Key sedang males untuk jalan-jalan. Gak ada teman” jawab Keyla berbohong padahal selama di Jepang pikiran nya tak tenang.
“Besok kita pulang ke Indonesia” ucap Alya tiba-tiba.
“Beneran Mom ??” tanya Keyla meyakinkan.
“Iya Nak, lagian pekerjaan Daddy kamu sudah selesai”
Keyla begitu senang mendengarnya, ia langsung memeluk tubuh Alya dengan erat.
Harapan nya saat ini semoga Raja belum pulang ke Turki.
“Hari ini Key mau jalan-jalan Mom, ada yang mau Key beli” ucap Keyla dengan wajah berbinar.
“Iya boleh,.minta temenin sama Zio ya soalnya Mommy harus nemenin Daddy makan siang sama teman kantornya”
“Iya Mom”
Tidak apalah ia berangkat bersama Zio, lagian ia juga ingin membeli sesuatu untuk Raja, jika berangkat bersama Alya pasti Alya akan bertanya.
******
__ADS_1
Ruangan bernuansa putih itu masih terlihat sama. Suara yang di timbulkan di layar monitor selalu membuat jantung siapapun berdetak dengan kencang.
Setelah mendapatkan pendonor darah dari Girban keadaan Raja sudah membaik. Hanya tinggal menunggu sadarnya saja. Mudah-mudahan besok ataupun hari ini Raja akan cepat siuman.
“Dek Nia pulang aja dulu, Arda juga butuh perhatian dari kamu, biar saya yang menjaga Raja” ucap Gibran karena kasihan melihat Wajah lelah Zenia dan Zahran.
“Arda pasti akan mengerti Mas, biar Nia disini saja”jawab Zenia
“Betul kata Gibran sayang, kita pulang dulu nanti kesini lagi. Lagian kamu belum lihat keadaan Arda setelah pertemuan singkat tadi. Aku juga takut kalau Arda masih syok”
Zenia menatap suaminya, benar kata Zahran ia juga harus memperhatikan Arda.
“Baiklah, Nia akan pulang” ucap Zenia dengan pelan.
Zahran dan Zenia pamit untuk pulang terlebih dahulu. Sementara Gibran masih menunggu di rumah sakit.
######
Seorang anak laki-laki yang begitu tampan sedang duduk di sebuah taman yang sangat indah. Ia tampak bahagia sekali karena di kelilingi oleh ribuan Bunga mawar berwarna merah.
“Kamu ngapain disini sayang ??”tanya seorang wanita cantik dengan berpakaian putih lengkap dengan kerudungnya.
Raja menoleh, ia langsung tersenyum melihat wanita yang dari kacil ia panggil Aunty.
“Aunty Ra” panggil Raja.
“Iya sayang, Aunty tanya kenapa Raja Disni, disini bukan tempat Raja” ucap Zara dengan tersenyum manis.
“Raja betah disini Aunty, apalagi sekarang Raja ketemu sama Aunty jadi makin betah”
Zara tersenyum.
“Belum saat nya Raja disini. Raja pulang ya ada Bunda yang sedang menunggu Raja. Kalau Raja gak pulang Bunda akan sedih. Bukan nya Raja tidak mau kalau Bunda sedih” jelas Zara.
Raja kembali menatap Zara. Senyum Zara tak pernah pudar. Zara masih terlihat sangat cantik sama seperti dulu. Sesaat Raja sadar kalau Zara sudah tiada, dengan cepat ia berdiri dari duduknya dan disana ia melihat Zara perlahan meninggalkan nya.
“Aunty Ra, mau kemana jangan tinggalin Raja lagi” teriak Raja dengan keringat yang bercucuran.
“Raja, Masya Allah kamu sadar Nak ?? ya Allah terima kasih”.ucap Gibran senang.
-
-
BERSAMBUNG..
YANG PERNAH BACA NOVEL SUAMIKU MENJADI ADIK IPARKU PASTI KENAL SAMA ZARA ANASTASYA..
__ADS_1