Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Kabur


__ADS_3

Derap langkah kaki berlari beberapa perawat mengalihkan pandangan orang-orang sekitar.


"Cari, cepat cari...!"


Kata salah seorang petugas yang memiliki status lebih tinggi memerintahkan bawahannya sambil terengah-engah mencari napas.


Kegaduhan pun sedikit terjadi hingga membuat orang-orang mulai bertanya apa yang terjadi.


"Ada apa pak?"


"Ada pasien yang lepas pak. Sedikit membahayakan karena dia baru saja melukai perawat yang akan memberikan obat padanya"


"Wah kok bisa, bahaya sekali itu?!"


"Apa ada yang melihatnya sekitar sini?"


"Cirinya-cirinya gimana pak?"


"Suster mana biodatanya?"


Tanya petugas itu pada salah seorang perawat yang tidak jauh darinya.


"Ini pak?"


Suster itu lalu memberikan sebuah map yang di dalamnya terdapat foto seorang wanita yang sedang mereka cari.


"Nah ini pak, bu wajah pasien yang kabur. Jika ada yang melihat tolong segera hubungi para perawat dan petugas disini?!"


Ujar petugas itu pada orang-orang yang ingin tahu siapa pasien yang kabur itu.


"Oalah masih muda ternyata" "


" Tolong jangan di sakiti, cukup laporkan saja karena dia adalah pasien kami. Mohon bantuannya, terima kasih"


Petugas itu lalu menyusul beberapa perawat dan petugas lainnya yang mencari keberadaan pasien yang kabur itu.


Tanpa mereka ketahui, di toilet wanita seseorang pingsan tanpa mengenakan busana.


******


Panas terik matahari dengan angin sepoy-sepoy melengkapi suara deburan ombak yang menepi ke pantai.


Setelah tugas seabrek yang di berikan Tomy padanya, Dika melarikan diri membawa isterinya Yasmin berlibur satu malam di pantai. Yasmin pun terlihat senang meski mereka pergi dadakan tanpa rencana.


"Bagus kan yank tempatnya?"


Ujar Dika pada isterinya.


Yasmin mengangguk senang sambil tersenyum lebar. Sudah lama ia tidak mencium aroma laut yang khas.


"Iya bagus banget. Tapi yank, aku khawatir dengan Yuna dan Nayu"


"Tenanglah, ada bu Tuti dan anaknya yang menjaga mereka"


Ujar Dika meyakinkan. Pemuda itu telah meminta tolong bu Tuti untuk memberi makanan pada ke dua kucing mereka. Bu Tuti yang sedang tidak sehat, di bantu anaknya Yesy untuk bekerja di rumah Dika semasa libur sekolah.


Yasmin sedang asik bermain pasir. Ia tidak peduli kalau sedari tadi Dika di perhatikan oleh beberapa wanita yang juga sedang berlibur di sana.

__ADS_1


"Yank?! Sini...?! udahan main pasirnya. Kamu nggak takut aku di ambil orang?"


Ujar Dika setengah berteriak dengan santainya. Dia menyadari jika dia selalu di perhatikan oleh para wanita di sekitarnya.


"Hahaha, apa kamu mau sama mereka?"


"Ya nggak lah?!"


"Ya sudah"


Kembali Yasmin asik bermain bersama pasir dan ombak yang saling berkejar-kejaran.


Yasmin mencoba untuk tidak terlalu berprasangka pada Dika. Selama beberapa hari terakhir ia selalu merenung untuk meyakinkan dirinya sendiri. Begitu banyak wanita dan gadis yang Dika temui sebelum mereka menikah, namun pilihan Dika jatuh pada dirinya. Itu artinya dirinyalah yang di cintai Dika.


Ia pun mencoba mengacuhkan pandangan wanita-wanita yang terpesona pada Dika di pantai itu. Dan benar saja, ucapan Dika barusan mematahkan semangat mereka yang sedari tadi melirik mereka.


"Tumben isteriku ini nggak cemburuan


lagi?"


Ujar Dika menghampiri isterinya.


"Haaah, capek tahu?! Lagi pula kalau kamu selingkuh tampangku juga nggak jelek-jelek amat sebagai janda muda"


"Hus, ngapain sampe ngomong kayak gitu sih. Ucapan itu doa tahu?!"


"Siapa juga yang mau jadi janda"


Yasmin melihat ke sekitar, masih ada beberapa mata yang sesekali memperhatikan mereka.


Gumam Yasmin sangat pelan lalu mendekati Dika dan langsung menggandeng lengan pemuda itu dengan manja.


"Kesana yuk yank?"


Ajak Yasmin dengan manja pada Dika.


"Yuk"


Dika pun mengiyakan dengan karena ia paling menyukai sikap Yasmin yang manja pada dirinya.


Mereka pun berjalan santai menyusuri sepanjang pantai menjelang sore itu.


"Cih, takut banget pacarnya di ambil orang?!"


"Tapi iya kan, dari tadi kamu memperhatikan pacarnya? Ya wajarlah, aku juga kalau punya pacar setampan itu nggak suka di lirik sama cewek lain"


"Punya mata di manfaatin juga dong, nggak bakal juga di ambil"


"Tapi kalau pria itu melihat mu dan tersenyum, aku yakin bukan sekedar mata yang kamu manfaatin"


"Nggak tahu ah!"


"Tapi tu cowok emang ganteng banget ya kan? Udah kek model aja wajahnya"


"Aku rasa tu cewek pasti capek banget jagain cowoknya kalau udah terlalu ganteng gitu"


"Heleh, jaman sekarang yang nggak ganteng juga capek jagainnya. Apalagi kalau hidupnya udah mapan, dan berdompet tebel, udah deh?!"

__ADS_1


"Bener yang kamu bilang"


"Nah, kalau cowok yang kayak oppa tadi, aku yakin dia juga kaya. Lihat aja penampilannya"


"Kalau dia ngelirik aku, nggak akan ku sia-siain kesempatan itu"


"Dan sayangnya, doi nggak ngelirik kamu tuh?!"


"Hahahaha, bener... bener.... bener!"


"Tapi kayaknya, aku bakal kebayang terus deh sama dia. Ganteng banget iya nggak sih?!"


Percakapan itu terus berlanjut di antara para wanita yang tadi memperhatikan Dika dan Yasmin dari jauh. Meski keduanya sudah tidak ada lagi di hadapan mereka.


Angin menerpa wajah Yasmin hingga membuat rambutnya berantakan. Dengan rasa sayang Dika merapikan rambut isterinya perlahan.


"Duh, isteriku ini cantik banget sih"


"Hehehe, suamiku juga tampan banget sampe buat aku tensi ku turun naik"


"Loh kenapa?"


"Iya lah, dimana pun kamu berada, pasti selalu jadi pusat perhatian ciwi-ciwi. Aku gregetan tahu?!"


"Hehehe, muuaach! Secantik apa pun mereka, di mataku isteriku lah yang paling cantik"


Ujar Dika sesekali mencium pipi Yasmin.


Yasmin tersenyum senang, dan langsung memeluk pinggang Dika.


"Yank, kalau aku nggak hamil juga gimana?"


"Aku nggak akan ninggalin kamu sayang, percaya deh ma aku"


"Bukan itu. Aku juga ingin menggendong bayi yank"


"Rumah tangga kita masih seumur jagung yank, nikmati aja dulu 2 sampai 3 tahun kedepan. Kalau belum juga, nanti kita coba program bayi tabung. Nah sambilan nunggu kita nabung aja. Kalau kurang gampang lah, bang Tomy banyak duitnya"


"Dih, kenapa jadi ngarepin banget Tomy sih?!"


Yasmin tampak kesal, ia tidak setuju dengan saran Dika yang ingin merepotkan Tomy.


"Hehehe, bercanda sayang"


Ujar Dika terkekeh.


"Sebenar lagi sunset yank, setelah itu kita balik ke hotel ya?"


"Ya sayang..."


Menghabiskan sunset sore itu membuat Yasmin memeluk lengannya sendiri. Angin di pantai itu mulai terasa dingin karena hari mulai menjelang malam. Dika pun mengajak isterinya kembali ke Hotel untuk beristirahat.


Dan mereka melakukannya, menghabiskan waktu sepanjang malam, hingga kelelahan dan akhirnya tertidur dengan lelap.


Sebuah notif pesan tak lagi terdengar karena rasa letih yang menerjang. Keduanya semakin nyenyak dengan alunan deburan ombak yang masih terdengar hingga kekamar peraduan mereka.


✨ FAVORITE ❤️, LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2