
✨Arahin jempol kalian untuk FAVORITE ❤️kan novel ini karena itu Gratis guys. Dan jangan lupa untuk LIKE👍 dan KOMEN yang seru-seru karena jejak kalian adalah dukungan buat Author. Terima kasih 🙏🤗
*****
Usaha milik Juan ditutup. Rumahnya telah berpindah tangan menjadi milik orang lain. Lelaki itu kesana kemari mencoba menghubungi rekan-rekannya untuk di mintai tolong. Namun tak ada satu pun yang bisa menolongnya.
Juan mendatangi kantor di mana Tomy berada. Lelaki itu mengamuk di lobi karena di tahan oleh penjaga keamanan gedung itu.
"Keluar kau Tomy!! Apa salahku sampai kau menghancurkan bisnis ku?! Bahkan kita tidak kenal satu sama lain?!"
Juan berteriak-teriak merasa tidak terima atas perbuatan Tomy. Namun tidak ada satupun yang mendengar protesnya. Semua orang melakukan pekerjaannya masing-masing seperti biasanya. Seolah-olah kehadiran Juan tidak ada disana.
Merasa lelaki itu telah membuat onar, para penjaga pun menyeret Juan keluar dan mendorongnya hingga lelaki itu terjatuh. Namun bukan Juan namanya jika lelaki itu langsung menyerah begitu saja. Ia pun kembali ke rumah ibunya untuk menyusun kembali rencananya.
*****
Butik Yasmin sedang ramai-ramainya ketika Dika mampir kesana. Kedatangan Dika di siang itu menambah ramainya suasana karena betahnya konsumen berlama-lama melihat wajah tampan itu.
Tatapan-tatapan lirik ke arah Dika membuat Yasmin mengajak kekasihnya itu untuk berada di ruangannya saja.
Dika memeluk tubuh Yasmin dari belakang. Namun Yasmin berusaha melepaskan dan sedikit menghindar dari Dika.
Dika bingung, terlebih sedari tadi Yasmin tidak melepaskan handphonenya sekalipun. Ia malah tersenyum tersipu sambil menggigil bibir bawahnya.
Dika kesal, pemuda itu merasa ada yang tidak beres dengan Yasmin. Ia pun mencoba mencari tahu apa yang membuat kekasihnya itu tidak memperdulikannya siang itu.
"Kenapa sih, dari tadi senyum-senyum sendiri?"
"Aku lagi jatuh cinta sama Dean"
Singkat, padat, dan jelas. Jawab itu langsung menusuk hati Dika. Pemuda itu kesal dan mulai panas, tangannya terkepal menahan emosi yang siap meledak.
"Dean siapa?! Oh... sudah ada yang baru rupanya?!"
Sindir Dika menatap tajam Yasmin.
"Ck, apa sih? Nggak jelas banget?!"
Ucap Yasmin dengan sorot mata kesal ke arah Dika.
"Ya sudah jika itu mau mu?!"
Yasmin terlihat kesal lalu meletakkan handphonenya.
"Mau apa? Emang tahu mau ku apa?"
Tanya Yasmin beradu tatap dengan Dika.
"Kamu ingin bersama Dean kan, selingkuhan mu itu?!"
"Selingkuhan?? Kamu tahu nggak sih Dean itu siapa?!"
Dika terdiam. Ia tidak dapat menjawab siapa itu Dean karena dirinya memang tidak mengenal siapa Dean.
"Haah, hadeh.... Dean itu ini karakter cerpen yang lagi aku baca. Makanya jangan main marah dulu"
Ujar Yasmin kesal.
"Apa hebat nya cuma karakter cerpen?!"
"Bagiku dia hebat. Menyukai pacarnya sekian tahun, tapi enggan menyentuhnya. Dia menghargai banget pacarnya. Dan hanya karena satu ciuman, besoknya dia langsung tanggung jawab, datang melamar pacarnya.
Hanya cerpen receh tapi makna dari ceritanya sangat berharga. Ku Cium Kau Dengan Bismillah, penulisnya amatir tapi cerpennya aku suka"
Dika melengos. Dirinya kalah oleh satu karakter yang bernama Dean.
__ADS_1
"Jadi?"
Tanya Dika pasrah.
"Aku maunya kamu kayak Dean, lebih menghargai wanita dan nggak main sosor aja"
Dika tersenyum, emosinya tak lagi melanda. Perlahan ia mendekati kekasihnya dan mendaratkan ciumannya di bibir wanitanya.
"Sayangnya aku bukan Dean. Aku Dika, dan aku punya cara sendiri menghargai kekasihku. Awww... sakit yank?!"
Yasmin mencubit perut Dika.
"Nggak pernah mau ngalah kamu"
"Aku ngalah jika memang aku kalah"
"Ish! Tapi aku maunya kamu kayak gitu"
Yasmin kesal. Berdebat dengan Dika hanya akan membuatnya jengkel lebih lama.
"Kerumah bang Tomy yuk, anaknya udh di bawa pulang kemarin"
Yasmin langsung menoleh ke arah Dika dan tersenyum lebar. Sejak kemarin ia memang ingin melihat ibu dan anak itu. Karena kesibukannya yang luar biasa, Yasmin menunggu saat yang tepat untuk melihat mereka.
"Boleh. Oh ya.. bawa apa ya buat Gibran?"
"Nggak usah bawa apa-apa. Aku udah nyiapin kado buat si kecil"
"Ya udah deh"
Setelah butik tutup, Dika kembali mendatangi Yasmin dan membawanya ke rumah besar.
Suasana bahagia begitu terasa setelah hadirnya Gibran. Bayi mungil itu semakin sehat dan sangat mengemaskan. Yasmin yang baru pertama kali melihat Gibran langsung jatuh hati pada bayi mungil itu.
"Yank... mana tadi jadi untuk Gibran?"
"Ada... nih?"
Dika menyodorkan sebuah kotak yang berukuran sedang pada Yasmin. Yasmin pun lalu memberikan kado itu pada Humaira.
"Wah, repot-repot. Aku buka ya..?"
"Buka aja kak"
"Dik, apa kau mau mengurus usaha baru?"
Tanya Tomy yang juga sedang berada di dekat isterinya.
"Usaha apa bang?"
Tanya Dika penasaran.
"Apa ini? Kiat-kita menaklukan hati wanita?"
Semua mata memandang ke arah Humaira yang membaca buku kado dari Yasmin dan Dika.
Yasmin terkejut dan langsung malu, ia menatap ke arah Dika yang hanya tersenyum santai menanggapi kekesalannya.
"Iih...?!"
"Aduh... aduh.. ampun yank?!"
Yasmin geram dan mencubiti Dika.
Tomy hanya menghela napas melihat kelakuan adik iparnya itu. Ia sudah biasa menghadapi Dika yang seperti itu.
__ADS_1
"Besok datanglah keruangan ku, kita bicarakan lebih lanjut"
"Iya bang"
Mereka pun bercengkerama, mengobrol sambil tertawa santai lalu makan malam bersama.
*****
Keesokan harinya, sesuai amanat Tomy untuk mendatanginya ke ruangannya. Dika melihat seseorang yang menarik perhatiannya. Lelaki itu tampak tidak asing bagi Dika. Saat hendak memasuki lift khusus, Dika bertanya pada penjaga lift.
"Siapa orang itu?"
"Dari kemarin dia buat rusuh pak, teriak-teriak mencari pak direktur"
"Ya sudah. Usir jika buat keributan!"
"Baik pak"
Dika pun segera masuk lift ketika pintu itu terbuka. Dan menuju lantai 29 tempat Tomy berada.
"Tok... tok...!"
"Masuklah"
"Abang tahu lelaki di lobi itu?"
"Assalamualaikum Dik"
"Waalaikumsalam bang"
Dika dengan santainya menjawab salam dari Tomy dan langsung duduk di sofa tamu ruangan itu.
Tomy menghela napas. Dan hanya menatap pasrah pada adiknya itu.
"Dia mantan suami kakakmu"
"Hah, kak Nia pernah nikah sebelum sama abang? Setahu ku nggak pernah bang"
"Bukan Nia Dik, tapi Humaira..."
Jawab Tomy sambil memijit keningnya.
"Oh..."
"Aku sudah membuatnya bangkrut, dan mengambil semua hartanya yang harusnya milik kakakmu"
"Hehehe, pantas dia ngamuk sama abang. Kok kejam bang?"
"Kekasihnya yang menyebabkan kakakmu harus melahirkan sebelum waktunya. Sudah sepantasnya mereka mendapat hukuman"
Dika hanya menyimak Tomy berbicara padanya.
"Lalu mengenai usaha yang aku katakan padamu, itu adalah bisnisnya. Tangani karena kamu mampu. Kau bisa jadi direktur disana"
"Wow..."
"Jangan berpikir untuk korupsi, karena kau harus memberikan laporan keuangan perusahan itu padaku"
Dika tersenyum paksa karena isi kepalanya sudah di ketahui Tomy. Tomy memang tidak mempermasalahkan berapa pun yang di ambil Dika. Hanya saja Tomy ingin pemuda itu menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.
"Oke..."
"Lalu segera halalkan kekasihmu, jangan terlalu larut dengan dosa. Keuangan sudah lebih, dan umurmu sudah cukup. Jadi jangan dipersulit"
Gluk. Dika menelan salivanya. Bergidik ngeri sang abang kini mengubah arah menjadi Ustadz.
__ADS_1
✨Baca juga Dream Destiny, bagi kalian yang menyukai kisah romansa istana. Terima kasih 😊