Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Naif


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi Dika menyeret Rima ke kantor polisi dalam kasus penyerangan. Rima yang sedang bersantai dirumahnya terkejut, begitu polisi datang dan membawanya ke kantor polisi. Apalagi sang ibu, ia langsung pingsan melihat anak gadisnya di borgol.


Wajah Rima pucat. Ia tidak menyangka tindakannya berbuah bui. Dulu ia sering melakukan penganiaya secara tidak langsung terhadap Humaira. Namun tidak pernah sampai menyeret dirinya ke jalur hukum.


Gadis itu menggigit bibir bawahnya karena gelisah dan takut. Apalagi Juan sang kakak, kini tidak memiliki kekuasaan karena telah jatuh bangkrut.


Bagaimana ini? Aku nggak mau masuk penjara!


Secara kebetulan, supir mobil membelokkan kendaraannya sedikit kuat hingga penumpang didalamnya ikut miring. Dalam kesempatan itu, Rima dengan sengaja membenturkan kepalanya ke dinding mobil dengan keras hingga ia pun pingsan.


Rima lalu di bawa ke rumah sakit untuk diperiksa keadaannya. Akibat benturan keras ia mengalami gegar otak hingga perlu di rawat beberapa hari.


Mendengar kabar itu Dika dan Yasmin pergi menjenguk gadis itu. Bukan karena kasihan, melainkan ingin tahu apakah itu hanya sandiwara yang ia mainkan sama seperti kebohongannya terhadap Yasmin.


Rima terbangun saat Yasmin dan Dika memasuki ruang rawat itu. Gadis itu langsung berusaha bangun untuk menghampiri Yasmin.


"Tolong maafkan aku kak? Aku ngaku salah...,tolong jangan penjarakan aku?"


Yasmin dan Dika saling tatap melihat sikap Rima yang tidak sesuai dengan perangainya di cctv.


Rima yang melihat ekspresi mereka seakan tak percaya ucapannya, mencoba untuk membujuk kembali Yasmin agar mencabut tuntutan atas dirinya.


"Kak maafkan aku kak... hiks... aku salah. Aku hanya terbawa emosi dan aku baru kali ini jatuh cinta"


Ungkap Rima sambil melirik sekilas ke arah Dika.


"Bisa-bisanya mengaku gue ngamilin lu?! Kapan kita pernah dekat?! Ketemu ini aja baru dua kali!"


Ujar Dika menatap sinis Rima.


"Maaf bang hiks.... aku hanya jatuh cinta sama abang. Aku merasa abang adalah jodohku saat pertama kali kita bertemu. Dan aku sadar cinta kita tak mungkin bisa bersatu"


Rima menatap keduanya dengan wajah yang sedih dan patah hati.


Haaa... Cinta kita?!


"Naif lu?!"


Ucap Dika dengan tatapan tidak suka.


"Maaf bang, maafkan aku... hiks..."


Rima mencoba menarik rasa simpati Dika. Gadis itu terus menangis dengan wajah bersalah dan memelas.


Usahanya tidak sia-sia. Yasmin terlihat menghela napas panjang dan bersikap tenang tanpa melihat sinis ke arah Rima.


"Sudah lah, kali ini aja"


Ucapan Yasmin yang sudah tak kuasa lagi memperpanjang kasusnya.


"Yank!"


Dika merasa tidak suka dengan keputusan Yasmin.


"Nggak apa-apa yank"

__ADS_1


Ujar Yasmin mencoba meyakinkan Dika.


"Ck!"


Dika kesal sambil menatap tajam Rima dengan wajah tak senang, lalu memalingkan muka ketika gadis itu mencoba tersenyum padanya. Pemuda itu pun keluar dari ruangan itu dengan perasaan kesal dan kecewa.


"Hanya kali ini, dan aku nggak akan memberikan kebaikan untuk kedua kalinya"


Ucap Yasmin tegas dan menatap serius Rima.


Rima mengusap air mata dan tersenyum lega. Ia pun lebih mendekat ke arah Yasmin untuk menyalaminya.


"Makasih kak..."


Sayangnya, Yasmin tak memberikan kesempatan pada Rima untuk meraih tangannya karena ia segera berlalu meninggalkan ruangan itu tanpa melihat lagi ke arah Rima.


"Cih, sombong sekali. Kau lihat saja nanti!"


Ucap Rima kesal dengan sikap Yasmin yang mengacuhkan dirinya.


Mau tidak mau Dika mengantarkan Yasmin ke kantor polisi untuk mencabut berkas tuntutan pada Rima atas kasus penyerangan terhadap dirinya.


Perdebatan pun terjadi di dalam mobil setelah urusan mereka di kantor polisi telah beres.


"Kenapa sih yank, orang kayak gitu di kasih ampun?"


Dika masih saja kesal dengan itikad baik Yasmin pada Rima.


"Bulan puasa yank, bukannya lebih baik untuk memaafkan?"


"Doain aja dia insaf yank"


"Lihat aja, jangan nyesel kamu udah berlaku baik sama dia"


Ujar Dika mengingatkan kekasihnya.


"Kan ada kamu ntar yang belain dan lindungi aku"


Ujar Yasmin langsung bersikap manja pada Dika. Mau tidak mau hati pemuda itu luluh juga karena rasa sayang dan cintanya pada calon istrinya itu.


*****


DI tempat berbeda, Juan mengamati kediaman Tomy dari jauh. Akhir-akhir ini lelaki itu mencari informasi sendiri tentang Tomy dan mengawasi gerak gerik musuhnya itu.


Mata Juan terbelalak ketika mengetahui wanita yang sedang di gandeng Tomy di sebuah Mall adalah mantan isterinya Humaira. Juan pun memutuskan untuk pergi menemui Yunita, kekasihnya yang sudah mendekam di penjara.


Yunita yang lama hilang tanpa kabar, di ketahui Juan masuk penjara karena tuduhan perencanaan pembunuhan terhadap janin. Informasi itu pun di berikan oleh sahabatnya yang kebetulan adalah polisi yang menangani kasus itu.


Selama Yunita di penjara tak sekalipun Juan menemui wanita itu. Ia selama ini sibuk sendiri mencari keberadaan Humaira dan mengawasi musuhnya.


"Untuk apa kau kemari?!"


Yunita berbicara ketus pada Juan setelah sekian lama mereka tidak saling bertemu.


"Siapa wanita yang kau dorong waktu itu? Apa dia Humaira?!"

__ADS_1


Tanpa berbasa-basi Juan langsung melemparkan pertanyaan itu kepada Yunita.


"Hah, wanita ja*la*ng itu! Kalau iya kenapa?"


"Kau!!"


Tangan Juan terkepal mendengar ucapan Yunita. Ia baru menyadari kalau Yunitalah penyebab kehancuran dirinya.


"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi!"


Yunita terkejut mendengar ucapan Juan yang hanya datang untuk mengatakan perpisahan pada dirinya.


"Hahaha... Ternyata kau seperti ini. Benar kau memang seperti ini. Setelah seseorang nggak berguna lagi bagimu, maka kau akan mencampakannya. Sama seperti ja*la*ng itu, dan sekarang aku"


Yunita terkekeh meratapi sikap Juan yang memperlakukannya bagai sampah yang harus di buang setelah tak berguna lagi.


"Terserah kau mau ngomong apa!"


Juan tidak peduli perkataan Yunita padanya. Lelaki itu sangat marah akibat ulah Yunita kehidupannya jadi sengsara.


Si*al!! Ternyata gara-gara dia menyakiti Humaira sampai Tomy bertindak menghancurkan bisnisku. Aku harus cari cara untuk mendapatkan semuanya kembali termasuk Humaira. Aku yakin dia masih mencintaiku...


Juan yakin perasaan Humaira padanya masih tersisa. Ia ingat jelas bagaimana dulu Humaira sangat mencintainya.


Lalu hari itu, ketika Humaira sedang berada di swalayannya, Juan menghampiri Humaira yang sedang meninjau swalayannya bersama sang asisten.


"Humaira..."


Humaira itu terkejut mendapati Juan sudah berada di dekatnya. Wanita itu langsung merangkul lengan asistennya Dewi.


Juan yang melihat sikap Humaira sedikit takut mencoba bersikap tenang dan tersenyum dengan tatapan penuh arti.


"Bisa kita bicara sebentar?"


Tanya Juan ramah. Humaira yang tadinya sedikit takut mulai terbuka meski ia terlihat tidak senang.


"Bicara saja"


Ucap Humaira datar dan masih menempel pada Dewi.


Juan diam sesaat sambil melirik ke arah Dewi. Dan akhirnya lelaki itu pun menyerah karena sepertinya Humaira tidak ingin menjauhkan asistennya itu dari mereka.


"Mungkin ini terlambat, dan aku tetap ingin mengatakannya padamu..."


Juan menarik napas panjang dan terlihat sedih serta merasa bersalah.


"Maafkan aku, aku tahu kau pasti sangat marah. Aku menyesal sungguh aku menyesal..."


Ucap Juan sambil menatap Humaira sendu. Wajahnya yang mulai tirus serta janggut dan kumis tipis di wajahnya memperlihatkan bahwa laki-laki itu benar-benar sedang dalam keadaan kesusahan.


"Aku tidak ingin mengingat masa lalu, pergilah..."


Ucap Humaira datar dan tak ingin memandang wajah Juan lebih lama lagi, wanita itu segera memalingkan wajahnya.


✨LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊

__ADS_1


✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗


__ADS_2