
# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘
*****
Segala persiapan akhirnya sampai pada hari yang di tunggu. Dekorasi sederhana namun elegan menghiasi aula ruangan hotel yang menjadi tempat akan di selenggarakannya pernikahan Tomy dan Humaira.
Beberapa media meliputi acara itu dari kejauhan. Bahkan ada yang menyiarkannya secara live.
Para tamu dan keluarga telah berkumpul untuk menyaksikan acara yang sakral itu. Humaira dan Tomy yang mengenakan baju pengantin berwarna gold yang tampak bercahaya. Wajah mereka memancarkan aura kebahagiaan memberikan kesan positif pada orang-orang yang melihatnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Humaira binti Herlan dengan mas kawin sebentuk cicin berlian dibayar tunai"
"Sah?"
"Saah....!"
Janji suci terucap, ijab kabul pun di lakukan dengan hikmat. Tangis haru bahagia diteteskan oleh keluarga yang merestui kebahagian mereka. Ucapan selamat berbahagia pun datang silih berganti. Senyum lebar bahagia Humaira dan Tomy, menyambut doa-doa orang-orang yang hadir disana.
Tomy pun memperkenalkan Humaira sembari menyapa relasinya yang datang di acara itu.
Tidak ada resepsi mewah atau pesta ala princess dalam pernikahan mereka. Namun tetap menjadi topik hangat dalam dunia media informasi. Pernikahan Tomy dan Humaira menjadi pencarian teratas di beberapa situs media. Tomy yang merupakan icon bisnis menjadi pusat perhatian untuk pernikahan ke duanya.
Wanita yang beruntung menikahi Tomy pun tak luput dari pencarian berita. Untung saja Tomy sudah antisipasi untuk mencegah berita yang negatif muncul tentang masa lalu Humaira.
"Manusia tidak luput dari kekurangan. Masa lalu hanyalah masa lalu. Baik atau buruk masa lalu itu, kini hanyalah sebuah masa lalu. Yang utama adalah masa kini dan masa depan yang lebih baik. Apapun yang pernah di lakukan isteri saya dimasa lalu, jika itu berkenaan dengan sesuatu hal yang kurang baik maka mohon di maafkan"
Ucapan singkat Tomy di hadapan media menjelaskan bahwa ia tidak peduli dengan masa lalu Humaira. Baginya adalah masa yang sekarang dan masa depannya bersama wanita itu. Humaira tersentuh dengan ucapan Tomy di hadapan media. Ia mulai menaruh harapan pada lelaki yang kini menjadi suaminya itu.
Tentu saja ada yang merasa patah hati dan tidak senang dengan pernikahan mereka. Bahkan ada pula yang terkejut melihat foto Tomy dan Humaira di media yang sedang duduk bersanding di pelaminan.
"Dimana aku pernah melihat wanita ini?!"
Guman seseorang.
"Siapa?"
Tanya temannya.
"Ini, coba lu lihat...?!"
"Eih... bukannya ini wanita kafe Exsy?!"
"Nah, apa gue bilang aku pernah lihat dia. Hahahaha... bini pengusaha ternama udah pernah gue cicipi bro...?!"
"Wkwkwkw gila parah! Tapi dia emang cantik banget. Dapet brp kali?"
"Sekali doang, bayarannya nggak mampu gue. Lagian antri banget".
"Hahahaha, paling nggak udah ngerasain dong..."
"Yo'i men, hahaha...."
Tidak ada yang bisa menghapus masa lalu. Sesekali tentu masa lalu itu akan kembali terkuak, namun seiring waktu orang akan melupakan masa lalu ketika kesuksesan lebih mendominasi kehidupan orang itu.
*****
__ADS_1
Selesai acara mereka langsung terbang kembali ke rumah. Semua tampak lelah dengan perjalanan singkat dan padat itu.
Karena jadwal Tomy yang super padat, Tomy dan Humaira sepakat untuk menunda bulan madu mereka.
Humaira segera membersihkan dirinya begitu memasuki kamarnya. Sedangkan Tomy memilih membersihkan diri di kamarnya dan Nia.
"Sayang...nggak baik meninggalkan isterimu di malam pertama. Temani lah dia..."
Ujar Nia ketika Tomy merebahkan tubuhnya di sampingnya.
"Aku tahu, biar aku menemanimu hingga kau terlelap dulu. Humaira pun sudah memberikan ijin untuk menemanimu lebih dulu"
Nia tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Senyum Nia begitu indah dan cantik dimata Tomy, hingga lelaki itu mencium keningnya lalu memeluk tubuh ringkih itu. Tomy sangat bersyukur memiliki isteri yang hatinya seluas samudra.
"Sudah tidur mas?"
Tanya Humaira yang sedang mengeringkan rambutnya pada Tomy, ketika melihat suaminya itu masuk ke kamar pukul 00.14 malam.
"Hmm..."
"Mau aku pijit mas? Kayaknya mas capek banget"
Tanya Humaira meletakkan hair dryer nya.
"Kau juga pasti lelah"
Ujar Tomy sambil menyampingkan rambut panjang Humaira.
Jawab Humaira tersenyum manis.
Senyum itu mengetarkan hati Tomy.
"Hum... apa kau ingin kita melakukannya malam ini?"
"Aku ngikutin mas aja..."
"Aku tidak ingin menjadi suami egois. Kau pasti sangat lelah hari ini. Malam ini aku akan membiarkanmu istirahat"
"Baiklah mas..."
Humaira lalu mulai memijit tubuh Tomy ketika lelaki itu merebahkan dirinya. Belum lewat waktu 15 menit, Tomy sudah tertidur pulas. Ternyata suaminya lah yang begitu lelah.
Di ciumnya pipi suami yang mulai kini mendampingi hidupnya. Ia pun merebahkan tubuhnya sambil menatap wajah tampan Tomy.
Terima kasih untuk seorang pendamping hidup yang Engkau titipkan padaku ya Allah. Terima kasih untuk keluarga baru yang Engkau ridhoi menerima kami apa adanya. Rahmat dan berkah-Mu sungguh tiada tara, untuk diriku yang hina ini masih Engkau ijinkan bahagia. Terima kasih ya Allah... terima kasih. Akan ku jaga dan kurawat keluarga baru ku sekuat tenagaku... Hanya kepada-Mu ya Allah, aku berserah diri.
*****
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an sayu-sayu terdengar hingga Tomy membuka matanya perlahan. Suara merdu Humaira terdengar begitu menenangkan hati dan jiwanya. Lelaki itu tersenyum bahagia menatap sang isteri yang masih fokus membaca Al-Qur'an di samping tempat tidur mereka.
"... fa-idzaa faraghta fainshab, wa-ilaa rabbika fairghab. Shadaqallahul-'adzim..."
Humaira menutup Al-Qur'an lalu menciumi kitab suci itu. Lalu kemudian ia membuka mukenanya.
__ADS_1
"Mas... udah bangun? Apa aku membangunkan mas?"
"Akan rugi rasanya jika aku terus tertidur tanpa mendengar suara merdumu mengaji"
"Hehehe... sholat dulu mas, ntar habis itu baru gombalin aku lagi"
Ujar Humaira tersenyum manis pada suaminya
Tomy pun bergerak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, kemudian berwudhu di samping teras kamarnya. Lalu ia pun mendirikan sholat subuh dengan khusyuk.
Selesai sholat secangkir kopi panas dan roti sudah menunggunya di meja.
"Hum, bersandarlah padaku. Aku janji akan memperlakukan kau sama dengan Nia. Kalian dua wanita yang aku sayangi dan cintai sekarang. Dan aku janji tidak akan meninggalkanmu dengan dan dalam keadaan apapun sampai mau memisahkan kita"
Tomy mengucap janji sambil memegang kedua tangan Humaira dengan wajah serius.
"Aku Tidak ingin menuntut banyak, cintai aku seikhlasmu mas, dan terima keluarga kecilku itu sudah lebih dari cukup"
"Baiklah..."
Tomy pun mencium kening Humaira dengan penuh rasa sayang.
"Kalau begitu aku ke kamar Nia dulu"
"Baiklah mas, aku juga mau melihat Danu.."
Mereka berdua saling tersenyum, lalu beranjak dari kamar mereka.
Tomy menghampiri Nia yang masih terlelap. Sebuah kecupan di kening membangunkan Nia di pagi itu. Senyum indah terukir di wajah Nia saat melihat suami berada di sampingnya pagi itu.
Runtinitas pagi hari pun seperti biasa dilakukan. Namun karena Tomy masih cuti selama beberapa hari, beberapa pegawainya datang untuk memberikan laporan dirumahnya. suasana rumah menjadi ramai karenanya.
Sementara Danu sudah bangun dan mandi bersama Umi. Humaira menyuapi anaknya sarapan setelah itu mereka sarapan bersama.
Humaira melayani Tomy dan Nia, menyiapkan sarapan untuk mereka. Kebersamaan itu sungguh terasa menyenangkan dan membahagiakan. Obrolan-obrolan ringan penuh canda tawa menghiasi suasana pagi itu.
Kehadiran Humaira, Danu dan Umi serta di tambah Dika dan Yasmin yang selalu menyempatkan diri untuk datang setiap hari, membuat suasana rumah menjadi ramai karenanya.
✨Beri dukungan untuk aku dong😘
* Like 👍
* Komen
* favorit ❤️
*Rate⭐⭐⭐⭐⭐
*Hadiah
*Vote, Terima kasih 🤗
✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.
Terima kasih 🙏
__ADS_1