Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Menghindari Dosa


__ADS_3

# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘


*****


Malam itu, begitu keluar dari kantornya, tanpa mengulur waktu Tomy segera menaiki mobilnya. Wajah Humaira terus terbayang di kepala Tomy. Lelaki itu lalu memutuskan untuk mendatangi calon isterinya itu.


Sambutan hangat dengan senyum manis dari Humaira selalu diterima Tomy ketika memarkirkan mobilnya di garasi rumah itu.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..., capek mas?"


Humaira menyalami Tomy lalu mengambil tas kerja Tomy dari tangan lelaki itu.


"Sedikit"


"Mau aku pijit nanti?"


"Hmm, boleh"


"Ya sudah mas mandi dulu aku mau siapin makan malam kita"


Tomy langsung menuju kamarnya, sedangkan Humaira menuju dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.


Selesai mandi Tomy langsung duduk di meja makan karena aroma masakan Humaira menggugah seleranya saat itu.


"Hum, Danu sudah makan?"


Tanya Tomy saat Humaira mengambilkan nasi untuknya.


"Sudah mas"


"Kalau Umi?"


"Umi mungkin belum mas, setelah ini dia akan berganti dengan ku"


Jawab Humaira sambil menuangkan air putih di gelas Tomy.


"Kalau begitu ajak dia makan bersama kita. Danu juga bawa saja kesini, masukkan dia dalam kereta anak jadi kita bisa mengawasinya"


Saran Tomy.


"Apa boleh mas Umi?"


Humaira melihat serius ke arah Tomy.


"Tentu saja Hum, dia juga bagian dari keluargamu kan?"


"Baiklah mas..."


Jawab Humaira sambil tersenyum senang. Ia pun segera menghampiri Umi yang sedang berada di kamar Danu.


Tak berapa lama, Umi datang membawa Danu di dalam kereta bayi.


"Duduklah... kita makan bersama"


Ujar Tomy mengajak Humaira dan Umi.


Mereka pun duduk dan makan bersama.


Sikap Tomy yang memperlakukan semua orang sama tanpa memandang status atau derajat mereka, membuat obrolan mereka terkesan santai menemani suasana makan mereka.


"Umi, aku akan menikahi Humaira tidak lama lagi. Dan mungkin aku akan mengajaknya untuk tinggal bersama. Umi bisa ikut tinggal bersama kami"

__ADS_1


Ajak Tomy.


"Lalu rumah ini?"


Tanya Umi bingung.


"Kalian bebas untuk tidur dimana saja. Mau disini seminggu, sebulan, 2 bulan, lalu setelah itu ke rumah besar seminggu, atau sebulan semua terserah kalian. Tapi Nia isteriku, sangat berharap kita semua bisa berkumpul di rumah yang sama"


Jelas Tomy.


"Kalau begitu aku terserah kalian saja. Aku akan selalu berada di dekat Danu"


Kata Umi sambil membelai sayang pucuk kepala balita itu.


Humaira merasa senang keluarganya di terima baik oleh Tomy dan Nia. Walau ada sang bibi yang tidak menyukainya, namun Humaira percaya kebaikan akan selalu datang bila kita selalu berbuat baik.


Makan malam mereka pun di akhiri dengan nikmat. Selesai makan Humaira menemani Tomy duduk santai di ruang keluarga.


"Apa aku boleh tahu siapa mantan suamimu dan bagaimana rumah tangga kalian dulu sampai kau memutuskan untuk bekerja dalam dunia malam?"


Tanya Tomy sambil menyelipkan anak rambut Humaira yang menutupi wajahnya ke balik telinga.


"Itu...emm.... nanti aku akan menceritakannya pada mas. Tapi maaf, untuk saat ini aku belum bisa mas"


"Tidak apa, perlahan saja sampai kau siap"


Ujar Tomy santai.


"Apa mau di pijit sekarang mas? ntar keburu malem banget mas pulang ke rumah"


"Boleh..."


Mereka pun beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar.


Mata Tomy terpejam merasakan nyamannya sentuhan tangan Humaira. Saat Humaira menyentuh bagian pahanya, tangah yang lembut itu terasa menggelitik hingga Tomy membuka matanya kembali.


Tomy lalu merubah posisinya menjadi terlentang dan menatap lembut calon isterinya itu.


"Hum...?"


"Ya mas..."


"Boleh aku minta sesuatu?"


Tanya Tomy pada Humaira.


Tanpa menaruh curiga apapun Humaira langsung mengangguk mengiyakan. Ia berpikir selama ini Tomy tidak pernah meminta apapun darinya.


"Coba duduk di atas tubuh ku"


Pinta Tomy menatap lembut Humaira.


Humaira bingung, apa yang sebenarnya calon suaminya itu inginkan. Agak ragu tapi ia pun melakukannya. Wanita itu pun lalu duduk di atas tubuh Tomy dengan posisi seperti menaiki kuda.


Aliran darah seperti berbeda yang Tomy rasakan dalam tubuhnya ketika bokong Humaira mengenai kejantanannya. Jantungnya berdebar dengan cepat dan mulai membuat napasnya memburu hingga sang legenda pun bangun dari tidurnya.


Tomy segera bangun lalu memeluk Humaira dan menjatuhkan tubuhnya ke samping.


"Mas kenapa?"


Humaira yang bingung hanya bisa bertanya kenapa pada calon suaminya itu.


"Begini saja kita berpelukan seperti ini"

__ADS_1


Ujar Tomy dengan mata terpejam dan napas yang memburu.


Hembusan napas lelaki itu mengenai wajah Humaira yang menatapnya. Baru lah wanita itu paham apa yang sedang melanda calon suaminya itu.


"Mas, aku memang buka orang suci, tapi ada baiknya kita mengurangi pertemuan atau kita berhubungan lewat handphone aja untuk sementara. Aku nggak mau jatuh dalam dosa lagi, dan aku membawa mas jatuh bersamaku"


"Baiklah... mungkin seperti itu lebih baik"


"Tinggal dua puluhan hari lagi kok mas, sabar ya...?"


"Hmm..."


Tomy lalu mengecup kening Humaira sebagai tanda rasa sayangnya. Perlahan yang di bawah sana mulai kembali tertidur setelah Tomy menunggu untuk beberapa waktu.


Merasa sudah tenang, lelaki itu lalu bangun dan duduk di tepian kasur.


"Sudah mau pulang mas?"


"Ya, kau beristirahatlah. Maaf tadi mas sempat khilaf..."


Humaira tersenyum, ia pun mengangguk menjawab ucapan Tomy.


Mereka lalu beranjak dari tempat tidur itu dan menuju garasi mobil.


"Hati-hari ya mas, kabari kalau udah sampai rumah"


Humaira menyalami Tomy.


"Tentu... mas pulang ya, Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Mobil Tomy pun meninggalkan kediaman Humaira.


Wanita itu terkekeh sendiri ketika bayang Tomy sudah tidak kelihatan. Ia sendiri sebenarnya juga merasakan apa yang di rasa oleh Tomy. Jantungnya berdetak cepat ketika berada di atas tubuh Tomy. Batang tumpul Tomy yang mulai bangun terasa mengenai bokongnya membuat darahnya berdesir. Namun untunglah Tomy sigap mengatasi keadaan hingga mereka bisa menghindari sesuatu yang belum saatnya mereka nikmati.


Padahal kita sebulan yang lalu bukanlah orang yang tertarik satu sama lain. Namun itu lah, jodoh, maut, dan rejeki hanya Allah yang tahu. Aku mungkin bagian dari orang yang beruntung tanpa pernah membayangkannya. Kak Nia, mas Tomy dan Dika, kalian orang-orang yang berpengaruh dalam mengubah kehidupanku menjadi lebih baik. Terima kasih untuk kalian...


Humaira tanpa sadar menitikkan air mata.


Ia lalu segera masuk ke kamarnya dan tidur sambil memeluk Danu yang lebih dulu terlelap.


Segala usaha yang di lakukan dengan ikhlas dan sabar tidak akan mengkhianati hasilnya. Karena hidup bukan menunggu badai untuk berlalu, tetapi belajar menari di tengah hujan.


Dan jika kau lelah maka beristirahat bukan berhenti, karena kegagalan adalah jalan memutar dan bukan jalan buntu.


✨Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2