
Warning!! Ada adegan kekerasan di episode kali ini. Mohon bijak dalam menyikapinya. Terima kasih.
*****
Pukul 02.12 dini hari, Dika tersadar dan merasakan pusing di kepalanya. Dalam keadaan setengah sadar ia berusaha melihat sekitar dan terkejut mendapati dirinya sedang di ikat dengan tali yang kuat. Tangannya di ikat ke belakang, lalu tubuhnya pun di ikat, beserta kedua kakinya.
Dika mencoba melepaskan diri ketika kesadarannya hampir penuh.
Siapa yang sudah melakukan ini?
Sekali lagi Dika mencoba memperhatikan sekitar dengan lebih rinci. Ia sangat terkejut melihat Yasmin terkulai lemah dengan tubuh terikat di pilar di tengah.
Ada beberapa goresan di wajah ayu isterinya, serta jejak penganiayaan masih merah di sekitar wajahnya. Dika terenyuh, hatinya luka mendapati keadaan isterinya yang seperti itu.
Dika lalu memperhatikan seorang wanita yang sedang memunggunginya.
Apa dia yang melakukan semua ini? Tapi siapa? Perempuan mana yang memiliki sifat seperti psikopat gini?!
"Oh, sayang ku sudah sadar rupanya?"
Mata Dika membulat ketika mengetahui perempuan psikopat itu adalah Rima. Ya, wanita gila mana yang mampu melakukan hal itu padanya kecuali Rima.
Dika menatap tajam Rima penuh kebencian meski gadis itu tersenyum padanya.
" Oh.. Oh.. Oh..., jangan menatapku seperti itu sayang, kita sudah lama nggak bertemu? Kamu pasti sangat merindukanku. Sama...! Aku juga sangat merindukanmu"
Dika merasa jijik mendengar kata rindu yang di ucapkan Rima. Ingin rasanya ia menampar dan memberi bogem mentah pada wajah tak tahu malu itu jika saja tangannya tidak terikat. Meskipun pantang bagi Dika menurunkan tangannya untuk memukuli wanita. Tetapi, melihat apa yang sudah Rima lakukan isterinya, Dika tidak lagi peduli walau dia seorang wanita.
Rima berjalan mendekati Dika yang masih menatapnya jijik dan penuh rasa benci. Lalu duduk di samping Dika sambil mengusap dengan lembut tubuh Dika yang ideal di mata kaum hawa.
Dika memalingkan wajahnya, ia benci melihat wajah Rima yang tersenyum nakal padanya. Ia mencoba melepaskan diri dari jerat tali yang mengekang tubuhnya.
Rima tidak suka Dika berpaling darinya.Tangannya menyentuh wajah Dika dan memaksa wajah itu menoleh padanya.
Wajah Rima mendekati wajah Dika hingga membuat lelaki itu terpejam tak ingin melihat wajah perempuan yang kini paling ia benci di dunia ini.
Si*al!! Dasar cewek breng*sek!!
Dika mengumpat saat Rima menciumi bibirnya walau tertutup lakban. Lelaki itu menahan napasnya saat hidung mereka bersentuhan. Dika merasa jijik jika harus senapas dengan Rima yang psikopat.
"Kita akan menikmati yang lebih lagi sayang, tapi nanti..., kikikikik"
Ujar Rima terkekeh sendiri dengan ucapannya.
__ADS_1
Dika sedikit lega perempuan itu menjauhkan wajahnya.
Dika memperhatikan apa yang di lakukan oleh Rima. Gadis gila itu merapikan beberapa barang yang sedikit tampak berantakan.
Sedang asik merapikan rumah yang berantakan olehnya, Rima melihat Yasmin tampak meringis kesakitan. Ia terbangun sesaat karena rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Oh, dia sudar sadar lagi rupanya?!"
Rima berjalan mendekati Dika dengan senyum licik. Ia lalu menduduki Dika yang dalam posisi terbaring.
"Hei!! Psstt.... psssttt!!!"
Rima seperti memanggil Yasmin untuk melihat ke arahnya. Dengan kesadaran yang belum penuh Yasmin menoleh ke arah suara.
Kepala Yasmin menggeleng ketika melihat Rima duduk di atas Dika dengan gaya berhadapan. Apalagi melihat Rima mulai melepaskan kancing baju Dika satu persatu sambil menciumi leher pemuda itu. Yasmin mulai menangis sebelum Rima melakukan hal lebih dari yang ia lihat sekarang.
Dika marah melihat Yasmin menangis. Ia mencoba berdiri namun di tahan oleh Rima. Dengan sekuat tenaga Dika menghantukkan kepalanya ke kepala Rima.
"Aaaarrrghh!!"
Rima meringis ke sakitkan dan segera berdiri dari pangkuan Dika.
Rima berjalan terhuyung mendekati Yasmin karena rasa sakit dikepalanya.
"Kalau kau berani menolak, aku akan sayat kulit wajahnya!"
Ya... Allah sakit..! Tolong aku Dika, siapa saja tolong kami?!!
"Mmmmgghh!! Hiks... hiks!!"
Yasmin berteriak dan menangis kesakitan. Rima menyayat pipinya dengan gunting kuku hingga mengeluarkan darah segar.
Jangan!! Yasmin!! Hentikan jangan sakiti dia. Perempuan kepa*rat!! Akan aku bunuh kau lihat saja!!
"Mmpphh, mmph.....mmppplhh!!!"
Dika berteriak tidak jelas dengan mulut terlakban. Ia meronta hingga terjatuh ke lantai. Pemuda itu berusaha mendatangi Yasmin dengan bergeser perlahan.
"Stop!! Sekali lagi kau maju, satu sayatan lagi terpahat di wajahnya!"
Dika menghentikan geraknya setelah mendengar ancaman Rima. Melihat Yasmin sudah sekali dia sayat, Dika yakin Rima tidak main-main dengan ancamanya.
Si*al!! Perempuan ini benar-benar sakit jiwa!!
__ADS_1
Rima mendekati Dika yang terbaring di lantai. Ia lalu duduk di atas tubuh Dika dan memulai kembali aksinya.
"Kenapa sayang? Jangan menatap ku seperti itu?! Ayo kita lanjutkan yang tertunda tadi! Dan ingat, jangan lakukan seperti tadi jika kau tidak ingin wajah perempuan itu penuh sayatan!"
Rima mulai mengelus dada Dika yang setengah terbuka. Perlahan ia melanjutkan kembali membuka kancing baju itu satu persatu.
Dada Dika di kecup, leher di cium dan meninggalkan kissmark disana. Perlahan tangan Rima mulai berpindah tempat ke area bawah.
Ya Allah... Pemandangan apa ini, hati ku begitu sakit melihatnya ya Allah... hiks...hiks
Dika terkejut, tubuhnya menolak untuk melakukan lebih dari itu pada Rima. Pemuda itu menggeliat hingga Rima memaksa membuka kancing celana Dika.
Hingga bagian kejantanan Dika tersentuh, lelaki itu secara reflek menekukkan kedua lututnya dengan kuat hingga membuat Rima terdorong ke samping dan jatuh.
Rima meringis karena punggunnya kesakitan. Ia bergegas bangkit dan langsung menuju ke arah Yasmin.
Nggak!! Jangan!! Ku mohon, hentikan!!
"Mmmmgghh!! Hiks... hiks!!"
Sekali lagi wajah Yasmin tersayat dan mengeluarkan darah. Kali ini sayatan itu lebih panjang dari sebelumnya. Yasmin mengerang dan menangis kesakitan.
Tidak puas dengan itu, Rima menendang-nendang tubuh Yasmin membabi buta. Hingga Yasmin terbatuk-batuk sambil mengerang kesakitan.
Tubuh Yasmin langsung terkulai lemah dan kembali tidak sadarkan diri.
Dika menangis melihat isterinya di aniaya seperti itu karena dirinya.
Jangan, ku mohon hentikan!! Cukup jangan siksa isteriku lagi, kumohon...Aku salah, semua ini gara-gara aku. Mungkin ini karma atas perbuatan ku pada mereka( wanita-wanita yang di kencani Dika) selama ini..?! Aku saja yang kau siksa. Ku mohon jangan isteriku...
"Mmmpphh, hiks... mmmpphh...."
"Haah... Haah...haah...!"
Rima terengah-engah setelah menyiksa Yasmin. Ia lalu menoleh ke arah Dika dan melihat pemuda itu menangis.
"Jangan menangis karena dia!!"
Rima membentak Dika. Ia tidak suka melihat Dika menangis karena Yasmin.
Dika terdiam, matanya semakin menatap Rima dengan penuh kebencian.
Nggak bisa seperti ini, aku harus tenang memikirkan semua ini. Kami harus bisa lepas dari jerat perempuan gila ini. Kalau nggak, isteriku akan semakin tersiksa.
__ADS_1
Dika mencoba untuk tenang. Ia terus berpikir untuk segera keluar dari situasi ini.
✨ FAVORITE ❤️, LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊