
# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘
*****
Dika segera memerintahkan asistennya untuk mencari tahu penyebab kebakaran yang terjadi pada ruko kekasihnya. Yasmin yang belum lama ini mendapat teror menambah keyakinan Dika, jika kebakaran itu memang di sengaja.
Uang yang di keluarkan sepadan dengan hasil yang di dapatkan. Hanya dalam 3 jam Dika sudah menerima laporan penyebab kebakaran.
"Dua orang lelaki menuangkan bahan bakar di jam 20.00 saat karyawan terakhir telah pulang. Lalu mereka pergi. Selang beberapa menit, seseorang datang dengan mobil sedan berwarna merah melemparkan sisa rokok dari dalam mobilnya dan terjadilah kebakaran. Plat mobilnya xx0-75xx, kepemilikan atas nama Sinta"
"Sinta?"
Ucap Dika terlihat berpikir.
"Di duga dua pria itu juga yang meletakkan kotak teror beberapa hari sebelum kebakaran terjadi"
"Apa kau sudah mengecek siapa saja orang yang bersama Sinta itu?"
Wandi lalu mengeluarkan dan menyerahkan lagi lembaran kertas berikutnya pada Dika. Kali ini berupa foto yang menampilkan beberapa gadis yang sedang healing bersama. Salah seorang di antaranya ada gadis yang sangat di kenal Dika.
"Cindy!!"
Gumam Dika yang terlihat begitu marah. Jarinya terkepal manahan emosi yang menumpuk di dada.
Pemuda itu lalu beranjak dari duduknya menuju ruangan Tomy di lantai 29.
"Siang pak?!"
"Bang Tomy ada?"
Tanya Dika pada sekretaris Tomy yang ke dua bernama Yuni.
"Beliau sedang rapat via video conference pak"
"Sudah lama?"
"Sekitar satu jam yang lalu dan mungkin akan segera berakhir"
"Ada apa Yun?"
Romi baru saja keluar dari ruangan Tomy dan langsung mendekati mereka.
"Maaf pak Romi, ini pak Dika mencari pak direktur"
Ujar Yuni mengabarkan.
"Pak Dika, silahkan... bapak baru saja selesai meeting"
Romi pun mempersilahkan Dika masuk.
"Terima kasih"
Dika berlalu sambil menepuk bahu Romi. Pemuda itu lalu membuka pintu ruangan Tomy.
"Ceklek...!"
Terlihat Tomy melirik sekilas ke arah Dika, kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Bang.... abang punya hubungan kerja sama dengan Haridarmano?"
"Tanpa salam Dik....?"
"Assalamualaikum bang..."
"Waalaikumsalam...kenapa dengan Haridarmano bukankah dia pejabat?"
"Iya, dia salah satu pejabat di pemerintahan. Biasanya perusahaan abang memiliki kerja sama dengan pejabat-pejabat itu"
"Aku hanya melakukan hubungan kerja sama pada mereka yang memiliki bisnis yang berhubungan dengan perusahaanku. Haridarmano, aku tidak ada relasi apapun dengannya. Lalu?"
"Anaknya Cindy, dia pelaku kebakaran ruko Yasmin dan kotak teror itu. Bagus lah... jika kita tidak memiliki kerja sama apapun dengannya. Anak para pejabat itu akan susah di sentuh bila melakukan tindak kriminal"
Tomy menghentikan bolpoinnya dan menatap Dika serius.
__ADS_1
"Tidak semua Dik...ada juga beberapa dari mereka yang kooperatif"
"Kooperatif kalau bukti sudah mengarah kuat bang, udah nggak bisa ngelak lagi kan?"
"Lalu apa kau punya bukti Cindy pelakunya?"
"Ada. Rekaman cctv dan beberapa saksi yang berkaitan dengan kejahatannya"
"Ya sudah laporkan saja"
"Abang backing aku kan?"
"Hmm..."
"Yes, thank you bang"
Siapa yang tidak mengenal Tomy yang merupakan salah satu crazy rich di negaranya. Pria mapan yang sukses mendunia hingga ke belahan Eropa. Nama Tomy Gunawan sudah sering muncul di berbagai majalah bisnis, bahkan ia menjadi motivator di kalangan kaum pengusaha.
Backingan Tomy sangat berarti buat Dika untuk melawan ayah Cindy yang merupakan salah seorang pejabat di pemerintahan.
*****
"Cheeers.... wkwkkwkwk"
Tawa gembira sekelompok gadis di sebuah rumah sambil bersulang.
"Sumpe loh, gue nggak nyangka banget lu bakal kejam gitu sama tu cewek?!"
"******* kayak dia harus di kasih pelajaran! Dan play boy kayak Dika, mesti di lempar ke sarang buaya biar buaya dimakan buaya?!"
Ucap Cindy berang.
"Wuuiih... sadis?! Wkwkwkwk...."
"Terus, sekarang lu ma Dika gimana dong?"
"Ya putus lah, cowok kayak dia banyak. Dan gue bisa dapet lebih dari dia?!"
Ujar Cindy dengan percaya diri.
Salah seorang temananya mengedipkan mata sambil menembak Cindy dengan jari tangannya.
"Eh, Martin kan getol banget deketin lu. Tampang juga lumayan, nggak kalah tajir pula ma Dika"
"Ada plusnya lagi, elu... lu pada belum tahu kan?"
Ujar Cindy sambil meneguk minumannya.
"Apaan sih, penisirin ih...?!"
Teman Cindy mulai gregetan.
"Hahaha... penasaran kan...?"
Ujar Cindy semakin membuat kepo teman-temannya.
"Iya apa?"
"Buruan?!"
"Dia jago juga loh di ranjang..."
Jawab Cindy dengan santainya.
"Wooow..."
"Uulala....."
"Gilaaaa.....?! Lu udah nyobain ma Martin? Sejak kapan kalian deket?"
"Iya dong... Sejak Dika jarang ngubungi gue. Awalnya dia hanya pelarian gue, tapi lama-lama anaknya asik banget tahu nggak sih?!"
Jawab Cindy mulai membuka rahasianya.
__ADS_1
"Duh... duh... yang lagi kasmaran..."
"Kalau lu udah ma Martin ngapain lagi nguber Dika?"
"Gue kesel banget ma Dika. Gue kayak di buang bagai sampah?!"
Ujar Cindy kesal.
"Lu cinta ma Dika?"
"Ya iya lah.., kalau nggak ngapain aku setahun ini bareng dia"
"Terus gimana dong...., secara dia udah nggak cinta ma lu"
"Kan ada Martin tinggal bye.. bye.. Dika"
Jawab Cindy dengan santainya.
"Wih, secepat itu lu berpaling"
"Ngapain lama-lama, rugi tahu nggak"
Salah seorang teman Cindy datang dari arah ruang tamu dengan tergesa-gesa dan wajah panik.
"Cindy... ada polisi yang nyariin lu?!"
"Hah?!!"
"Apa?!"
Beberapa teman Cindy terkejut dan wajah mereka mulai memucat.
"Cin... jangan-jangan...?!"
"Gimana nih Cin, gue bilang juga jangan kan tapi lu masih aja..."
"Diem lu, kita belum tahu tujuannya apa. Lagian gue nggak mungkin di penjara. Kalian lupa siapa bokap gue?!"
Ujar Cindy memastikan dan berusaha untuk tetap tenang.
Gsdis itu lalu melangkahkan kaki menuju ruang tamu di ikuti beberapa temannya di belakangnya. Mereka kepo namun bersembunyi dibalik tubuh Cindy.
"Selamat siang bu Cindy, kami mendapat laporan kalau anda melakukan tindak kriminal atas pembakaran ruko ibu Yasmin. Harap ikut kami ke kantor polisi untuk interogasi lebih lanjut?!"
Ujar salah seorang petugas polisi sambil menunjukkan surat penangkapan ke arah Cindy.
"Atas dasar apa laporan itu menuduh saya pelakunya. Saya bisa menuntut balik atas pencemaran nama baik karena saya bukan pelakunya?!"
"Silahkan anda membela diri dengan membawa pengacara di kantor polisi"
Cindy pun di giring menaiki mobil tahanan polisi dan di bawa ke kantor polisi beserta Sinta yang merupakan pemilik dari mobil yang di gunakan pada malam kejadian.
Teman Cindy yang tidak terlibat langsung mengunggah status baru yang membuat heboh smartphonenya dalam hitungan 10 detik.
Pertanyaan dan komentar membanjiri medsosnya. Tentunya teman-teman mereka yang lebih dulu merespon berita dengan caption...
WOI NETIZEN....?! Gilaaaa!! Polisi dateng borgol cus... naik mobil dedemit amit-amit tujuh turunan cuy.... Spot jantung gue guys!! Anak pejabat kita bro...!!
✨Beri dukungan untuk aku dong😘
*Like 👍
* Komen
*favorit ❤️
*Rate⭐⭐⭐⭐⭐
*Hadiah
*Vote, Terima kasih 🤗
✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.
__ADS_1
Terima kasih 🙏