Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Jatuh Cinta


__ADS_3

Seminggu setelah berada di rumah sakit akhirnya Humaira dan Gibran pulang ke rumah.


Semua anggota keluarga menyambut gembira kepulangan mereka.


Kesehatan Humaira dan Gibran semakin membaik, namun mereka tetap harus kontrol semiggu sekali ke rumah sakit selama sebulan.


"Mas... duduk lah..."


Pinta Humaira dengan lembut kepada suaminya.


"Ada apa sayang?"


Tomy tidak membantah, lelaki itu segera duduk di dekat sang isteri begitu diminta.


"Cerita ini akan panjang dan mungkin akan membosankan bagi mas. Tapi aku sudah janji dan aku ingin menepati janjiku"


Tomy paham maksud dari pembicaraan isterinya.


"Tidak apa..."


Jawab Tomy lembut.


Humaira perlahan menarik napas dalam- dalam.


"Dulu...."


Flash Back On


Hari itu Humaira tergesa-gesa menuju kantornya. Ia mencoba menahan pintu lift yang nyaris tertutup. Untung saja ada seorang lelaki yang membantunya menahan pintu lift, jika tidak tentu saja hari itu akan menjadi yang panjang dan melelahkan untuk mendengar omelan Kepala Bagian.


Ngos-ngosan, Humaira mencoba mengatur napasnya setelah berlari. Gadis itu pun mencoba merapikan sedikit dandannya yang berantakan akibat berlari.


"Sudah cantik kok.."


Celetuk pemuda itu mengomentari Humaira yang lupa bahwa ia tidak sedang sendiri di dalam lift itu. Jelas saja hal itu membuat Humaira tersipu malu.


"Ehem... kerja disini juga ya? Keknya aku baru lihat"


Membuang rasa malunya Humaira mencoba untuk berbasa-basi.


"Hmm. Ini hari pertama aku kerja disini"


Tersenyum manis. Lelaki itu menampakkan kedua lesung pipitnya di pipi.


Humaira langsung mengalihkan pandangannya dan memegang dadanya yang seperti terkena serangan jantung.


Lelaki itu memperlihatkan Humaira dari atas sampai ke bawah. Matanya tak lepas memandang Humaira, hingga gadis itu tertunduk malu.


"Aku Juan..."


Ia mengulurkan tangannya mengajak Humaira berkenalan.


"Hum..."


"Siapa ...?"


"Humaira..."


"Oh... Humaira, kamu cantik... secantik namamu.."


Puji Juan yang merasa kagum akan paras Humaira.


Deg, jantung Humaira semakin menggebu. Ada perasaan aneh yang menggelitik hatinya.


Paras Humaira tidak lah cantik jika dipandang sekilas. Namun ada magnet yang menarik hati jika memandang wajahnya lama-lama.


"Percaya nggak sama yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama?"


"Em... entahlah..."

__ADS_1


"Aku percaya karena aku sedang merasakan hal itu"


Ujar Juan memandang serius Humaira.


Humaira yang mendengar ucapan pemuda itu langsung menoleh ke arahnya. Wajahnya langsung merona karena sepertinya ia juga merasakan hal yang sama.


"Ting"


Lantai tujuan Humaira terbuka.


"A.. aku duluan..."


Pamit Humaira tanpa berkata apa-apa lagi dan langsung melangkahkan kaki sambil menutup mulutnya.


Juan tersenyum menatap Humaira dari belakang.


"Gadis polos, aku suka. Aku harus dapatin kamu... Humaira..."


Pintu lift pun kembali tertutup.


*****


"Dengar-dengar ada pegawai baru yang masuk loh"


"Hah.. yang bener?! cewek apa cowok?"


"Katanya sih cowok"


"Waah, jadi semangat kerja nih?!"


"Ilih... semangat sih semangat. Iya kalau muda, kalau ternyata bangkotan kayak pak Andi gitu gimana coba?!"


"Hus.. kecilin dikit suara lu, kalau di dengar pak Andi gimana?"


"Paling bikin laporan ditambah"


"Iih...gue sih nggak mau. Laporan yang ada aja bikin pusing"


"Tapi denger-denger masih muda loh..."


"Wih... cakep kalau gitu"


"Udah ah, gibah mulu kerja... kerja...!"


Beberapa wanita sedang asik bergosip mengenai pegawai baru yang akan kerja di tempat mereka.


Humaira yang berada dekat dengan mereka tidak kuasa untuk ikut pembicaraan itu. Ia lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya agar cepat kembali ke rumah dan beristirahat.


"Hum, data yang kamu kasih ke aku kemarin masih ada nggak? flashdisk ku rusak soalnya"


"Ada Ri, ntar aku kirim email mu aja ya?"


"Kamu emang paling bisa di andalkan. Thanks ya Hum.."


"Sama-sama Ri..."


Tiba-tiba gadis itu teringat lelaki yang ia temui di lift pagi ini.


Apa mereka sedang membicarakan Juan ya?


Menyebut nama Juan, Humaira teringat penuturan lelaki itu yang kembali mendebarkan jantungnya.


Ahh... apa sih, jangan baper deh Hum?! Belum tentu kata-katanya itu menunjukkan kalau dia suka sama kamu. Baru di goda dikit aja udah deg-degan. Tapi dia ganteng sih..,aah nggak tahu ah?!


Batin Humaira sedang berperang mengenai perasaannya.


Waktu berjalan tanpa terasa. Humaira dan Juan kini menjadi sepasang kekasih. Mereka yang sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama akhirnya memutuskan untuk menikah tahun depan.


Humaira yang sangat mencintai Juan selalu menurut apa kata lelaki itu. Juan yang selalu bersikap lembut dan selalu memberikan perhatian yang penuh cinta kasih terhadap Humaira, membuat gadis itu merasa nyaman.

__ADS_1


Pernikahan mereka pun dijalani dengan bahagia. Hingga akhirnya Juan meminta Humaira untuk berhenti bekerja dan hanya fokus sebagai isterinya saja. Humaira mengiyakan, karena baginya melayani suami adalah tugas utama dari berkerja.


Lalu suatu hari insiden itu pun terjadi. Ayah dan ibu Humaira meninggal karena kecelakaan pesawat terbang. Uang duka asuransi yang begitu besar pun diterima Humaira, namun itu semua tidak membuat gadis itu bahagia.


Tidak ada saudara yang datang melayat karena ayah dan ibunya berasal dari panti asuhan. Sebatang kara Humaira bertahan dari kesedihan dan mencoba bersandar pada suaminya.


Lalu tragedi yang akhirnya membuat trauma pun dimulai.


"Yaang, dasi ku mana?"


Tanya Juan pada Humaira.


Humaira yang sibuk menyiapkan sarapan di dapur akhirnya menghentikan kegiatannya mendengar teriakan sang suami dari dalam kamar mereka.


"Disini"


Humaira mengambil dasi dari laci lemari paling bawah.


"Mau aku pakaikan?"


Tanya Humaira yang siap mengalungkan dari ke leher suaminya.


Celemek yang terpasang di tubuhnya serta bau dapur yang melekat di tubuhnya membuat Juan berusaha menghindari Humaira yang ingin memakaikannya dasi.


"Biar aku aja deh yaang"


Ujar Juan sambil mengambil dasi itu dari tangan isterinya.


Juan memperhatikannya wajah dan rambut Humaira yang berantakan. Lelaki itu pun berdecak pelan tanpa di dengar Humaira.


Setelah rapi Juan segera ke meja makan dan menikmati sarapan paginya sambil dilayani Humaira. Begitu hendak berangkat, Juan hanya memberi tangannya untuk disalami tetapi ia tidak mencium kening istrinya. Hari ke hari hal itu terus terjadi.


Dikantor, gosip merebak karena adanya pegawai baru yang masih muda dan cantik. Para pegawai laki-laki yang masih lajang tentu saja mendengar kabar itu bagai mendengar undian.


Mereka berlomba-lomba mencari perhatian sang gadis namun tidak dengan Juan. Lelaki yang telah beristeri itu hanya mendengarkan cerita teman-temannya dan sesekali meledek mereka.


Lalu suatu hari di katin kantor.


"Boleh aku duduk disini?"


Sapa seorang gadis pada Juan, karena di meja panjang itu hanya ada Juan seorang.


Juan melihat sekilas gadis itu.


"Boleh, duduk aja. Untuk umum kok"


Ujar Juan lalu kembali menyantap makanannya.


Bau parfum wangi gadis itu melintas di penciuman Juan. Sesaat Juan merasa nyaman dengan wangi lembut yang merebak dari tubuh gadis itu.


Sesekali gadis itu melirik ke arah Juan. Juan yang merasa diperhatikan merasa sedikit tidak nyaman. Ia lalu menegakkan kepalanya dan memandang gadis yang duduk tepat di hadapannya.


Pandangan mereka bertemu.


Cantik


Juan yang tidak terlalu memperhatikannya dengan benar selama ini baru menyadari ternyata gadis itu sangat cantik.


Dia adalah gadis yang menjadi gosip hangat beberapa bulan ini. Gadis yang di perebutkan oleh sejumlah pegawai laki-laki di tempatnya bekerja.


Gadis itu tersenyum manis menatap Juan dengan lembut.


"Aku sudah memperhatikanmu selama ini. Dan aku menyukaimu"


Tutur gadis itu yang membuat Juan terkejut. Juan kembali menatap wajah cantik gadis itu. Deg, debaran jantungnya mulai bergejolak, namun segera ia tepis mengingat dirinya telah memiliki isteri yaitu Humaira.


✨Arahin jempol kalian untuk FAVORITE ❤️kan novel ini karena itu Gratis guys. Dan jangan lupa untuk LIKE👍 dan KOMEN yang seru-seru karena jejak kalian adalah dukungan buat Author. Terima kasih 🙏🤗


✨Baca juga Dream Destiny, bagi kalian yang menyukai kisah romansa istana. Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2