
Puas berbelanja, Raja dan Keyla langsung pulang kerumah. Keyla merasakan begitu lelah karena terlalu lama berdiri.
Bahkan setelah berada di mobil, Keyla langsung tertidur dengan pulas. Raja menjadi kasihan dengan istrinya karena kelelahan.
"Capek banget ya Sayang" Raja mengelus kepala sang istri kemudian mendaratkan satu ciuman di kening istrinya.
Raja membetulkan tempat tidur istrinya agar terlihat sangat nyaman. Setelah itu barulah Raja menjalankan mobilnya.
Beruntung jalanan tidak terlalu macet sehingga mereka bisa sampai dengan cepat.
"Kasihan kalau di bangunin. Sepertinya istriku capek sekali" gumam Raja.
"Gendong aja lah. Bismillah semoga kuat"
Sebelum menggendong Keyla. Raja memanggil pak Asep supaya menurunkan belanjaannya dan membawanya kekamar.
"Pak tolong turunin belanjaan istri saya ! langsung bawa kekamar!" perintah Raja.
"Baik Den"
Setelah itu Raja menggendong sang istri, agak kesulitan memang di tambah dengan berat badan Keyla terus bertambah. Dengan sedikit ngos-ngosan Raja berhasil menaiki anak tangga untuk sampai ke kamarnya.
"Ya Allah, istriku berat sekali" gumam Raja sambil terkekeh.
Dengan begitu pelan Raja menidurkan istrinya di atas ranjang, Keyla begitu pulas tidurnya bahkan saat di gendong Keyla bertambah pulas.
"Makan siang dulu lah"
⚡⚡⚡⚡⚡
"Hei, sudah ku bilang jangan ikuti saya terus !" teriak Zhalfa pada dua orang bertubuh tinggi dan tegap.
Kedua orang itu tak menjawab, mereka hanya menatap Zhalfa tanpa ekspresi. Dan itu berhasil membuat Zhalfa kesal.
"Kalian bisa dengar gak sih ! jangan ikuti saya terus" kembali Zhalfa mengeluarkan suara.
"Maafkan kami Nona, tapi ini memang sudah tugas kami" jawab Pria berkumis.
"Kasih tau saya siapa yang menyuruh kalian !"
Kedua pria itu saling pandang "Maaf kami tidak bisa" jawabnya serempak.
"Heh, saya gak kenal ya sama kalian dan saya juga gak ada musuh jadi saya mohon jangan ikuti saya terus !"
"Kalau kalian masih mengikuti, saya akan melaporkan kalian ke kantor polisi karena sudah mengganggu ketenangan saya"
Ancaman Zhalfa berhasil membuat kedua pria itu tak berkutik. Mereka takut jika benar-benar di laporkan ke kantor polisi.
Melihat kedua pria itu terdiam, Zhalfa langsung berlari sangat jauh dan berharap ancaman nya kali ini akan berhasil. Ia benar-benar tak tenang jika terus di ikuti seperti ini.
"Bagaimana ini ?"
"Kita lapor bos saja !"
__ADS_1
"Ya sudah kembali ke Markas kalau begitu"
Kedua pria itu kembali ke Markas dimana Kaisar berada. Mereka harus menjelaskan semua nya pada Kaisar bahwa Zhalfa akan melaporkan ke polisi jika terus di ikuti seperti ini.
⚡⚡⚡⚡
*Prang.
Prangg
Prangg*.
Kaisar melempar benda-benda dan menghantam Kaca besar di hadapannya itu. Hari ini ia marah karena ada yang mencuri senjata di Markasnya. Padahal senjata itu adalah buatan Kaisar sendiri.
"Siapa yang sudah berani bermain api dengan ku" ucap Kaisar dengan suara beratnya.
Seluruh anak buahnya menunduk tak berani menatap Kaisar.
Hingga tak berapa lama kedua anak buah Kaisar yang bertugas menjaga Zhalfa datang. Kaisar menoleh lalu menatap tajam pria itu.
"Kenapa kalian ada disini ? apa kalian sudah melupakan tugas yang saya berikan ?" tanya Kaisar.
"Maaf Tuan, tapi Nona Zhalfa mengancam akan melaporkan kami ke polisi kalau kami masih mengikuti dia"
Bug.
Kaisar langsung melayangkan sebuah bogem yang teramat kuat kepada kedua pria itu, bisa-bisanya mereka menyampaikan hal ini disaar perasaannya sangat tak enak.
"Bodoh ! Kalian kan bisa pura-pura tak akan mengikuti nya lagi bukan menurut seperti ini" teriak Kaisar.
"Sudah lah, kalian pergi ! saya lagi ingin sendiri"
Semua anak buah Kaisar membubarkan diri, hingga menyisahkan Kaisar sendiri. Ia menatap layar ponselnya dan melihat video.
"Kalian pikir saya tidak tahu siapa dalang dibalik semua ini" Kaisar tersenyum menyeramkan.
"Anda salah karena menganggap Kaisar seorang yang bodoh"
⚡⚡⚡⚡⚡
"Bi, nanti habis sholat Isya tolong beliin kue ulang tahun ya untuk istri saya. Tapi ingat jangan sampai Key tahu" ucap Raja pada Bi Lastri.
"Non Key ulang tahun Den ? baik-baik Den, akan Bibi belikan kue yang enak" jawab Bi Lastri.
"Terima kasih Bi, dan ini uangnya ! minta anter Pak Asep ya !"
Bi Lastri menerima uang yang di berikan Raja, kemudian pamit untuk menyimpan uang itu kedalam kamar, takut kalau ia salah menyimpan hingga uang nya hilang.
Sementara Raja sesudah makan siang ia kembali kekamar, tidak lupa membawa sepiring makanan untuk sang istri juga potongan Buah yang sudah ia siapkan dari tadi.
Saat pintu terbuka Raja melihat sang istri Baru saja selesai melaksanakan sholat Dzuhur. Raja tersenyum kemudian mendekati istrinya.
"Baru saja Key mau turun Bang" ucap Keyla sambil melipat Mukenanya dan meletakkan kembali kedalam lemari tempat biasa.
__ADS_1
"Hehe, tidak mengapa sayang. Ini udah Abang bawakan makanan nya"
"Ya Allah makasih Bang. Key jadi gak enak tau gak"
"Makanya di enakin aja Neng, yang enggaknya di buang ke tong sampah"
"Apa sih Bang"
Raja terkekeh, kemudian Keyla duduk di samping sang suami. Memakan makan siangnya dengan lahap tak lupa makan buah yang sudah Raja potong-potong.
"Alhamdulillah" ucap Keyla setelah menyelesaikan makan siangnya.
"Enak ?"
"Enak Bang, makasih ya !"
"Sama-sama"
⚡⚡⚡⚡
Malam harinya setelah melaksanakan sholat Isya Keyla sudah kembali terlelap dalam tidurnya. Sementara Raja malah turun dan menyiapkan untuk ulang tahun sang istri nanti malam.
Iya Raja ingin memberi kejutan untuk Keyla, makanya tadi siang ia membeli sebuah kalung untuk hadiah nya nanti.
Tapi tak disangka kalau Daddi dan Momy datang kerumah.
"Momy ingat nak kalau besok ulang tahun Key, makanya Momy datang kesini" ucap Momy Alya.
"Makasih Mom sudah datang, Key pasti senang sekali lihat Momy dan Daddi datang kesini"
Daddi Kenan menepuk bahu Raja "Ya sudah ayo kita siapkan acaranya"
Rencananya nanti malam tepat jam 12 Raja akan bersembunyi sambil membawa kue ulang tahun. Sementara Bi Lastri ditugaskan untuk mengetok pintu kamar supaya Keyla terbangun.
---
Dan Tepat jam 12 malam semuanya sudah bersiap, Raja sudah bersembunyi di balik tangga sambil membawa kue ulang tahun yang sudah di hidupkan lilinnya. Sementara Daddi dan Momy bersiap bernyanyi selamat ulang tahun.
Tok
Tok
Tok.
"Neng Keyla bangun !" ucap Bi Lastri.
Dari dalam kamar samar-samar Keyla Mendengar seseorang memanggil namanya, ia mulai membuka matanya secara perlahan kemudian merabah tempat tidur di sampingnya.
Kosong !!
Dengan cepat kelopak mata itu membuka dengan lebar. Keyla mencari sang suami kesetiap penjuru kamar namun ternyata Raja tidak ada.
"Bang, Abang dimana ?"
__ADS_1
Keyla terbangun dan memeriksa kamar mandi, ternyata sama saja kosong, suaminya tak ada disana. Keyla panik karena takut suaminya pergi tanpa pamit.