Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Rencana Nia


__ADS_3

Awan mendung siang itu menyejukkan udara yang membawa angin kesana kemari. Sebuah mobil melaju menembus cuaca yang mulai dingin itu. Yasmin duduk manis dalam mobil yang datang menjemputnya dari hotel tempatnya menginap. Hingga tiba lah ia di sebuah rumah mewah yang ia datangi 3 tahun lalu.


"Assalamualaikum..."


Yasmin mengucapkan salam di pintu yang sudah terbuka menyambut kedatangannya.


"Waalaikumsalam..."


Jawab Nia yang duduk si kursi roda di bantu bibi yang mendorong kursi itu.


Yasmin terkejut melihat kondisi Nia yang berubah drastis selama 3 tahun terakhir. Air matanya langsung jatuh begitu saja melihat wanita yang menjadi panutannya terlihat lemah tak berdaya.


"Kak Nia? Ini kak Nia?! Kenapa kak? Hiks... hiks..."


Yasmin langsung menghampiri dan memeluk tubuh ringkih itu.


Nia membalas dekapan itu dengan tangan hangatnya dan mengelus-elus lembut punggung gadis itu.


Siapa yang tidak sedih mengetahui penyakitnya yang dianggap sudah tidak dapat disembuhkan. Bukan hanya sedih, tapi pasti merasa semua sudah sia-sia, semua sudah tiada berguna, semua sudah tiada artinya. Bahkan keinginan untuk hidup pun mungkin sudah tidak ada lagi. Pasrah... kata itu yang sangat tepat untuk menggambarkan semuanya. Apalagi umurnya yang sudah di vonis tidak akan bertahan lama. Nia hanya bisa menikmati waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Perlakukan bak orang sakit hanya melukai hatinya. Ia tidak ingin membebani siapa pun karena dirinya.


"Aku nggak apa-apa Yas, perlakukan aku seperti biasanya..."


"Aku tahu kakak sakit, tapi aku nggak nyangka penyakit kakak berat seperti ini. Pantas saja kakak nggak pernah mau nerima video call dari ku... hiks... hiks..."


"Sudah Yas, lihat aku?"


"Hiks... hiks...hiks..."


Nia melepaskan pelukan mereka lalu menangkup wajah Yasmin dengan kedua telapak tangannya. Perlahan ibu jarinya mengusap lembut menyingkirkan bulir air mata yang masih menetes.


Yasmin masih tersedu-sedu, ia sungguh tak percaya mengetahui keadaan Nia yang selama ini selalu menyemangati dan membantunya.


"Aku nggak apa-apa, jangan bersedih seperti itu. Perlakukan aku seperti biasa, bantu aku membuat kenangan indah di sisa hidup ku..."


"Huaaa... hiks... hiks...kak Nia, kenapa bicara seperti itu?"


Mendengar ucapan Nia, Yasmin semakin histeris.


"Lebih baik kamu segera tahu, dan setelah itu anggap aku lagi nggak sakit oke...?"


"Mana bisa kak... hiks.. hiks.."


Yasmin terus tersedu-sedu.


"Bisa..., apa kamu udah ketemu Dika?"


"Hiks... udah kak"

__ADS_1


"Terus, bagaimana responnya?"


"Masih seperti dulu sepertinya, tapi mungkin sedikit. Entahlah kak..."


Perlahan tangisan Yasmin meredakan. Nia pandai sekali membawa alur agar gadis itu tidak terus menangisi keadaannya.


"Kakak yakin, sekecil apa pun harapan itu, harapan adalah harapan. Kita harus berusaha agar harapan itu bisa menjadi kenyataan yang besar. Bagaimana kabar ayahmu?"


"Alhamdulillah... ayah sudah sehat kak, semua karena ijin Allah dan berkat bantuan kakak"


"Sukurlah...,lalu bagaimana dengan butik mu?"


"Alhamdulillah lancar kak, sekarang aku sudah punya 50 orang pekerja. Aku belum sempat mengucapkan secara langsung rasa terima kasih ku pada kakak. Karena tanpa bantuan kakak, aku nggak tahu harus nyari biaya pengobatan ayah kemana. Belum lagi 2 orang adikku masih sekolah. Dan aku juga masih kuliah. Terima kasih kak... "


"Aku yang harusnya berterima kasih, kamu nggak membenciku karena menjauhkan mu dari Dika dulu. Saat Dika bercerita kalau dia ditinggal seseorang saat ia telah menyatakan perasaannya, aku baru tahu ternyata itu kamu"


"Nggak kak, saat itu adalah pilihan yang terbaik karena meninggalkan Dika..."


"Kali ini... semoga kalian bisa bersama ya"


"Apa Dika punya pacar sekarang kak?"


Nia lalu menceritakan betapa menjadi play boy nya Dika setelah ditinggal Yasmin tanpa kabar. Lalu mengenai Dika yang berhubungan dengan Humaira. Nia yang penasaran akan Humaira meminta suaminya untuk mencari tahu siapa wanita itu. Bahkan ia rela membiarkan suaminya setiap malam bersama wanita itu. Setelah mengetahui sifat dan latar belakang Humaira, timbul lah keinginannya untuk menjadikan Humaira madunya.


Tidak sembarangan Nia mengambil keputusan besar seperti itu. Melihat Dika yang dengan gigih mengejar wanita malam itu, tentu ada yang spesial di diri wanita itu. Dan benar saja, setelah mengetahui informasi tentang masa lalu Humaira serta mengetahui anaknya yang sedang sakit dan mengalami kecacatan, Nia semakin ingin menjodohkan Tomy pada Humaira.


Mendengar cerita dari Nia, Yasmin pun bertekad untuk mewujudkan keinginan terakhir Nia.


"Semoga aku bisa membantu kak..."


"Tentu kamu akan sangat membantu. Hadirnya kamu akan membuat Dika nggak lagi mengejar Jane. Karena aku tahu, Dika hanya terobsesi karena wajah wanita itu sedikit mirip dengan mu"


"Benarkah? Wah.. aku jadi penasaran kak.. hehehe"


"Nanti, kamu pasti akan bertemu dengannya. Jadi, apa rencana mu sekarang?"


"Aku mungkin akan membuka cabang disini kak, disana ada asistenku dan juga Kinar yang mulai belajar mengelola butikku"


"Oh bagus itu..., sudah sebesar apa Kinar sekarang?"


"Dia masih kuliah kak, tapi dia juga bantuin aku ngelola butik"


"Bagus, bagus, jadi anak muda mandiri nantinya dia. Apa kamu sudah dapat lokasi?"


"Sudah kak, ada ruko 2 pintu berlantai 2. Rencananya ruko itu mau aku gabungin. Terus satu lantai atas aku jadiin gudang dan satu lagi tempat tinggalku"


"Kau sewa?"

__ADS_1


"Alhamdulillah nggak kak. Aku membeli ruko itu, yah walaupun tabungan ku habis terkuras. Hehehe..."


"Nggak apa-apa, perlahan kakak yakin kamu bisa sukses..."


"Aamiin..."


Nia begitu bersemangat mendengar cerita Yasmin hingga wanita itu mengajak Yasmin untuk makan malam bersamanya. Kali ini Nia berencana menjodohkan Dika pada Yasmin, Nia pun mengundang Dika untuk makan malam bersama dirumahnya.


"Halo, Assalamualaikum Dik?"


"Waalaikumsalam, kenapa kak?"


"Temani kakak makan malam Dik? Abangmu mungkin sedikit malam pulangnya.."


"Ck...!"


Dika sedikit kesal mendengar abang iparnya bakal pulang malam.


Abang pasti kerumah Jane?! (batin Dika)


"Nanti aku akan kesana kak..."


"Oke Dik, kakak tunggu"


"Kluk"


Dika yang sudah mengetahui kondisi terburuk kakaknya tidak dapat mengelak permintaan Nia. Malam itu pun Dika datang memenuhi permintaan Nia. Dan alangkah terkejutnya Dika melihat Yasmin juga ada dan duduk manis di ruang makan bersama Nia.


"Yasmin? Kak Nia? Kalian udah saling kenal?"


Senyum hangat kedua wanita yang berada di hadapan Dika membuat lelaki itu tak memiliki pilihan selain duduk dan mendengarkan penuturan mereka bagaimana mereka bisa saling mengenal.


✨Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.

__ADS_1


Terima kasih 🙏


__ADS_2