Cinta Tulus Mantan Office Girl

Cinta Tulus Mantan Office Girl
Pertemuan Arion dan Dino


__ADS_3

Dua jam kemudian ambulance tiba di depan UGD rumah sakit. Dino ternyata sudah lebih dulu sampai di sana. Tadi, setelah mendapat telepon dari Sekar, pria itu memutuskan pergi langsung ke rumah sakit dan menunggu di sana. Ia turut membantu membuka pintu ambulance yang membawa Mbah Bhanuwati.


Arion yang baru turun dari taksi mengernyitkan dahinya, saat melihat seorang pria asing begitu perhatian pada Sekar dan keluarganya. Di mata Arion, keduanya bahkan terlihat mesra kala Dino menanyakan sesuatu pada Sekar.


"Soal Donatur itu, sudah dipastikan?" tanya Dino seraya merapatkan diri pada Sekar.


Sekar mengangguk yakin. "Sudah, Mas. Aku tidak mungkin berani membawa Mbah kemari kalau tidak pasti."


Melihat kemesraan mereka (di mata Arion), pria itu segera menghampiri Sekar.


"Mas," sapa Sekar. Dino reflek menoleh ke arah seseorang yang dipanggil 'Mas' oleh Sekar. Matanya menyipit.


Para petugas segera mendorong brankar Mbah Bhanuwati menuju ke bilik perawatan. Ketiganya kontan mengikuti di belakang.


Mereka bertiga diminta menunggu di luar ruangan UGD, sementara Bude Gayatri ikut masuk ke dalam. Beliau lah yang lebih paham soal kondisi ibunya.


Sekar terduduk lesu. Meski sekarang mbahnya sudah ditangani dengan baik, ia tetap saja mencemaskan kondisi beliau.


"Tidak perlu cemas." Arion yang duduk di sebelah kanannya sontak menggenggam tangan gadis itu.


Sekar terkejut, ia hendak melepaskan genggaman tangan itu, tetapi Arion kekeh menolak.


Sekar melirik ke sebelah kirinya, tepat dimana Dino duduk. Rupanya Dino melihat apa yang Arion lakukan. Sadar akan tatapan mata Dino, Sekar buru-buru berdiri. "Mas Dino, kenalkan ini Mas Rion, atasanku di kantor." Matanya kemudian bergulir pada Arion. "Mas Rion, ini Dino, tetangga sekaligus teman kecilku," ucapnya.


Dino dan Arion berdiri. Mereka saling bertatapan sejenak sebelum berjabatan tangan dan menyebutkan nama masing-masing.


Dino menelisik penampilan Arion. Tak perlu keahlian khusus, Dino tahu jika Arion bukan hanya sekedar atasan. Terlebih setelah apa yang ia lakukan pada Sekar barusan. Entah hubungan apa yang mereka miliki, sepertinya Sekar tidak ingin mempublikasikannya.


"Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu menyusul Sekar jauh-jauh kemari. Tak kusangka, seorang atasan mau membuang-buang waktunya hanya untuk pegawai kecil seperti office girl." Dino tersenyum tipis seraya menggerak-gerakan jabatan tangannya.


Arion mengangkat sebelah alisnya sedikit. Pria ini jelas menyukai Sekar. Atau jangan-jangan, ia adalah mantan pacar kekasihnya tersebut. "Tidak masalah. Sekar adalah pegawai kecil terbaik yang kumiliki." Balas Arion tidak mau kalah. Ia menegaskan kata terakhir pada kalimatnya.


Sekar terheran melihat tingkah keduanya. Tak tahu mengapa, suasana di tempat itu mendadak aneh dan mencekam. Suasana semakin tidak kondusif saat wajah Dino tiba-tiba meringis kesakitan, sementara Arion tersenyum simpul.


Rupanya Arion membalas jabatan tangan Dino yang brutal dengan mengencangkan genggamannya.


Merasa ada yang tidak beres, Sekar memutuskan menginterupsi mereka berdua. "Ngobrolnya bisa dilanjut nanti," kata Sekar. Bersamaan dengan itu, seorang dokter keluar dari ruang UGD dan menghampiri ketiganya.


"Keluarga Ibu Bhanuwati?"


Sekar langsung maju diikuti kedua pria itu. "Saya, dok."


"Saya tadi sudah memberitahu Ibu Gayatri, tetapi beliau bilang, bahwa saya harus memberitahukan langsung pada anda," sang dokter mengawali pembicaraan. Dari nametag yang dipakai, dokter tersebut bernama 'Muhammad Adzriel', seorang dokter subspesialis neurologi vaskular.

__ADS_1


"Ibu Bhanuwati mengalami stroke ringan di tubuh bagian kirinya. Hingga saat ini, beliau masih belum bisa berbicara dengan jelas. Sementara untuk tangan kiri dan kaki kirinya, perlahan-lahan sudah dapat digerakkan." Terang dokter Adzriel. Sekar mendengarkan dengan seksama, begitu pula Arion dan Dino.


"Kami juga akan segera melakukan CT-scan, diikuti Ultrasonografi karotid, sebab kami mencurigai beliau memiliki Oklusi arteri karotis."


"Oklusi arteri karotis apa, dok?" tanya Sekar serius. Ia yang hanya mengenyam pendidikan sampai SMP, tentu sangat asing dengan istilah-istilah medis yang dikatakan dokter paruh baya tersebut.


"Oklusi arteri karotis adalah kondisi medis di mana arteri yang memasok darah ke otak tersumbat. Sehingga otak tidak bisa memperoleh suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, kematian sel otak terjadi hanya dalam hitungan menit. Itulah yang menyebabkan beliau mengalami stroke ." Dokter Adzriel menjelaskan dengan sabar.


Sekar kontan menahan napasnya. Meski ia tidak terlalu memahami, yang jelas ia tahu bahwa penyakit neneknya bisa sangat berbahaya jika tidak segera dilakukan tindakan.


"Sedangkan untuk penyakit alzheimer yang diderita beliau, saya akan dibantu oleh dokter geriatri untuk penanganan selanjutnya."


Sekar kontan menganggukan kepalanya. Ia mempercayakan semua pada pihak rumah sakit dan dokter yang menangani Mbah Bhanuwati.


"Tolong, sembuhkan nenek saya, dok," pinta Sekar lirih.


Dokter Adzriel tersenyum simpul. "Jangan berharap pada saya. Gantungkan harapan pada Allah." Nasihatnya seraya menepuk bahu Sekar. "Kalau begitu, beliau akan kami pindahkan dulu ke ruang perawatan."


...***...


Erlina baru saja mendapat telepon dari Jane, jika Arion mengambil cuti selama beberapa hari kedepan, begitu pun dengan Sekar.


Wanita itu sudah menyuruh Jane untuk mencari tahu alasan keduanya tidak masuk kerja. Sementara ia sendiri akan datang ke kantor esok hari. Sudah lama sekali ia tidak berkunjung ke sana.


"Aku juga punya hak datang ke tempat itu!" gumam Erlina geram.


...***...


Ukuran kamarnya mungkin menyamai rumah Sekar. Belum lagi interior di dalamnya yang terlihat lebih mirip sebuah kamar hotel bintang lima dari pada kamar perawatan.


Bude Gayatri sampai berkali-kali memastikan ke perawat, bahwa kamar mereka tidak salah kamar.


"Ini merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Donatur, Pak, Bu," ujar si perawat kepada mereka berempat.


Mbah Bhanuwati tiba tak lama kemudian. Beliau kemudian dipindahkan dari brankar ke atas bed dengan bantuan Arion dan Dino.


Gadis itu menggeser tubuhnya ke sebelah Arion. "Mas, memang yang namanya donatur-donatur itu, royal seperti ini?" tanyanya penasaran.


"Iya. Banyak dari mereka yang sampai mendirikan organisasi sosial sendiri, guna membantu orang-orang yang kurang beruntung." Jawab Arion.


Sekar terperangah. Ia membayangkan berapa banyak uang yang harus digelontorkan para dermawan itu untuk membantu orang-orang yang tidak mereka kenal. "Aku ingin sekali bertemu Beliau. Tidak bisakah kau membantu mengusahakannya?" pinta Sekar lirih.


"Aku tidak punya wewenang apa-apa. Toh, aku juga bukan orang sini." Jawab Arion kalem.

__ADS_1


Sekar mencebikan bibirnya. Melihat itu, Arion tertawa kecil. "Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Yang seharusnya menjadi fokus perhatianmu adalah Mbah, mengerti?" ujar pria itu mengingatkan.


Sekar mengangguk. Benar, ia tidak boleh kehilangan fokus. Urusan sang donatur bisa Sekar pikirkan nanti.


.


.


.


.


.


.


Note:




Dokter subspesialis neurologi vaskular adalah dokter yang secara khusus mendalami dan mengobati penyakit pada pembuluh darah otak, seperti stroke dan kelainan pembentukan pembuluh darah otak (arteriovenous malformation/AVM).




Dokter geriatri adalah dokter spesialis yang menangani berbagai keluhan kesehatan yang dialami orang lanjut usia. Dokter geriatri bertugas membantu para lansia menjaga kesehatannya, guna meminimalkan risiko terkena penyakit penuaan. Dokter geriatri juga bertanggung jawab menangani berbagai gangguan kesehatan yang diderita lansia, baik itu kesehatan fisik maupun mental.




Ultrasonografi karotid atau tes karotid doppler adalah prosedur diagnosis yang memanfaatkan ultrasound untuk melihat laju aliran darah pada arteri karotis di leher, serta aliran darah pada arteri subklavia dan vertebral.




(sumber: google)


(Setiap tindakan medis yang tertera diatas merupakan hasil riset saya melalui google. Meski tidak banyak yang bisa saya dapatkan, tetapi saya mencoba memaksimalkannya sebaik mungkin, agar sesuai dan tidak melenceng dari kaidah medis yang sebenarnya.)

__ADS_1


Terima kasih Kakak-kakak karena sudi membaca sampai sini. Sembari menunggu Sekar up lagi, mari sedikit merilekskan diri dengan cerita lucu dari salah seorang teman saya. Selamat membaca, 🤗



__ADS_2