
Keesokan harinya Raja sudah bersiap untuk pergi ke Kantor, hari ini Zahran akan memperkenalkan dirinya sebagai seorang pemimpin di perusahan Arsalan Grup yang baru.
Allahumma innii as'aluka min fadhlika wa athaa'ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du'aa'i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa'daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi' annal islaam ba'da iz a'thaitanaa
Yang Artinya : “Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pekerjaan ini dan segala kebaikan yang ada di dalamnya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pekerjaan ini dan segala keburukan yang ada di dalamnya, sesungguhnya atas segala sesuatu itu Engkaulah yang maha berkuasa menetukannya”.
Setelah berdoa Raja melangkahkan kakinya keluar kamar, ia terlihat begitu tampan saat mengenakan setelah jas Hitam yang di baru belikan Zenia kemaren soreh.
“Abang ganteng banget, kalau bukan Zhalfa adiknya Abang, Zhalfa mau jadi istri Abang” seloroh Zhalfa saat melihat Raja sudah berada di meja makan.
Tuukk.
Raja mengetok kepala Zhalfa menggunakan jarinya, mmebuat Zhalfa meringis kesakitan. Walau sebenarnya Raja begitu pelan melakukan nya dia tidak akan tega menyakiti adiknya itu.
“Kalau Bicara di jaga Dek !!” balas Raja kemudian.
“Iya kan Kalau bang, tapi nyatanya Allah menakdirkan kita jadi adik Kakak”
“Jadi ceritanya Zhalfa gak senang gitu jadi adiknya Abang”
Zhalfa langsung menggelengkan kepalanya.
“Aku senang banget lah Bang, jadi adiknya Abang” ucap Zhalfa.
Tidak berapa lama Zahran bergabung di meja makan bersama sang istri. Zenia menatap Raja dengan berkaca-kaca, putra pertamanya itu terlihat sangat tampan memakai jas yang ia berikan.
“Kebesaran gak Bang ??” tanya Zenia
“Alhamdululillah tidak Bun, sangat pas di tubuh Abang” jawab Raja.
“Syukurlah kalau begitu”
Zahran hanyaa tersenyum kepada Raja, mulai hari ini pemimpin perusahaan nya akan berpindah ke tangan Raja, walaupun Raja bukan lah anak kandungnya namun kasih sayang nya kepada Raja begitu besar. Mungkin karena Zahran sudah merawat Raja dari kecil jadi rasa sayang itu tumbuh begitu saja.
__ADS_1
“Sarapan dulu, setelah ini kita berangkat” ujar Zahran
Mereka semua sarapan dengan tenang, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring menjadi pemecah suara di pagi hari.
Setelah selesai sarapan Raja dan Zahran langsung berangkat ke Kantor. Detak jantung Raja berpacu dengan cepat, ia begitu gugup karena akan menjadi pemimpin perusahaan Zahran.
Dulu saat masih kecil perusahaan Zahran berada di kota Semarang, namun saat Zahran dan Zenia pindah, Zahran juga mendirikan perusahaan di Jakarta sehingga di Semarang di jalankan oleh Zaidan dan Fahri, tapi tetap kantor utamanya adalah di Jakarta yang akan di pimpin oleh Raja. Sementara di Semarang masih di pimpin sama Zaidan dan Fahri.
Untuk yang di Turki Zahran mempunyai kepercayaan nya sendiri. Dulu Fauzan yang menjalankan namun setelah menikah dengan Zea, Fauzan mengundurkan diri.
Setelah sampai di perusahaan banyak pasang mata yang menatap Raja dengan tatapan kagum, berulang kali Raja beristighfar karena tatapan wanita, Zahran hanya terkekeh mendengarnya.
“Mereka hanya kagum sama kamu bang” ucap Zahran saat berada di Lift bersama Raja.
“Tapi Abang risih dengan tatapan mereka Ba” jawab Raja.
“Nanti akan terbiasa Nak”
Zahran menunjukan ruangan nya yang sekarang menjadi ruangan Raja.
Raja hanya mengikuti saja, di ruangan meeting sudah ada banyak orang, mungkin dari beberapa bidang di perusahaan ini, Raja pun belum mengenal mereka.
Raja berdiri di samping Zahran.
“assalamualaiukum.Warahmatullahi wabarakatuh” Ucap Zahran begitu tegas.
“Walaikumsalam” jawab mereka serempak begitupun dengan Raja.
“Kemaren tela saya katakan kalau pemimpin perusahaan ini akan berpindah kepada anak pertamanya, dan sekarang ia sudah berada di samping saya. Perkenalkan namanya Raja Alvaro Pradipta Putra Arsalan, Lulusan S1 di negara Turki mungkin sebentar lagi akan melanjutkan S2 nya” ucap Zahran ia sengaja menambahi nama Raja menjadi Putra Arsalan agar tidak banyak pertanyaan dari orang-orang mengenai status Raja, Zahran hanya tidak ingin Raja di pandang dengan cara lain.
Raja tersenyum begitu ramah kepada semua orang, tatapan nya yang teduh berhasil membuat seisi ruangan terpikat.
“David sini” panggil Zahran pada seorang pria yang umurnya hampir sama dengan Raja.
“Siap Tuan Zahran” ucap pria yang bernama David itu.
__ADS_1
Zahran mengangguk kemudian beralih manatap Raja “Bang ini kenalkan David dia yang akan menjadi Sekretaris pribadi kamu, dia juga lulusan di Turki umurnya tua David 2 tahun di Banding Abang, David sudah bekerja di perusahaan kita di Turki selama 1 tahun dan Baba yang meminta nya untuk pindah kesini agar bisa mendampingi kamu” jelas Zahran.
“Saya David tuan Raja” ucap David kesal.
Raja hanya mengangguk ia sebenarnya tidak enak dengan panggilan David yang memanggil nya Tuan, namun karena ini masih di kantor dan di dalam ruangan Meeting Raja bisa memahami.
“Baiklah meeting hari ini selesai saya harap kalian semua bisa membantu anak saya dalam menjalankan perusahaan ini” ucap Zahran.
Semuanya langsung keluar satu persatu setelah menjabat tangan Raja, sekarang tinggal Zahran, Raja dan David yang berada di ruangan itu.
“Semoga betah disini Vid, ruangan mu ada di sebelah ruangan Raja” ujar Zahran.
“Saya pasti akan betah Tuan”David mengangguk sopan.
“Baba langsung pulang ya Nak soalnya Baba mau ke Semarang, ada sesuatu di perusahaan sana” Zahran menepuk bahu Raja.
“Iya Ba, hati-hati di jalan, salam sama Ibra ( Anaknya Fahri) dan Cinta ( Anaknya Zaidan) serta Rara ( Anaknya Gibran)” ucap Raja.
“Akan Baba sampaikan, bekerja lah dengan baik, Baba yakin Abang bisa menjadikan perusahaan ini menjadi berkembang pesat. Oh iya hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Abraham Grup, jadi Abang bersiap hanya membahas masalah pembangunan karena memang perusahaan kita bekerja sama dengan mereka” jelas Zahran lagi.
“Abraham grup ?? apa itu perusahaan nya Keluarga Keyla ya ??” batin Raja.
“Baik Ba, Abang akan menemuinya”
Setelah Zahran pamit, Raja dan David segera keruanga Raja, di atas meja sudah tertulis nama Raja Yang sebagai pemimpin perusahaan.
“Vid” panggil Raja.
“Iya Tuan” jawab David sopan.
“Tolong jangan panggil saya Tuan, saya tidak enak mendengar nya Vid, lagian umur kita kan lebih tua kamu”
“Tapi Tuan adalah pemimpin perusahaan ini, walau umur saya lebih di atas Tuan tapi saya harus menghormati Tuan karena Tuan atasan saya”
“Baiklah kalau di kantor kamu boleh panggil saya Tuan tapi kalau di luar kantor panggil nama saja ya, kita bersahabat sekarang”
__ADS_1