Cinta Dan Sang Pemilik Cinta

Cinta Dan Sang Pemilik Cinta
Bab 14-Sampai Tujuan


__ADS_3

Raja...........


Akhirnya dengan menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam 55 menit. Ia dan Baba sampai di Bandara Istambul Airport yaitu Bandara Internasional negara Turki.


Ia dan Baba sudah di jemput oleh Sopir pribadi. Yang di pekerjakan oleh Baba untuk mengantar jemput Arda saat hendak kesekolah maupun ke tempat lain. Baba belum mengizinkan Arda membawa mobil sendiri. Mungkin begitupun dengan dirinya yang akan di antar jemput oleh Sopir.


Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Ia dan Baba segera memasuki mobil untuk segera pulang kerumah. Rasa lelah campur penat membuat seluruh tubuhnya terasa remuk redam.


Ketika sampai di rumah Ia dan Baba langsung di sambut oleh Arda. Ia sampai pangling melihat Penampilan Arda sekarang. Tubuhnya tinggi dengan kulit yang putih dan bersih. Wajahnya persis seperti Baba yang begitu tampan.


“Assalamualaikum Bang” ucap Arda sambil memeluknya dengan erat.


Ia pun membalas pelukan Arda adik laki-laki yang masa kecilnya begitu nakal. Bahkan ia saja tak ingat sehari berapa kali Arda membuat Adel menangis.


“Walaikumsalam” jawabnya dan Baba secara serempak.


“Makin tinggi kamu Kak” ucap Baba dengan memeluk Arda dengan erat. Ia sendiri dapat merasakan kerinduan yang Baba rasakan.


“Hehe iya Ba. Sekarang malah tinggian Kakak dari pada Baba” Arda terkekeh sambil mengatakan itu.


Ia pun tersenyum benar memang kalau Arda sekarang lebih tinggi dari Baba. Tapi masih tinggian dirinya karena ia mengikuti garis keturunan dari sang Ayah yaitu Gibran.


“Tidak apa-apa sekarang Kakak Ar lebih tinggi dari Baba asal yang penting kita masih hormati dan sayangi Baba” ia berkata sambil memandang wajah Baba.


Setelah cukup lama berbincang ia langsung istirahat. Untuk mengusir rasa lelah dan penat nya. Begitu pun dengan Baba yang juga langsung masuk kamar.


Sebelum tidur ia berwudhu dulu. Tadi ia sudah melaksanakan sholat Isya di pesawat.


“Apa Keyla sudah membaca surat dari ku ??” tanya nya dalam hati sembari mulai memejamkan matanya.


-------------


Keesokan paginya ia bersiap untuk sarapan. Disini tentu berbeda dengan di Indonesia. Bahkan untuk pelayan saja sudah sangat berbeda. Ia pun harus membiasakan berbicara dengan bahasa Turki.


“Sarapan dulu Bang !!” ucap Arda yang sudah duluan berada di meja makan. Sudah lengkap dengan seragam sekolah.


“Baba mana ??” tanya nya sembari menarik kursi dan mendudukkan diri di atasnya.

__ADS_1


“Masih di kamar. Nanti menyusul katanya”


“Oh”


Ia dan Arda duluan sarapan. Barulah Baba menyusul dan ikut bergabung sarapan bersamanya dan juga Arda.


“Arda barengan saja berangkat nya, soalnya sekalian ngurus pindahan sekolah Abang” kata Baba setelah mereka selesai sarapan.


“Iya Ba”


Ia sendiri tak menyangka kalau ia dan Arda akan satu sekolah. Ia di pindahkan di SMA NEGERI INTERNASIONAL IMAM HATIP. Sekolah menengah atas


yang menerapkan kurikulum umum berstandar EROPA dan di kolaborasikan dengan Kurikulum Pendidikan Islam yang dilaksanakan di bawah otoritas Departemen Pendidikan Nasional Turki untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Islam.


Setelah sampai di sekolah barunya ia dan Baba langsung keruang kepala sekolah guna menyerahkan smeua berkas pemindahan nya. Awalnya sangat sulit untuk ia di terima karena sekarang sudah kelas 3 SMA. Namun dengan segala pertimbangan dan melihat nilai nya selama sekolah di Indonesia akhirnya ia di terima.


“Selamat ya Bang udah berhasil masuk ke SMA internasional di negara Turki” ucap Arda setelah Ia positif di terima.


Ia hanya mengangguk dan tersenyum. Seragam sekolah telah ia terima. Dan yang paling membuat nya bersyukur Baba langsung melunasi semua biaya nya selama sekolah di sana. Ketika ia ingin mengeluarkan uang kiriman dari Ayah. Baba langsung berkata -


“Uang itu simpan dulu di rekening Abang. Kebutuhan Abang masih banyak di sini. Untuk Masalah biaya biar Baba yang tanggung. Abang jangan khawatir inysa Allah Baba mampu membuat Abang dan Adik-adik sekolah yang tinggi”


Setelah dari sekolah ia di antar oleh Baba ketoko buku, membeli alat tulis yang akan ia butuhkan saat sekolah. Sehabis di toko buku ia di antar untuk membeli sepatu dan juga tas. Dan lagi-lagi Ia dilarang mengeluarkan uang yang dikirim dari Ayah. Masih terus menggunakan uang Baba dalam membeli semua ini.


“Makan dulu Bang, Baba laper soalnya” ajak Baba setelah mereka selesai membayar tas dan sepatu


“Iya Ba”


----------------------------


Kaisar......


Sejak memasuki sekolahnya . Ia mendengar seruan anak-anak kalau Raja pindah sekolah. Mendadak ia menyesal karena menjebak Raja laki-laki yang amat baik di sekolah ini.


Jika Raja pindah berarti tidak ada yang akan mewakili SMA nya lagi.


“Kenapa Raja harus pindah sih ??” tanya nya pada diri sendiri.

__ADS_1


“Aiiisss. Gue kenapa merasa bersalah banget ya”


Ia terus bergumam. Seruan anak-anak kembali terdengar di telinganya. Membuat rasa bersalah kian membesar di hatinya.


“*Katanya Raja pindah ke SMA internasional di negara Turki. Ngikutin jejak Baba nya”


“Wah keren. Bisa masuk sana”


“Nanti pulang-pulang Raja udah jadi orang yang sukses”


“Gue mau jomblo aja lah mau nungguin Raja sampai sikses”


“Iya kalau dia pulang ke Indonesia. Secara Ayah tiri Raja kan punya perusahaan terbesar di Turki. Paling Raja ngurus perusahaan disana*”


Ia mendadak mencibir demi mendengar seruan anak perempuan yang duduk tak jauh darinya. Namun mendadak ia kaget karena Meja di depan nya di tendang dengan keras.


“Eh Lo apa-apaan main tendang aja” omelnya kepada Keyla yang tengah menatap nya dengan tajam.


“Lo gak usah syok deh., Berandal kek Lo sampai kapan pun akan tetap jadi berandal” Keyla berkata sambil menunjuk wajahnya.


“Maksud Lo apa” selaknya lagi.


“Lo kan yang ngejebak gue sama Raja malam itu”


Ia langsung terdiam. Tenggorokan nya terasa kering.


Dari mana Keyla tau tentang masalah ini. Sial. Pasti Keyla kembali datang ke hotel untuk mencari bukti.


“Jangan asal nuduh. Lo gak ada bukti kan” Ia berusaha mengelak demi melihat wajah membunuh dari Keyla.


“Nih” Keyla melempar sebuah gelang yang sangat ia kenali.“Punya Lo kan ??”


Ia langsung menatap gelang itu. Benar memang kalau itu punya dirinya.


“Pihak hotel yang menemukan itu di kamar dimana gue dan Raja di jebak. Dan gue yakin itu milik Lo” Keyla kembali berkata


“Apa sih salah Gue sama Raja ?? sampai Lo tega ngelakuin ini ?? Lo tau kan akibatnya. Kalau sampai Daddy aku tau kalau lo yang lakuin ini pasti Lo akan di keluarkan di sekolah”

__ADS_1


“Tapi gue masih berbaik hati, karena tidak akan mengatakan semuanya pada Daddy asal Lo mau kasih gue alasan kenapa Lo lakukan ini”


__ADS_2