Cinta Tulus Mantan Office Girl

Cinta Tulus Mantan Office Girl
Barang bukti utama


__ADS_3

Pagi ini berita mengejutkan datang dari pihak kepolisian di Jakarta. Mereka baru saja mengabari Arion, bahwa Adhisty tiba-tiba menyerahkan dirinya semalam. Namun, bukan hanya itu saja yang membuat Arion terkejut. Pasalnya, pihak kepolisian juga mengatakan, kalau mereka akan segera membuka kembali kasus kematian sang ibu, yang disinyalir bukan merupakan kecelakaan tunggal, melainkan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Erlina.


Rupanya, Adhisty menyerahkan diri sekaligus membawa bukti-bukti yang selama ini dia simpan.


Darah seolah terkuras habis dari tubuh Arion seketika. Wajah pria itu terlihat pucat pasi dan tubuhnya gemetar hebat. Dengan langkah tertatih Arion berjalan keluar dari ruangannya. Ia meminta pada Aiden untuk memesan tiket penerbangan ke Jakarta saat ini juga.


"Pak," panggil Aiden. Pria itu menatap Arion khawatir. Ia sengaja berjalan persis di belakang Arion demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Sekar berjalan malu-malu menyusuri lobby kantor Umbara Corporation. Pasalnya, ini adalah kali pertama dia datang ke tempat itu. Sejak kemarin sore, Arion sangat sulit dihubungi. Oleh sebab itu, demi menghilangkan rasa khawatir, Sekar memutuskan untuk datang ke kantor Arion, setelah mengumpulkan segenap keberaniannya.


Senyum terpatri di wajah cantik Sekar ketika mendapati Arion baru saja keluar dari dalam lift bersama Aiden. Ia kontan berlari kecil menuju ke arah pria itu.


Senyumnya yang semula terpatri mendadak pudar, begitu melihat keadaan Arion yang nampaknya tidak baik-baik saja. Beberapa kali pria itu nyaris terhuyung jika saja Aiden tidak dengan sigap memapahnya. Beberapa karyawan yang ada di sana bahkan ikut menghampiri Arion, saat menyadari kondisi bos mereka.


"Pak, Anda baik-baik saja?"


"Bapak, kenapa?"


"Bapak baik-baik saja?"


"Pak, bisa dengar kami?"


Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para karyawan mulai terdengar samar di telinga Arion. Pandangan mata pria itu juga sudah mulai mengabur. Ingin sekali Arion berteriak guna menyuruh mereka semua berhenti bersuara, tetapi ia tak memiliki kekuatan untuk melakukannya.


"Mas,"


Di antara suara-suara sumbang yang enggan ia dengar, samar-samar Arion mendengar panggilan yang sangat akrab di telinganya. Mata pria itu kemudian menangkap sosok bayangan seorang gadis yang berlari ke arahnya. Gadis itu dengan sigap memeluk dirinya yang hampir saja terjatuh.

__ADS_1


"Mas, ini aku," ujar Sekar khawatir. "kau dengar aku?" tanyanya.


Arion mengangguk. Ia mencoba membalas pelukan Sekar sebelum akhirnya terpejam.


...***...


Berbagai saluran Televisi Nasional mendadak heboh dan serempak memberitakan kasus yang menjerat istri kedua mendiang Dewandaru Umbara, pemilik Umbara Corporation. Berita semakin meledak saat polisi secara terbuka memberitahukan, bahwa kasus kematian Rossane, istri pertama Dewandaru, dibuka kembali guna menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan. Sebab disinyalir, bukan sebuah kasus kecelakaan tunggal biasa.


Jika bukti yang diberikan Adhisty benar, Erlina otomatis akan dikenakan pasal berlapis. Itu artinya, kemungkinan untuk wanita itu bisa menghirup udara bebas sangatlah kecil.


Bu Ida dan Dini yang turut menonton siaran televisi kontan terkejut. Bu Ida bahkan sudah menangis sesenggukan. Wanita paruh baya itu masih mengingat betul segala kebaikan yang ada pada diri Rossane. Berbagai macam pertanyaan berseliweran di benak Bu Ida.


Apa salah Rossane? Mengapa orang sebaik dirinya harus mengalami hal tragis seperti itu?


Namun, satu hal yang paling membuat dirinya sedih adalah, kenyataan bahwa Dewandaru tidak pernah mengetahui hal tersebut. Ia tidak akan pernah tahu, jika Rossane meninggal akibat ulah Erlina, wanita kedua yang dinikahinya selepas kepergian sang istri tercinta.


"Ryon!" pekik Bu Ida tiba-tiba. "Din, telepon kakakmu, Ibu mengkhawatirkannya!" serunya khawatir.


Amanda ikut menenangkan Bu Ida. Ia meminta Bayu untuk mematikan televisi agar beliau tidak semakin terguncang.


"Jangan biarkan beliau melihat tayangan televisi dulu," ucap Bayu pada Dini.


Dini mengangguk mengiyakan.


...***...


Arion tersadar di ruang UGD. Begitu mengetahui ia berada di rumah sakit, pria itu langsung meminta Aiden untuk membawanya pergi saat itu juga.

__ADS_1


Sekar bersikeras menolak permintaan Arion. Mereka berdebat sengit selama beberapa saat, sebelum akhirnya Sekar mengalah. Ia paham betul bagaimana perasaan Arion, tetapi mengingat kondisinya sedang tidak stabil, Sekar benar-benar merasa khawatir.


"Aku bukan anak kecil yang tak bisa mengontrol diri. Aku berjanji akan baik-baik saja!" tegas Arion. Matanya menatap Sekar sungguh-sungguh.


Sekar terdiam. Ia tahu Arion mampu mengontrol diri, tetapi yang Sekar khawatirkan bukan itu, melainkan kesehatan fisiknya.


Aiden memijit keningnya yang mulai terasa berat. Padahal ia sudah mengatakan pada Arion, bahwa Ben kini berada di kantor polisi dan akan mengurus hal tersebut. Namun Arion tetap bersikeras ingin berangkat ke Jakarta sekarang juga.


"Setengah jam lagi kita akan berangkat ... Nona Sekar, tolong dampingi beliau di perjalanan. Saya akan menyusul setelah memberitahu orang rumah, dan mengurus beberapa hal di sini terlebih dahulu," kata Aiden kemudian. Ia tak mungkin meninggalkan kota ini begitu saja. Apa lagi tanpa memberitahu Bu Ida, Dini dan sepupu jauh Sekar.


Sekar menganggukan kepalanya. Gadis itu kemudian menatap Arion lembut. "Selagi menunggu, kau bisa beristirahat dulu," ucapnya sembari mengelus kepala Arion.


Setengah jam kemudian helikopter pribadi milik keluarga Umbara tiba di landasan parkir rumah sakit. Arion memang tidak pernah memakai helikopter tersebut, kecuali jika ada hal yang benar-benar mendesak.


Setelah mendapat ijin dari dokter, mereka berdua pun pergi menuju Jakarta.


...***...


Seluruh maid yang berada di rumah utama keluarga Umbara terlihat kebingungan, saat mendapati kedatangan para penyidik yang akan menyita barang-barang di rumah tersebut. Mereka juga sudah mendapatkan ijin dari Ben dan Arion, selaku pemilik rumah.


Tak ada celah yang luput dari pandangan mereka. Seluruh area diperiksa dengan teliti. Beberapa barang dimasukan ke dalam sebuah tempat khusus untuk dibawa. Termasuk gudang-gudang yang ada di sana. Namun, ada satu gudang lama yang kondisinya sudah usang dan dalam keadaan tergembok. Gudang itu terlihat sudah lama tidak dipakai. Letaknya lumayan jauh dari rumah utama. Gembok pada pintu gudang tersebut bahkan sudah berkarat.


Salah satu maid berkata, kalau kunci gudang sudah lama hilang.


Berbekal informasi itu, mereka akhirnya membuka paksa pintu gudang yang terbuat dari besi tersebut, menggunakan linggis, bor dan kapak.


Bau anyir, karat, dan debu langsung menerpa penciuman mereka begitu pintu berhasil dibuka. Salah satu anggota penyidik menyalakan senter pada ponselnya dan menemukan beberapa potongan besi. Setelah ditelisik, potongan besi tersebut merupakan bagian dari body mobil.

__ADS_1


Salah seorang anggota lain juga menemukan sebuah plat nomor mobil yang sudah patah dan berkarat.


"Bawa semua yang ada di sini!" perintah pimpinan mereka. Wajah pria itu terlihat lebih dingin dari pada sebelumnya.


__ADS_2