Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Insiden Malam Pertama


__ADS_3

Setelah hampir 2 bulan, waktu yang di tunggu Dika akhirnya datang Juga. Balutan jas putih tampak serasi dengan kebaya putih yang di kenakan oleh Yasmin. Ijab kabul yang di ucapkan Dika berjalan lancar tanpa hambatan. Mereka sedang duduk bersanding di hadapan para tamu yang ikut berbahagia menyambut lebaran baru mereka.


Senyuman Yasmin dan Dika terukir sepanjang jalannya acara. Rona kebahagian terlihat jelas di wajah mereka. Walau pun ada beberapa tamu yang tampak kecewa namun semua masih berjalan lancar dengan keamanan yang dijaga ketat.


Tak jauh dari lokasi acara, Rima menggerutu. Ia tidak bisa masuk kedalam gedung karena keamanan yang hanya memperbolehkan tamu yang masuk membawa undangan.


"Si*al!! Rencana ku gagal!"


Rima menggigit kuku jari tangannya. Rencananya untuk menghancurkan acara pernikahan Dika dan Yasmin gagal. Entah mengapa gadis itu sangat terobsesi pada Dika. Sepertinya tindakannya waktu itu tidak membuatnya jera. Namun Rima tidak putus asa. Seperti Juan, gadis itu mengikuti kedua pengantin hingga acara selesai dan pergi ke hotel di mana mereka menginap.



Dika menggendong Yasmin ala briddal menuju peraduan mereka malam itu. Tanpa memberi aba-aba Dika langsung menciumi Yasmin tanpa henti. Yasmin yang kewalahan membalas ciuman Dika akhirnya sedikit mendorong tubuh suaminya untuk menjauh.


"Sayank...mandi dulu ya, rasanya aku gerah banget nih"


Pinta Yasmin yang memang terlihat lecek.


"Mandi bareng ya?"


Dika mulai menunjukan senyum menggodanya. Yasmin hanya terkekeh ketika tangan lelaki itu mulai bergerilya mengusap pahanya.


"Ting tong"


Suara bel pintu kamar hotel mengalihkan perhatian mereka terutama Dika.


"Siapa sih?! Sudah di bilang aku nggak ingin di ganggu malam ini. Ck..!!"


"Aku mandi ya?"


Ucap Yasmin melihat adanya kesempatan, ia lalu bangun dari tempat tidur dan bergegas untuk mandi.


"Cup"


Dika menarik tangan Yasmin dan mendaratkan ciumannya di pipi isterinya dengan cepat. Lalu dengan langkah gontai ia melihat siapa yang telah mengganggu acaranya malam itu ketika sang isteri telah masuk ke kamar mandi.


Tidak ada siapa-siapa setelah Dika mengintip dari lubang pintu. Dika pun lalu berbalik hendak duduk di sofa menanti sang isteri selesai mandi. Tetapi, baru saja kakinya beranjak 3 langkah, kembali bel pintu berbunyi.


Dika akhirnya memutuskan untuk membuka pintu melihat siapa yang iseng mengerjai dirinya. Pintu pun terbuka lebar dan tiba-tiba seseorang langsung memeluk tubuhnya dan mendorongnya kuat hingga dirinya terpaksa melangkah mundur hingga jatuh ke atas tempat tidur.


"KAU!!"


Dika berang mendapati Rima yang telah mengacaukan acara malam pertamanya. Posisi Dika yang berada di bawah Rima memudahkan gadis itu menguasai Dika karena ia telah telah duduk di atas tubuh Dika.


"Apa-apaan kalian?!!"


Yasmin setengah berteriak mendapati pemandangan yang menyakiti hatinya. Wanita itu belum selesai mandi, ia hanya ingin mengambil pembersih wajahnya yang tertinggal di atas nakas.


Melihat isterinya yang muncul tiba-tiba, sontak Dika langsung mendorong tubuh Rima dengan sekuat tenaga hingga gadis itu jatuh terpental ke bawah.

__ADS_1


"Breng*sek!! Cewek sialan!! Berani-beraninya lu ganggu acara gue!"


Tangan Dika hendak melayang ke wajah Rima ketika pemuda itu mengambil langkah mendekati Rima.


"DIKA JANGAN!!"


Teriak Yasmin mencoba menahan aksi Dika. Mata Rima yang tadinya terpejam kini terbuka lebar dan sekilas tersenyum seringai.


"Seorang laki-laki nggak boleh menurunkan tangannya kepada seorang wanita"


Ujar Yasmin yang sedang berbalut handuk sambil berjalan mendekati mereka. Apa yang dikatakan Yasmin juga pernah di ucapkan oleh kakaknya Nia. Dika perlahan menurunkan tangannya meski hatinya kesal dan mendidih.


"Kak, maaf kak. Aku salah kamar... Aku kira ini kamar temenku..."


"PLAKK!!"


Tamparan keras mendarat di pipi Rima hingga membuat mata gadis itu terbelalak. Tak hanya Rima yang terkejut, Dika pun ikut terkejut melihat isterinya yang dipenuhi dengan amarah.


"KAU!!"


Mata Rima menatap tajam ke arah Yasmin.


"Panggil keamanan ke kamar ku SEKARANG!!


Teriak Dika yang ternyata menghubungi pihak Hotel.


"AARRRGGHH... !!"


"Yasmin!!"


Dika berusaha menolong Yasmin yang jatuh pingsan. Namun geraknya kalah cepat dengan Rima yang lebih dulu berhasil memeluk tubuhnya dengan kuat.


Rima mengencangkan tangannya memeluk tubuh Dika, hingga lelaki itu kesusahan melepaskan diri darinya. Ia telah bertekad akan sehidup semati dengan Dika saat itu juga.


"LEPASKAN!! CEWEK GILA BRENG*SEK!!"


Dika membawa tubuhnya menepi ke dinding yang otomatis Rima juga mengikuti tubuhnya. Dengan gerak kuat dan cepat pemuda itu membalik tubuhnya hingga keadaan berbalik posisi. Rima yang berada di dekat dinding di dorong Dika dengan tubuhnya hingga gadis itu terbentur dan terhimpit keras pada dinding. Namun Rima masih memeluk kuat tubuh Dika.


"Apa kurangnya aku di matamu?! Ayo kita menikah dan ceraikan dia. Kamu hanya boleh jadi milikku!! Aku sangat mencintai mu Dika..."


"Persetan dengan cintai lu!!"


Umpat Dika yang semakin berang. Pemuda itu mencoba mengambil jari Rima yang berada di belakang punggungnya. Kemudian ia membalikkan jari tersebut hingga terdengar bunyi seperti patah.


"AAAAGGHHH...."


Rima berteriak di dada Dika menahan sakit. Walau tubuhnya gemetar namun ia tidak mengendurkan pelukannya pada tubuh Dika.


"Ada apa ini?!"

__ADS_1


Berapa orang keamanan datang dan terlihat bingung dengan keadaan kamar itu.


"Seret dia keluar!!"


Ujar Dika setengah berteriak.


"Baik pak"


"Lepas!! Ayo lepaskan!!"


"Nggak... Aku nggak mau!! Aku nggak mau pisah dengan suamiku!!"


Beberapa orang mencoba melepaskan tangan Rima yang memeluk erat Dika. Dan seorang lagi memeriksa ke adaan Yasmin yang tergeletak pingsan.


"Ibu sepertinya pingsan"


Ujar seorang pelayan kamar yang memeriksa Yasmin.


"Tutupi tubuh isteriku!"


Perintah Dika yang melihat Yasmin masih mengenakan handuk sebatas lutut.


Pelayan lalu mengambil selimut dan menutupkannya ke tubuh Yasmin. Setelah berhasil lepas dari Rima, Dika langsung menghampiri Yasmin.


Yasmin segera di bawa ke rumah sakit. Kejadian itu pun menggemparkan rumah kediaman Tomy hingga mereka segera menjenguk Yasmin di rumah sakit.


Begitu bertemu Tomy Dika langsung menceritakan kronologi kejadian pada Tomy dan Humaira. Tomy pun lalu menyuruh Romi untuk mengatasi masalah tersebut.


"Nggak abangnya nggak adiknya sama aja!"


Ucap Humaira geram yang langsung mendapat rangkulan hangat dari Tomy yang berusaha menenangkan hatinya.


Tidak lama Yasmin pun sadar yang akhirnya memberi napas lega bagi Dika.


"Dimana dia?"


Tanya Yasmin pada Dika mengenai keberadaan Rima.


"Dia di kantor polisi"


"Ting"


Sebuah pesan masuk ke handphone Dika. Pemuda itu segera memeriksa hapenya karena ia sedang menunggu kabar dari asistenya yang ditugasi mengurus masalah itu.


Dika tersenyum kecewa melihat isi pesan itu yang mengabarkan bahwa Rima sedang mengalami sakit mental Obsessive Love Disolder (OLD) yang merupakan kondisi seseorang yang sangat mencintai orang hingga menjurus ke obsesi. Hal itu di sertai dengan tindak-tindakan yang mengganggu orang yang di cintainya.


Dengan kata lain Dika tidak dapat memenjarakan orang yang sedang mengalami sakit mental. Namun ia hanya dapat memasukan Rima ke rumah sakit jiwa dengan ijin keluarganya.


✨LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊

__ADS_1


✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗


__ADS_2