Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Teror


__ADS_3

# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘


*****


"Kyiiaaaaa.....!!!"


Teriakan dari lantai bawah ruko mengejutkan Yasmin yang sedang bersiap membuka butiknya.


Gadis itu bergegas turun dan membuka pintu ruko untuk memastikan apa yang terjadi hingga karyawannya berteriak seperti itu.


"Sreekkkk...!!!"


"Ada apa?!"


"I...itu kak?!"


Gadis itu menunjukkan ke arah samping yang tidak jauh dari pintu ruko. Ada kotak berisi foto Yasmin dan di beri kembang serta darah dari tikus yang juga sudah mati di kotak itu.


Yasmin terkejut menutup mulutnya melihat apa yang di tunjuk oleh karyawannya. Beberapa karyawan yang baru datang ikut terkejut menyaksikan kotak berisi teror itu. Dengan sedikit gemetaran, gadis itu mencoba menghubungi Dika.


"Kak... ini apa mau saya buang aja?"


Tanya karyawan lelaki Yasmin yang berinisiatif akan membuang kotak mengerikan itu.


"Foto ku bagaimana? Ya udah, itu kotak buang jauh-jauh, terus fotoku di bersihin lalu bakar aja"


Ucap Yasmin sekenanya karena ia pun tidak tahu harus berbuat apa. Semakin lama waktu berjalan, karyawan semakin ramai yang datang dan butik pun harus segera di buka.


Karyawan lelaki itu segera mengerjakan apa yang diperintahkan Yasmin. Karyawan yang lain pun mulai bekerja seperti biasanya. Tetapi, kehebohan pagi itu tidak langsung lenyap begitu saja. Para karyawan mulai bergosip satu sama lain tentang kotak teror itu.


"Halo Assalamualaikum.. yank?"


"Waalaikumsalam sayank, ada apa kok tumben nelpon lagi tadi kan kita udah telponan? Kangen ya...?"


"Bukan gitu yank..."


Suara Yasmin mulai terdengar aneh di telinga Dika.


"Kamu kenapa yank?"


"Karyawan ku nemu kotak, terus isinya foto aku ada kembang terus di kasi darah sama tikus mati. Aku ngeri yank..."


"Siapa yang iseng gitu sih? Ya udh ntar makan siang aku kesana ya...?"


"Oke yank..."


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Kluk"


"Sekitar sini ada cctv nggak?"


Tanya Yasmin pada karyawannya.


"Kayaknya bangunan yang itu ada deh kak"


"Kelihatan kan ruko ini dari situ? Coba kamu lihat rekaman cctvnya minta copyin kalau bisa ya?!"


"Baik kak..."


Setelah memerintahkan karyawannya Yasmin segera masuk ke rukonya. Bisik-bisik para karyawan terdengar ditelinga Yasmin.


"Oke guys, tolong yang tadi jangan perpanjang lagi dan... silahkan kerja aja seperti biasanya?!"


Ucap Yasmin memberi perintah pada karyawannya.


"Oke kak..."


Jawab para karyawan.


Menjelang siang Dika datang ke ruko di antar oleh asistennya. Karyawan mulai berbisik begitu melihat Dika memasuki pintu ruko itu. Pelanggan berada dalam butik itu pun tak kalah terpesona dengan ketampanan Dika dengan setelan jas kerjanya.


"Duh beruntung banget ya kak Yasmin, punya usaha sendiri, pacar ganteng, kata raya lagi. Kapan ya hidup gue bisa kayak gitu?"

__ADS_1


Kata salah seorang karyawan di butik itu.


"Oplas dulu gue rasa"


Jawab seorangnya lagi.


"Dih, dikira oplas murah apa?!"


"Tahu mahal ya udah, di syukuri aja apa yang lu punya sekarang. Jangan ngiri sama hidup orang. Kalau mau sukses ya kerja keras jangan nyerah?!"


"Iih... lu Nura apa bukan sih? Tumben bijak gitu?!"


"Asem lu..?!"


"Kerja... kerja... kerja...ntar ditegur kak Yasmin loh?!"


Ujar karyawan lain mengingatkan.


Dilantai atas, Yasmin sedang bekerja menatap layar laptopnya. Dika datang langsung mencium pipi gadis itu.


"Ntar di lihat karyawan aku nggak enak loh yank..."


Ujar Yasmin tersipu.


"Ruangan ini kamu sendiri, siapa juga yang berani negur atasan. Kamu nggak apa-apa? Udah cari tahu?"


"Tu dia, aku nggak tahu? Rasanya selama ini aku nggak pernah cari gara-gara deh sama orang"


Ungkap Yasmin yang menatap Dika serius.


"Sayang disini nggak ada cctv. Ya udah, pasang cctv aja... terus nanti aku kirim orang buat mantau kamu. Jadi kalau ada yang macam-macam aku bisa langsung tahu"


"Itu sama aja kamu nguntit aku kan...?"


"Hanya untuk jaga-jaga, karena aku nggak bisa selalu ada deket kamu sayank..., orang yang ku tugaskan juga jago bela diri biar bisa lindungin kamu"


"Ih... so sweet banget kamu yank"


"Baru tahu?"


Ujar Yasmin beranjak dari duduknya mendekati meja makan dan di ikuti oleh Dika.


"Ngidam?"


"Ya nggak lah..., kapan kita begituan kan enggak?!"


Bantah Yasmin.


"Mau?"


Tanya Dika sambil memeluk Yasmin dari belakang.


"Ish, jangan macem-macem deh yank...?!"


"Aku juga nggak mau. Kamu orang yang spesial banget buatku"


"Bohong deh?"


"Serius sayank..., jadi laper aku"


"Ya udah yuk makan"


"Mau nya kamu..."


Dika menciumi leher Yasmin yang terlihat menggoda untuk di tinggali jejak kissmark hingga ke punggung gadis itu yang kebetulan memakai baju model sabrina.


Bulu di tubuh Yasmin meremang karena ia belum pernah di perlakukan seperti itu.


"Dik... Dik, udah dong..., kalau kamu terus begini mending cepet lamar aku deh"


"Bentar lagi aku lamar kamu"


Jawab Dika sambil tetap menciumi punggung Yasmin.


"Apaan sih yank, kayak main-main aja"

__ADS_1


"Aku serius..."


Jawab Dika menatap Yasmin penuh cinta.


"Beneran? Aku nggak mau loh, kamu ngelamar aku tapi di hati kamu masih ada Jane"


Yasmin sengaja memancing respon Dika.


"Dari mana kamu tahu Jane? Kak Nia cerita?"


Yasmin hanya menjawab pertanyaan Dika dengan mengangkat bahunya.


"Haah, setiap orang punya masa lalu dong. Dan benar aku sempat jatuh cinta padanya. Tapi dia selalu menolak perasaanku"


"Jadinya aku ini hanya pelarian mu?"


"Kamu cinta pertama aku, gejolak cinta yang dulu muncul lagi setelah ketemu kamu sayank..."


Yasmin menghindar dari tatapan Dika karena merasa itu hanyalah kata-kata manis yang di ucapkan oleh lelaki itu.


"Hei.. lihat aku sayank..."


Dika menangkup wajah Yasmin dengan kedua tangannya.


"Hanya kamu yang ada di hatiku sekarang. Nggak ada yang lain, cuma kamu. Kamu itu calon ibu dari anak-anakku kelak..."


Ungkap Dika serius.


Mata mereka saling menatap lekat. Tanpa sadar air mata Yasmin lolos begitu saja.


"Kok nangis sayank?"


"Siapa yang nangis coba..."


Yasmin langsung mengalihkan pandangan dan segera membersihkan air matanya yang luruh. Rasa senang dan bahagia membuat gadis itu terharu akan pertanyaan Dika. Kata-kata yang sudah lama ingin ia dengar akhirnya menjadi kenyataan.


Mereka lalu menikmati makan siang setelah berbicara dari hati ke hati.


*****


Di tempat lain, transaksi sedang di lakukan dalam sebuah minibus mewah milik Cindy. Pengintaian yang di lakukan selama 2 minggu dirasa cukup untuk menjalankan sesuatu yang sudah direncanakan sejak berapa minggu yang lalu.


"Ini upah mu untuk yang tadi pagi. Lalu berikutnya bakar bangunan ruko itu. Ingat kerjakan yang rapi dan bersih! Kalau ketahuan langsung kabur, jangan bawa namaku!! Separuh bayarannya aku kasih kalau udah beres. Ingat ya...?!!"


"Oke boss!"


Jawab dua orang pria setelah menerima upah hasil kerjanya.


Mereka pun keluar dari minibus hitam itu.


Cindy : Bisa kita ketemu Dik, ada yang ingin aku bicarakan


"Tut..tut..tut..tut..!!"


"Sial!! Aku di blokir!! Awas kamu Dika?!!"


Cindy mengumpat setelah mencoba menghubungi Dika namun gagal. Amarah Cindy kian menjadi hingga ia melampiaskan kekesalannya pergi ke klub bersama teman-temannya.


✨Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2