Cinta Tulus Mantan Office Girl

Cinta Tulus Mantan Office Girl
Cemburu


__ADS_3

Setelah insiden Lobster beberapa hari lalu, suasana kembali berjalan seperti biasanya. Sekar tak bisa memutuskan hubungannya dengan Arion, sebab pria itu mengancam akan mengejar dan mengganggu hidup Sekar, jika ia berani-beraninya memutuskan hubungan mereka. Sekar tentu tidak dapat berkutik. Toh, jauh di dalam lubuk hatinya, ia juga tak ingin kehilangan Arion.


Sekar kini berjalan menuju tangga darurat lantai lima. Di tangan kanannya terdapat sebuah rantang susun, sementara di tangan kirinya, dua buah jus segar baru saja ia beli di kantin kantor. Wajahnya terlihat sangat cerah dan riang, karena akhirnya mereka bisa kembali makan siang bersama di tempat kerja. Maklum, kesibukan Arion membuat momen makan siang mereka hilang selama beberapa waktu.


Seperti biasa, Sekar akan menunggu di anak tangga lantai lima. Ia bersyukur tempat itu selalu sepi karena rumor keangkerannya. Jadi para karyawan lebih memilih menggunakan tangga darurat di sisi lain, yang berada di belakang gedung. Padahal ia selalu ke sana hampir setiap jam makan siang, tetapi tidak pernah terjadi apa-apa.


Untuk siapapun yang mencetuskan cerita horor tersebut pertama kali, ia sangat berterima kasih.


...***...


"Anda akan makan siang lagi dengan Nona Sekar, Pak?" tanya Aiden, begitu melihat Arion membereskan berkas-berkas di atas meja dengan terburu-buru.


"Iya. Tolong, rapikan sisanya," pinta Arion sembari membuka jas dan menyampirkannya di stand hanger. Ia tak pernah memakainya ketika bersama Sekar.


"Bu Saroh selalu menanyakan Bapak," Aiden membuka suaranya lagi.


Benar juga! Ia sudah lama sekali tidak makan siang di tempat Bu Saroh lagi. Selama ini hanya Aiden lah yang setia ke sana atas permintaannya.

__ADS_1


"Besok aku akan mengajak Sekar makan siang di sana," kata Arion. "Sampaikan salamku pada Beliau," sambungnya.


Aiden menganggukan kepala dan membukakan pintu.


"Hei," seorang wanita berpakaian seksi, yang tidak ingin Arion temui, sudah berdiri di depan pintu ruangannya.


...***...


'Maaf, aku tak bisa makan siang denganmu hari ini. Nanti malam aku akan ke rumah,'


Itulah pesan yang dikirim Arion padanya.


Tidak apa-apa, toh, mereka masih bisa bertemu di luar jam kantor.


Sekar akhirnya memutuskan pergi ke ruang istirahat dan bergabung bersama teman-temannya untuk makan siang di sana.


...***...

__ADS_1


Arion memasang wajah dingin. Ia berjalan dua langkah di belakang Davina. Wanita itu rupanya datang untuk menjemputnya makan siang. Arion tidak bisa menolak, sebab ayah Davina, Baskoro Widodo, akan bergabung dengan mereka. Biar bagaimanapun, Arion harus tetap menghormati sahabat ayahnya tersebut.


Tahu bahwa Arion sengaja memperlambat langkahnya, Davina segera mundur dan menggandeng Arion mesra.


Arion tidak dapat memberontak. Ada banyak pasang mata yang memperhatikannya kini.


Beberapa orang karyawan yang melihat mereka segera membungkukan tubuhnya. Arion membalas dengan senyuman tipis, sementara Davina tetap memandang ke depan dengan wajah arogan.


Tiba-tiba mata wanita itu bersirobok dengan Sekar yang baru saja keluar dari pintu darurat lantai satu. Davina menyeringai, kala Sekar ternyata juga melihat dirinya. Wanita itu segera saja bergelayut manja pada Arion.


Sekar yang mendapati pemandangan tersebut hanya bisa tergugu ditempat. Raut wajahnya berubah sendu. Ia tak mungkin berlari menghampiri keduanya.


Matanya mengikuti kemana Arion dan Davina pergi, hingga mereka keluar dari lobby dan masuk ke dalam mobil Davina yang sudah terparkir di sana.


Sekar tersenyum miris. Tak dapat dipungkiri, Arion memang terlihat sangat serasi berdampingan dengan Davina yang elegan, seksi dan glamour.


Ia kontan menatap dirinya sendiri yang tengah mengenakan pakaian OG, sembari membawa-bawa rantang murahan.

__ADS_1


Gadis itu menghela napasnya, sebelum kembali melanjutkan langkahnya dengan gontai.


__ADS_2