Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Asal Usul Humaira


__ADS_3

Kemunculan wanita bernama Zulfah membuat Humaira penasaran pada wanita itu. Apa lagi ia memiliki sebuah foto masa lalu Humaira yang tidak dimiliki oleh Humaira sendiri.


Mata Humaira berkaca-kaca dengan tangan gemetar mengambil foto yang ada di meja itu. Ia lalu menatap Zulfah dengan penuh tanda tanya.


"Siapa kamu sebenarnya, dan bagaimana kamu memiliki foto ini?"


Air mata Humaira perlahan menetes dan langsung ia seka dengan tangannya. Ia terus menatap bingung kepada Zulfah.


"Aku dapat ini dari ibuku. Lihat lah ini mungkin akan sedikit membantu menjelaskan kebingungan mu"


Zulfah mengeluarkan lagi sebuah foto usang yang nyaris terkikis gambarnya dan meletakkannya di atas meja. Humaira lalu mengambil lagi foto yang di letakkan itu, kemudian ia mengamati berapa orang yang ada disana.


Meski lusuh gambar itu masih tampak jelas. Dan Humaira mengerutkan dahinya ketika melihat seseorang yang sangat mirip walau foto itu di ambil saat orang itu masih sangat muda.


"Yang berdiri tegak itu ibuku, dan di sampingnya adalah ayahmu. Lalu kedua orang tua lanjut usia itu adalah kakek dan nenek mereka"


Humaira menutup mulutnya seakan-akan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Selama ini, ia hanya mengetahui kalau kedua orang tuanya berasal dari panti asuhan yang sama dan tidak memiliki keluarga.


"Kata ibuku, saat musibah tsunami melanda, kakek dan nenek meninggal dan hanya ibuku dan ayahmu yang selamat. Lalu karena rumah sudah hancur mereka di titipkan ke panti asuhan"


Humaira terisak tangis tersandar tak berdaya di kursinya mendengar kisah orang tuanya.


"Lalu ibuku yang mulai tumbuh dewasa sudah tidak dapat lagi di tampung di panti, dan akhirnya memutuskan untuk mencari kerja. Ia berjanji akan membawa ayahmu ketika ia sudah mendapatkan pekerjaan. Sayangnya ibuku yang hanya tamatan sekolah dasar hanya bisa menjadi tukang cuci piring di sebuah rumah makan. Ia belum mampu membawa keluar ayahmu dari panti asuhan. Meski begitu, ibuku selalu memberi uang untuk ayahmu. Mereka memang saudara yang saling menyayangi. Tanpa sepengetahuan ibuku, uang itu selalu di tabung ayahmu"


Zufah terdiam sesaat melihat Humaira yang terus menangis.


"Apa kamu masih ingin mendengar lagi"


"Teruskan saja...."


Ujar Humaira meski ia terus menangis.


Tomy merangkul tubuh isterinya, mencoba memberi kekuatan untuk isterinya.


"ibuku memutuskan menjadi pembantu rumah tangga di negara tetangga. Dan akhirnya berpisah jauh dari ayahmu. Bertahun-tahun mereka berpisah tapi ibuku masih terus mengirimi ayahmu uang. Ibuku selalu bertukar surat pada ayahmu. Lalu ketika sampai waktunya, ayahmu meninggalkan panti karena telah dewasa. Ia pun membuka usaha kecil-kecilan bersama ibumu dari uang yang selalu dikirim ibuku bersama. Hingga mereka menikah dan mengirimi foto dirimu. Lalu..... "


Zulfah terlihat ragu dan tidak melanjutkan kata-kata.


Humaira pun melihat ke arahnya, menunggu wanita itu meneruskan kata-katanya.


"Maaf..."

__ADS_1


Zulfah merasa bersalah dan tertunduk setelah menghela napasnya.


"Kenapa? Ada apa?"


Tanya Humaira bingung dan masih ingin tahu lebih banyak tentang orang tuanya.


"Saat ibuku dan ayahmu berjanji untuk bertemu, musibah pun datang, mereka mengalami kecelakaan pesawat. Ayah dan ibumu meninggal sebelum sempat bertemu ibuku. Dan sejak itu, ibuku depresi dan mulai sakit-sakitan hingga sekarang. Berbekal foto mu yang telah beranjak dewasa, aku mencari dirimu karena kita tidak memiliki banyak saudara. Hai Humaira sepupuku..., biasakan kita menjalin silaturahmi ibuku dan ayahmu?"


Perlahan Humaira bangun dari duduknya. Melihat Humaira yang berdiri, Zulfah pun ikut bangun dari duduknya. Mereka pun berpelukan sambil menangis.


"Sudah lama ibuku mencarimu, satu-satunya keturunan dari adiknya. Dia sangat merindukan mu Humaira"


Tangan Humaira semakin erat memeluk tubuh Zulfah begitu pula Zulfah. Isak tangis keduanya tidak dapat di bendung lagi. Bahkan pria yang datang bersama Zulfah mengalihkan pandangannya, sedih melihat pertemuan saudara itu.


"Kamu kemana saja selama ini? Untunglah ada Reynaldi yang pernah melihatmu di sebuah kafe"


Tanya Zulfah setelah melepaskan pelukan mereka.


"Oh itu, panjang ceritanya..."


Lalu Humaira pun mulai menceritakan kehidupannya setelah di tinggal ayah dan ibunya. Lalu menikah dengan Juan dan berakhir di jalanan. Hingga ia menjalani kehidupan malam dan bertemu Tomy di sana.


Saat Humaira sedang bercerita dengan Zulfah yang duduk berdekatan, Tomy menatap lelaki yang di panggil Johan itu dengan tatapan mengintimidasi.


"Bagaimana kau mengenal isteriku?"


Tanya Tomy yang akhirnya tidak dapat menahan rasa ingin tahunya dari kemarin.


"Oh, itu...! Aku pernah karaoke disana bersama dengan teman-teman ku dan kami semua mengenal Jane sebagai primadona disana"


Apakah dia pernah tidur dengan isteriku atau tidak?


Tomy berpikir namun ia sedikit ragu menanyakan apa yang mengganjal dalam hatinya. Ia mencoba menahan rasa cemburunya karena ia pun sudah tahu masa lalu Humaira"


"Tuan, aku tidak pernah itu.... emm anu dengan Jane tidak!"


Ungkap Reynaldi gugup dan sangat takut melihat tatapanTomy yang menguntimidasi ke arahnya.


Hahaha, tanpa bertanya pun dia sudah takut sendiri rupanya.


"Lalu Humaira, ibuku ingin sekali bertemu denganmu. Ia sangat merindukanmu"

__ADS_1


"Bibi...?"


"Iya, ibuku menetap di Aceh sekarang. Bila ada waktu cobalah temui dia Humaira, aku takut usianya tidak akan lama mengingat penyakitnya yang kronis"


Zulfah tampak sedih menceritakan penyakit ibunya.


"Lalu Zulfah, apa kamu tidak memiliki saudara?"


"Ada, aku punya satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Mereka dirumah menjaga ibuku. Bima sudah duduk di Sekolah Menengah Pertama, dan Ayu masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar"


"Masih kecil, lalu berapa usiamu?"


"Aku? Aku baru menginjak 25 tahun bulan depan"


"Ck, seharusnya kau memanggil ku kakak karena aku lebih tua 10 tahun darimu"


Humaira menatap kesal Zulfah yang ternyata lebih muda darinya namun memanggilnya dengan nama.


"Hehehe...."


Zulfah terkekeh sambil menggaruk pipinya dengan satu jari padahal tidak ada yang gatal. Ia merasa segan karena telah di tegur oleh Humaira yang merupakan kakak sepupunya.


"Kau menginap dimana Zulfah?"


Tanya Humaira yang baru ingat Zulfah sudah jauh-jauh datang mencarinya.


"Di kostan Reynaldi kak Hum"


"Apa?! Nggak boleh! Malam ini kau menginap dirumahku saja sampai kau akan pulang nanti"


Rasa tanggung jawab Humaira sebagai kakak terhadap saudaranya langsung keluar.


Reynaldi yang mendengar percakapan mereka merasa tidak nyaman dan segan.


Tomy tersenyum atas keputusan isterinya. Ia menjeling ke arah Reynaldi yang kebetulan juga melihat ke arahnya.


Reynaldi bergidik ngeri bertatapan mata dengan Tomy.


"Ayo kita kerumah ku, dan kamu Rey ambilkan barang-barang Zulfah dari kostanmu dan bawakan ke rumahku. Nanti Zulfah yang mengirim shareloc"


Mereka pun berpisah, Reynaldi kembali ke kostannya, sedangkan Zulfah mengikuti Humaira dan Tomy pulang ke rumah mereka.

__ADS_1


✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗


✨ FAVORITE ❤️, LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊


__ADS_2