Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Kilas Balik


__ADS_3

Yasmin dan Dika semakin dekat. Setiap pulang kerja mereka selalu menghampiri Nia untuk makan malam bersama. Setelah itu Dika akan menghabiskan waktu di ruko Yasmin. Sudah menjadi tugas harian pemuda itu setelah selesai bekerja akan membantu Yasmin mengatur pakaian di butik barunya.


Butik itu baru saja diresmikan sebulan yang lalu, namun pelanggan yang menyukai baju-baju di butik itu mulai ramai. Apalagi Yasmin dan Dika mempromosikannya ke kantor-kantor kerabat dan kenalan mereka.


Trik Nia yang di bantu oleh Yasmin sepertinya berdampak positif pada Dika. Dika yang belum bisa melupakan Yasmin sepenuhnya, merasakan kembali benih-benih cinta yang dulu sempat terkubur beberapa tahun yang lalu. Apalagi mendengar alasan Yasmin saat meninggalkannya membuat hati Dika terenyuh.


Pemecatan ayah Yasmin menyebabkan ayahnya mengalami stroke. Saat itu, Yasmin yang masih duduk di bangku SMA kelas 3 dengan 2 adik kembarnya yang masih sekolah di bangku SMP kelas 1. Ibu nya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa.


Flash Back On


"Tolong... tolong...?!"


Jerit seorang wanita yang berparas cantik dan elegan menggema setelah seseorang berhasil membawa kabur sebuah kotak berwarna hitam.


Orang-orang yang mendengar jeritan itu segera menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi.


"Kotak perhiasan saya di rampok!!"


Ujar wanita itu sambil menunujuk ke arah laki-laki yang sedang berlari menjauh.


Orang-orang pun mengejar lelaki itu. Yasmin yang sedang berjalan lesu karena gagal mencari pekerjaan, sedikit bingung dan takut ketika ada seorang laki-laki berlari ketakutan dan melemparkan sebuah kotak ke semak-semak tidak jauh darinya. Tak beberapa lama serombongan orang-orang juga datang sambil berlari mengejar lelaki itu.


Yasmin menepi ketakutan sambil mengelus dadanya. Ia teringat lelaki tadi melemparkan sebuah kotak berwarna hitam ke semak-semak. Karena rasa penasarannya yang tinggi, Yasmin pun mencari kotak itu dan menemukannya.


Seorang wanita yang lari tertinggal terengah-engah pun datang. Ia menghentikan kakinya dan lebih memilih berjalan perlahan mengejar gerombolan tadi.


"Ada apa kak?"


Tanya Yasmin memberanikan diri mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Kami sedang mengejar seseorang yang merampok kotak perhiasanku"


Jelas wanita sambil mencari napas.


"Ini? Tadi aku melihat seorang lelaki melemparkan ini ke semak-semak situ"


Tanya Yasmin sambil menyodorkan kotak yang baru saja ia temukan.


"Oh... alhamdulillah, terima kasih dek?!"


Wanita itu terlihat begitu senang, dan langsung mengambilnya dari tangan Yasmin.


"Sama-sama kak"


"Entah bagaimana nasibku kalau kotak ini sampai hilang..."


Wanita itu membuka kotak hitam itu. Dan alangkah terkejutnya Yasmin melihat banyaknya perhiasan mewah yang ada disana.


"Bersyukur kotak ini ditemukan oleh anak baik seperti mu"


Puji wanita itu.


"Hanya kebetulan aja kak"


"Aku Nia..."


Nia mengulurkan tangannya kepada Yasmin.


"Yasmin kak..."


Mereka pun berjabat tangan.


"Mau ikut aku Yas, aku ingin berterima kasih padamu walaupun sepertinya ini kurang sepadan atas bantuanmu"


"Kemana kak?"


Nia lalu menggandeng lengan Yasmin dan membawanya ke mobil yang terparkir agak jauh dari lokasi mereka.


"Kita makan dulu, tenaga ku rasanya sudah hampir habis mengejar lelaki itu. Oh... sepertinya kau sedang melamar kerja?"

__ADS_1


Tanya Nia ketika melihat sebuah map ditangan Nia.


"Oh... iya kak"


"Sudah dapat?"


"Belum kak..."


Jawab Yasmin yang terlihat tidak bersemangat.


"Kau sudah selesai sekolah?"


"Itu... emm, aku masih sekolah kak, SMA kelas 3"


Yasmin menjawab apa adanya tanpa di tutupi.


"Hmm.. aku udah mengira, karena kau terlihat masih sangat muda. Kenapa ingin bekerja?"


Tanya Nia penasaran.


Yasmin pun menceritakan kondisi keluarganya. Para kerabat Yasmin bukanlah orang berada, ia pun tidak bisa meminta pertolongan terus-menerus pada mereka. Dan akhirnya Yasmin memutuskan untuk mencari pekerjaan.


"Kalau kau mau kau tetap bisa bersekolah sambil bekerja. Selesaikan sekolah mu disini, lalu setelah itu kuliahlah sambil bekerja di cabang usahaku di Bandung. Dari sana kau bisa mengirimkan uang untuk pengobatan ayahmu serta biaya sekolah adik-adikmu. Aku juga akan membantu"


"Tapi kak, itu pasti membutuhkan banyak biaya?!"


"Aku tahu kau akan berkata begitu. Anggap saja kau meminjamnya dariku dan kembalikan setelah kau sukses nanti. Ingat kau harus sukses..."


Flash Back Off


"Sudah malam Dik, kamu nggak pulang?"


"Sebentar lagi..."


"Mau aku buatkan kopi?"


"Boleh jika nggak ngerepotin.."


Dika tersenyum membalas tanggapan Yasmin. Wajah Yasmin yang ayu memang tak pernah bosan di pandang mata. Dika mulai merasakan rindu bila sebentar saja tak melihat wajah itu.


🎶 I need You stay, need you stay, hey...I get drunk, wake up, I'm wasted still.. 🎶


"Nggak di angkat?"


Tanya Yasmin yang datang dengan secangkir kopi di tangannya setelah mendengar handphone Dika berbunyi.


Dika melihat siapa yang menelponnya lalu mengabaikan panggil itu.


"Nggak penting"


Jawab Dika santai.


"Pacar mungkin, teman, atau sodara?"


Ucapan Yasmin bagai dejavu ditelinga Dika.


"Nggak di angkat?"


Tanya Humaira.


"Nggak penting"


"Tante, adik, kakak, teman atau pacar, siapa tahu penting. Angkat aja..."(Ingatan saat bersama Humaira)


Dika terkekeh.


"Ada yang lucu ya?"


Tanya Yasmin melihat ekspresi Dika.

__ADS_1


"Ucapan mu mengingatkan ku pada seseorang"


"Siapa gebetan? Mantan? Apa pacar?"


Tanya Yasmin yang sudah tahu siapa kira-kira wanita yang membuat Dika tersenyum seperti itu. Namun sikap santai Yasmin tidak mengundang kecurigaan pada Dika, jika ia telah tahu siapa wanita yang terakhir kali di kejar oleh Dika.


"Kamu nggak cemburu jika aku bilang seseorang itu wanita?"


Tanya Dika.


"Cemburu mungkin sedikit, tapi aku lebih memilih berpikir positif aja. Kalau itu mantanmu, ya wajar saja karena kalian pernah berpacaran. Dan kita nggak akan pernah bisa mengubah masa lalu. Dan jika itu pacarmu, dia sangat beruntung kamu selalu mengingatnya meski sedang bersamaku. Itu berarti aku mungkin hanya bisa menjadi temanmu... "


Ucap Yasmis sambil tersenyum meski hatinya sedikit sedih.


Ada rasa kecewa saat mendengar penuturan Yasmin. Entah mengapa Dika merasa kurang senang karena sikap Yasmin biasa saja.


"Mereka bukan mantanku apa lagi pacarku"


"Lalu..?"


"Ya bengitu lah..."


Jawab Dika sambil mengangkat bahu yang mungkin bisa di artikan mereka hanya sekedar pengisi kekosongan.


"Nggak enak rasanya di gantung..., dan kamu lebih tahu itu Dik. Perjelas aja, ya atau nggak"


"Udah, tinggal yang satu ini..."


Jawab Dika sekenanya.


"Yang satu ini, emang sebelumnya berapa banyak Dik?"


"Entahlah, aku nggak ngitung"


"Lalu kenapa kamu gantung...?"


"Bapaknya pejabat, jadi rada susah. Dia juga suka berbuat seenaknya"


"Lalu kamu sendiri ada hati sama dia?"


"Just for fun..."


"Play boy kamu Dik, jika sama aku, aku nggak mau di duain. Dan kamu harus berubah, tinggalin masa lalu mu yang nakal itu"


Ungkap Yasmin melirik kesal Dika.


"Apa kita sedang pacaran?"


Tanya Dika menatap serius Yasmin.


"Entahlah..."


Jawab Yasmin sambil menghindar tatapan Dika.


Yasmis masih ingin memastikan hati Dika hanya miliknya saat mereka benar-benar berpacaran nanti. Melihat Dika masih mengingat Humaira, Yasmin berpikir untuk meluluhkan hati Dika dulu sepenuhnya.


✨Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗

__ADS_1


✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.


Terima kasih 🙏


__ADS_2