Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu
Gibran Hilang


__ADS_3

Liburan di Korea lebih menyenangkan bagi Humaira dan Yasmin. Mereka yang penggemar jajanan Korea serta mengidolakan artis Korea itu sangat bersemangat menjelajahi tempat-tempat wisata di Korea.


Malam kedua di Korea, Umi datang menemui keluarganya yang datang menjemput dirinya. Semua pangling melihat wajah baru Umi. Humaira langsung memeluk kakak angkatnya karena rindu berbulan-bulan tak bertemu.


"Kak, jadi cantik gini hehehe... Aku kangen kak"


"Gimana kabar mu Hum?"


"Alhamdulillah baik kak"


Mereka melepaskan pelukan ketika Gibran datang tertatih-tatih memeluk kaki ibunya.


"Gibran udah gede ya sekarang, duh... Umi kangen"


Umi langsung menggendong Gibran dan mencium pipi gemoy balita itu. Gibran yang tidak pernah rewel di gendong siapa pun menjadi semakin menggemaskan.


Malam itu makan besar bersama pun di adakan. Baik tuan maupun bawahan semua membaur menjadi satu. Kekeluargaan hangat terjalin penuh gelak tawa bahagia.


"Besok apa rencana mu sayang?"


Ditanya sang suami mata Humaira tiba-tiba berbinar sambil menoleh ke arah Yasmin yang balas tersenyum dengan semangat. Tentu saja permintaan Humaira pastinya akan berusaha selalu dikabulkan oleh Tomy.


Melihat reaksi Humaira dan Yasmin entah mengapa mendadak Tomy merasa tidak nyaman.


"Mas, aku dan Yasmin pengen ketemu artis Idol Korea mas"


Dan benar saja, Tomy lupa sesaat jika negara ini adalah milik Oppa. Tomy yang baru tahu jika Humaira penggemar drakor ketika mereka berada dalam pesawat. Isterinya itu bahkan sudah mendownload drama favoritnya untuk di tonton secara ofline.


"Ehem..., siapa sayang?"


"Siapa aja boleh kok, bagaimana kalo kita ke kantor agensi mereka? Pasti banyak artis disana"


Ujar Humaira menyarankan dengan penuh antusias.


"Kak aku ikut!"


Mendengar kantor agensi, Yasmin tidak bisa lagi menahan dirinya untuk bertemu dengan para artis Korea itu.


Garpu di tangan Dika tanpa sengaja terlepas melihat isterinya menunjuk tangan sambil berdiri.


"Yank.."


"Kapan lagi yank, kalau bang Tomy yang ngusahain aku yakin pasti bisa"


Ujar Yasmin yakin dan tersenyum senang.


"Hmm..., tidak usah ke kantor agensi. Aku akan meminta mereka untuk datang ke Jeju"


Ujar Tomy sambil mengeluarkan smartphonenya dan mengirim pesan pada seseorang disana.

__ADS_1


"Waahh! Jeju?!! Aku mau kesana mas?!"


Kali ini Humaira sampai menutup mulutnya tak percaya saking senangnya.


"Asik kita ke Jeju kak...!"


Yasmin pun tak kalah senangnya langsung menghampiri Humaira dan memeluk wanita itu saking senangnya.


Dika hanya menghela napas sambil mengaduk-aduk makanannya. Pemuda itu tampak tak bersemangat saat ini. Bagaimana tidak, baru membicarakan rencana saja isterinya tidak begitu peduli padanya. Apalagi jika telah bertemu Idol nya, entah bagaimana nantinya lelaki itu di abaikan.


Pembicara pun terus berlangsung hingga kesepakatan pun telah di ambil. Makanan yang tadinya banyak perlahan mulai habis sedikit demi sedikit.


"DUAR!! DUAR!! DUUAARR!!"


Suara kembang api mengagetkan semua dan mengambil alih perhatian mereka. Semua menyaksikan kembang api yang sengaja telah di atur oleh Tomy. Senyum bahagia terpancar di wajah masing-masing. Namun tidak dengan Humaira yang menoleh kesana kemari mencari sosok Gibran.


Tadinya anaknya itu berada disampingnya sambil menggenggam sepotong roti. Tetapi kini balita itu tidak terlihat di area halaman rumah sewa yang sedang mereka gunakan untuk makan bersama.


"Mas, Gibran dimana?"


Tanya Humaira yang mulai terlihat cemas.


Tomy lalu memperhatikan sekitar dan langsung bangun mencari anaknya.


"Kenapa Hum?"


Tanya Umi yang merasa ada sesuatu yang terjadi.


Ujar Humaira mulai cemas. Ia pun lalu ikut mencari Gibran di ruang-ruang yang mungkin di datangi bocah itu.


Ucapan Humaira yang di dengar semua perlahan mulai ikut mencari Gibran bahkan sampai keluar dari pintu rumah sewa itu.


"Ada mas?"


Tanya Humaira yang mulai panik setelah melihat reaksi suaminya yang menggelengkan kepala.


"Gimana ini mas?"


"Tenang lah sayang, kita cari lagi perlahan..."


Ujar Tomy berusaha untuk menenangkan isterinya.


"Gibran? Sayang, dimana kamu nak?"


"Gibran?"


"Jagoan papa dimana kamu?"


Humaira dan Tomy berganti-gantian memanggil anaknya.

__ADS_1


Rumah sewa itu tidaklah besar, namun entah mengapa Gibran masih sulit di temukan. Humaira takut anaknya itu masuk ke dalam sumur yang ada di belakang rumah dan tenggelam. Tomy lalu mengerahkan anak buahnya untuk mengecek kedalam sumur dan hasilnya nihil.


Humaira mulai menangis, hatinya mulai tidak tenang. Karena sudah sejam mengeledah rumah Gibran masih belum ditemukan oleh mereka semua.


"Apa jangan-jangan Gibran keluar rumah bang? Kan pintu nggak di tutup dari tadi"


Ucap Dika yang akhirnya membuat Tomy dan yang lainnya berspekulasi jika Gibran berjalan tertatih-tatih keluar rumah disaat mereka sedang asik memandang kembang api di langit.


"Temukan anakku sampai dapat!"


Perintah Tomy pada semua anak buahnya yang ada di situ.


Dewi dan 3 orang bawahannya langsung bergerak mencari keluar rumah. Dika dan Yasmin ikut membantu mencari di jalan yang berbeda dengan anak buah abangnya. Tomy sendiri juga ikut mencari di jalan lain dari semuanya.


Rumah sewa yang terletak tidak jauh di pertigaan itu memiliki banyak cabang jalan yang sedikit membuat bingung. Mereka pun berpencar mencari keberadaan Gibran kesana kemari.


Humaira di temani Umi menangis tersedu-sedu karena kehilangan Gibran. Hal itu mengingatkannya kembali akan Danu anak lelaki pertamanya.


"Sabar Hum... hiks, semoga Gibran segera di temukan ya Allah..."


Umi memeluk Humaira. Melihat Humaira yang semakin tak memeliki tenaga, Umi mengajak adiknya itu untuk kembali ke kamarnya, beristirahat sambil menunggu kabar dari semua orang yang mencari Gibran.


Hari hampir menjelang tengah malam ketika semua kembali ke rumah sewa. Wajah lesu dan sedih satu persatu memasuki rumah.


"Mas!!! Gibran ketemu!! Dia ada di kamar"


Ujar Humaira setengah berteriak di depan kamarnya ketika mendengar suara dan derap langkah kaki yang memasuki rumah.


"Alhamdulillah dimana dia?"


"Alhamdulillah udah ketemu akhirnya..."


Semua langsung menuju dan melihat Gibran seperti yang di katakan Humaira. Semuanya melengos dan menggelengkan kepala melihat Gibran berada dalam koper besar yang terbuka dan tertidur dalam tumpukan pakaian yang sebagian menutupi tubuh nya.


FLASH BACK ON


Humaira merebahkan dirinya di bantu Umi. Saat Umi hendak keluar dari kamar Humaira, ia melihat sesuatu seperti ada yang bergerak di dalam koper besar yang terbuka.


Kembali Umi mendekati Humaira yang memejamkan matanya namun masih menangis.


"Hum, apa mata Umi yang kurang awas ya. Tadi Umi melihat kayak ada sesuatu yang bergerak dalam kopermu Hum"


Humaira bangun lalu melihat ke arah Umi kemudian ke kopernya. Ada baju yang sangat dikenal Humaira sedikit tertimbun di antara baju yang lain. Humaira pun berjalan perlahan mendekati kopernya dan mengangkat satu demi satu pakaiannya yang bertaburan itu.


Disana di balik baju Humaira wajah Gibran tertutup dan tertidur lelap sambil memegang rotinya. Ternyata selama ini balita itu bermain dalam koper terbuka yang terdapat tumpukan baju di dalamnya. Koper besar itu menyimpan pakaian Humaira yang berantakan karenanya dan menutupi sebagian tubuhnya. Karena lelah ia pun tertidur nyenyak disana.


FLASH BACK OFF


✨LIKE dan KOMEN ya guys... 🙏😊

__ADS_1


✨Baca juga Dream Destiny bagi yang suka kisah romansa istana. Terima Kasih🙏🤗


__ADS_2